NovelToon NovelToon
Sumpah! Arwah

Sumpah! Arwah

Status: sedang berlangsung
Genre:Hantu / Horor / Kutukan
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: Maple_Latte

Kematian Tragis Aning membuat desa Kalung Ganu di teror. satu persatu pemuda di temukan mati mengenaskan. ketakutan mulai menyelubungi penduduk desa..

Namun, yang menjadi anda tanya besar siapa pemerkosa dan pembunuh Aning?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maple_Latte, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam yang menyeramkan

Daud terus berlari dengan nafas yang memburu, dadanya terasa seperti panas. Dia tidak berani menoleh ke belakang sedikit pun. Karena, yang ada di pikirannya hanya satu, lari secepat mungkin.

Suara langkah kakinya sendiri terdengar kacau di telinganya. Sesekali dia hampir kehilangan keseimbangan, namun tetap memaksa tubuhnya untuk terus bergerak.

Brak!

Kakinya tiba-tiba tersandung sesuatu. Sebuah dahan kayu yang melintang di jalan.

"Aaah!" Tubuhnya terlempar ke depan.

Dia jatuh ke tanah.

"Ukh…" erangnya sambil meringis kesakitan.

Sikutnya terasa perih, lututnya seperti tergores sesuatu.

Namun rasa sakit itu kalah jauh dengan rasa takut yang menguasainya.

Dengan napas terengah, Daud buru-buru bangkit.

Tangannya gemetar saat mencoba berdiri.

"Ayo… ayo…" katanya pada dirinya sendiri.

Namun saat ia hendak melangkah dia merasa sesuatu di belakangnya.

Hhhhhh…

Tepat di tengkuknya. Tubuh Daud langsung kaku.

Tapi dia tidak berani menoleh.

Daud memejamkan mata. Tubuhnya gemetar hebat.

Hembusan napas di tengkuknya masih terasa dingin seperti menusuk, namun dia tetap tidak berani menoleh.

Dengan suara bergetar, ia mulai berbisik. Mengulang-ulang bacaan yang tadi dia hafalkan dari Pak Marsuki.

"Eee… ojo… ojo nyedhak… aku iki… wong sing… kuat… sing… wani…" gumamnya terbata-bata.

Dia bahkan tidak yakin dengan apa yang dia ucapkan. Tapi dia tetap terus mengulangnya.

"Pergi… pergi… ojo ganggu aku… aku iki… dilindungi…" katanya semakin cepat. Bahkan, napasnya semakin kacau.

Keringat dingin mulai mengalir di pelipisnya.

"Pergi… pergi… pergi…" ulangnya lqgi dengan panik.

Tapi, tidak ada perubahan, hembusan napas itu masih ada. Bahkan terasa semakin dekat.

Bacaan yang di ajarkan Pak Marsuki padanya tak mempan sedikitpun.

Malahan Daud merasa sosok itu sedang mencondongkan wajah ke telinganya

Hhhhhh…

Daud menahan napas. Tangannya mengepal.

"Pergi!" teriaknya tiba-tiba.

"Kamu… tidak… bisa… sembunyi…"

Suara itu berbisik tepat di telinganya. Namun, bukannya suara Sapri yang terdengar melainkan suara seorang perempuan. Dan, Daud kenal betul suara itu.

Aning....

"Kang Daud…" Tubuh Daud langsung menegang.

Matanya membelalak.

"A… Aning…" Ucapnya dengan gemetar.

Suara itu benar-benar tepat di telinganya.

Dengan sisa keberanian yang hampir habis, Daud menoleh.

Dan.... napasnya langsung berhenti.

Wajah itu, tepat di depan wajahnya.

Wajahnya mengelupas dan belatung merayap perlahan di pipinya.

Matanya kosong. Namun tetap menatap lurus ke arah Daud.

"Kaaang… Daaaud…" suaranya lirih namun terdengar sangay jelas.

Bau busuk langsung menusuk hidung. Tubuh Daud gemetar hebat.

Dia ingin berteriak, namun suaranya tidak keluar.

"Keenaapaa…" lanjut hantu Aning pelan.

Wajah itu semakin mendekat. Air mata Daud jatuh, Kakinya lemas dan tubuhnya seperti kehilangan tenaga.

Dan....

bruk !

Tubuh Daud ambruk ke tanah, dia pingsan.

Jaka membuka matanya perlahan.

