NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Terpaksa Menikahi Tuan Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / Dunia Masa Depan
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Jeprism4n Laia

Embun baru saja tamat Sekolah dari Desa, Sehingga dia terpaksa ikut dengan Bu Wina, Warga tetangganya karena dia memang butuh pekerjaan dalam menyambut hidup.

Embun tinggal seorang diri, setelah ibunya meninggal dunia, sejak saat itu dia menghadapi getirnya hidup didunia ini.

Sementara Rido Prasetio adalah Pewaris Talzus Group, dia terus dipaksa nikah oleh sang Ibu, Karena menurut sang Ibu, Usia Rido Sudah sangat Jauh berumur.

Karena merasa kesal dengan ibunya, Rido mengajak teman temannya untuk datang ke Bar, sehingga mereka mabuk dan mengalami kecelakaan beruntun.
Penasaran dengan ceritanya, ayo terus ikuti ceritanya disini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeprism4n Laia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22. Jadwal Operasi Bu Wina

Rido hanya bisa membalas pelukan sang bunda, ketika sang bunda masih saja merengek di dalam pelukannya, dia mengelus pundak sang ibu dengan lembut.

“Sudah sudah! Ibu tenang saja, saya kan baik baik saja kan?” hiburnya dengan membelai pundak sang ibu.

Setelah selesai dengan rasa rindunya, Tiaras akhirnya melepaskan pelukan dari dekapan sang anak, kemudian menghapus jejak bening air mata di peluput matanya.

“Makasih nak! Kamu sudah menjaga Rido di masa masa kritisnya, dan kamu memang…” ucapan Tiaras tercekat ketika dia mau mengatkan sesuatu, namun dia masih ragu untuk mengatakan hal itu karena masih belum diketahui oleh empunya kuasa.

Rido menatap sang ibunya dengan rasa penasaran yang 1000 kali lipat dari manusia biasa, dia semakin penasaran dengan sikap sikap orang kepada embun yang terlihat ada perbedaan, namun dia tetap menahan rasa penasarannya untuk sementara waktu, karena dia baru saja keluar dari masa masa kritis.

“Apa maksudnya dia yang menemaniku? Apakah dia ini si gadis keras kepala! Gak mungkinlah dia menjagaku di saat aku kritis” ketus Rido dengan menghunjuk embun yang berada tepat di belakangnya.

“emm! Nak! Kau jangan begitu bicaranya kepada nak embun, sebenarnya ada yang belum kamu ketahui selama kamu masih kritis, dia sudah banyak berkorban untuk keluarga kita” jelas sedikit sang ibu kepadanya.

“Ahh,, EGP lah!” ketusnya dengan sedikit kesal, kemudian dia langsung menjalankan kursi rodanya menuju kamar, namun dia tetap diikuti oleh embun dari belakang tanpa dia menghiraukan ocehan dari sang tuan muda barusan.

Sesampainya di dalam kamarnya, Rido langsung melepas bajunya tanpa dia melirik seorang manusia di sebelahnya, kemudian dia melirik pihak lain ketika dia ingin melepaskan celananya, karena untuk hal melepaskan celana dia tidak bisa melakukannya dengan sendirian.

Namun pihak lain tanpa ada sepatah katapun dengan telaten dia langsung bergegas melakukan tugas itu, dengan rasa sedikit malu pihak laki-laki itu melemparkan pandangannya kesebelah kearah jendela, dia menghindar pandangan dengan sang istri.

Tanpa berkata apapun, embun menyelesaikan memakaikan pakaian kepada Rido, sementara Rido yang sedikit merasa bersalah kepada embun dia hanya dia tidak berkutik, sambil memasang wajah dinginya.

Rido teringant dengan kata kata sang ibunda “sebenarnya ada yang belum kamu ketahui selama kamu masih kritis, dia sudah banyak berkorban untuk keluarga kita”. Rido hanya bisa mendengus ketika dia memutar otaknya, kemudian dia berkata kepada embun “apa maksud ibuku? Kau sudah banyak berkorban untuk keluarga kami?”.

Mendengar pertanyaan dari Rido, embun menjadi serba salah karena apa yang musti dia katakana untuk saat ini “Emm! Maksud nyonya! Dia hanya berkata bahwa aku sudah membantu keluarga kalian untuk membantu menjagamu di rumah sakit” ujarnya dengan berbohong sambil dia memaksakan senyuman.

“oh ia tuan muda! Sekarang anda mau kemana? Biar saya antar anda kesana?” Tanya embun dengan basa basi, namun pertanyaan itu hanya dijawab dengan gelengan kepala oleh Rido.

Embun hanya bisa mengangguk pelan kemudian dia langsung berbalik kekamar mandi, dia mengambil seluruh pakaian kotor yang barusan di lepas dari tubuh Tuan Mudan atau Sang Suami Kontrak.

