NovelToon NovelToon
Kapan Cinta Datang?

Kapan Cinta Datang?

Status: tamat
Genre:Dijodohkan Orang Tua / Cinta Seiring Waktu / Perjodohan / Tamat
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Evelyn12

"Menikah tentulah merupakan hal yang sangat didambakan seseorang. Apalagi menikah dengan orang yang kita inginkan dan kita cintai."

" Namun, bagaimana jika kamu menikah atas dasar keterpaksaan? Disisi lain, kamu ingin melihat orang tua mu bahagia, tapi disisi lain kamu masih terjebak dimasa lalu. Seolah cintamu sudah habis dimasa itu."

"Menjalani semuanya tanpa perasaan cinta. Akankah berakhir bahagia? Atau justru malah menambah masalah baru untuk aku... dan juga dia..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evelyn12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apakah Tidak Terlalu Cepat?

Dimas kini berada di rumah Tony dan Sofia. Mereka semua sekarang duduk di ruang tamu, tak lupa Naina juga di sana.

"Mungkin Naina sudah tau dengan maksud kedatangan ku ke sini." Ucap Dimas dengan pandangan tertuju pada Naina yang duduk di depannya dengan menundukkan pandangan menyembunyikan wajahnya.

Gadis itu terlihat sangat cantik dengan baju baru yang di belikan oleh Sofia. Baju kekinian yang sesuai dengan usianya, tak lupa rambutnya yang panjang dan lebat terurai sangat rapi.

"Aku sudah ngomong sama Naina, Mas. Dan dia... mau nerima mas Dimas." Balas Sofia.

"Kalau Mas Dimas memang di takdirkan Tuhan jadi jodohku, aku akan menerima dan menjalankan takdir ini dengan sebaik-baiknya. Karena, tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Rencana Tuhan adalah sebaik-baiknya rencana." Ucapan Naina membuat Dimas terkesima. Gadis desa yang ada di depannya ini berhasil menggetarkan hatinya.

Tony dan Sofia saling hadap-hadapan dan tersenyum. Perjodohan ini akan berjalan lancar.

"Terimakasih kasih banyak, Naina. Seiring berjalan waktu, kita pasti bisa menjalani ini." Ucap Dimas. Naina mengangguk.

Setelah berbincang-bincang, Dimas akhirnya pamit pulang dan berjanji akan membawa kedua orang tuanya kembali untuk melamar Naina dan menentukan tanggal pernikahan.

*****

"Serius kamu?" Tanya pak Bandi sedikit melotot. Tak hanya pak Bandi, bu Ais tak kalah kagetnya.

"Dia sepupu istri teman ku, Yah. Dia dari desa."

"Yasudah kapan? Kapan kita kesana melamarnya?" Pak Bandi yang tadinya masih tiduran di ranjang rumah sakit seketika bangkit dan duduk, sakitnya seperti hilang seketika.

Dimas yang panik kembali menidurkan ayahnya yang terlihat sangat bersemangat.

"Astaghfirullah, Ayah. Jangan bangun dulu. Udah Ayah tiduran saja." Dimas panik.

"Ayah sudah sehat! Bahkan jauh lebih sehat. Ayah sudah tidak sabar bertemu calon istri kamu." Ucap pak Bandi.

"Tapi sekarang sudah malam, Yah. Tidak enak bertamu ke rumah orang malam-malam seperti ini."

"Iya, Yah. Sudah, Ayah istirahat dulu. Kalau sudah benar-benar sembuh nanti kita datang ke sana." Bu Ais ikut membujuk.

"Ayah sudah sehat, Bu. Besok kita ke sana." Pak Bandi penuh semangat.

Dimas hanya bisa memijat keningnya.

*****

 Di bawah langit bertabur bintang, taman kota bermandikan cahaya rembulan, setiap sudutnya menyimpan cerita bisu tentang pertemuan dan perpisahan.

Dimas terlihat termenung, saat ini pria itu sedang duduk di kursi tepi danau tempat ia dan Sarah dulu berpisah. Tempat ini adalah tempat terakhir mereka bersama. Walau banyak suasana yang berubah disana, tapi kenangan bersama Sarah masih tersimpan rapi di hati Dimas.