Sosok itu sudah tidak ada, Jaka menelan ludah dan mengucap Alhamdulillah berulang kali di dalam hatinya.

"Din…" Panggil Jaka.

Udin masih memejamkan mata rapat-rapat, tangannya bahkan menutup sebagian wajahnya dengan lutut yang gemetar.

"Din, kamu boleh buka mata," lanjut Jaka pelan.

"Hantu Sapri sudah tidak ada." Kata Jaka

Udin tidak langsung bergerak.

"Beneran, Jak?" tanyanya ragu.

"Iya… sudah hilang."

Perlahan.... Udin membuka matanya sedikit demi sedikit dia mengintip di sela jarinya.

Lalu saat sudah memastikan benar hangus itu sudah hilang, barulah dia membuka matanya sepenuhnya.

Matanya langsung bergerak ke depan, ke tempat tadi sosok hantu Sapri itu berdiri. Dan... Kosong. Hanya semak-semak yang bergoyang pelan tertiup angin.

Udin menghela napas panjang.

"Alhamdulillah…" ucapnya lega.

Tapi, tetap saja tubuhnya masih gemetar.

"Astaghfirullah… itu tadi… itu apaan, Jak…" Tanyanya lagi.

"Yang pasti bukan manusia." Jawab Jaka.

"Iya… jelas bukan. Kan tidak mungkin Sapri yang sudah di kubur hidup lagi." Kata Udin.

"Itu buktinya dia hidup lagi." Sahut Jaka.

"Tapi jadi hantu." Sambungnya.

"Sudah Jak, jangan di sebut lagi. Nanti dia muncul lagi. Bisa-bisa nanti aku kencing di celana kalau melihatnya lagi." Kata Udin.

Keduanya diam sebentar sebelum Jaka tersadar sesuatu.

"Eh… Daud.." Katanya.

"Diakan tadi lari Jak." Lanjut Udin dengan wajah tegang.

Jaka langsung berdiri tegak.

"Ya Allah... Aku lupa." Kata Jaka.

Jaka langsung mengangkat senter.

"Ayo kita cari dia." Ajak Jaka.

"Lah, ngapain di cari Jak, diakan lari, paling sudah sampai di rumahnya dia kalau tidak ketemu hantu lagi." Kata Udin yang sedikit dongkol dengan Daud yang main tinggal saja.

"Biasanya orang yang lari dalam ketakutan itu tidak akan sampai rumah Din

Sebaiknya kita cari, jangan sampai terjadi sesuatu sama dia, lalu kita yang disalahkan." Kata Jaka.

Udin ikut berdiri, meski ogah-ogahan mengingat Daud yang tak setia kawan.

"Iya, Jak…"

Mereka berdua langsung berjalan menyusuri jalan.

"Daaaud!" teriak Jaka.

Tidak ada jawaban.

"Dud! Jawab!" teriak Udin.

Hanya suara angin yang membalas. Langkah mereka pun semakin cepat.

Cahaya senter bergerak liar menyapu jalan.

Beberapa saat kemudian senter Jaka menangkap sesuatu. Jaka tiba-tiba berhenti.

"Kenapa Jak?" Tanya Udin.

"Itu di depan.." Jaka mengarahkan senter pada target.

"Itu bukan hantu lagi kan Jak, trauma aku." Kata Udin yang tidak berani melihat.

Cahaya senter diarahkan ke tanah. Di sana, terlihat tubuh seseorang tergeletak.

"Bukan Din, sepertinya itu Daud." Ucap Jaka.

Segera dia berlari menghampiri tubuh Daud yang tergeletak di tanah.

"Ya Allah… Daud!" Ucap Jaka.

"Jak, coba periksa. Masih nafas tidak dia" Suru Udin, dia takut jika mungkin Daud sudah mati seperti Herman yang di temukan tak bernyawa.

Jaka segera berlutut di samping tubuh Daud. Tangannya gemetar saat mendekatkan telinganya ke hidung Daud.

Beberapa detik terasa sangat lama. Udin bahkan menahan napas.

"Jak… gimana?" tanyanya cemas.

Jaka mengangkat wajahnya.

"Masih napas." Jawabnya cepat.

"Alhamdulillah...." Udin langsung menghela napas lega.

Jaka menepuk pelan pipi Daud.

"Dud… Dud… bangun…" panggilnya, tapi tidak ada respon.

