Menjadi seorang dukun bukanlah sebuah pilihan atau cita-cita, tapi sebuah panggilan jiwa...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berpetualang
"Kalau Kyai tidak bisa membantu ku, lalu untuk apa menahan ku di sini??"
"Aku hanya ingin memastikan kamu selamat, dan aku bisa menunjukkan jalan ke sana," sahut Kyai Rahman
"Katakan pada ku apa yang harus aku lakukan, dan siapa yang bisa membantu ku??"
Kyai Rahman mengambil sebuah kartu nama dan menyerahkannya kepada Joko.
"Dia adalah orang yang bisa membantu mu, temui dia,"
Joko mengangguk.
Malam itu ia tidak bisa tidur. Ia tak sabar untuk menemui pria yang ada dalam kartu nama.
Namanya Ustad Salim. Seorang pria yang tinggal di sebuah dusun terpencil di daerah Cirebon.
Pagi itu Joko melakukan perjalanan menuju ke pesisir pantai menuju ke sebuah desa terpencil di seberang Pantai.
Perjalanan lumayan membuat pemuda itu merasakan letih yang luar biasa karena harus berganti kendaraan beberapa kali. Setibanya di dusun yang di tuju, Joko segera mencari kediaman pria yang ada di kartu nama.
Ternyata alamat yang tertera di kartu nama tidak sama, hingga ia kesulitan untuk bertemu dengannya. Padahal penduduk desa itu tidak banyak, harusnya Joko bisa menemukannya dengan mudah.
"Di desa ini tidak ada yang namanya Salim Iskandar, apalagi dia seorang ustadz," ucap seorang petugas kemanan kampung
Untuk memastikan orang yang dicarinya benar, Joko pun menelpon Kyai Rahman dan memastikan bahwa Ustadz Salim tinggal di desa itu.
"Benar namanya Salim Iskandar, tinggal di daerah itu juga. Coba saja bilang nama ibunya Lasmini," Tandas Kyai Rahman
Joko segera menyampaikan apa yang disampaikan oleh Kyai Rahman. Namun lagi-lagi tak seorangpun yang mengenal pria itu.
Tentu saja hal itu membuat Joko merasa kesal. Bagaimana bisa satu kampung tidak ada yang mengenalnya.
Joko pun mencari tempat menginap. Walaupun ia kesal tapi ia tidak mau menyerah begitu saja.
Malam itu ia menginap di kediaman seorang ketua RT.
Pemilik rumah mengajaknya berbincang. Ia tampak begitu ramah dan sopan tidak seperti penduduk lain yang terlihat cuek dan angkuh.
Ia bertanya kepadanya kenapa ia ingin bertemu dengan Salim.
"Sebenarnya aku tidak mengenalnya, hanya saja Kyai Rahman memintaku untuk menemuinya. Aku ingin berobat padanya," ucap Joko lirih
Pak Rt tertawa mendengar jawaban Joko.
"Di kampung ini tidak ada seorang ustadz, kamu tahu kalau desa ini adalah desa mati yang terkenal angker karena penduduknya bermata pencaharian sebagai seorang dukun, mana ada ustadz di sini!"
"Aku tidak peduli, jika benar dia bukan ustadz maka dukun pun tidak masalah, yang penting dia bisa membantuku, menyembuhkan sakit ku," sahut Joko
"Kamu sakit apa?"
"Sakit yang tidak bisa di sembuhkan oleh medis,"
Pria itu mengamati Joko dengan seksama.
"Berat kang," ucap pria itu
"Berat apanya??"
"Penyakit mu, yang kamu hadapi ini bukan makhluk biasa. Bahkan dukun tersakti di desa ini pun belum tentu bisa membantu mu," sahut pria itu
"Siapa dukun tersakti di desa ini, aku ingin bertemu dengannya??" tanya Joko
"Namanya Suradji, kalau kakang penasaran besok aku bisa mengantar mu bertemu dengannya," jawab pria itu
Joko pun setuju. Romli segera meninggalkan Joko setelah melakukan kesepakatan dengannya.
Malam semakin larut, Joko masih berada di luar, matanya menyapu seluruh jalan.
Hingga ia melihat seorang pria berhenti di depannya.