"Udah lama aku gak kesini," Ucap Dimas. Suasana malam dan lampu taman sangat syahdu di temani semilir angin kecil yang meniup rambutnya.

"Apa kabar kamu disana, Sar? Pasti kamu bahagia bersama pasangan mu saat ini."

"Kamu jahat, Sar. Bertahun-tahun berlalu, bahkan sampai saat ini, kamu membiarkan ku susah untuk membuka hati. Segitu berartinya kamu buat aku."

"Lebih lucunya, sebentar lagi aku akan menikah yang aku sendiri seperti tidak tau lagi kemana arah ku kini berjalan."

"Aku hanya bisa menjalani hidup ini yang seperti sudah tidak ada tujuan."

Bangku-bangku taman kota menjadi saksi bisu betapa dilemanya Dimas saat itu. Perasaan kesal dan seperti tidak berdaya semua menjadi satu.

"Apa kamu senang sekarang, Sar? Senang melihat aku yang menjalani hidup dalam kekosongan. Cintaku untuk kamu masih sama sampai saat ini, gak pernah berubah sedikitpun."

"Ya! Aku memang bodoh! Tapi tidak apa-apa, setidaknya itu semua karena kamu."

*****

Beberapa hari berlalu,

Dimas bersiap untuk membawa ayahnya pulang ke rumah, karena dokter pun berkata kalau pak Bandi sudah boleh pulang karena keadaannya yang sudah membaik, bahkan jauh lebih baik.

"Nanti di rumah, Ayah jangan ke mana-mana, istirahat saja." Ucap Dimas.

"Siapa bilang kita mau ke rumah?" Tanya pak Bandi.

"Lah, terus?"

"Ke tempat calon istri kamu, lah!"

"Ya Allah, Yah!" Dimas lagi-lagi memijat keningnya.

"Kamu mau Ayah sakit lagi, Dim?"

"Yaudah, iya. Huh!"

"Jangan lupa mampir ke toko oleh-oleh, buat di bawa ke sana." Sambung pak Bandi.

"Iya."

Dimas lalu menghubungi Tony yang kebetulan hari ini hari minggu, jadi Tony pun libur bekerja begitu juga dirinya. "Gua ke rumah lu sekarang, bawa nyokap dan bokap gua."

"Lah? Mendadak? Kita belom persiapan, wei!" Ucap Tony.

"Udah gak apa-apa. Biasa, Bokap maksa. Padahal baru pulang dari rumah sakit."

"Oke, deh."

*****

Dimas beserta orang tuanya tiba, Mereka langsung di sambut oleh Tony sekeluarga. Tak lupa juga mereka saling berjabat tangan.

Saat giliran Naina, bu Ais tak berhenti memperhatikan.

"Cantiknya kamu, Nak." Ucap bu Ais berulang-ulang di sertai dengan senyum lebarnya.

"Dimas sangat pintar memilih." Sambung bu Ais.

"Ayo masuk, Om... Tante." Ucap Sofia mempersilahkan.

Mereka semua akhirnya masuk ke rumah, dan duduk di ruang tamu. Di atas meja sudah tersedia beberapa minuman dan berbagai macam kue-kuean kering.

"Maaf, ya Om, Tante, adanya ini saja." Ucap Sofia canggung.

"Seharusnya kami yang minta maaf karena mendadak kesini tanpa mengabari terlebih dahulu." Balas bu Ais. "Kami membawa ini." Bu Ais menyerahkan oleh-oleh yang mereka bawa untuk Naina dan juga tuan rumah.

"Makasih banyak, Om, Tante sudah repot-repot bawa oleh-oleh." Ucap Sofia.

"Gak apa-apa, Sofia. Di dalam juga ada untuk Mahrez." Jawab bu Ais.

"Dan juga, tidak lupa untuk calon menantu Ibu." Sambung bu Ais yang membuat Naina sedikit salah tingkah dan tersipu.

"Te--terimakasih, Tante." Ucap Naina lembut.

"Kok Tante, sih? Panggilnya Ibu, dong." Protes bu Ais yang membuat semua orang tertawa.

Semua orang terlihat bahagia, berbunga-bunga dan beseri-seri dalam suasana ini, kecuali Dimas yang sedari tadi hanya diam saja.

