NovelToon NovelToon
ZHARA MEMUTAR DIMENSI WAKTU

ZHARA MEMUTAR DIMENSI WAKTU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Balas Dendam
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Luh Belong

Namanya Zhara Chandrawinata, gadis berusia 20 tahun. Ia punya mimpi hidup tenang, bahagia, dan kaya raya.

Di balik senyumnya yang manis, Zhara tumbuh dari kluarga broken home, ia tidak menyangka hidupnya akan berjalan sulit, mimpi yang ia bangun, keputusan yang di ambil, kisah cintanya, selalu terbentur masalah.

Tahun demi tahun berlalu, Zhara mulai kehilangan arah. Pikirannya lelah, hatinya terluka, pada akhirnya tubuhnya menyerah. Zhara ditemukan meninggal karena Asam Lambung GERD yang ia derita.

Dewa kematian berkata. Jiwanya tidak dapat menyebrang, karena ada seseorang yang menukar jiwanya, agar Zhara hidup kembali.

Dalam gelap Zhara mendengar ada yang manggil namanya, “Zhaa.. bangun.. Jangan tidur dikelas! ” Zhara terbangun di ruang kelas dan melihat Tiara menggoyangkan lengannya.

Zhara kembali hidup dan siapa yang telah menukar jiwanya?
mengapa dewa kematian masih mengikutinya?
Apakah pertukaran jiwa itu tidak sempurna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Luh Belong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih terdengar tabu

...Zhara tetap sering pulang kampung halamannya, tiga kali dalam sebulan. perjalanan pulang ke Desanya yang memakan waktu dua jam, dengan naik motor dari tempat ia bekerja....

...Pamannya dengan tegas melarang Zhara, untuk pulang pergi setiap hari dari tempat kerja, lebih menyarankan mencari Kos terdekat dari tempat bekerja, beralasan keselamatan dapat beristirahat lebih cepat setelah lelah bekerja....

...Sayangnya kenyamanan itu hanya sesaat. Ibunya yang tidak tahan selalu ditanya orang orang, dimana kini Zhara bekerja mulai mengeluh....

...Ibunya terus menerus menyuruh Zhara pindah bekerja di bidang lain, karena mulai banyak orang menggosip mengenai pekerjaan Anaknya....

...Tidak hanya cibiran, terkadang nasihat yang menohok, sampai tatapan sinis orang orang yang mendengar dimana Zhara bekerja....

...Ibu yang malu selalu menelfon Zhara, bercerita dirinya dilabrak Ibu Ibu Desa yang menuduh Ibunya Gagal mendidik Zhara dengan benar, dengan mengizinkan Anaknya bekerja ditempat yang buruk....

...Ibunya bercerita banyak yang ikut campur dengan dalih perduli, menasihati Ibu yang menganggap pengalaman hidup mereka lebih relevan untuk di terapkan pada hidupnya....

...Ibunya sudah berbicara dengan paman Bara, pamanya juga berusaha menjelaskan dengan detail, mengenai tempat bekerjanya. Akan tetapi rasa malu Ibunya lebih besar daripada rasa perduli padanya....

...Paman kewalahan mengahadapi Ibunya, yang terlalu mudah percaya pada orang lain. Paman mulai menyerah dan berharap Zhara lebih dewasa menghadapi Ibunya....

...Zhara sangat bingung mengapa orang orang senang mencampuri urusan orang lain, masalah orang lain di anggap masalah bersama, Merasa lebih tau dan ingin mengarahkan, dan melewati batas privasi....

...Zhara merasa iri dengan Tiara, Ibunya Tiara sangat tenang menghadapi tetangga tetangganya, tidak terpengaruh dan mempu mengatasi tanpa menguras emosi....

...Berbeda dangan Ibunya sendiri, yang dengan mudah tersulut emosi, tanpa berusaha mencari kebenaran yang sebenarnya....

...“Kenapa Zha... Akhir akhir ini aku lihat, kamu terlihat murung” Tiara memperhatikan Zhara....

...“Ngak ada apa apa” Jawab Zhara seperi biasa....

...“Aku sudah sangat mengenalmu, jangan berpura pura baik baik saja!” Tiara memastikan sahabatnya baik baik saja....

...“Ibuku tidak suka aku bekerja disini Tii...” Ucap Zhara sedih....

...“Kamu bawa saja ibumu melihat langsung kesini, agar dia tau tempat ini tidak seburuk bayangannya” Tiara memberi saran....

...“Percuma... Ibu sudah tau. Dia hanya tidak ingin, orang desa menggosip tentang pekerjaanku” Zhara menghela nafas....

...“Kenapa harus perduli dengan ucapan mereka?... Mereka orang desa, hanya bisa menilai tanpa mencari fakta terlebih dahulu” Kata Tiara meyakinkan....

...“Aku tidak perduli... Tapi ibuku sangat perduli ” Zhara yang prustasi menundukkan wajahnya....

...“Apa perlu, Aku bantu berbicara pada ibumu?” Ucap Tiara terbawa suasana....

...“Lebih baik jangan berurusan dengan ibuku. Aku tidak mau ibu menganggap kamu, membawa pengaruh buruk terhadapku” Jawab Zhara trlihat kawatir....

...“Kapanpun kamu butuh aku, katakanlah” Ujar Tiara tersenyum menenangkan sahabatnya....

...Zhara tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. Setiap Ia mengalami masalah, Tiara orang pertama yang tau, bahwa dirinya sedang tidak baik baik saja....

