NovelToon NovelToon
GARIS WAKTU YANG PATAH

GARIS WAKTU YANG PATAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Time Travel / Misteri
Popularitas:151
Nilai: 5
Nama Author: Hyouketsu no Namie

Arka selalu mengira air mata adalah tanda kelemahan—sampai dia menyadari air matanya bisa membuka pintu menuju masa lalu.

Setiap kali kesedihannya mencapai titik paling dalam, dunia di sekelilingnya luntur, dan ketika dia membuka mata lagi, dia sudah berada di hari yang berbeda—hari-hari sebelum ibunya tiada. Bagi Arka, ini adalah keajaiban yang selama ini dia doakan: kesempatan untuk mengubah segalanya, untuk membuat ibunya tetap hidup.

Tapi waktu tidak memberi tanpa mengambil.

Setiap kali Arka mengubah satu detik di masa lalu, satu orang dari masa depannya menghilang—bukan mati, tapi terhapus, seolah tak pernah ada. Sahabat yang selalu ada untuknya. Seseorang yang dia cintai. Bahkan dirinya sendiri, versi demi versi, mulai memudar dari dunia yang dia kenal.

Arka harus memilih: berhenti sekarang dan menerima kehilangan yang sudah terjadi, atau terus melangkah lebih jauh ke masa lalu—mempertaruhkan semua yang tersisa—demi satu pelukan terakhir dari ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hyouketsu no Namie , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pewaris Cerita

Tahun-tahun berlalu dengan tenang. Kirana tumbuh menjadi remaja, lalu dewasa—mengikuti jejak Arka, menemukan minatnya sendiri dalam menulis, terutama menulis cerita.

Suatu sore, saat Kirana berusia tujuh belas tahun—angka yang tidak pernah Arka lewatkan maknanya—dia datang ke ruang kerja Arka, membawa sebuah buku catatan.

"Pa," katanya, "aku nulis sesuatu. Boleh aku bacain?"

"Tentu, sayang."

Kirana duduk, membuka buku catatannya, dan mulai membaca—sebuah cerita pendek yang dia tulis untuk tugas sekolah. Cerita tentang seorang anak yang menemukan surat dari neneknya yang sudah meninggal, surat yang berisi pesan tentang cinta yang melampaui waktu.

Arka mendengarkan, merasakan sesuatu yang familiar—bukan karena Kirana tahu tentang perjalanan waktunya (dia tidak pernah menceritakannya pada Kirana secara detail), tapi karena entah bagaimana, esensi dari semua yang telah Arka alami—cinta, kehilangan, penerimaan—mengalir secara alami ke dalam cerita yang ditulis putrinya, seolah diwariskan tanpa kata-kata.

"Itu bagus banget, Kirana," kata Arka, suaranya bergetar sedikit. "Beneran bagus."

"Makasih, Pa," kata Kirana, tersenyum. "Aku... aku terinspirasi dari surat Nenek. Yang Papa tunjukin ke aku waktu itu. Aku selalu kepikiran—gimana rasanya, dapet pesan dari orang yang udah nggak ada, tapi pesannya tetep ngerasa... hidup."

Arka mengangguk, tidak bisa berkata-kata untuk sesaat.

Malam itu, setelah Kirana tidur, Arka duduk di ruang kerjanya, menatap foto-foto di dinding—foto Damar dan dirinya kecil, foto pernikahannya dengan Nadia, foto-foto Kirana dari bayi hingga sekarang, foto orang tuanya.

Dia mengambil pena, dan untuk pertama kalinya, mulai menulis—bukan untuk dipublikasikan, bukan untuk siapa pun secara khusus, tapi untuk dirinya sendiri, dan mungkin, suatu hari, untuk Kirana, atau anak-anaknya, atau siapa pun di masa depan yang mungkin membutuhkan kata-kata ini.

"Untuk siapa pun yang membaca ini di masa depan—

Aku tidak tahu siapa kamu, atau dunia apa yang kamu tinggali. Tapi jika kamu, seperti aku, pernah merasa bahwa hidupmu adalah pertukaran—bahwa kebahagiaanmu datang dengan mengambil sesuatu dari orang lain, atau dari dirimu sendiri—aku ingin kamu tahu sesuatu.

Cinta tidak bekerja seperti matematika. Tidak ada 'total' yang harus seimbang, tidak ada 'hutang' yang harus dibayar dalam jumlah yang sama. Cinta yang kamu berikan tidak mengurangi cinta yang tersisa untuk orang lain. Dan cinta yang kamu terima tidak datang dengan mengambil dari siapa pun.

Aku pernah berpikir bahwa keberadaanku sendiri adalah sebuah anomali—sesuatu yang seharusnya tidak ada, mencuri tempat dari versi lain dari diriku. Tapi aku sekarang percaya, setelah semua yang aku alami: tidak ada 'versi yang seharusnya'. Hanya ada versi yang ada, sekarang, di sini—dan versi itu, betapapun rumit jalannya untuk ada, berhak untuk hidup sepenuhnya.

Jika ada bagian dari dirimu yang bertanya-tanya apakah kamu 'cukup'—aku ingin kamu tahu: kamu cukup. Bukan karena kamu sempurna, atau karena kamu tidak membuat kesalahan, atau karena hidupmu tidak rumit. Tapi karena kamu di sini. Dan ada orang-orang yang mencintaimu karena kamu di sini—bukan versi lain darimu, bukan kemungkinan lain. Kamu.

Aku menyayangi banyak orang dalam hidupku—beberapa yang masih ada, beberapa yang sudah pergi, dan beberapa yang hanya pernah ada sebentar, dalam cara yang sulit dijelaskan. Semua cinta itu nyata. Semua cinta itu berharga.

Terima kasih sudah membaca ini. Dan jika kamu sedang merasa kehilangan, atau bingung tentang siapa dirimu—aku harap kamu menemukan kedamaian yang aku temukan. