NovelToon NovelToon
Gadis Hina

Gadis Hina

Status: sedang berlangsung
Genre:Idola sekolah / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:575
Nilai: 5
Nama Author: KheyraPutri

Reina Wulandari,seorang gadis yang terpaksa harus menjual dirinya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan sang nenek. Dia anak yang pintar namun sayang kepintarannya tidak dia manfaatkan dengan baik dan justru harus terjerumus ke dalam hal yang tidak seharusnya dia lakukan. Bagaimana kisahnya mari ikuti ceritanya.
( Hanya cerita fiktif belaka jadi tolong jangan hina karyaku ya 🙏 tolong komentar dengan bijak dan ambil hal yang baik saja ).

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KheyraPutri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ulangan Menyusul

" Kapan belajarnya kalau hanya senyum-senyum sendiri gitu." Cibir Shasa membuat Reina berhenti dengan aktivitasnya dan menoleh ke Shasa.

" Hehe... iya-iya ayo lah." Ucap Reina menaruh ponselnya lalu melanjutkan belajar.

Mereka pun belajar dengan sesekali Reina mengajari Shasa saat Shasa bertanya. Sampai habis magrib mereka pun berhenti belajar dan memberesi buku.

" Mau makan malam ?" Tanya Reina.

" Sebenarnya sih masih kenyang tapi ntar mubazir makanannya kalau nggak di makan...hehe" Shasa meringis.

" Ayo lah kita habiskan,tp besok pagi sarapan apa ya ?" Tanya Reina bingung.

" Nasi goreng aja yang cepat dan mudah...hihi" Ucap Shasa menimpali.

" Ok lah let's go..." Ucap Reina bersemangat.

***

Setelah bertukar pesan dengan Reina dan tersenyum-senyum sendiri Bramasta merasa lebih baik. Apakah obat paling mujarab ya.

Bramasta memilih keluar dari kamar dan menuju dapur untuk mengambil air minum. Di dapur Rita dan pelayan menyiapkan makan malam.

" Udah baikan nak ?" Tanya Rita saat melihat kehadiran Bramasta.

" Udah ma..." Jawab Bramasta membuka kulkas dan menuangkannya di gelas lalu duduk di meja makan.

" Mau makan sekarang ?" Tanya Rita yang menaruh sup di meja makan.

" Nanti aja ma, aku mau mandi dulu" jawabnya.

" Kamu udah telpon Reina ?" Tanya Rita.

" Tadi abis tukar pesan ma,dia ganti nomer." Ucap Bramasta memberi tau.

" Oh...nanti kirim ke mama ya,mama mau telpon." Suruh Rita sambil berlalu lagi ke dapur.

Bramasta sendiri memilih kembali lagi ke kamar dan membersihkan dirinya karena tadi belum sempat mandi.

***

Ke esokan harinya di rumah Reina sudah bangun sejak pukul 5. Ia terlebih dahulu memasak nasi goreng yang lebih gampang dan cepat. Selesai memasak dia membersihkan diri lalu berganti baju seragam sekolah.

Ya dia ingin ke sekolah dan bertanya kepada guru apakah masih bisa menyusul ulangan. Karena ia tidak mau tertinggal di kelas 2,ia ingin cepat lulus sekolah dan mencari pekerjaan.

" Sha bangun,ayo sekolah." Reina membangunkan Shasa dengan menggoyang-goyangkan tubuh Shasa.

" Nnnngggg jam berapa ?" Tanya Shasa dengan masih menutup matanya.

" Jam 6,buruan mandi terus sarapan aku tunggu." Ucap Reina yang duduk di depan meja rias memakai pelembab, lipglose dan menyisir rambutnya.

Shasa pun terduduk dan mengerjapkan matanya lalu berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

" Udah dong ngaca nya gantian gue." Ucap Shasa yang sudah selesai mandi dan sudah mengenakan baju seragam sekalian.

" Hehe...ini udah cepetan dandan jangan lama-lama" ucap ayu yang berpindah duduk di ranjang dan memandang Shasa yang memakai skincare lengkap.

" Kapan ya aku bisa punya kayak gitu." Ucap Reina memandang Shasa begitu mendambakan.

" Apaan...? " Tanya Shasa bingung.

" Skincare sha,kalau lihat anak-anak yang pakai kayak gitu pingin tau." Ucap Reina sendu.

" Ya elah Re nggak pakai skincare aja udah cantik,mulus,di kejar-kejar banyak cowok ganteng dan tajir lagi gitu aja masih pingin beli kayak ginian... mubazir kalau buat kamu Re...hihi" Ucap Shasa dengan cekikikan.

" Ya tapi kadang kan terbesit pikiran pingin seperti yang lain sha." Ucap Reina.

