NovelToon NovelToon
MANTAN ISTRI SATU MILIAR

MANTAN ISTRI SATU MILIAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Selingkuh
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Aliya mencintai Ibas dengan tulus, namun Ibas membalasnya dengan luka. Demi kekasihnya, Nadia, Ibas menceraikan Aliya secara rahasia. Ia kemudian membayar Aliya satu miliar rupiah agar tetap tinggal serumah demi menipu keluarga besar mereka.
​Namun, sandiwara itu justru membuat Ibas terjebak dalam rasa yang tak semestinya. Saat kebenaran terungkap dan Aliya memilih pergi selamanya, Ibas baru menyadari bahwa ia telah membuang permata demi kerikil.
​Kini, Ibas harus berjuang mengejar maaf Aliya. Sialnya, ia bukan lagi satu-satunya pria yang menunggu. Ada Aufar, sepupunya sendiri, yang sudah lama menyiapkan hati untuk melindungi Aliya.
​Siapakah yang akan Aliya pilih? Pria yang menghancurkannya, atau pria yang menyembuhkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Modus Aufar

"Gimana sama Ibas? Dia sudah tahu soal kepergian Aliya?"

Didalam kamar, Ikhsan menanyakan soal putranya kepada sang istri.

"Sudah," jawab Saraswati.

"Apa tanggapan dia?" Ikhsan melepas kacamatanya lalu duduk disamping sang istri.

"Seperti dugaan kita. Dia... ngotot mau tahu dimana Aliya."

Ikhsan menghela napas panjang. Bukan maksudnya ingin bersikap kejam kepada putra kandungnya sendiri.

Hanya saja, dia juga tak bisa mengabaikan perasaan Aliya. Bagi Aliya, Ibas adalah penyebab luka. Itu sebabnya, Ikhsan dan Saraswati berusaha keras menjauhkan Ibas dari Aliya.

"Terus, cara Bunda menenangkan dia, gimana?"

"Bunda kasih dia tantangan, Yah," jawab Saraswati. "Bunda bilang ke dia kalau dalam waktu dua bulan dia bisa naik jabatan di kantor, Bunda baru akan kasih tahu ke dia tentang dimana Aliya."

"Dia... Setuju?"

Saraswati pun mengangguk.

"Bunda benar-benar ingin memberitahu Ibas soal dimana Aliya sekarang?"

"Sebenarnya, tidak," jawab Saraswati. "Itu sebabnya, Bunda kasih dia tantangan yang nggak mungkin bisa dia lakukan."

"Tapi... Bagaimana kalau Ibas ternyata bisa, Bun? Kita harus bilang apa sama Aufar?" tanya Ikhsan dengan wajah frustasi.

Saraswati terdiam. Dia juga bingung jika hal tersebut benar-benar terjadi. Jika Ibas berhasil, maka Saraswati mau tak mau harus menepati janji.

Lantas, bagaimana dengan Aufar?

*****

Di sebuah kota kecil yang terletak di pinggir pantai, sebuah cafe kecil sudah menunjukkan aktivitas yang cukup ramai.

Beberapa orang tampak mengantre untuk membeli kopi dan roti untuk sarapan. Seorang perempuan dengan rambut yang dikepang tampak melayani dengan antusias meski agak kewalahan.

"Selamat pagi, Al! Maaf, aku telat," sapa seorang pria yang langsung memasuki area kasir untuk membantu perempuan itu.

"Kak Aufar kemana aja? Kenapa jam segini baru datang!? Kan, Kak Aufar udah janji mau datang pagi-pagi buat bantuin," protes Aliya dengan tampang cemberut.

"Maaf. Tadi, aku ketiduran," jawab Aufar sambil nyengir.

Dengan cekatan, dia memasang celemek, memakai penutup kepala, sarung tangan, serta masker transparan. Tugasnya adalah membungkus minuman, roti dan cake pesanan pelanggan.

Ya, sudah sekitar satu bulan sejak Aliya pindah ke kota itu. Dengan uang pemberian dari Ibas serta sedikit tambahan dari mantan mertuanya, dia membeli sebuah ruko yang kemudian disulap menjadi cafe kecil.

