Xavier, king Mafia yang tak terkalahkan, ditangkap musuh dan terkena tembakan di dada hingga pingsan. Ketika sadar, dia terkejut melihat dirinya mengenakan hanfu kuno megah dan duduk di singgasana tinggi di lingkungan asing.
Dia menyadari dirinya seharusnya sudah mati, namun doanya terkabul dalam bentuk reinkarnasi. Kini dia berada di tubuh pemimpin sekte iblis yang dingin dan bijaksana, dengan perpaduan unik antara kekerasan masa lalunya sebagai Mafia dan kebijaksanaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BUBBLEBUNY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Langkah Baru, Rencana Besar
Suasana di lapangan utama masih dipenuhi semangat yang membara. Namun, di balik wajah tenang dan senyum tipis Ye Chen, tersembunyi sebuah pemikiran yang jauh lebih dalam dan luas. Dia bukan sekadar guru yang mengajarkan ilmu bela diri, dia adalah seorang Kaisar yang sedang membangun sebuah kerajaan kekuatan. Dan sebagai seorang Kaisar Iblis yang pernah menggetarkan langit dan bumi, caranya mendidik murid tentu saja berbeda dari aliran sesat atau sekte biasa lainnya. Ye Chen perlahan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar suasana kembali hening.
"Dengar baik-baik" Ucapnya dengan suara berat yang memancarkan wibawa mutlak.
"Latihan besok bukan hanya sekadar menghafal gerakan kaku atau memutar energi di dalam tubuh" Ucap Ye Chen dengan nada yang tiba-tiba berubah dingin dan tajam.
"Agar teknik ini bisa menjadi bagian dari darah dan daging kalian, kalian butuh pengalaman nyata. Kalian butuh pertarungan yang memacu adrenalin dan mempertaruhkan nyawa!" Lanjut Ye Chen dengan tatapan tajam yang menusuk jiwa.
"Namun... Sekte Langit kami tidak sekejam tempat lain. Aku tidak akan membiarkan murid-muridku mati sia-sia hanya karena kurang pengalaman" Ucapnya tiba-tiba dengan nada yang sedikit melembut namun tetap misterius.
Ye Chen menggerakkan jari-jarinya dengan gerakan rumit dan cepat. Di udara, ia mulai menggambar sebuah formasi raksasa yang tak terlihat mata biasa. Seketika, seluruh udara di sekitar lapangan bergetar hebat. Sebuah lapisan pelindung transparan yang memancarkan cahaya samar keemasan turun perlahan, menutupi seluruh area pertarungan yang luas itu. Aura yang terpancar dari lapisan itu sangat agung dan kuno, seolah-olah diciptakan oleh kekuatan para Dewa.
"Ini adalah... Formasi Reinkarnasi Ilusi" Jelas Ye Chen pelan, namun suaranya terdengar misterius dan berat.
"Di dalam area ini, hukum alam berubah. Jika ada yang terluka parah atau bahkan... kepala terpenggal dan nyawa melayang saat bertarung... kalian tidak akan benar-benar mati. Saat detik kematian itu datang, kesadaran kalian akan langsung ditarik keluar dan tubuh kalian akan dipulihkan sepenuhnya dalam sekejap mata" Ucapnya santai namun kalimat itu meledak seperti petir di telinga mereka.
"Jadi... kalian bisa bertarung dengan mati-matian, mengeluarkan serangan paling mematikan tanpa rasa takut akan kematian! Di sini... kematian hanyalah sebuah ilusi belaka!" ucapnya lantang, matanya memancarkan cahaya tajam.
