NovelToon NovelToon
Transmigrasi Jadi Figuran

Transmigrasi Jadi Figuran

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Romantis / Harem / Tamat
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: anak rapuh

Mati karena peluru lalu jiwa bertransmigrasi ke dalam raga seorang yang ternyata adalah seorang figuran tanpa nama yang miskin. Anin pun bertekad untuk merubah takdir nya memanfaatkan wajah polos raga barunya ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anak rapuh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cph 27

Sekarang forum sekolah di ambil alih oleh Arsen dkk, admin asli nya ya bisa pasrah saja lagipula dia kan cuma orang kecil.

Video dewasa dengan kualitas bagus itu tayang yang membuat heboh satu sekolah. Mereka langsung mengirimkan komentar pedas tidak jauh dari kalimat 'lonte, jalang, pelacur'.

Lihat deh, kok dia masih bisa masuk sekolah?

Kalau gue sih malu

Jalang kek dia pantes nya mati!

Iyuhh lonte!

Sora yang berjalan merasa risih dengan tatapan mata mereka. Saat masuk kelas pun dia juga mendapatkan cibiran tidak enak.

"Wah wah! Lihat siapa yang masuk." sinis Nadia.

"Pelacur level kosong!" teriak seisi kelas sambil tertawa kecuali Ara.

"Kalian kenapa sih?!"

Sora memang sadar kalau pagi tadi dirinya seperti habis berhubungan intim. Dia sangat tahu, tapi karena sebelumnya dia minum-minum dengan Arsen dkk jadi Sora berpikir kalau mereka lah yang melakukannya. Jadi dia datang ke sekolah dengan rasa percaya diri, dia juga sengaja memamerkan tanda merah keunguan di lehernya.

"Leher kamu kenapa Sora?" tanya Ara.

"Kok merah-merah?" lanjut nya.

"Hasil ngejalang itu!" ucap Nadia.

"Apa sih lo!" sentak Sora tidak terima dengan ucapan Nadia. "Ini gue dapetin dari Arsen dan temen-temennya!" smirk Sora menatap penuh kemenangan ke arah Ara.

Nadia tergelak mendengar itu. TDarianya di iringi oleh murid dalam kelas itu. "Kak Arsen? Hahaha...! Aduh perut gue sakit sialan..." Nadia menghapus jejak air matanya, saking lucunya dia tertawa sampai menangis.

"Ini kak Arsen dkk? Pffftt..!" Nadia memutar video dewasa yang menampilkan adegan panas Sora dengan tiga pria buncit dan jelek.

Sora pucat pasi melihat itu. Dia tidak bisa mengatakan kalau dirinya di lecehkan karena di video itu dirinya agresif sekali. Kemungkinan pengaruh alkohol.

Mengerasakan rahangnya Sora bergerak menarik rambut Ara lalu menghantamkan kepala gadis itu ke atas meja.

Prak!

"Akhh!"

Kejadian nya terlalu cepat sehingga Nadia tidak sempat mencegah itu. Ara sendiri sudah terluka di pelipisnya tapi Sora tidak terlihat ingin melepaskan jambakan nya.

"LEPASKAN ARA SORA!!" teriak Nadia nyaring. Dalam keadaan panik hanya satu yang terpikirkan oleh gadis itu. "Kalian! KALIAN PANGGIL KAK ARSEN ATAU SIAPAPUN CEPAT!" pekik Nadia. Beberapa murid kelas X itu langsung berlari keluar mencari lima orang itu.

"Kak gawat! Ara sedang di rundung sama Sora!" adu salah satu murid yang sekelas sama Ara.

Arsen dkk yang baru sampai langsung berlari ke kelas Ara.

"ANJING SORA!" raung Julian.

"ARGHHH!"

"BANGSAT MATI LO!"

Tidak ada yang berani menahan amarahnya Julian. Laki-laki itu menarik rambut Sora dengan sangat keras. Lalu membenturkan nya ke tembok membuat darah lengket di sana.

Sora sudah terduduk lemas di lantai tapi Julian tidak sedikitpun ingin mengakhiri kemarahannya.

"Kalian keluar dari sini!"

Mereka segera bubar meninggalkan kelas. Ara juga di langsung di gendong oleh Darius.

"Jul, sisain juga buat kita ya!"

Julian mengangguk menanggapi ucapan Darian. Tentu saja, dia akan menyisakan nyawa Sora untuk keempat sahabatnya itu.

Mereka menatap penasaran kepada Ara yang di gendong, apalagi dengan keadaan berdarah. Namun ekspresi penasaran mereka berubah menjadi ngeri saat melihat Julian yang menyeret Sora melalui rambutnya.

"Para iblis cilik itu!" geram Pramudita. Dia langsung mendapatkan laporan dari kepala sekolah PHS kalau ada serentetan kejadian di sekolah yang sudah menjadi hak miliknya itu.

Pramudita segera menyuruh Arnold— asisten pribadi nya untuk membersihkan beberapa kekacauan itu. Sebenarnya dirinya tidak masalah kalau media tahu tapi itu akan mencoreng nama PHS. Bisa gawat kalau sekolah itu di tutup oleh pemerintah.

"Semuanya sudah terkendali tuan, video itu sudah saya hilang kan. Apakah saya perlu mengurus siswa itu juga?"

Pramudita menggeleng. "Jemput Larasati, antar dia ke rumah sakit. Katakan aku akan menyusul nanti."

"Baik tuan."

Lagi, Pramudita menghela nafas berat. Sangat menjengkelkan kalau dia teringat wajah kelima pemuda itu.

"Sebenarnya apa yang Ara lihat dari mereka sih!" decak Pramudita.

***

"Anu ... Dipka a-aku mau pulang."

"Kamu tidak betah di sini? Bukankah di sini lebih enak daripada rumah mu?"

Mora akui, rumah besar Dipka lebih enak daripada rumah kecil nya tapi dia tidak nyaman dengan keberadaan Dipka. Pria itu terlihat aneh dan menakutkan, selalu mengatakan kata-kata yang Mora tidak mengerti.

"Seekor kelinci kalau sudah tertangkap pemburu dia tidak bisa kabur lagi, kecuali si pemburu yang membuang nya."

Lihat kan, Mora tidak mengerti apa yang di katakan oleh Dipka. Apakah memang semua orang dewasa berbicara seperti ini?

"Aku tidak mengerti!"

"Kamu boleh keluar saat aku yang mengijinkan!"

Guys kalian pada komen like vote lah follow juga sepi banget😭

1
Mamta Okta Okta
lanjut thor semangat 💪💪...
Murni Dewita
👣
Wahyuningsih
q mampir thor
Kaia.therae𖤐𓆰✧
lanjut aja
Rus Mia
ya thor kalau pindah kabarin ya,,
Rus Mia
lanjut thor cerita bagus,,
semangat buat auto ya 💪💪💪
Ayu Aulia
malas bangat depanya sja suda kaya gini
anakkasian: gausa dibaca ka hehe
total 1 replies
anakkasian
bingung buat lanjutin ini apa ngga
Septiani Nana: lanjt
total 4 replies
anakkasian
gaiss jujur ya aku kek masi bingung gitu, aku nulis di noveltoon apa tempat lain soalnya noveltoon ga kaya dulu😭🙏🏻
meiji: hi author... senyamannya author aja kabarin kalo pindah ya thor 🫶
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!