Kota itu adalah tempat wisata. Meski hanya kota kecil, namun tempatnya selalu ramai karena dikunjungi oleh banyak turis.

Hampir 24 jam, aktifitas di kota itu tak pernah mati.

"Al, kayaknya kamu sudah harus tambah karyawan, deh," kata Aufar saat waktu istirahat akhirnya tiba.

Semua roti dan cake sudah terjual habis padahal baru pukul sebelas siang.

"Kenapa?" tanya Aliya. Dia meletakkan segelas es cappucino di depan Aufar. "Kakak udah nggak mau bantu aku lagi? Atau... Kak Aufar udah ada rencana untuk pulang?"

"Bukan. Bukan gitu," sangkal Aufar. "Aku cuma nggak mau kamu kecapekan aja. Jam dua subuh kamu sudah harus bangun buat bikin roti. Kalau gini terus, lama kelamaan kamu bisa sakit karena kurang tidur, Al."

"Tidur ku cukup, kok. Kan, habis Isya udah langsung tidur," timpal Aliya.

"Tapi, tetap aja kamu harus tambah karyawan, Al. Seenggaknya, setelah bikin kue, kamu bisa tidur lagi meski cuma sejam atau dua jam. Biarin karyawan kamu yang bersih-bersih dan jualan."

"Iya. Nanti, aku pikirin," jawab Aliya. "Ngomong-ngomong, kapan Kak Aufar pulang?"

Degh!

Pertanyaan itu membuat Aufar menegang sesaat.

"Ehm... sejauh ini belum ada rencana, sih."

Aliya pun mengangguk-anggukkan kepalanya. "Ternyata, Kak Aufar betah liburan di sini juga, ya. Kak Aufar udah hampir satu bulan di sini, loh."

Aufar menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Andai, Aliya tahu jika sebenarnya Aufar sengaja ke sana hanya demi menemani dirinya, akankah perempuan itu memandang Aufar dengan cara yang berbeda?

Sejujurnya, Aufar menaruh hati pada Aliya sejak SMA. Mungkin, bukan cinta pada pandangan pertama. Namun, seiring berjalannya waktu, Aufar akhirnya sadar jika dia sudah jatuh hati pada gadis kecil yang dikenalkan Ibas padanya kala itu.

Mengetahui bahwa Ibas memiliki perasaan yang sama terhadap Aliya, Aufar kala itu memilih mundur dan langsung ke luar negeri begitu lulus SMA. Kemudian, kecelakaan Ibas terjadi.

Aufar pun kembali ke dalam negeri untuk menemui Ibas sekaligus menemaninya kuliah selama satu tahun lebih sebelum memutuskan untuk kembali ke luar negeri dan melanjutkan studi di sana.

Aufar pikir, seiring berjalannya waktu, Aliya akan terhapus sepenuhnya dari memorinya. Akan tetapi, Aufar ternyata salah. Nama Aliya masih membuat hatinya bergetar saat nama itu disebut.

Dan, saat bertemu kembali, Aufar sepenuhnya sadar bahwa hatinya memang masih sama. Hatinya belum berubah. Didalam sana, Aliya masih duduk bertahta.

"Kesempatan ku sudah datang. Aku nggak mungkin menyia-nyiakannya."

"Udara di sini bagus banget. Aku suka. Mungkin, aku juga akan menetap di sini."

Aliya menatapnya dengan alis berkerut heran. "Kak Aufar mau menetap di sini? Serius?"

"Iya. Aku bahkan udah nemu rumah yang cocok buat ditinggali."

"Terus, kerjaan Kak Aufar gimana?" tanya Aliya lagi.

"Kerjaanku nggak ada masalah. Aku bisa kerja dimana aja. Bebas," jawab Aufar.

"Serius?" tanya Aliya lagi.

"Ehm," angguk Aufar.

Aliya pun tersenyum. "Kalau Kak Aufar beneran menetap di sini, aku bakal senang banget. Setidaknya, aku nggak akan ngerasa sendirian. Ada Kak Aufar yang udah aku anggap sebagai keluarga di sini."