" Reina,di syukuri aja apa adanya...udah yuk sarapan ntar telat." Ucap Shasa mengalihkan topik pembicaraan.

" Ayok..." Reina pun berdiri dan Shasa langsung menggandeng tangan Reina keluar dari kamar untuk sarapan dan pergi sekolah.

---

Di perusahaan Bramasta,Hendy begitu sibuk dengan pekerjaan yang di berikan Bramasta karena Bramasta kemarin sakit,banyak sekali laporan-laporan yang menumpuk sampai Hendy tidur jam 3 dini hari dan hari ini ia kesiangan berangkat ke kantor.

" Untung tuan Bram belum datang." Gumam Hendy karena belum melihat mobil tuan mudanya.

" Siapa yang belum datang Hen ?" Tanya Bramasta yang tiba-tiba sudah berada di belakang Hendy.

" Oh astaga tuan...anda mengagetkan saya." Ucap Hendy yang masih mengusap-usap dadanya karena terkejut. " Tuan,saya kira tuan belum masuk bekerja." Ucap Hendy.

" Sudah,saya jauh lebih baik hen." Jawab Bramasta lalu masuk ke dalam lift dan di ikuti Hendy di belakangnya.

" Apa pekerjaan kemarin menyulitkan mu hen ?" Tanya Bramasta keluar dari lift sambil terus berjalan dan memasuki ruangan Bramasta.

" Tidak tuan hanya perlu menandatangani kontrak saja sudah saya teliti kemarin." Jawab Hendy memberi tau.

***

Sampai di sekolah Reina langsung  memarkirkan sepeda motornya dan langsung menuju ke kantor untuk menemui guru BK.

Tok

Tok

Tok

" Ya masuk !!!" Seru guru BK dari dalam ruangan.

Reina pun perlahan membuka pintunya dan menunduk saat sudah berada di dalam ruangan.

" Permisi pak,maaf saya mengganggu." Ucap Reina lirih dan sopan.

" Iya nggak papa,kamu sudah sembuh Re ?" Tanya pak Didit yang ternyata sudah sangat akrab dengan Reina karena kecerdasan Reina.

" Mmm sudah pak." Jawab Reina tersenyum masih berdiri.

" Oh iya duduk dulu Re,duduk." Suruh pak Didit mempersilahkan Reina untuk duduk." Ada perlu apa Re ?" Tanya pak Didit setelah Reina duduk.

" Begini pak,saya kan sudah 3 hari tidak ikut ulangan pak, apa bisa saya menyusul hari ini dan nanti setelah selesai ulangan hari ini saya mengerjakan soal yang 3 hari ini saya tinggal pak ?" Tanya Reina berbicara dengan ragu-ragu dan harap-harap cemas.

" Ow itu,boleh saja kok...tapi kamu mengerjakannya di sini tidak boleh di ruangan lain." Jawab pak Didit.

" Wah....terima kasih banyak pak terima kasih...Reina akan berusaha mengerjakannya pak,apa saya bisa kembali ke kelas untuk mengikuti ulangan hari ini pak ?" Tanya Reina yang begitu senang dan antusias karena masih di beri kesempatan.

" Iya sama-sama Re...boleh silahkan saja kamu sekarang menuju ke kelas." Ucap pak Didit mempersilahkan Reina untuk segera kembali ke kelasnya karena bel sebentar lagi akan berbunyi.

Reina pun pamit dan keluar dari ruangan BK. Saat baru menutup pintu dan berbalik ingin berjalan ke kelas ia di kejutkan dengan kehadiran Ryan yang tiba-tiba di depannya padahal tadi tidak ada.

" Astagfirullah Al azim kak..." Ucap Reina yang masih memegang dadanya yang berdebar-debar karena kaget.

" Maaf Re...gimana kabar kamu ? Udah sembuh ?" Tanya Ryan saat sudah minggir dari hadapan Reina dan mengikuti langkah Reina karena dia berjalan untuk menuju ke kelasnya.

" Aku baik kak...udah kok kak." Jawab Reina singkat karena tidak mau di labrak lagi nanti dengan cewek yang menyukai Ryan.

" Kamu mau nyusul ulangan kalau begitu ?" Tanya Ryan lagi.

" Iya kak." Jawab Reina yang sudah hampir sampai di kelas. " Aku duluan ya kak." Reina buru-buru masuk ke kelas.

Ryan hanya bisa memperhatikan Reina dari luar kelasnya dengan tersenyum. Sebenarnya Ryan di liburkan saat ini namun dia ada urusan dengan guru BK entah apa itu.

--->>>

1
hanawati sumaharjana
bafhs utk mengusi wkt
hanawati sumaharjana
menarik utk trs diikuti smp tamat nih
Dewi KheyraPutri: terimakasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!