NovelToon NovelToon
JALAN PENDEKAR NAGA

JALAN PENDEKAR NAGA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Balas Dendam
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: Hamtaro Dasha

Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!

___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.

Dunia berubah.

Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.

Chu Kai.

Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:

Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.

Pendekar Naga itu sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30 - Paviliun Jiwa Senyap

Kalimat kultivator Sekte Bulan Mati itu terputus saat Ji Laiyi bergerak.

Pilar Bulan itu tidak menunggu penjelasan. Tanpa perubahan pada ekspresi wajahnya, bola benang di tangannya melesat ke depan.

Di tengah lintasan, bola itu terurai. Benang-benang merah menyebar ke segala arah, meluas—dan dalam sekejap, melilit seluruh struktur paviliun.

Benang-benang itu menyusup melalui celah, menembus dinding, dan merayap liar—mengikat serta mengunci setiap bagian bangunan seperti sesuatu yang hidup.

Empat kultivator Sekte Bulan Mati baru saja melesat keluar dari bangunan—saat Ji Laiyi mengepalkan tangannya dan ledakan pun terjadi.

BAAAAM...!

Seluruh paviliun tidak hanya hancur dari luar—tetapi ditarik dan dihancurkan dari dalam secara bersamaan.

Dinding paviliun terpelintir. Tiang-tiang bangunan itu tercabut paksa, dan atapnya runtuh seakan dihancurkan oleh kekuatan dari segala arah.

!!

Dalam satu tarikan napas—paviliun itu lenyap, menyisakan puing-puing yang terlempar ke udara, disertai debu tebal yang menelan seluruh pandangan.

Keheningan sesaat menyelimuti area itu. Perlahan, debu mulai turun.

Yue Han tidak bergerak. Sejak awal, rekan-rekannya dan para anggota Sekte Bulan Mati yang menjaga segel tidak ada satu pun yang bergeser. Tatapan mereka tetap lurus ke depan, menembus kabut debu yang belum sepenuhnya menghilang.

"... Perhatikan dengan baik. Pendekar Naga itu tidak mungkin tewas dengan mudah." Yue Han buka suara. Ekspresinya serius dan energi spiritual mulai menyelimuti kakinya.

Ji Laiyi kembali menggerakkan jarinya. Benang-benang merahnya membentang. Ekspresi wajahnya tetap tenang, namun tatapannya menjadi dingin saat menyadari tidak ada perlawanan dari serangan sebelumnya.

Para pendekar Sekte Bulan Mati, termasuk kelima Pilar Bulan, tidak ada yang menganggap enteng tugas menangkap Pendekar Naga. Mereka telah bersiap, bahkan untuk kemungkinan terburuk.

"Kalian semua mundur. Perkuat segelnya." Han Xueyi, Pilar Bulan dengan pakaian merah muda bercorak bunga itu, melangkah maju. Ia mengeluarkan kipas besinya dan mengayunkannya—menyibakkan sisa debu di udara.

Angin malam berhembus perlahan.

Di tengah reruntuhan itu—sesuatu yang utuh mulai terlihat.

Para anggota Sekte Bulan Mati menyaksikan sebuah lingkaran spiritual di tengah kehancuran. Lingkaran dengan tulisan kuno itu melindungi lima orang dewasa, dan salah satu di antaranya adalah seorang wanita berpakaian merah.

*

*

Sebelumnya, di dalam Paviliun Jiwa Senyap—Wei Zhang Zihan, Chu Kai, termasuk Long Yang Wang dan Wei Shezi terkejut saat serangan Ji Laiyi datang.

Mereka bahkan belum sempat bereaksi ketika seluruh sudut ruangan dipenuhi benang merah yang memotong segalanya. Beruntung, sebuah segel pelindung tercipta dari energi pekat yang seketika keluar dari tubuh Xiao Shuxiang.

Roh menawan itu bahkan tidak bergerak. Dia hanya mengangkat dua jarinya—membentuk perisai spiritual yang menahan seluruh serangan Ji Laiyi.

"Ya ampun..." Wei Shezi menelan ludah saat menyaksikan hanya mereka yang masih berdiri utuh di tengah-tengah bangunan paviliun yang telah hancur berantakan.

Wei Shezi berekspresi pucat, "Mereka jelas tidak sedang bercanda. Kau benar-benar dalam masalah, Kai."

Chu Kai tanpa sadar menahan napas. Nada suaranya berubah gugup, "Aku rasa... mereka sudah cukup menahan diri dengan apa yang kulakukan. Apalagi selama ini, aku memang tidak pernah bersinggungan secara langsung dengan Pilar Bulan."

