NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Menjadi Ibu Pengganti Anak Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:11.6k
Nilai: 5
Nama Author: peony_ha

Sandra, Satya dan Raisya telah menjalin persahabatan sejak mereka memasuki dunia perkuliahan. Perhatian Satya pada Sandra terlalu berlebihan membuat Sandra menjadi terbawa perasaan.
Namun pada akhirnya Sandra harus mengubur perasaanya pada Satya kala Raisya memberitahunya bahwa dia akan segera menikah dengan Satya.
sakit dan perih yang Sandra rasakan.
Namun takdir berkata lain, Sandra terpaksa harus menjadi ibu sambung dari anak hasil pernikahan sahabatnya itu, Raisya dan Satya.
akan kah Sandra sanggup melalui hari harinya bersama Satya yang telah berubah dan masih di hantui oleh bayang-bayang istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon peony_ha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kotak Kecil Beludru Merah

Hari mulai gelap, langit jingga sore perlahan redup di gantikan dengan langit yang perlahan mulai menggelap. Aku mulai menutup pintu balkon yang tadi di buka tidak lupa menutup gordennya.

Kak Satya dan sandrina belum juga menampakkan batang hidungnya. Kemana anak dan bapak itu pergi?. Tadi katanya cuman sebentar, tapi hari sudah mau malam mereka belum juga pulang.

Sudah beberapa kali aku telpon, namun ponsel kak Satya hanya berdering tidak di angkat.

Aku mulai mondar-mandir di depan pintu apart, berharap mereka akan segera pulang, sesekali aku menggigit jariku. Cemas.

Setengah jam aku mondar mandir disana, tapi nihil tidak ada tanda-tanda mereka datang.

Waktu sudah menunjukan pukul 18.30, dan aku belum melaksanakan shalat magrib. Dengan langkah pelan aku berjalan menuju kamar.

"Assalamualaikum...." suara sandrina dan kak Satya berbarengan.

Aku berbalik, mendapati sandrina sedang tersenyum manis dalam pangkuan kak Satya. Anak kecil itu menenteng kotak yang berisikan boneka barbarie.

Akhirnya aku bisa bernafas lega. "Dari mana?"

"Papa ngajakin aku main sama teman-temannya." ucap drina jujur. Ia turun dari pangkuan kak Satya.

Aku sedikit kesal pada kak Satya. Besok sandrina kan masih sekolah, dia harus istirahat. "drina besok kan sekolah, drina harus istirahat!."

Papah sandrina tidak menanggapi, ia hanya tersenyum tipis.

Kak Satya berlalu pergi begitu saja ke dalam kamar. "Drina, siap siap shalat magrib sama papah." ucapnya sambil berlalu.

Sandrina mengangguk, kemudian aku mengantarnya untuk berwudhu dan bersiap.

Sandrina telah siap mengenakan mukena berwarna pink dan menenteng sajadah ditangannya. Begitupun aku sudah siap dengan mukena berwarna navy.

Kak Satya masih bersiap. Karena tadi ia lama di kamar mandi, seperti mandi dulu.

"Ndra, ga gabung sekalian?" ucapnya. Tumben nawarin gabung shalat berjamaah, biasanya engga.

Aku menjawab dengan anggukan, jangan tanya keadaan hatiku.

Rasanya ga bisa di ungkapkan.

Ah murahan banget si Ndra. Kamu belum di anggap istri oleh Satya. Jadi jangan kesenengan dulu.

Shalat magrib terasa begitu hidmat dengan imam laki laki yang sejak dulu namanya bersemayam di hatiku. Sepanjang shalat senyumku terus terukir di wajah. Suara kak Satya begitu syahdu ketika membaca surat di rakaat pertama dan kedua.

Hatiku hangat.

Salat selesai. sandrina menyalami tangan kak Satya kemudian berpindah kepadaku. Gadis kecil itu menggemaskan sekali. Aku mencium kedua pipinya. Apakah aku harus melakukan hal yang sama, seperti yang di lakukan sandrina?.

Jujur ini adalah yang pertama setelah menikah. Bahkan setelah akad pun aku tidak bersentuhan tangan menyalaminya.

Aku harus mencoba dan memberanikan diri, akan ku runtuhkan pertahanan manusia yang tiba-tiba menjadi bongkahan es ini.

"Kak..." aku menyodorkan tangan membungkuk seraya memejamkan mata. Takut, kalau semisal kak Satya menolak uluran tanganku.

Dan...

Yap... Tanganku bersahut dengan jemarinya.

Dingin. Yang kurasa, lanjut aku mencium tangannya.

Drina lanjut belajar mengaji, sementara aku pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam.

Makan malam selesai. Kini kami berkumpul di ruang keluarga. Aku yang menemani drina mengerjakan tugas sekolahnya, yaitu menulis huruf S.

"S.... untuk Sandrina..." ungkap gadis kecil itu, banyak bercandanya di banding menulisnya.