Udin ikut jongkok, menggoyangkan bahu Daud.

"Woi, Dud! Bangun!" katanya sedikit panik.

Namun tubuh Daud tetap lemas. Matanya tetap terpejam rapat. Napasnya memang masih ada, tapi ia tidak juga sadar.

Jaka dan Udin saling pandang.

"Gimana ini, Jak?" suara Udin mulai khawatir.

Jaka berpikir cepat, dia menoleh ke sekeliling.

"Kita tidak bisa tinggal di sini lama-lama." katanya tegas.

"Iya… iya…" Udin langsung mengangguk.

Jaka menarik napas.

"Kita bawa dia pulang."

"Hah? Kita berdua?" Udin langsung meringis.

"Ya masa ditinggal." Jawab Jaka.

"Iya sih…" Udin menghela napas panjang.

Mereka berdua lalu memapah tubuh Daud.

"Berat juga ya…" gumam Udin sambil meringis.

"Angkat yang kuat." Kata Jaka.

Perlahan mereka mulai berjalan. Langkah demi langkah.

"Jak…" panggil Udin.

"Apa lagi?"

"Kita lewat mana ini." Tanya Udin.

Jaka berpikir sejenak.

"Rumah Ustadz Sakari paling dekat dari sini."

Udin langsung mengangguk.

"Iya, iya… ke sana saja."

"Biar sekalian minta bantuan."

Mereka pun mengubah arah, menuju rumah Ustadz Sakari.

*****

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, komen dan vote bintang lima ya. Terima kasih.

1
Aisyah Ashik
kenapa aning balas dendamnya lambat bgt😄, keburu keluarga jaka dan undin jadi korban
Gadis misterius
kepala desa tdk adil.pilih kasih mentang2 budarsia miskin dan karmin kaya jd condong ke yg kaya pkoknya jngn kasih ampun semua aning
Maple latte
🤗🤗🤗
Gadis misterius
Apa sih yg ditunggu aning knp gk langsng dibunuh karmin cs
Gadis misterius
Jngn smpai jaka udin knp2 cukup budarsia aza
Gadis misterius
Ya Allah sungguh pilu dan sedih tk terasa air mata menetes,Selamatkan budarsis dan jaka udin semoga mereka tdk knp2....blas ning jngn kasih ampun apa lg yg kau tunggu bunuh mereka yg menyiksa ibumu bak hewan
Santi mutia Rahayu
lanjut thor🤭cerita nya sungguh menarik👍
月亮星星 ( yueliang xingxing )🌟🌙
untung BPK nya Seno gk ikutan .. mngkin msh bsa selamat ..
Yati Susilawati
sampai ngeri bacanya.
tega kalian!!
Srikandi_putri
It's a good story 👍👍👍👍
Delisa
Keren sih ini. dari awal menengangkan banget. suka aku sama cerita ini
Gadis misterius
Jngn kasih ampun aning bikin mereka mati berbarengan ,melebihi iblis dngn alasan balas dendam tp sesungguhnya mreka hnya mencari pelampiasan krn sejatinya mereka bertiga adalah iblis berwujud manusia,,,siksa mereka aning sebelum mati tarik tubuhnya dijalan yg berbatu menyesalpun tiada guna
Gadis misterius
pak warsito udin dan jaka yg paling waras dan yg baik tnpa pamrih dan yg paling sibuk mengurus orang2 mati walaupun takut masih aza'membntu smpai selesai
Gadis misterius
Karmin cs jngn lma2 ning sdh cukup mereka memfitnah dan menyiksa ibumu
Mega Arum
terasa ikut nyesek
Mega Arum
semakin menegangkan... Lanjuut thor
Gadis misterius
lanjuttt
Gadis misterius
Tampakkan dirimu didepan warga aning biar mereka sadar kau ingin menuntutt blas dan blom tenang klu orang yg sdh menyakitimu blom mati ....emmak2 rempong hobinya gosib klu lg disawah biar mereka takuttt yg sdh mengosipi ibumu
Gadis misterius
Gitu aning gk usah basa basi cari smua yg menyakiti ibu habisi smua blas klu bisa smalam bkn hny 1 orang yg dibikin mati ....mereka smua jahat beraninya main kroyokan apalagi si karmin cs
Gadis misterius
Apakah marzuki kali ini akan metong dngn mulut busuknya itu ?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!