NovelToon NovelToon
Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Menggantikan Pengantin Yang Kabur

Status: tamat
Genre:Nikah Kontrak / Pernikahan Kilat / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Vaelisse

Ketika kakaknya, Orla, kabur dari pernikahan dengan pria berbahaya bernama Lorcan, Pearl dipaksa menggantikannya demi menyelamatkan keluarga dari kehancuran.

Terjebak dalam pernikahan kontrak dengan pria dingin yang seharusnya menikahi orang lain, Pearl harus hidup dalam kebohongan yang bisa merenggut nyawanya kapan saja jika kebenaran terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vaelisse, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Keesokan malamnya, pesan masuk ke ponsel Lorcan.

Video singkat, seorang perempuan, perawat yang biasa merawat ibu Pearl, duduk terikat di ruangan yang tidak dikenal. Sehat, tapi ketakutan.

Pesan menyusul setelahnya.

"Bawa Pearl ke dermaga tua di tepi sungai malam ini. Sendiri. Jika ada polisi atau pengawal, perawat ini yang pertama menanggung akibatnya. Target berikutnya adalah ibunya."

Lorcan sudah berdiri dan mengancingkan jasnya sebelum Pearl sempat berkata apa pun.

Pearl menahannya.

"Dia memintaku, Lorcan. Dia ingin melihat keturunan Rowan memohon padanya."

"Kamu tidak akan ke sana."

"Kita akan pergi bersama." Pearl mengeluarkan sesuatu dari laci mejanya, alat pelacak kecil yang biasa ia sisipkan di kotak pengiriman pastry mahalnya. "Tapi dengan rencana. Dia mengira aku masih Pearl yang sama seperti dulu. Biarkan dia berpikir begitu."

**

Dermaga tua itu sunyi dengan cara yang berbeda dari sunyi yang nyaman.

Angin dari sungai membawa dingin yang menusuk, aroma air dan besi berkarat yang bercampur menjadi sesuatu yang terasa seperti peringatan. Lorcan dan Pearl muncul dari kegelapan bersama, bayangan mereka panjang di bawah lampu sorot dermaga yang kecil dan jauh.

Cormac berdiri di atas tumpukan peti kayu tua, memegang alat picu di tangannya. Ia lebih tua dari yang Pearl bayangkan, rambut keperakan, wajah yang penuh dengan garis-garis yang tidak semuanya dari usia, tubuh yang kurus dengan cara orang yang sudah lama hidup dengan amarah sebagai satu-satunya makanannya.

"Putri Rowan!" suaranya parau, bergema di atas air yang gelap. "Lihatlah betapa janggalnya hidup ini. Kamu berdiri di sini dengan pria yang keluarganya ikut menenggelamkan ayahmu."

"Lepaskan perawat itu, Cormac," suara Pearl stabil. "Dia tidak ada hubungannya dengan ini."

"Ayahmu menghancurkan hidupku!" Jari Cormac gemetar di atas tombol picu. "Aku kehilangan segalanya! Keluargaku! Reputasiku! Tahun-tahun hidupku di balik jeruji untuk sesuatu yang bukan salahku!"

"Ayahku sudah membayar dosanya," kata Pearl, melangkah maju satu langkah meski Lorcan menahannya. "Dia meninggal dalam kehancurannya sendiri. Jika kamu ingin menuntut hutang darah, kamu tidak akan mendapatkannya dariku. Tapi jika kamu ingin keadilan yang sesungguhnya, keadilan yang tidak melibatkan perempuan tak bersalah yang terikat di ruangan gelap, mari kita bicara seperti manusia."

"Keadilanku adalah melihat Lorcan menangis saat kamu hancur di depannya!"

Lorcan melangkah ke depan Pearl.

Menutupinya dengan tubuhnya sendiri.

"Ambil nyawaku, Cormac." Suaranya tidak bergetar. "Aku yang punya kuasa untuk menolong dulu tapi memilih diam. Pearl tidak tahu apa pun tentang keputusan itu. Ini antara aku dan kamu."