Mata para murid seketika membelalak lebar, pupil mereka mengecil karena keterkejutan yang luar biasa. Napas mereka tertahan di tenggorokan, seluruh tubuh terasa kaku tak percaya dengan apa yang baru saja terdengar di telinga mereka. Formasi yang bisa meniru kematian dan menghidupkan kembali? Teknik yang sedemikian dahsyat dan misterius... bukankah itu adalah kekuatan yang melanggar hukum alam, melampaui batas aturan surga dan bumi? Hati mereka bergetar hebat. Di dunia ini, hanya makhluk legendaris setara Dewa atau Iblis Kuno yang mampu memanipulasi kehidupan dan kematian semudah membalikkan telapak tangan. Namun sekarang, pemimpin mereka bisa menciptakan ruang di mana kematian hanyalah sebuah permainan! Mereka akhirnya sadar... celah kekuatan yang dimiliki Ye Chen benar-benar berada di level yang tak terbayangkan oleh akal sehat manusia biasa!
"Gila... Pemimpin kami benar-benar monster..." Batin mereka semua gemetar bukan karena takut, tapi karena kagum setinggi langit.
"Gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin. Rasakan rasa sakit, rasakan ketakutan, tapi bangkit kembali! Hanya dengan cara itulah kalian bisa tumbuh dengan cepat!" Perintah Ye Chen tegas.
Setelah memberikan instruksi terakhir yang mengguncang hati para murid, Ye Chen tidak langsung bergerak. Ia menoleh perlahan, pandangannya menembus ke arah sudut langit yang tampak kosong namun terselimuti aura samar. Matanya yang biasanya tenang tiba-tiba berubah, memancarkan sinar hitam pekat yang dalam dan misterius hanya dalam sekejap mata. Tatapan itu bukan sekadar melihat, melainkan seolah-olah ia bisa menembus batas ruang dan waktu, seolah ada sesuatu atau seseorang yang sedang ia pantau dari kejauhan dengan waspada yang tinggi. Aura dingin dan menekan seketika menyebar dari tubuhnya, membuat udara di sekitarnya terasa berat sebelum akhirnya ia kembali menetralkan ekspresinya.
"Ayah... waktunya, roda takdir sudah mulai berputar. Sekarang... biarkan mereka merasakan apa itu pertarungan nyata yang sesungguhnya!" Bisiknya pelan namun tegas, seolah berbicara dengan sosok yang ada di dimensi lain atau kepada leluhur yang sedang mengawasi dari jauh.
"Biarkan mereka merasakan ketakutan, rasa sakit, dan perjuangan mati... agar mereka bisa tumbuh menjadi pilar yang kokoh di masa depan!" Ucapnya dalam hati, matanya kembali menatap murid-muridnya dengan tekad yang membara.
Hanya butuh beberapa napas, tiba-tiba angin berputar kencang di atas puncak gunung. Ruang dan waktu seolah terdistorsi. Dari celah ruang angkasa yang terbuka, ratusan sosok berpakaian hitam pekat mulai turun bagaikan hujan. Mereka berbaris rapi dengan langkah yang serempak dan berat, memancarkan aura yang mematikan namun sangat terlatih. Di barisan paling depan, berjalan seorang Kakek tua dengan pakaian sederhana namun memiliki tatapan mata yang dalam dan dingin. Dia adalah Mo Xie, tangan kanan kepercayaan Ye Chen, salah satu Jenderal utama dari Sekte Tianmo. Mereka semua berlutut serentak di hadapan Ye Chen dengan rasa hormat yang luar biasa dalam.
"Hamba Mo Xie, memimpin seluruh pasukan elit melapor kepada Kaisar!" Seru Mo Xie dengan suara rendah namun bergema.
"Berdirilah" Ucap Ye Chen singkat namun tegas, suaranya menggema jelas di telinga setiap murid.
"Bersiaplah... karena permainan sudah selesai. Sekarang... latihan sesungguhnya akan dimulai!" Serunya lantang, memancarkan aura yang siap mengguncang bumi.