"Jadi kapan tanggalnya?" Tanya pak Bandi.

"Kapan, Dim?" Tanya Tony yang membuyarkan lamunan Dimas.

"Tanggal?" Dimas terlihat kebingungan.

"Iya, tanggal pernikahan kalian?" Tanya pak Bandi lagi.

"Semua pasti butuh persiapan, kan?" Jawab Dimas yang masih kebingungan menentukan semuanya, karena baginya ini semua terlalu cepat dan sedikit mengganggu pikirannya.

"Tidak usah nunda-nunda. Lebih cepat lebih baik. Bagaimana kalau satu minggu lagi?"

"Secepat itu kah, Yah?"

"Apalagi yang mau di tunggu? Semua sudah oke, kan?" Tanya pak Bandi.

"Tenang aja, Dim. Gua pasti bantu urus semua." Sambung Tony.

"Gimana, Naina?" Kali ini Naina yang dapat pertanyaan, yang membuat gadis itu gelagapan.

"A-Aku mengikuti saja, Om, Tante." Jawab Naina lembut.

"Haduh! Kok Om Tante lagi? Panggilnya Ayah dan Ibu." Lagi-lagi bu Ais mengkoreksi, dan mereka semua tertawa.

"Yasudah. Berarti sudah sepakat minggu depan acara nikahan Dimas dan Naina."

Semua orang mengangguk dan setuju. Tapi lagi-lagi Dimas hanya diam dan pemandangan itu selalu di tangkap oleh mata Naina. Ada perasaan tak enak hati pada pria yang baru di kenalnya beberapa hari itu.

