Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Disisi lain Nurul yang baru sampai di perusahaan. Langsung menuju meja kerjanya. Itu menjadi perhatian bagi semua karyawan senior yang melihat Nurul tampil rapi. Bahkan Nurul terkesan elegan walau hanya berpakaian sederhana.
" Hmm ...kamu langsung hubungi Bu Retno ya. Lin. Ini tugas yang beliau berikan padamu" kata seorang senior mendekati Nurul.
" Baik mba" kata Nurul yang mengambil dan membaca lebih dulu proposal desain yang akan ia rancang karna itu usulan dari kepala bagian untuknya.
" Lumayan unik, mudahan aku bisa menyelesaikannya dalam 3 hari" kata Nurul yang bersikap tenang. Sedangkan beberapa seniornya saling pandang. Sambil melempar senyuman.
" Dasar anak baru. Pasti dia akan kewalahan membuat desain yang rumit ini, kita lihat saja kemampuanya" kata salah seorang senior Nurul seakan meremehkan Nurul
Nina yang tak sengaja mendengar kan pembicaraan itu mengeser kursinya. Lalu diam diam mengirim pesan untuk Nurul.
" Apa kau perlu bantuan na, aku bisa membantu mu nanti?" tanya Nina sembari melirik dan mengintip Nurul dari batas kubikel mejanya.
" Tidak terimakasih Nin, aku akan berusaha semampuku" kata Nurul santai. Karna ia sudah terbiasa dengan desain yang rumit.
Lalu mulai menggambar desain pertamanya dengan sangat hati hati.
Ditempat lain Nizam baru saja sadarkan diri. Ia sempat mencari Nurul. Namun Lara yang mendengarkan itu hanya bilang Nurul sudah pulang kerumah.
" Ngak usah nyariin dia, aku yang akan mengurus semua keperluan kak Nizam, aku juga sudah menelpon keluarga kak Nizam untuk segera datang kesini. Karna besok aku harus kembali bekerja" kata Lara sembari memperbaiki selimut Nizam
" Dia yang menyelamatku, pasti kau sengaja mengusirnya kan?" kata Nizam seraya menatap Lara. Karna ia sadar betul Nurul lah yang sudah membawanya kerumah sakit.
" Kenapa , biarkan saja dia pergi. Lagian kalian sudah ingin bercerai kan? " kata Lara
" Kau . .jangan sembarangan bicara!!" kata Nizam.
" Dih ...siapa yang sembarangan bicara. Dia sendiri yang bilang. Jika kak Nizam sudah sepakat akan menceraikannya" kata Lara. Membuat Nizam terdiam teringat surat perjanjian yang sudah ia tandatangani. Sebelum ia pulang berangkat ke kota B.
" Tidak...itu tidak mungkin" kata Nizam yang merasa bersalah. Karna ia tahu betul, dirinya lah yang bersalah pada Nurul. Apalagi ia belum sempat bicara setelah batal menikah.
" Cih ....ngak usah munafik kak, aku tahu kak Nizam lebih memilihku dari pada dia. Apalagi ibumu lebih sayang pada calon menantunya ini dari pada si wanita jalang itu" kata Lara makin besar kepala dan percaya diri.
" Astaga...Lara diam lah, aku pusing mendengarkan ocehan mu itu" kata Nizam kesal. Karna ia tahu betul sifat asli Nurul. Sehingga itu membuat Nizam menyesali semua keputusannya yang sudah membuat Nurul kecewa padanya.
" Ya Allah ampuni semua dosa dosaku, yang sudah menyakiti anak dan istriku. Sehingga kau jauhi aku dari mereka saat mengalami musibah seperti ini" batin Nizam yang benar benar menyesal. Namun ia tak bisa berbuat apa apa lagi. Karna semuanya sudah terjadi.
************
Disisi lain Bian tersenyum melihat rekaman cctv secara diam diam di sela waktunya. Karna ia ingin melihat apa yang sedang dilakukan Alin di meja kerjanya. Dan tanpa sadar ia mengirim pesan kepada Alin.
" Ting...."
Nurul yang mendengar notifikasi masuk di ponselnya merasa heran, lalu membukanya.. Karna ada nomor asing masuk menanyakan dirinya.