Ketika dia sampai di luar kamar Rido, tanpa disadari sebutir air bening terjatuh dari peluput mata indahnya, dia langsung berlari kearah kamarnya, dan langsung mengunci pintu kamar itu dari dalam.

“kenapa hatiku terasa sakit ya Tuhan! Inikah rasanya pernikahan kontrak, pernikahan yang tak dianggap!” gumamnya lirih. “tapi aku harus kuat menahannya, ini demi ibu wina, bu wina harus bisa sembuh” lanjutnya lagi.

Setelah embun merasakan baikan dengan keadaanya sendiri, dia langsung bangkit menuju kearah laundry dan memasukan beberapa pakaian dari Rido.

Bu wina mendekati embun yang sedang berada di tempat cucian itu, kemudian dia menyentuh pundak sang gadis yang membuat gadis itu terkejut.

“Eehh.. ibu! Buat kaget saja! Bagaimana keadaan ibu? Apakah sudah baikan?” Tanya embun dengan membalikan badannya menghadap kearah bu wina.

Bu wina tersenyum senang ketika dia melihat embun yang menatapnya, kemudian hatinya sedikit berdenyut ketika dia melihat mata sembab embun.

“nak! Apakah kau baik baik saja? Ceritakan kepada ibu kalau ada sesuatu yang membebani hatimu? Ayulah nduk, ceritalah kepada ibu, kamu jangan menanggungnya sendiri” ucap bu wina menatap sang gadis sambil dia mengusap pipi comel gadis itu.

“ah ibu ada ada saja! Nggak kok bu, embun baik baik saja, bagaimana dulu keadaan ibu? Kapan jadwal ibu akan di lakukan operasinya?” tanyanya balik tanpa dia memperdulikan pertanyaan bu wina barusan.

“Tidak, tidak! Kamu harus menjawab pertanyaan ibu dahulu?” seru bu wina kepada embun. “Kalau ibu besok rencananya akan di operasi sekitar pukul 10.00” lanjut bu wina terus terang.

“sekarang kau harus katakan sama ibu, apa yang menjadi beban dalam hatimu sekarang ini? Walaupun kau bukan anak kandungku tapi ibu bisa merasakan kegundahan hatimu” Tanya bu wina tanpa memberikan ruang pengelekan pada embun.

Embun menghela napasnya sangat dalam kemudian dia menatap bu wina dengan sendu. Kemudian langsung melabuhkan kepalanya kedalam pelukan sang ibu sambungnya itu.

“saya minta maaf bu! Saya belum sempat memberitahukan kepada ibu, kalau sebenarnya pernikahanku itu adalah pernikahan di atas kertas atau kontrak” Jelas embun dengan lirih sambil dia berlinang air mata.

Bu wina hanya bisa mengginggit bibir bawahnya ketika dia mendengar penjelasan embun, hatinya menjadi sedih dengan apa yang dialami oleh anak gadisnya itu.

“lalu kenapa kamu harus melakukannya? Kalau kamu merasa berat kamu tidak perlu melakukannya nak” ujar bu wina dengan membelai puncak kepala gadis itu.

“aku terpaksa bu, karena ada suatu hal yang harus kulakukan, jadi,,, ibu harus operasi dulu! Setelah ibu sembuh barulah aku kasitau ibu” jawab embun dengan menatap sang bunda.

“Baiklah, ibu hanya nurut saja dengan kata katamu, yang penting kamu baik baik saja” sahut bu wina dengan pasrah. “lalu bagaimana dengan tuan muda? Apakah dia sudah tau dengan status kalian sekarang! Bahwa kalian sudah menikah?” Tanya bu wina lagi kepada embun.

Embun menggelengkan kepalanya dengan mengusap air mata, kemudian dia berkata “itulah yang membuat hatiku sedikit sakit bu! Aku harus bagaimana dalam hal ini? Apakah aku harus melayaninya sebagai tuan muda? Ataukah sebagai suamiku?”.

“Kalau aku melayaninya sebagai Tuan Muda, bukankah aku menjadi istri durhaka dalam ajaran agama, karena tidak melayani suamiku dengan baik, tapi kalau kulayani dia dengan secara suami, bagaimana aku harus menjelaskannya kepadanya?” ujar embun melanjutkan uneg uneg dalam hatinya.

Bu wina menghela napasnya dalam dalam kemudian dia berkata “layani sajalah dia sebagai suamimu, tanpa kamu memberitahukan statusmu kepadanya, biarlah dia tau dengan sendirinya nantinya, dan pastilah Tuan besa dan Nyonya besar akan memberitahukan kepadanya tentang hal ini”.

“Baiklah bu, terimakasih nasihatmu” ucap embun menganggukkan kepalanya sambil menatap wanita paruh baya itu.

Sementara di Perusahaan Talzus Group.

Berys sedang mengikuti rapat internal para pemegang saham karena ada sesuatu kendala yang terjadi pada proyek perusahaan.

