NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:587
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan Aneh

Setelah semua selesai mengerjakan ulangan susulan. Reina pun pamit ke guru BK untuk kembali pulang karena harus menjenguk neneknya yang berada di rumah sakit.

" Bapak doakan semoga nenek kamu cepat sadar dan sembuh seperti sedia kala ya Re...kamu yang kuat ya." Ucap pak Didit sambil menepuk bahu Reina untuk menyalurkan kekuatan.

" Iya pak makasih doanya... Reina kuat kok pak demi nenek." Ucap Reina tersenyum. Namun berbeda di dalam hatinya ia begitu sedih dan takut.

" Kalau begitu saya permisi dulu pak." Pamit Reina lalu menyalami tangan pak Didit.

" Iya hati-hati di jalan Re jangan ngebut." Ucap pak Didit mengingatkan.

" Iya pak." Reina pun keluar dari ruangan BK dan menghampiri Shasa yang menunggu di taman sekolah.

" Ayok..." Ajak Reina saat sudah sampai di dekat Shasa.

" Cepet banget kayak naik motor." Ucap Shasa menutup buku yang ia baca dan menyimpannya ke dalam tas.

" Iya kan udah belajar kemarin." Jawab Reina enteng.

" Emang ya kalau orang pinter tu beda mungkin nggak pakai mikir,baca pertanyaan langsung bisa jawab." Ucap Shasa yang beranjak dan berjalan mensejajarkan Reina.

" Ya tetep mikir lah Sha masak iya bisa jawab nggak mikir... ada-ada aja kamu ni." Reina tersenyum menyenggol lengan Shasa.

Shasa hanya meringis. " Anterin gue pulang ya...ada janji makan malam keluarga soalnya." Suruh Shasa sedih." Sorry nggak bisa nemenin malam ini." imbuh Shasa lagi.

" Nggak masalah Sha,aku nggak takut kok sendirian." Ucap Reina meyakinkan Shasa.

Mereka pun pulang meninggalkan sekolah yang sudah sangat sepi karena semua siswa sudah meninggalkan sekolah sejak 1 jam lalu.

Reina mengantarkan pulang Shasa terlebih dahulu baru pulang ke rumahnya.

" Makasih ya... nggak mampir dulu ?" Tanya Shasa setelah ia turun dari motor Reina.

" Nggak,keburu sore." Jawab Reina lalu pergi meninggalkan rumah Shasa.

Shasa melihat Reina sampai tak terlihat dari pandangan setelah itu ia pun  masuk ke dalam rumah.

------

Sampai di rumah Reina langsung berganti pakaian dan menuju ke dapur untuk mencari makanan yang bisa mengganjal perutnya sebelum berangkat ke rumah sakit.

Dia makan 1 bungkus roti dan meminum susu kotak rasa vanila kesukaannya. Reina pun melihat jam tangannya yang menunjukan pukul 2 siang. Ia pun beranjak balik ke kamar untuk mengambil tas ransel kecilnya lalu berangkat lagi.

Saat ingin mengeluarkan sepeda motor dari teras bi Sumi menghampiri sambil membawa mangkuk.

" Loooo baru pulang mau kemana lagi Re ?" Tanya bi Sumi.

" Mau jenguk nenek bi...bi sumi bawa apa ?" Tanya Reina penasaran.

" Bawa sup ayam ni,kamu udah makan belum ? Kalau belum makan dulu." Jawab bi Sumi Perhatian.

" Makasih bi...Reina makan roti sama minum susu kotak tadi bi,bi sumi taruh aja di dalam ya...aku berangkat ntar keburu sore." Ucap Reina yang berangkat meninggalkan halaman rumah.

" Hati-hati nak...." Teriak bi Sumi saat Reina sudah jauh. Reina hanya mengangkat tangannya tanda ok.

Di perjalanan Reina mengendarai sepeda motornya dengan hati-hati karena jalanan yang begitu padat.

Saat berhenti di lampu merah Reina tidak sengaja melihat ada toko bunga yang mencari karyawan sebagai pengantar bunga. Dia berpikir apakah sebaiknya dia mencoba bekerja di toko itu saja siapa tau bisa part time.

Melanjutkan perjalanannya menuju ke rumah sakit saat lampu sudah berganti warna hijau. Ia akan mengunjungi toko bunga itu nanti saat pulang dari rumah sakit.