Di kejauhan, suara pertama terdengar gerakan, langkah-langkah yang terkoordinasi di antara kontainer dan peti kayu. Tim taktis yang sudah dikoordinasikan melalui jalur yang tidak melibatkan nama siapa pun secara resmi mulai mengepung area itu.

Cormac panik.

Jarinya menekan tombol, tapi sesuatu menghantam pergelangan tangannya sebelum sinyal terkirim. Alat itu terlepas, jatuh ke sungai, meledak di air yang gelap jauh dari gudang tempat perawat itu disekap.

Dalam kekacauan yang terjadi setelahnya, Cormac mencoba melompat ke arah Pearl dengan pisau di tangannya.

Lorcan menangkap lengannya.

Mereka bergulat di tepi dermaga, kayu tua berderit di bawah berat keduanya, air gelap menunggu di bawah. Pearl berteriak.

"Lorcan!"

Lorcan berhasil menjatuhkan Cormac ke lantai dermaga. Tapi pisau itu sempat menemukan sasarannya, menyayat lengan Lorcan, darah segar membasahi lengan kemejanya yang putih.

Polisi meringkus Cormac dalam hitungan detik.

Pearl berlari ke arah Lorcan. Tanpa berpikir, ia merobek bagian bawah jaketnya dan membalut luka di lengan itu dengan tangan yang tidak sepenuhnya bisa diam.

"Kamu gila," bisiknya, air matanya jatuh tanpa ia minta. "Kenapa selalu harus seperti ini?"

Lorcan meringis, tapi tersenyum. Senyum yang tidak pernah Pearl lihat sebelumnya, senyum seseorang yang sudah melewati sesuatu dan keluar di sisi yang lain.

"Karena aku tidak ingin kehilangan kesempatanku untuk sarapan di tokomu besok pagi."

Pearl menatapnya.

Lalu tanpa kata-kata, ia menarik Lorcan ke dalam pelukannya, bukan dengan cara yang hati-hati seperti bulan-bulan terakhir, bukan dengan jarak yang selalu ia jaga. Tapi dengan cara seseorang yang baru saja hampir kehilangan sesuatu dan baru sekarang menyadari seberapa besar artinya.

**

Di ambulans, Pearl menggenggam tangan Lorcan yang tidak terluka.

"Masa lalu memang tidak pernah benar-benar pergi, ya," katanya pelan.

"Mungkin tidak" jawab Lorcan. Kepalanya bersandar ke bahu Pearl, gerakan kecil yang terasa seperti hal terbesar yang pernah ia lakukan. "Tapi selama kita menghadapinya ke arah yang sama, ia tidak akan bisa menangkap kita."

Pearl menatap langit-langit ambulans yang putih dan polos.

Tapi jauh di kegelapan di luar jangkauan lampu ambulans, sebuah mobil hitam terparkir diam. Seseorang di dalamnya mematikan sesuatu dan mengangkat ponselnya.

"Cormac gagal. Kita tidak lagi menyerang orangnya, kita serang fondasinya. Biarkan kerajaannya terbakar dari dalam, dan kita lihat seberapa lama dia bisa bertahan."

Pintu mobil tidak terbuka.

Mesin tidak menyala.

Mobil itu hanya duduk di sana dalam gelap, menunggu.

Dan babak berikutnya baru saja dimulai.

1
Dede D
ceritanya sangat bagus
Dede D
lanjut kak
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Gegara Kk nya, adikny jdi korban😭
Dan demi ibunya, pearl rela melaksanakan pernikahan yg ia sendiri tidak mau sbnrnya🙏😓
Reni Anjarwani
lanjut thor semanggat doubel up
Vaelisse: makasii kak, jangan lupa like dan komen nya ya 😀
total 1 replies
Juli Queen
bagus
Juli Queen
kaa kapan update nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!