“Berys! Kita sekarang benar benar membutuhkan pengganti CEO, tidak mungkin kita terus bergantung kepada Tuan Muda Rido, karena kondisinya sekarang yang tidak bisa berjalan” ucap Rusli Tel ingin memprovokasi keadaan.

“Iya benar Sekretaris Berys! Tidak mungkin kita memiliki seorang pemimpin yang cacat” sambung Upin mendukung perkataan dari Rusli Tel. Namun Berys hanya menatap mereka dengan tatapan yang penuh dengan ejekan, dia menangkupkan kedua tanganya keatas meja untuk menopang dagunya.

“Bukankah waktu yang saya janjikan kepada kalian! Waktu berakhirnya besok? Kenapa kalian sekarang malahan seperti orang yang sedang sakit jiwa, membuat banyak sekali tingkah yang aneh aneh, Hemm” ketus Berys dengan menatap para pemegang saham yang ingin memberontak itu.

Para pemegang saham hanya bisa menunduk dengan penuh malu, namun beberapa yang tidak melakukan provokasi hanya bisa duduk dengan tenang saja, salah dari pemegang saham tersebut berkata “apa yang dikatakan oleh sekretaris Berys benar! Bukankah waktu yang di janjikannya masa berakhirnya besok?”.

Sekitar pukul 3 sore hari, Giancarlo pulang lebih awal karena sang istri telah memberitahukan keadaan Rido yang sudah pulang kerumah, Tiaras memberitahukannya dengan melalui chat WA pribadi.

Giancarlo duduk dikursi kebesarannya diruang keluarga. Sang istri langsung menyambutnya ketika dia melihat kedatangan sang suami.

“dimana Rido sekarang?” tanyanya kepada sang istri.

“dia sekarang berada di kamarnya” Jawab Tiaras dengan singkat.

“lalu dimana embun?” Tanya ulang Giancarlo kepada sang istri.

“emm,, kayaknya dia di belakang deh?” sahut Tiaras dengan melihat kearah arah ruang dapur.

“Cepat panggilkan Rido kesini! Dia harus tau semuanya, karena waktu kita sudah sangat singkat, besok adalah batas waktu Janji Sekretaris Berys kepada seluruh pemegang saham” perintah Giancarlo kepada sang istri, sehingga dengan cepat Tiaras langsung bergegas pergi kekamar Rido.

Sesampainya Tiaras di dalam kamarnya Rido, dia melihat Rido yang sedang duduk memegang Laptop dengan tatapan yang sangat tajam dan teliti, dia sedang melihat beberapa kiriman email padanya.

‘Nak! Ayahmu memanggilmu ke ruang keluarga, ada yang perlu dibicarakan bersama” ucap Tiaras dengan lembut.

Rido menganggukan kepala, kemudian dia menjawab perkataan sang ibu ‘‘Baik bu! Tunggu sebentar, biar saya matikan Laptopku terlebih dahulu”.

Tiaras langsung melangkahkan kakinya mendekati sang anak, kemudian dia mendorong kursi roda Rido namun Rido menahannya dan berkata “Ibu tidak perlu mendorongku, aku bisa sendiri kok, ibu duluan saja keruang tamu, nanti ayah merasa terlalu lama menunggu”.

“Baik” jawab sang ibunda singkat, kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang tamu, dimana sang suaminya sedang menanti kedatangan Rido disana.

Rido sedang berada diruang tamu bersama dengan sang ayah dan ibundanya.

“Kenapa ayah memanggilku kemari?” Tanya Rido dengan sikap dinginnya yang masih tertanam di dalam dirinya.

“Emm, ayah mau memberitahukan sesuatu padamu, tapi ayah harap kamu jangan marah atau patah hati, karena ini diluar dugaan ayah dan ibumu” Jelas Giancarlo terlebih dahulu supaya sang anak yang dingin bagaikan batu es tersebut tidak membuat keributan yang sangat ekstrim.

“Emm.. Baiklah! Cepat ayah beritahukan saja!” sahut Rido dingin, dengan tatapan masih menatap keluar jendela.

“ceritanya seperti ini! Ketika kamu sedang dalam kondisi kritis atau koma di rumah sakit, Perusahaan mengalami gejolak dari pemegang saham, salah satunya adalah Rusli Tel, Desman Laia dan Upin, mereka memaksakan supaya adanya pergantian CEO Perusahaan karena kamu dalam keadaan kondisi sedang tidak memungkinkan, sehingga berys dengan tegas mengatakan kalau kamu sudah menikah.. dan blang blang bleng” ucap Giancarlo menjelaskan kepada Rido dengan sangat detil, sampai pada tahap dia punya dengan ibunya memiliki rencana menikahkan Rido dengan embun tapi dengan syarat Perjanjian kontrak. Sehingga sampai pada akhirnya Rido dan Embun Solai sah menjadi Suami Istri.

1
Tiary91 gaho
Waahh.. ceritanya mantap jiwa
Tiary91 gaho
Mantap Aku Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!