Aku pun menggeleng. "S untuk Sandra......" aku meladeni.

Sandrina cekikikan. Sesekali kak Satya menoleh pada aku dan drina. Di sedang memainkan ponselnya sambil tumpang kaki d sofa.

"Ada lagi mama ndra."

"Hayo... Siapa lagi?

"S untuk Satya...."

"Heh... Papa!." Kak Satya melotot pada sandrina. Tapi sandrina tau kalau itu hanya candaan.

"Maaf pah..." ucapnya dengan wajah pura pura memelas.

"Eh drina tau gak?"

"Apa ?" ucapnya sambil mendongakkan kepala.

"Dulu... Pas waktu mama ndra kecil. Nama mama ndra juga namanya sandrina loh..."

Manik hitamnya terbelalak. "emang iya?"

Kak Satya menatapku lekat tajam. "ekhem... Drina lanjutkan tugasnya sudah malam!." ia berucap tegas.

Tanpa banyak kata dan bercanda aku menuntun drina untuk menyelesaikan tugasnya. Waktu sudah menunjukan pukul 20.30 drina harus segera tidur. Selesai dengan tugasnya aku membawa drina untuk segera tidur.

"Mama ndra.... tadi papah main sama perempuan cantik."

Tanganku yang sedang menyelimuti drina terdiam. Ada denyutan perih di dada.

"Siapa na, drina tau namanya?. Terus sama siapa aja di sana?". Tanyaku penasaran.

"Awalnya aku, papa, dan perempuan itu. Kita pergi ke suatu toko. Tapi drina tidak memperhatikan toko apa, karena drina sibuk bermain sama Barbie baru yang di belikan papa. setelah itu kita bertiga ketemu temen-temen papa yang lain." ucapnya. Aku percaya, karena perkataan anak kecil selalu jujur.

Ah dadaku sesak. Kak Satya meminjam mobilku untuk bertemu wanita lain.

Siklus nya begini ya?, kalau sudah kesenengan pasti ada yang bikin sakit hati. Aku tidak ingin bertanya lanjut mengenai ini.

"Dah.. Drina tidur ya....!" ucapku sambil berbaring disebelahnya.

"Mama ndra temenin dulu ya!, drina belum terlalu ngantuk."

Aku mengangguk mengiyakan.

"Drina sayang mama ndra." ucapnya kemudian memelukku.

Kenapa hatiku makin perih. Dengan kenyataan rumah tanggaku dengan kak Satya ya tidak ada kejelasan, setidaknya aku mempertahankan pernikahan ini demi sandrina. Aku sangat menyayangi gadis kecil ini, aku sudah menganggapnya seperti anaku sendiri.

Aku mengecup keningnya berkali kali sambil memeluknya erat, tidak terasa air mataku mengalir begitu saja.

Setengah jam berlalu, sandrina sudah tertidur dalam dekapanku, hidungnya yang Bangir dan guratan alis yang rapi serta bulu mata yang lentik, gadis kecil ini lebih banyak mengambil gen dari papahnya.

Aku bangkit perlahan, kemudian mematikan lampu kamarnya serta menutup pintu.

Kak Satya masih berkutat dengan laptop di depannya, aku melewatinya begitu saja. Tanpa sepatah kata atau apapun, aku sudah mengantuk ingin tidur.

Setelah bersih bersih dan berganti baju dengan piyama lengan panjang berwarna ivory, akhirnya aku bisa merebahkan badanku di kasur, menarik selimut dan segera memejamkan mata.

Ceklek...

Pintu kamar terbuka. Pasti kak Satya yang masuk. Aku dengan posisi tidur yang memunggunginya pura-pura tertidur.

Aku tidak ingin melihatnya, hatiku makin teriris jika melihat wajahnya. Dia jalan bersama wanita lain menggunakan mobilku. Parah sekali bukan?. Dimana letak hati mungilnya, apakah dia tidak peduli dengan perasaanku.

Deg..

Ada gelombang di kasur tepat di sebelahku. "Ndra.. Sudah tidur?"

Aku tidak merespon, dan tetap pura-pura tertidur.

Ada tepukan halus di kaki. "Ndra bangun dulu bentar!" ucapnya lagi. Pasti dia mau minta tolong, aku sudah suudzon.

Dengan malas aku bangkit dan menyingkap selimut. Posisi kak Satya berada di pinggir kasur dengan jarak sekitar satu jengkal dariku.

"Nih...." dia menyerahkan kotak kecil dengan beludru halus berwarna merah. Kotak apa itu?.

Jantungku berdebar tak karuan. Aku hanya terdiam, tidak menyangka, sangat kaget.

"Maaf kalau ini sangat terlambat." ucapnya lagi seraya membuka kotak dengan beludru merah itu.

1
roses
sipp di tunggu ya kak
Aimee Aiko
lanjut seru
Buku Matcha
Bagus
roses
kok jadi ikut deg degan ya ndra
roses
sabar ya sandra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!