Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.
Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.
Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
"Dokter Richard, mohon maaf saya harus pergi sekarang. Anak saya ada masalah mendesak di sekolah," ucap Arhan dengan napas yang sedikit memburu. Wajahnya yang biasanya tenang kini terlihat cemas.
Tanpa menunggu jawaban panjang lebar, Arhan langsung berbalik dan berjalan cepat menuju mobilnya.
BRUMMMM!!!
Mesin mobil menderu kencang. Arhan menginjak pedal gas hingga mentok, membuat mobilnya melesat bagaikan panah di jalan raya.
Di dalam benak Arhan, ia merasa sangat kekhawatiran. Ia tahu betul bagaimana sifat Arka.
"Arka... Papa tahu kamu anak yang kuat. Papa tidak takut kalau kamu yang terluka, itu mustahil terjadi. Tapi Papa justru sangat takut... kalau kamu yang memukul mereka sampai babak belur dan terluka parah!" batin Arhan gelisah.
Ia sangat paham, kekuatan yang dimiliki Arka bukan kekuatan anak biasa. Jika anak itu marah, bisa-bisa nanti sekolah itu akan hancur atau lawan-lawannya bisa masuk rumah sakit dalam waktu lama.
Sesampainya di Sekolah...
Akhirnya mobilnya berhenti di halaman sekolah.
Arhan masuk ke dalam area sekolah dengan langkah cepat. Semua mata tertuju padanya, bahkan para siswa dan guru pun ikut menoleh terpesona melihat ketampanan dan aura yang dimiliki pria itu.
Ia langsung menuju Ruang Bimbingan Konseling (BK).
"Permisi..." ucap Arhan lembut saat ia sudah berada di ambang pintu.
Guru BK yang sedang duduk di belakang meja langsung mendongak. Saat matanya bertemu dengan wajah Arhan, wanita itu seketika terdiam membatu. Jantungnya seakan berhenti berdetak sejenak.
"Wah... Pria ini... sangat tampan dan gagah sekali..." batin Guru BK itu terpana, hingga lupa untuk bicara.
"Buk... bolehkah saya masuk?" tanya Arhan lagi, sedikit meninggikan suaranya untuk menyadarkan guru itu.
"Eh?! Oh iya! Boleh! Tentu boleh! Silakan masuk Pak, selamat datang!" sahut Guru BK itu cepat, wajahnya sedikit memerah karena salah tingkah. Ia buru-buru berdiri dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Arhan tersenyum ramah, menjabat tangan guru itu sekilas, lalu langsung berjalan masuk dan duduk di samping bocah kecil yang tertunduk di kursi tamu.
Wajah Arka terlihat sedih, takut. Tapi matanya masih terlihat tajam dan tidak menyesal sama sekali.
Belum sempat Arhan bertanya, tiba-tiba amarah seorang ibu-ibu di samping anaknya.
"HEH! KAMU LIHAT INI!?"
Seorang wanita berpakaian mencolok dan berwajah garang, ibu dari anak yang dipukul Arka, langsung meneriaki Arhan.
"Lihat anakmu ini! Dia sudah memukul anakku sampai bibirnya berdarah dan wajahnya bengkak! Apa kamu tidak bisa mendidik anak dengan benar?! Anakmu itu preman sekolah! Lihat saja nanti saya laporkan ke polisi!" teriaknya habis-habisan, wajahnya memerah padam menahan amarah.
Suasana di ruangan itu menjadi hening dan tegang. Guru BK hany diam, bukan tak berani mendamaikan, tapi ia tersenyum dan terpesona denga ketampanan Arhan sehingga ia tak bisa berkata-kata dan fokus dengan masalah yang ada di depannya itu.
Seolah-olah yang ia rasakan saat ini, hanya ada ia berdua, dia dan Arhan.
Namun Arhan tetap duduk dengan tenang. Ia tidak marah, tidak juga membela diri secara emosional.
Ia justru melihat ke arah putranya, menatap mata Arka dengan lembut
"Arka..." panggil Arhan dengan nada suara yang rendah, tenang, namun sangat berwibawa.
"Papa tahu kamu bukan anak yang suka main tangan seenaknya. Ceritakan pada Papa... apa masalahnya sebenarnya? Kenapa kamu sampai harus memukul mereka?"
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...