Chu Kai menjelaskan secara singkat bahwa dia hanya sering menghadapi anggota biasa dari Sekte Bulan Mati. Tetapi sepertinya, sekte itu sudah mulai merasakan ancaman atas tindakan yang ia lakukan.

Chu Kai menoleh, menatap Wei Zhang Zihan sejenak sebelum kembali memandang ke depan. Kedua tangannya terkepal dan ia pun kembali buka suara.

"Long Yang Wang dan Wei Shezi—ini adalah masalahku. Kalian bantu aku dan bawa Pendekar Wei pergi jauh dari tempat ini."

Wei Zhang Zihan tersentak dan segera menatap Chu Kai, "Apa maksudmu?"

"Pendekar Wei, kau tidak boleh terlibat. Ini sangat berbahaya—"

"Ini mengejutkan~"

Suara asing terdengar dan menyela ucapan Chu Kai. Perhatian semua orang tertuju ke depan di mana sosok Han Xueyi menapak di antara puing bangunan.

Pilar Bulan itu tersenyum dingin dan terlihat melambaikan ringan kipas di tangannya sebelum kembali buka suara.

"Ternyata Pendekar Suci Wei Zhang Zihan bekerjasama dengan seorang penjahat." mata Han Xueyi sedikit menyipit, "Aku rasa semua sekarang mulai jelas—Sekte Gunung Wushi kalian yang menjadi dalang dari semua pembantaian yang terjadi."

!!

Chu Kai terkejut. Dia segera membantah, "Pendekar Wei Zhang Zihan dan Sekte Gunung Wushi tidak ada hubungannya dengan tindakan yang kulakukan. Semua ini... hanya antara aku dengan sektemu!"

"Pfft..." suara tawa Xiao Shuxiang terdengar. Segel spiritual di sekelilingnya perlahan memudar sebelum akhirnya menghilang.

Xiao Shuxiang menatap Han Xueyi dan tersenyum, "Kau lucu sekali. Kalian yang lebih dulu menyerang Sekte Gunung Wushi dan sekarang bertingkah sebagai korban dengan menyalahkan Pendekar Naga hanya karena dia membalas dendam? Hmph. Yang Mulia ini tidak bisa untuk tidak tertawa."

Ekspresi Han Xueyi menjadi dingin, tatapannya tajam. "Siapa kau?"

Hanya ada tiga keberadaan yang dirasakan oleh Han Xueyi sebelumnya dan itu adalah keberadaan Chu Kai, Wei Zhang Zihan, serta siluman rubah. Sementara itu, sosok wanita berpakaian merah dan pemuda yang memiliki retakan pada pipinya tersebut—hawa mereka sama sekali tidak terdeteksi.

"Aku?" Xiao Shuxiang memiringkan sedikit kepalanya, "Aku yang menghabisi semuanya... dan juga sosok yang akan membunuhmu."

!!

Mata Xiao Shuxiang berubah merah dan seketika aura pembunuh menyeruak dengan dahsyat di tubuhnya. Han Xueyi tiba-tiba saja terkejut dan spontan melompat mundur, namun terlambat.

Wei Zhang Zihan, Chu Kai, Long Yang Wang, bahkan Wei Shezi tidak sempat bereaksi ketika Xiao Shuxiang dan Han Xueyi menghilang. Berikutnya mereka melihat roh itu telah berada di hadapan anggota Sekte Bulan Mati sambil mencengkeram leher Han Xueyi.

"Di-Dia...!" Wei Shezi sampai menutup mulut dengan tangan di antara ekspresi terkejutnya. Mereka sama sekali tidak memperkirakan tindakan Xiao Shuxiang yang tiba-tiba saja menerjang lawan, bahkan tanpa peringatan.

******

1
y@y@
👍🏼👍🏿🌟👍🏿👍🏼
Nanik S
Wei Zhang.... keracunan dan kemana Chu Kai
uh uh
man up
uh uh
paa paan cuman satu pendek puLa
uh uh
mna up
uh uh
mnaa yp Silan
angin kelana
hadeeeehh itu pilar bulan alot amat blom ada yg mokad...
Nanik S
Gaaas Pooool Tor
Nanik S
Yang Mulia ini.... ucapan yang bikin tambah jengkel bagi Sekte bulan Mati
uh uh: gw jengkel am s hamster pura pura budek 👺
total 1 replies
Nanik S
Harusnya Pendekar Wei cepat pergi
Nanik S
Makin menarik Tor
Nanik S
Cepat bawa pergi Pendekar Wei dan Long Wang ....
y@y@
👍🏻👍🏿🌟👍🏿👍🏻
uh uh
mna up sialan
uh uh
Halah bocot nunggu duahari up cuman 1
uh uh
mana up
uh uh
mna up Sialan
uh uh
up mna sialan
uh uh
si bangke GK up
uh uh
mna up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!