NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

029

"Mawary!” Seru Roseo.

Terlambat sudah bagi Mary untuk bersembunyi dan bersikap seolah tak mengenali Roseo.

Mary dengan ekspresi terkejut dan harus tebal-tebal muka segera menghampiri Roseo yang benar-benar membuat kehebohan hingga menarik semua perhatian tamu.

“Lihat! Dia orang yang kucari!” Kata Roseo pada petugas keamanan restoran.

Mary hanya bisa menyeringai melihat kelakuan Roseo.

“Maaf ya, maaf,” Mary berucap kepada petugas dan juga kepada seluruh tamu.

Ia segera membawa Roseo ke ruangannya.

Mereka pun segera duduk berhadapan di atas tatami hijau.

“Roseo, apa yang kau lakukan di sini?” Tanya Mary.

“Tentu saja untuk menjemputmu pulang,” jawab Roseo.

“Hah?! Menjemputku? Untuk apa?” Tanya Mary.

“Tentu saja agar kau pulang bersamaku,” jawab Roseo.

Mary menghela nafas berat sambil mengulas senyumnya.

Roseo tersadar bahwa penampilan Mary sungguh sangat berbeda dengan biasanya.

Mary menata rambutnya dengan gaya cepol berhiaskan bunga mawar merah.

Mary juga mengenakan gaun merah maroon dengan bolero transparan warna hitam. Ditambah dengan sapuan riasan yang cukup bold dengan lipstik merah yang membuat Mary terlihat seperti setangkai bunga mawar merah penuh gairah.

“Kau terlihat…” 

“Sangat cantik?” Mary memotong ucapan Roseo.

“Menor,” jawab Roseo.

“Haha,” Mary tertawa.

Mary memaklumi bahwa ia memang tidak pernah berdandan seperti ini selama tinggal di kampung. Lagipula ia berdandan seniat ini memang dengan tujuan untuk menemui Luke.

“Mari makan, aku sudah lapar sekali,” ajak Mary.

“Apa kau sangat lapar sampai memesan sebanyak ini?” Tanya Roseo keheranan.

Mary mencomot sushi dan mengunyahnya.

“Ini ikan mentah?” Roseo melotot di atas piring besar berisi sashimi.

“Benar, namanya juga sashimi,” jawab Mary.

Mary mengambil sepotong sashimi dengan sumpit.

Melihat Mary memakan sashimi, Roseo langsung merasa mual.

Mary terus memakan semua makanan yang tersaji, sepotong demi sepotong tanpa bicara.

“Hmm, sebenarnya, kemarin ayahmu datang ke rumahku lantaran terprovokasi ucapan Jono yang katanya melihatmu pergi ke terminal bus sendiri. Ayahmu jadi berasumsi bahwa kau kabur lagi ke kota,” Roseo menjelaskan.

“Aku tidak kabur, toh, kau memberiku izin,” sahut Mary.

“Ya, aku sudah menjelaskan begitu, tapi ayahmu tidak percaya,” kata Roseo.

“Lalu, bagaimana kau  bisa tahu aku berada di sini?” Tanya Mary.

“Oh, itu tentu saja dari Leo yang katanya bisa tahu pergerakanmu dari gps kalian yang saling terhubung,” jawab Roseo.

“Sewaktu aku tiba di sini, baterai ponselku habis, aku mencari pinjaman pengisi daya, namun tidak ada yang punya, jadi, yah, terpaksa aku harus berteriak untuk memanggilmu,” sahut Roseo.

“Hmm, begitu,” Mary mengangguk.

“Apa aku mengganggumu? Sepertinya kau sedang menunggu seseorang yang penting makanya kau berdandan begitu rapi seperti ini,” kata Roseo.

Mary mengulas kembali senyumnya, pria ini rupanya pria yang cukup peka terhadap situasi.

“Roseo, sekarang aku berada di kota besar, jadi tidak mungkin aku bergaya seperti orang kampung yang primitif. Bisa-bisa aku diusir!” Ceplos Mary.

Mary langsung menutup mulutnya karena Roseo langsung menunduk memerhatikan penampilannya.

“Sudahlah, sekarang bantu aku menghabiskan semua makanan ini. Jadi, kita bisa pergi dari sini,” kata Mary.

“Ugh! Aku tidak suka ikan mentah,” keluh Roseo.

Mary segera pindah dan duduk di samping Roseo.

“Ayo makan Roseo,” Mary menjejalkan sashimi ke mulut Roseo.

Roseo menggeleng.

“Roseo, ayolah, semua makanan ini sangat mahal! Jadi, sangat disayangkan kalau kita tidak menghabiskannya!"

Roseo membuka mulutnya, membiarkan Mary menyuapinya.

Mary tersenyum senang melihat Roseo makan dengan patuh, meski Roseo benar-benar bersusah payah untuk menelannya.

Melihat Mary yang begitu senang, mau tidak mau Roseo terus mengunyah dan menelan semua makanan yang Mary suapkan untuknya.

