NovelToon NovelToon
Shan Luo

Shan Luo

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:12.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

“Demi ibu, apa pun akan kulakukan!”

Dianggap sampah oleh ayahnya sendiri karena tak memiliki bakat kultivasi, Shan Luo hidup dalam hinaan. Demi melindungi ibunya, ia memilih pergi meninggalkan segalanya.

Takdirnya berubah saat ia menemukan sebuah gua misterius yang menyimpan warisan terlarang: Sabit Jiwa Kegelapan.

Dengan kekuatan itu, Shan Luo bersumpah
“Aku akan membalas semua yang menghina aku dan ibuku!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Terlihat di sana

Jeritan maut bergema di sepanjang Celah Api Es, menyatu dengan raungan badai salju dan desisan lava yang membeku instan saat menyentuh aura Shan Luo.

Di bawah naungan bulan sabit yang pucat, pemuda berambut dua warna itu bergerak seperti tarian dewa kematian.

​"Seni Tebasan Pemanen Jiwa!"

​Shan Luo mengayunkan Sabit Jiwa Kegelapan secara horizontal.

Bilah hitam pekat itu membelah udara, melepaskan gelombang energi ungu tua yang menghantam barisan depan Kavaleri Api Klan Shan.

Zirah besi mereka yang tahan api hancur berkeping-keping, tubuh mereka layu seketika saat Mo Huang yang bermanifestasi sebagai kabut ungu raksasa di belakang Shan Luo menyedot setiap tetes esensi kehidupan mereka.

​TRANG! TRANG!

​Di sisi kanan, Han Xiao bergerak seperti kilat kuning yang tak tercatch.

Belati kembarnya menari di antara sela-sela zirah musuh, memotong nadi dan tendon dengan ketepatan bedah.

Ia tertawa gila, salto di atas tombak lawan, lalu menendang kepala seorang kapten hingga hancur. "Haha! Terlalu lambat! Kalian semua terlalu lambat untuk berdansa denganku!"

​Namun, ancaman sesungguhnya bukanlah kavaleri manusia. Tiga sosok raksasa berbaju besi hitam, Tiga Penjaga Gerbang, melangkah maju serentak. Mereka bukanlah makhluk hidup, melainkan boneka perang purba yang ditenagai oleh batu inti energi jiwa.

​Penjaga pertama, yang memegang kapak raksasa, mengayunkan senjatanya dengan kekuatan yang sanggup meruntuhkan gunung.

​BOOM!

​Shan Luo melompat mundur, menghindari hantaman kapak yang menciptakan kawah sedalam lima meter. Ia menggunakan momentum lompatannya untuk melesat ke udara, sabitnya berkobar dengan es kegelapan murni.

​"Manifestasi Rohani: Kaisar Kegelapan!"

​Sosok roh raksasa di belakang Shan Luo meniru gerakannya. Sabit bayangan raksasa menghantam tepat di sendi leher boneka pertama.

​KRAAAK!

​Kepala besi boneka itu terpenggal, menyemburkan energi jiwa berwarna biru yang langsung disambar oleh Mo Huang. "Lezat! Berikan aku lebih banyak!" raung Mo Huang.

​Penjaga kedua dan ketiga menyerang bersamaan dengan tombak dan perisai. Shan Luo berputar di udara, menggunakan sabitnya sebagai tumpuan untuk menendang perisai boneka kedua, lalu melakukan tebasan silang yang memotong lengan boneka ketiga yang memegang tombak.

​Pertarungan melawan boneka-boneka purba ini menguras energi Shan Luo dengan cepat.

Zirah hitamnya sudah retak di beberapa tempat, dan napasnya mulai memburu. Namun, tekadnya di ranah ke-6 membuatnya terus bergerak melampaui batas fisik manusia.

​Setelah pertempuran yang terasa abadi, ketiga penjaga gerbang itu akhirnya runtuh menjadi tumpukan besi tua. Pintu masuk Celah Api Es kini terbuka lebar, memancarkan pendar hijau yang pekat.

​"Han Xiao! Mo Huang! Tahan sisa kavaleri di luar! Jangan biarkan siapa pun masuk!" perintah Shan Luo sambil berlari masuk ke dalam celah yang sempit.

​"Siap, Pemimpin! Aku akan memastikan tidak ada satu pun serangga yang lewat!" Han Xiao menyeringai, berdiri di atas tumpukan mayat penjaga gerbang dengan belati berlumuran darah.

​Shan Luo melesat menyusuri lorong panjang yang dindingnya dilapisi oleh kristal api dan es abadi.

Suhu di sini sangat tidak stabil, namun Inti Sejati Dua Warna di Dantiannya berputar cepat, menyerap anomali energi tersebut untuk memperkuat dirinya.

​Ia tiba di sebuah aula bundar yang sangat luas. Di tengah aula, melayang di atas kolam magma murni, terdapat sebuah kristal berbentuk jantung berwarna merah keunguan yang berdenyut lambat, Warisan Esensi Darah Murni Leluhur Klan Shan.

​Energi yang dipancarkan warisan itu begitu masif hingga Shan Luo merasa lututnya lemas. Ini adalah kekuatan yang bisa membantu mengangkat seorang pendekar langsung ke puncak benua.

​Shan Luo mendekat perlahan. Ia mengeluarkan Kunci Giok Naga Hitam dari sakunya. Begitu kunci itu mendekat, kolam magma di bawah warisan perlahan membeku, membentuk jembatan es hitam yang tipis.

1
Ajipengestu
lanjut thor👍
Iwa Kakap
ribet amat thor
Beni: itu cuma penjelasan naik ranah sama kesulitannya aja. gak perlu di pikirin hehe. /Pray/
total 1 replies
angin kelana
ayooooo jdi juara💪💪💪
Beni
oke... 😐
Beni
😛
Beni
/Hunger//Sweat/
Beni
😐
Beni
oke... 😐
angin kelana
semangat bertarung💪💪💪
angin kelana
anak baik👍
angin kelana
semangaaat menjadi kuat..
angin kelana
ayo buktikan kekuatanmu💪💪💪
angin kelana
ayoooo lebih kuat lg
angin kelana
lanjuuuttt...
angin kelana
kalo untuk pengenalan bole lah pake english tpi ke depannya gak usah ajah ini kan fantasi timur bukan barat..lanjut👍
Beni: nanti di revisi ya, terima kasih/Pray/
total 1 replies
angin kelana
lanjuuuttt..
angin kelana
dunia yg kejam.😬
Beni
😐
Jade Meamoure
bagus 🤣🤣🤣
Jade Meamoure
Yan Bingchen bukankah itu patriarki sekte es ya
Beni: Pendekar es dan api
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!