Sampai di rumah sakit Reina langsung memarkirkan motornya dan buru-buru masuk ke dalam dan menuju ruangan di mana neneknya berada.

Perlahan Reina membuka pintu kamar dan melihat ada Bramasta yang ternyata saat ini ia juga sedang menjenguk neneknya.

" Kak Bram udah lama ?" Tanya Reina dengan suara pelan saat sampai di dekat ranjang neneknya.

Bramasta menoleh dan kaget dengan kedatangan Reina. Ia tidak sadar saat pintu di buka tadi.

" Sekitar 30 menit yang lalu Re...kamu baru pulang sekolah ?" Tanya Bramasta basa basi.

" Iya kak tapi tadi udah mampir ke rumah dan nganterin Shasa juga." Jawab Reina yang berjalan mendekati neneknya yang masih setia memejamkan matanya.

Bramasta menggeser tubuhnya ke belakang saat Reina ingin duduk di dekat neneknya.

" Selamat sore nek ? Gimana kabar nenek hari ini ? Apakah sudah lebih baik ? aku hari ini menyusul ulangan yang kemarin sempat tertinggal nek,untung aku bisa di berikan kesempatan nek,jadi aku tahun depan bisa naik kelas nek."

" Nenek cepat sembuh ya,Reina kesepian banget di rumah nek." Ucap Reina dengan memegang tangan neneknya dan meneteskan air matanya.

Bramasta mendengarkan setiap kata yang Reina bicarakan ke neneknya. Ia juga begitu sesak saat melihat pemandangan yang indah sekarang harus menangis dan merasakan  kesendirian lagi untuk ke dua kalinya.

Meraih sapu tangan di balik jasnya Bramasta lalu mengulurkan tangannya tepat di depan wajah Reina.

Reina mendongak dan menatap Bramasta lalu meraih sapu tangan yang berada di tangan Bramasta. " Makasih kak..." Ucap Reina lirih.

Hanya anggukan sebagai jawaban. Bramasta memilih duduk di sofa untuk memberikan ruang Reina bercerita dengan neneknya meskipun tidak ada respon namun orang koma bisa mendengar apa yang di bicarakan orang di dekatnya.

" Reina kangen nek...nenek bangun ya...sebelum Reina mendapatkan pengumuman kalau aku naik kelas." Ucap Reina yang kata-katanya selalu terdengar mengiris hati.

" Reina nggak bisa lama-lama ya nek,aku mau cari pekerjaan agar aku bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari." Ucap Reina yang langsung mencium tangan neneknya.

" Doakan Reina ya nek..." Ucap Reina tersenyum namun matanya terus mengeluarkan bulir-bulir bening.

Reina beranjak dari duduknya dan mencium pipi neneknya yang terasa dingin. Ia pun menghapus air matanya dan menghampiri Bramasta.

" Makasih ya kak udah nyempetin waktu buat jenguk nenek, padahal kakak selalu sibuk dan pastinya capek tiap pulang kerja." Ucap Reina dengan tersenyum.

" Sama-sama Re,aku yang bertanggung jawab jadi aku harus sempetin waktu buat lihat kondisi nenek apakah ada perkembangan atau tidak,kalau tidak mungkin kita bisa membawanya berobat ke luar negeri." Ucap Bramasta menjelaskan.

" Tapi biayanya pasti mahal kak." Ucap Reina lirih.

" Soal biaya aku yang nanggung Re asal nenek kamu bisa sembuh." Ucap Bramasta. " Kamu udah makan ?" Tanya Bramasta.

" Tadi pulang dari sekolah makan roti sama minum susu kotak kak." Jawab Reina.

" Itu bukan makan Re,kalau makan itu nasi...mana bisa kenyang kalau cuma roti sama susu,cuma buat ganjel perut." Ucap Bramasta. " Ayo makan denganku aku juga belum makan." Ajak Bramasta yang lalu berdiri dan menggandeng tangan Reina dan keluar dari ruangan nenek Sri.

Reina terkejut dengan tindakan Bramasta yang langsung menggandeng tangannya namun mau protes ia seperti mulutnya terkunci. Dan entah kenapa ada yang aneh saat tangannya di sentuh Bramasta.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!