"Mas asli sini??" tanya seorang pria kepada nya
Joko menggeleng .
"Bukan, saya hanya menginap di sini,"
"Kenapa kamu mencari Salim, apa yang terjadi sebenarnya??" tanya pria itu semakin membuat Joko penasaran
"Aku ingin dia menyembuhkan ku?" jawab Joko dengan mantap
"Memangnya kamu kenapa?" tanya wanita itu lagi
"Aku ingin melepaskan keilmuan gaib ku,"
Pria itu terkesiap mendengar jawaban Joko. Ia tak mengerti kenapa Joko hendak melakukan hal konyol seperti itu.
"Kamu serius??"
"Kenapa kamu tidak datang saja menemui paranormal?" ucap pria it dengan nada serius
"Karena aku pikir mereka tidak bisa,"
"Jangan salah menilai, kalau kamu mencari seorang dukun carilah Nyai Ridah,"
"Tapi Pak Romli bilang dukun tersakti di desa ini namanya Mbah Suradji, lalu mana yang benar?"
"Eyang Suradji itu anak dari Nyai Ridah, tapi ia sudah lama menghilang, ada yang bilang di menghabiskan hidupnya dengan bertapa, ada yang bilang dia sudah tobat dan menjadi seorang ustadz,"
"Tapi... Pak Romli akan mengantar ku kerumahnya besok,"
Lelaki itu tersenyum sinis mendengar ucapan Joko.
"Coba saja, jika tidak ada maka datanglah ke rumah tua yang ada diatas bukit. Itu adalah kediaman Nyai Ridah, semoga saja dia mau membantu mu,"
Lelaki itu segera pergi meninggalkan Joko.
Keesokan harinya selesai sarapan Romli mengajak Joko ke sebuah bukit. Ciri-ciri rumah yang mereka datangi sama persis dengan yang diceritakan pria semalam.
"Bukankah ini kediaman Nyai Ridah??
"Bagaimana kau bisa tahu??"
Joko kemudian menceritakan tentang lelaki yang ia temui semalam.
"Hmm, sepertinya kamu sudah bertemu dengan Mbah Suradji," ucap Romli
Joko membelalakkan matanya.
"Jadi lelaki semalam adalah Mbah Suradji??"
Romli mengangguk.
"Tapi pria itu masih muda?"
"Memang, dia menjadi seorang paranormal saat usianya masih 12 tahun. Karena jemu ia pun memilih berpetualang," jawab Romli
"Kalau begitu tunggu apalagi, ayo kita masuk ke kediaman Nyai Ridah,"
Belum sempat keduanya mengetuk pintu, seorang wanita tua keluar dari dalam.
Ia menatap lekat ke arah Joko.
"Sebentar lagi kamu akan mati," ucap wanita itu dengan tatapan nanar kearah Joko
"Jika itu memang sudah takdirku, aku tidak apa, aku ikhlas menjalaninya,"
Nyai Ridah tersenyum dan mengusap lembut pucuk kepala Joko.
"Kamu memiliki tekad yang kuat nak, meskipun kau akan mendapatkan banyak ujian dan sakit berkepanjangan, tapi kau akan menang, tapi kamu harus sabar," ucap Nyai Ridah
Wanita itu kemudian mengajak Joko masuk ke rumahnya.
Joko kemudian menyampaikan maksud kedatangannya.
"Aku hanya bisa menyembuhkan sakitmu le, tapi aku tidak bisa menghapus keilmuan mu. Tapi jangan khawatir aku akan menunjukkan seseorang yang bisa membantumu melepaskan semua keilmuan yang kau miliki. Tapi syaratnya berat,"
"Apapun syaratnya aku akan menjalaninya,"
kok bisa airnya kagak asin tuuuh
lak iyooh toooh, Joko pengen ikutan undangan nderek lagi deeeh
setelah mendengarkan cerita dari Joko, Pranyoto langsung marah deeeh
pasti Joko akan di suruh untuk melakukan kembali ilmu kejawennya deeeh
karena sebenarnya kita kan punya "kembaran 4" gitu
padahal sejak semula, Nyai Ridah tahu jika sebenarnya Joko memiliki kekuatan yang begitu kuat tapi beliau tetap mau untuk mengobati Joko🥺🥺🥺