*****

1
Rani R.I
gk ada gunanya kau menjelaskan,, jelas cerita sampah,,kau yg nulis kau sendiri yang menikmati tulisan mu,,dan terlalu berat dukungan mu terhadap Kunti sarah dan si Dimas,, akuu curiga dgn kehidupan othor ini jgn othor ini berada di posisi pelakor,, maka nya menuliskan cerita tentang pelakor yg bahagia ending 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Rani R.I
pada nyesal semua orang yg mengikuti cerita ini,, ketipu.. karena mengikuti sampai sini karena ingin melihat Sarah dan Dimas hancur,, ehhh malah di buat bahagia oleh othor,, maka nya semua pada kecewa... jadi kalau mau nulis cerita yea thourr kondisi kan alur cerita nya,, sesuai kan kelakuan pelakor harus dpt karma jgn seperti cerita mu ini bikin muak para pembaca
Rani R.I
cerita mu sampah thourr,, mosok pelakor bahagia,,gk ada karma buat pelakor,, apa pun penjelasan mu thourr,,, tetap bkn penjelasan yg bnr karena menurut ku,, di sini gk ada hukuman buat pelakor
sushan shaikh
menyesal gw ikutin ni novel, pelakor di menangin, gak ngotak banget asli !
yg tulus malah di buang, author nya kek nya pendukung sejati pelakor deh,,
Rani R.I: masalah nya,, othor seharusnya ending Dimas,,sarah dan semua yang mendukung Dimas sarah gk di buat hancur,, harus nya Dimas dan sarah di buat hancur dan menderita tidak bahagia seumur hidup gituu atau buat sarah gk bisa punya anak lagi trs Kimmy buat meninggoy biar Dimas dan sarah kuapok,, trs ke dua orang tua Dimas tidak lg menerima Dimas dan sarah,, ituu baru imbang dgn penderitaan Naina jika naina ada CIO yg akan dtg menjadi jodoh nya,, setidaknya buat Dimas hancur tanpa sisa,,jgn ada lg kata maaf,, ituu yg di inginkan para reader,, bukan nya di bahagia ending 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Rani R.I
Dan jika othor tetap ingin membuat Dimas Dan sarah menikah,,,dan tidak ada karma buat mereka,, berarti othor adalah pendukung para Ani Ani
Rani R.I
kasih Dimas pelajaran setimpal,,,buat naina pergi tanpa meninggalkan jejak,,buat si Sarah kenaa batu nya karena sudah berusaha jadi pelakor,, apa pun alasannya,,,
Rani R.I
buat si Sarah di cemoh byk orang,,,dan buat bisnis ibunya hancur atas karma anak nya,,buat Dimas merasa kehilangan setelah Naina pergi jauh tanpa jejak,,jgn sampai Dimas sudah menikah sama sarah lalu di buat Dimas menyesal dan pisah lg samaa Sarah lalu kembali pada Naina OGAH,,jgn yea thourr,, kalau mau buat mereka rujuk kembali nanti,,jgn buat Dimas menikah sama sarah
Rani R.I
sejauh ini gk ada karma buat si Sarah dan Dimas,, naina slalu menderita...
thourr buat cerita mu terkesan jgn membuat cerita mu memuakkan,,, seharusnya si sarah sadar dia juga di selingkuhin oleh suami nya buat Dimas dan sarah menderita dan menyesal,,, sudah sejauh ini blm ada sedikit bayang bayang naina bahagia
Rani R.I
cerita mu sampah thourr,,, pelakor kok di kasih panggung,,,yg lebih parahnya ibunya sarah mendukung nya,, Helehhh,, apa gk ada karma untuk pelakor dan Dimas,, naina menderita dari awal,,si Sarah Muluu yg menang...
Rani R.I
Huhh nanti di saat syg syg nya tiba tiba ketahuan tentang hubungan Dimas sama sarah,, hancur lah kepercayaan naina
Rani R.I
wkwkwk,, tapii berharap jgn sampai Dimas dtg ke acara itu,,, kalau sampai Dimas dtg hancur lah semua nya,,, lebih baik gk usah dtg.. biarlah semua nya terlupakan,,atau Dimas jujur lah sama naina,,sebelum naina mengetahui dari orang lain atau,, secara tidak sengaja nanti
Rani R.I
semoga kamu Dimas bnr bnr berubah dan aku berharap BUCIN SE BUCIN nya terhadap naina,, lupakan masalalu mu jika ingin hidup bahagia dan damai,,,jgn sampai naina pergi Baru Kamu menyadari nya
Rani R.I
capek baca karya mu thourr,, kaki laki seperti Dimas plin plan,,kpn sih ketahuan,,, biarkan naina pergi jauh dari kehidupan Dimas,,jgn buat sosok naina terlalu lemah dan bodoh karena cinta
Mamoruuu
Huhu, Pasti pusing jadi Dimas /Sob/
Rani R.I
sampai sini cerita nya masih membulat thourr,,bosan bacanya...jgn buat naina jadi wanita Bodoh dan lemah... lebih baik buat naina pergi jauh dari suaminya ituu,,, kalau mau buat si Dimas kembali sama si Sarah yea biarin lah,,, sudah sampai sini masih di buat peran naina begok,,tegas sedikit knp... lama amat ketahuan nya...jgn bertele tele cerita nya thourr
sushan shaikh
kasih dong thor cowok yg suka nya terobsesi sma naina, biar dimas tau rasa bini nya di kejar cowok lain,,
udah muak gw di otak nya sarah mulu, kasian naina,,
sarah jga udah tau dimas laki orang, malah di biarin anak nya deket sma si dimas, kan cari masalah pusing sndri krna udah terlanjur deket,,
kasih dia cwok gih biar gak recokin rumah tangga orang mulu,,,
Evelyn_nikeeen: sepertinya kakak sangat emosi 😌😂 sabar sabar ❤
total 1 replies
Rani R.I
kasih tahu ajaa Li,, percaya atau tidak nya oleh nayna yg penting Kamu sudah jujur dari pada nanti semakin lama semakin sakit'.
Rani R.I
buat Dimas BUCIN akut sama istri nya,,,
Rani R.I
thourr buat sarah pergi jauh dari Dimas donk,,, lagian si Dimas ini seperti plin plan...
kalau Dimas masih datangin sarah dan Kimmy,,buat naina pergi jauh dan Dimas nangis darah..
Rani R.I: akuu doain yea thourr,,si Dimas BUCIN akut sama nayna sehingga gk bisa ke kmr mandi pun ngikut jadi Ekor 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Rani R.I
thourr buat Dimas BUCIN sama naina Dan gk bisa jauh dari naina gitu...dan sarahh pertemukan sama kaki laki lain gituu thour
Evelyn_nikeeen: boleh boleh 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!