" Ini nomor siapa?" tanya Nurul mengirim pesan balik.
" Bian....kemaren aku minta nomormu dari bagian admin" Nurul kembali membaca pesan balasan.
" Astaga dia ..." ada ada saja Bian. pantas saja dia tahu nomorku. Rupanya dia memang bekerja di bagian admin" batin Nurul yang awalnya merasa bingung. Namun ternyata Bian cepat tanggap untuk mendapatkan nomor ponselnya.
" Kerjanya santai saja, jika kau dalam kesulitan, cepat hubungi aku. Aku bisa membantumu kapan saja" pesan kembali terkirim.
" Baiklah, terimakasih Bi. Tapi tidak untuk saat ini. Karna aku masih bisa menanganinya sendiri" balas Nurul sambil tersenyum. Mulai akrab kembali dengan Bian.
" Dia masih sama seperti yang dulu" batin Nurul merasa seperti kembali kemasa kuliah.
" Ok...nanti siang aku traktir makan diluar ya.Tak ada alasan untuk menolakku. Aku tunggu kau di depan" pesan kembali masuk
" Hah ..apa karyawan boleh makan diluar, kenapa ngak kekantin saja" balas Nurul.
" Tidak nyaman jika kita bertemu dikantin Please....masalah ini rahasia kita berdua" pesan dari Bian kembali masuk.
" Ok...sekarang berhentilah mengirim pesan. Takut aku ditegur oleh senior. Aku harus bekerja" Nurul pun membalas pesan Bian.
" Ok...." tanda setuju kembali terkirim. Membuat Nurul tersenyum senyum sendiri Saat membaca pesan Bian. Setelah itu Nurul kembali fokus untuk membuat desain gambar nya. Agar ia bisa menyelesaikan tugasnya. Paling tidak satu gambar dalam satu jam.
************
Setelah dua hari kejadian kecelakaan yang menimpa Nizam. Sang ibu datang dari kota B untuk menemani Nizam dirumah sakit. Sumpah serapah keluar dari mulut wanita tua itu. Setelah mendengar Nurul tidak pernah datang kerumah sakit. Karna hasutan Lara.
" Ibu tak seharusnya berkata begitu pada Nurul. Pasti Lara lah yang sudah membuatnya salah paham. Sehingga Nurul tidak mau datang kesini. Dia yang menolongku saat musibah kecelakaan ini terjadi" Jelas Nizam tak terima jika Nurul terus disalahkan oleh ibunya.
" Tapi mana buktinya, jika dia memang wanita baik baik. Pasti dia datang menjengukmu. Apalagi anakmu masih bersama mu"
" Bu...." kata Nizam menahan emosi.
" Kau ini, sudah lupakan saja dia. Lara lebih baik darinya" kata sang ibu duduk sambil mengupas apel untuk Nizam.
Membuat Nizam makin merasa bersalah pada Nurul. Sebab ia tahu pasti Lara sudah meracuni pikiran ibunya. Sehingga ibunya itu makin benci saja kepada Nurul.
" Huh...bagaimana ini. Aku bisa gila oleh ulah mereka.. Padahal selama ini semua nya baik baik saja sebelum Lara muncul. Aku pria bodoh!!" maki Nizam pada dirinya sendiri. Merasa jika dirinya sudah terpedaya oleh Lara dan sang ibu Sehingga rumah tangganya sekarang semakin hancur dan tak bersisa Dengan segala kesalahpahaman yang ada Tanpa ada konfirmasi diantara dirinya dan Nurul.
" Ada apa, kenapa diam saja. Dokter bilang apa tadi saat diperiksa?" tanya ibu Nizam lagi
" Tidak ada, dokter hanya bilang lusa Nizam sudah bisa pulang" kata Nizam cuek. Karna merasa kesal dengan sikap ibunya. Sebab kehadiran ibunya makin menambah masalah dalam rumahtangganya.
" Baguslah, untung saja Lara ektra perhatian padamu. Cepatlah sembuh, agar kalian bisa segera menikah. Bukanya kau sudah bercerai dengan Nurul. Sudah panggilan sidang sudah terkirim ker rumah dari pengadilan" kata ibu Nizam memberitahu
" Apa...!!" kata Nizam kaget. Tak menyangka perceraiannya ada di depan mata
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