"Karena kamu udah anggap aku sebagai keluarga, gimana kalau sekalian aku jadi kepala keluarga kamu aja, Al?"

1
Maysa Maysa
AW Anang AW 🤣🤣
Ilfa Yarni
wow aurat langsung tambak alya nih tanpa embel2 gentle banget sifat trus gmn ya tanggapan alya
Sastri Dalila
👍👍👍👍
Kar Genjreng
kapok Lo kapan bener bener Lo mirip udang lemod ga mudeng,,, sekarang sudah di restui tu sama nadia biar Lo rasakan yang mana wanita mata duitan atau sempurna,,,dan mana permata dan mana batu kali biar Lo bisa bedain,,, sekarang sudah pergi dan semua upah buatmu karena sudah zholim dengan wanita niat tulus dan baik tapi Lo sia sia kn , selamat menyesal tingkat dewa preeeettt,,😮😮😮😩😩
Ariany Sudjana
kenapa kamu harus marah dengan kepergian Alya? bukannya ini semua keinginan kamu?
Ilfa Yarni
mampus syukurin nangis Bombay deh km bas km jahat sih rasain alya udah pergi keinginan km udah terpenuhi km kan maunya nadia ya sudah nikah sono sama nadia
RaDja
terima kasih
Kar Genjreng
mantan mertua sangat bijak mana orang tua yang tega anak perempuan di sakiti oleh laki laki yang menamakan suami,,,maka walupun hanya anak menantu ada ko mertua yang baik.jadi mau menang sendiri untuk melepas wanita yang pernah menjadi menantu,,,karena memang baik si
Ilfa Yarni
kemana Alta pergi ya semoga kedepannya km bahagia ya alya
Ilfa Yarni
bagus
mariammarife
pergilah Aliya carilah kebahagiaan mu sendiri
Aidil Kenzie Zie
Jalang tetiak jalang
pelacur teriak pelacur
Kar Genjreng
jadi mau kejar Aliya sampai ke ujung Dunia Bas. nah coba sadar dari bulan bulan yang lalu sebelum memberi talak malah selalu memanas manasin dengan nadia coba lihat beruntung orang tua Lo masih ada Semua,,,dan coba orang tua mu ga mau punya menantu tukang tipu alias ngibul. yang hanya menginginkan uangnya Ibas saja,,,jangan jangan sengaja ayah pindahin Ibas kerja di luar kota ,,,sedangkan Aliya masih di rumah orang tua Ibas

👍
Ilfa Yarni
dbagualah km cepat sadar berarti kmrn2 km salah orang mengira pacar osetama km nadia tp ternyata naqiya atau alya ya udah km hrs semangat kejar alya lg
Ilfa Yarni
mah lo iBas ternyata aliya perempuan yg km cinta knp ingatan lama banget kembalinya
Kar Genjreng
kejang Lo basss!!! ternyata Ibas pernah kecelakaan dan ketika SMA justru naksir nya Aliya tetapi ga tau nya salah ejaan huruf
mariammarife
lebih baik kalian cerei aku lebih setuju Aliya sama Aufar
Kar Genjreng
nadia juga takut kehilangan ATM berjalan' nya ,,,,kan itu cita cita Nadia bersedia jadi kekasihmu bas ,,,bahkan rela kencan buta perempuan ,L**<***** nat itu baru calon istri idaman Ibas berkelas orang kota ga taunya kotak kotak otaknya ,,,,mana ada calon menantu memaki calonertua h
Ilfa Yarni
perempuan seperti itu yg ibad cinta lihat apa yg dia lakukan pd orang tuamu kolabs kam
Kar Genjreng
jadi Aufar tau siapa Aliya yang telah menolong Ibas,,,Ibas pernah. Oneng kah ahemm ya 😁 kasian Aliya sekarang pergi jauh biar Ibas sadar sesadar nya,,,, sekarang baru rasa tu kekasihl Lo yang mulutnya jahat juga yang berpura pura naik manis tetapi manis ya gula biang jadi semu pait,,,dan bila sampai Mama mu tau Aliya kabur dan membawa luka tak berdarah alamat. menjadi anak yang di buang oleh orang tua Lo bas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!