Saat mereka perlahan berdiri mengikuti perintah, suasana di seluruh area latihan menjadi hening total. Para murid inti Sekte Langit menelan ludah dengan susah payah, jantung mereka berdegup kencang bagaikan genderang perang. Mata mereka tak lepas memindai barisan orang-orang baru yang muncul di hadapan mereka. Mereka bisa merasakan getaran energi yang dahsyat dan menekan orang-orang ini bukanlah orang biasa! Mereka adalah monster-monster kuat yang telah ditempa! Bahkan yang paling rendah di antara barisan tersebut pun memancarkan aura yang stabil dan kokoh, kekuatannya setara dengan Ranah Nascent Soul! Di dunia bela diri, level itu adalah kekuatan yang luar biasa bagi orang seusia mereka. Namun di sini, mereka hanyalah pasukan biasa! Mata Xiao Yu, Tie Niu, dan yang lainnya berbinar penuh antusiasme sekaligus kekaguman. Mereka akhirnya sadar... ini bukan sekadar kelompok kultivator, melainkan pasukan elit yang sesungguhnya! Pasukan yang siap mengguncang langit dan bumi!
"Kalian semua dengarkan baik-baik perintahku!" Suara Ye Chen tiba-tiba berubah menjadi dingin dan tegas, membelah udara.
"Mulai hari ini, kalian tidak lagi menyebut diri sebagai murid Sekte Tianmo. Lupakan identitas lama kalian untuk sementara waktu" Ucapnya tegas, menatap barisan pasukan elit tersebut dengan wibawa yang tak tertandingi.
"Mulai sekarang, kalian adalah Pasukan Bayangan Sekte Langit. Kalian adalah kakak kelas senior yang akan mengajari dan menguji murid-murid baru ini!" Ucapnya lantang, suaranya bergema dengan wibawa yang menggetarkan.
"Identitas asli kalian harus tetap menjadi rahasia. Tidak ada satu pun kata yang boleh terucap tentang asal-usul kalian. Jika ada yang membocorkan sedikit saja... hukum perang yang berlaku!" Tegas Ye Chen dengan aura membunuh yang samar.
"SIAP, KAISAR!!" Seru mereka serempak dengan suara yang menggetarkan bumi.
"Mo Xie" Panggil Ye Chen dengan suara berat dan tegas.
"Hamba di sini," Jawab Kakek Mo Xie cepat.
"Kau dan pasukanmu akan menjadi lawan tanding mereka. Jangan menahan diri. Hancurkan pertahanan mereka, buat mereka menangis dan merangkak. Tapi ingat... gunakan kekuatan kalian secara proporsional. Jangan sampai menghancurkan mental mereka, cukup tempa mereka menjadi baja!" Perintah Ye Chen.
"Baik, Kaisar. Hamba mengerti. Kami akan menjadi batu asahan yang paling keras untuk menajamkan pedang-pedang muda ini" Jawab Mo Xie dengan senyum licik. Dia sangat mengerti cara mendidik ala Tianmo keras, kejam, tapi efektif.
"Kalian lihat mereka?" Tanya Ye Chen sambil menunjuk pasukan Bayangan.
"Mereka adalah kakak senior kalian! Mereka telah melalui lautan pertumpahan darah dan pertarungan hidup mati ribuan kali! Mereka adalah veteran sejati yang ditempa oleh perang! Jadi besok... merekalah yang akan menjadi lawan tanding kalian! Hadapilah mereka dengan segala yang kalian miliki!" Ucap Ye Chen lantang, menunjuk ke arah barisan pasukan elit tersebut.
"Jangan harap mereka akan bersikap lemah lembut atau memanjakan kalian! Di tangan mereka, kalian tidak akan belajar kemewahan... kalian akan merasakan langsung apa itu neraka di dunia nyata! Tapi ingatlah baik-baik... hanya mereka yang bisa keluar dari neraka itu dengan selamat... hanya merekalah yang pantas disebut sebagai murid Sekte Langit dan muridku!" Ucapnya dingin, suaranya menusuk hingga ke tulang sumsum.