...Zhara yang bosan dengan tuntutan Ibunya, yang tidak berhenti mempermasalahkan pekerjaannya, berpura pura kesulitan mencari tempat kerja lain, dalih dirinya hanya lulusan SMA....

...Berharap Ibu hanya menelponnya menanyakan kabarnya, bukan sekedar menelfon untuk mengintimidasi....

...Saat Zhara pulang kampung banyak Ibu Ibu bertanya dengannya, mengapa Ia bekerja di Spa, mengapa tidak bekerja di tempat lain saja. Zhara dengan tenang menjelaskan alasannya, yang memahami akan mengerti, sedangkan yang tidak paham akan menghakimi....

...“Ehh ada Zhara. Kapan pulangnya nih, tambah putih aja semenjak kerja di Kota? ”  Sapa tetangganya, yang melihat Zhara berjalan berdua bersama Bibi Widya Rahardja Adik dari ibunya....

...“Iya baru pulang kemarin sore, sekarang sedang libur Buk Ning”  Jawab Zhara tersenyum....

...“Eh dengar dengar kamu bekerja di Spa yah, kok kamu mau sih bekerja di tempat mesum begitu, kasian mana lagi cantik.” Ucapnya dengan sinis....

...“Untungnya tempat saya bekerja tidak seperti itu. Disana hanya ada pelayanan kesehatan dan kecantikan. Tamu yang datang wisatawan mancanegara, bukan lokal buk Ning.” Jawab Zhara seketika senyumnya memudar....

...“Ya namanya juga manusia, kalau telanjang terus di elus elus pasti nantinya gitu gitu hihihi.” Katanya menutup bibir sambil terkikik kikik....

...“Tidak semua tempat seperti yang buk Ning katakan, tempat saya bekerja sangat profesional.”...

...“Jika buk Ning mau tau atau penasaran, boleh berkunjung melihat lihat. Siapa tau nanti ada yang mau merekomendasikan keponakan, untuk bekerja kesana.” Jelas Zhara, wajahnya memerah menahan diri....

...“Aduh ya Tuhan....di jaman sekarang ya buk Ning. Jangankan di Spa, di Pabrik, di kantoran, sampai Jadi babu nih... Ehem.” Sela bibinya melirik buk Ning....

...“Yang tinggal di rumah saja, bisa jualan apem loh Bukkk...Sampai heboh satu Desa, bibitnya beda beda...hihi... Ngomong ngomong itu bibit di cangkok apa di stek yah.” Ledek bibinya yang sedari tadi sudah tidak tahan....

...“Zhara yang cantik. Daripada capek kerja gajinya dikira nggak halal, mending sekalian Jadi ani ani ” Ucap Bibinya dengan senyum mencurigakan....

...Buk Ning dengan wajah kesal pergi masuk kerumahnya. Zhara yang kebingungan segera menatap Bibinya, Bibi yang menyadari tatapan Zhara hanya mengangkat bahu....

...“Dari semua ucapan Nyisanak tadi, apa ada yang tidak saya Ketahi?...mengapa saya yang bodoh ini, tidak dapat memahami situasinya? ”. Tanya Zhara tiba tiba berdialog kolosal....

...Mendengar pertanyaan Zhara, Bibinya mengerucutkan alisnya....

...“Hanya mereka yang terikat Dunia Terlarang, yang akan paham. Nisanak tidak usah risau, semakin sedikit panjenengan tau, semakin tenang perjalananmu. ” Jawab bibinya tidak bisa menahan tawa, melambai lambaikan tangannya agar Zhara tidak melanjutkan ucapanya. Zhara yang tertawa melanjutkan perjalanannya pulang....

...Dalam hatinya sebenarnya Zhara sangat sedih, mengapa orang orang tidak mencoba mencari tau kebenarannya, mengapa hanya melihat dari sudut pandang yang sempit. Ia hanya ingin hidup tenang, tetapi jalan hidupnya tidak semudah itu....

...Setiap Zhara pulang Ibunya selalu membahas tempat kerjanya, berharap Zhara segera pindah saja dari sana. Bibi yang kebetulan ikut mampir menasihati Ibunya, mengatakan Ibunya terlalu banyak menuntut dan selalu ingin dituruti....

...Menurutnya Zhara sudah besar, sudah sepantasnya mengambil keputusannya sendiri, sebagai Ibu tidak sepatutnya merampas seluruh hidupnya. Jika semua di atur sesuai kehendak Ibunya, lalu kapan Zhara mulai bisa Belajar mengambil keputusan....

...“Zhara! Kenapa kamu keras kepala, berapa kali ibu menyuruh kamu berhenti bekerja disana” Tegur ibunya marah....

...“Buu... Zhara sudah bilang dari kemarin, mencari pekerjaan tidak semudah itu” Zhara mulai lelah menghadapi ibunya....

...“Kalau kamu menurut di suruh kuliah, mungkin tidak akan seperti ini!... ” Ibunya mengungkit ungkit itu terus....

...“Kak Ayu! kamu jangan terlalu mengontrol Zhara yang sudah besar.” Ucap Bibi Widya....

...“Jika tidak aku yang mengontrol dan mendidiknya, bagaimana kalau nanti dia gagal dan besar seperti ayahnya?”  Kata ibunya dengan tatapan sinis....

...“Apa sebegitunya kakak takut pada suamimu, sampai kakak mengontrol anak anak agar mengikuti semua perintahmu?.” Balas bibinya membela Zhara....

1
Rahayu
Semangat Thor, ceritanya mulai seru.
Luh Belong: Terimakasih😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!