***

Mary menuju ke meja kasir untuk membayar tagihan makanan dengan perasaan ketar-ketir.

“Berapa semuanya?” Tanya Roseo.

"Roseo, biar aku saja yang bayar," cegah Mary.

"Tidak Mawary, aku yang harusnya bayar karena aku yang makan lebih banyak," tolak Roseo.

Kasir menyerahkan kertas tagihan pada Mary, Mary langsung melotot dengan senyum kecut.

“Aku tidak bawa uang tunai sebanyak itu, kalau pakai kartu bisa?” Tanya Roseo pada Mary.

“Tentu saja bisa,” jawab Mary. 

Roseo merogoh saku celananya, mengambil dompet dan mengeluarkan kartu debit miliknya lalu menyerahkannya pada Mary.

“Bayar saja pakai ini, pinnya sembilan enam kali. Aku mau ke toilet sebentar," pamit Roseo.

Mary menjadi was-was, apa pria itu punya saldo yang cukup?

“Permisi, apa saya bisa cek saldo dulu sebelum membayar?” Tanya Mary.

Kasir menyerahkan mesin dan mencetak struk berisi informasi saldo kartu tersebut.

“Satu..dua..tiga..empat..lima, enam..”, Mary bergumam menghitung banyaknya angka nol yang muncul.

Hah?! Apa tidak salah? Banyak sekali uang di rekening pria itu! Batin Mary.

Penampilan lusuhnya sungguh tidak sesuai dengan isi rekeningnya!

“Sudah?” Tanya Roseo tiba-tiba muncul di belakang Mary.

“Ah, ya, sudah, ini kartumu,” kata Mary.

“Kau simpan saja, siapa tahu masih ada yang harus kau bayar,” kata Roseo.

Mary tercengang, apa tidak salah pria itu menyuruhnya menyimpan kartu berisi uang yang begitu banyak pada Mary.

“Jadi, apa kita bisa pulang sekarang?” Tanya Roseo.

“Hmm, Roseo, bagaimana jika kita pulang besok saja,” usul Mary.

“Besok? Oh ya sudah, kalau begitu kita langsung ke stasiun kereta saja. Kita bisa menginap di stasiun,” sahut Roseo.

Apa? Tidur di stasiun? 

Pria yang bahkan bisa menyewa kamar termahal di hotel bintang lima memilih untuk tidur di stasiun?!

"Roseo! Yang benar saja, mana bisa aku tidur di stasiun?! Lihatlah penampilanku yang sudah mentereng seperti ini! Apa pantas aku tidur di stasiun?" Tanya Mary.

"Lantas, kau mau tidur dimana?" Roseo balik bertanya.

***

Mary mengulas senyumnya saat mengajak Roseo untuk masuk ke sebuah kamar hotel termahal yang dipesannya secara daring melalui aplikasi.

Roseo terperangah saat lampu kamar menyala, memperlihatkan betapa luas dan mewahnya kamar yang dipesan Mary.

Roseo terlihat memindai dengan ekspresi takjub.

"Bagaimana Roseo? Apa kau suka kamarnya?" Tanya Mary.

Roseo tidak segera menjawab, ia masih takjub dengan keindahan interior kamar yang jelas luar biasa bagus daripada rumahnya yang seperti gubuk reyot.

Ada tempat tidur besar yang langsung menyita perhatian Roseo.

"Roseo!" Panggil Mary.

"Eh, ya, apa?" Roseo tergagap.

"Bagaimana? Apa kau tidak suka kamarnya?" Mary mengulang pertanyaannya.

"Oh, tidak, kamar ini benar-benar bagus," jawab Roseo.

"Tentu saja harus bagus, karena sesuai harga," sahut Mary.

Mary mengulas senyumnya melihat Roseo yang masih terpana, matanya masih berkeliling memindai.

Roseo bahkan memegang permukaan tempat tidur besar itu secara seksama.

"Kalau begitu, beristirahatlah," kata Mary beranjak pergi.

"Mawary, kau mau kemana?" Tanya Roseo.

"Tentu saja, aku harus ke kamar yang kupesan," jawab Mary.

"Mawary, apa itu artinya kita tidur di kamar yang terpisah?" Tanya Roseo lagi.

"Ya, bukankah memang seharusnya begitu?" Mary balik bertanya.

"Tidak, sebaiknya kita di kamar yang sama saja," protes Roseo.

"Aku tidak masalah tidur di lantai yang penting kita di kamar yang sama," kata Roseo.

"Roseo, apa kau takut tidur sendirian?" Tanya Mary dengan nada mengejek.

Justru lebih takut membiarkanmu tidur sendiri. Bagaimana jika ada pria lain yang tengah malam menyelinap masuk ke kamarmu? Roseo membatin.

"Ehem, ya, ini memang pertama kalinya aku menginap di tempat sebagus ini," jawab Roseo.

1
Lucynta Guo
sejelek2nya cowok pasti pengen punya istri cantik. tapi kalo yg modelan Mary, langsung banned 🤣
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!