Malam itu, suasana di seluruh wilayah Sekte Langit terasa berbeda dari biasanya. Meskipun langit sudah gelap dan bintang-bintang bersinar, tidak ada satu pun sudut sekte yang benar-benar hening. Seluruh penghuni, mulai dari murid inti hingga pengurus, seolah kehilangan rasa kantuk. Mereka tidak bisa tidur nyenyak, bukan karena takut, tapi karena antusiasme dan juga sedikit ketegangan yang bercampur menjadi satu. Bayangan tentang pasukan elit yang memiliki kekuatan setara Ranah Nascent Soul terus berputar di benak mereka. Di sisi lain, di dalam kamar-kamar yang tersebar di seluruh kompleks sekte, para murid baru seperti Xiao Yu, Zhao Hao, Lin Yue, dan Tie Niu sibuk mempersiapkan diri sebaik mungkin. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu sedetik pun. Xiao Yu duduk bersila di atas tempat tidur kamarnya yang sederhana. Cahaya bulan masuk melalui celah jendela, menerangi wajahnya yang penuh fokus. Di tangannya, ia memegang erat gulungan kitab berwarna merah bata yang bersinar samar Teknik Pedang Penghancur. Ia membuka gulungan itu perlahan, matanya membaca setiap karakter kuno yang tertulis di atas kertas berkualitas tinggi. Ia tidak hanya membaca, tapi benar-benar meresapi setiap kata, menghafal setiap detail aliran energi yang harus dilewati, serta memahami filosofi di balik setiap tebasan yang dahsyat itu.
"Teknik ini... sungguh luar biasa. Setiap gerakannya membutuhkan stabilitas energi yang sempurna dan kekuatan mental yang baja!" Gumamnya pelan, matanya berbinar penuh kekaguman dan tekad.
Di sisi lain, Pasukan Bayangan dari Sekte Tianmo juga sedang mempersiapkan diri. Mereka menyembunyikan aura gelap khas iblis mereka, dan menyesuaikan diri dengan aura Sekte Langit. Mereka mengubah cara bergerak dan cara bertarung mereka agar sesuai dengan peran baru sebagai Kakak Senior. Mereka tidak marah atau merasa direndahkan dengan perintah ini. Justru sebaliknya, mereka merasa terhormat bisa membantu Kaisar mereka membangun kekuatan baru. Di Aula Utama, Ye Chen berdiri sendirian memandang bulan purnama. Wajahnya datar, namun di dalam hatinya tersusun sebuah rencana besar.
"Sekte Tianmo terlalu terkenal dengan kegelapan dan kekejamannya. Jika mereka muncul secara terbuka, dunia akan panik dan bersatu melawan kita" Batin Ye Chen menganalisis situasi.
"Tapi dengan menyembunyikan identitas asli mereka di balik nama Sekte Langit... mereka bisa bergerak bebas tanpa menimbulkan kecurigaan murid-murid baru ini akan mendapatkan latihan terbaik langsung dari para ahli perang sesungguhnya, dan pasukanku... mereka akan memiliki alibi yang sempurna untuk tetap berada di sini!" Ucap Ye Chen dalam hati, merenungi strategi besarnya.
"Lagipula... melihat anak-anak muda ini tumbuh di bawah bimbingan para Jenderal Iblis... sungguh pemandangan yang menarik" Senyum tipis terbit di bibir Ye Chen.
Ye Chen tersenyum tipis, menatap jauh ke arah cakrawala malam. Dia tahu betul, besok bukan sekadar latihan tanding biasa atau sekadar adu kekuatan fisik semata. Besok adalah hari di mana batas kemampuan mereka akan didorong hingga titik ekstrem. Di situlah benih-benih kehebatan yang selama ini ia tanam akan mulai menunjukkan warna aslinya. Siapa yang akan layu diterpa badai, dan siapa yang justru akan mekar menjadi bunga yang paling indah dan kuat di tengah badai? Jawabannya... akan terlihat besok pagi.
"Xiao Yu... Zhao Hao... Tunjukkan padaku... seberapa jauh kalian bisa melangkah di hadapan para Iblis Perang itu..." Gumam Ye Chen pelan di bawah sinar bulan.
"Buktikan bahwa benih yang telah aku tanam mampu tumbuh menjadi pohon raksasa yang bisa menahan badai apapun!" Ucapnya dalam hati, penuh keyakinan.
"Jangan mengecewakanku... karena besok... kalian tidak akan berhadapan dengan manusia biasa!" Bisiknya dingin, mengandung arti yang mendalam dan menakutkan.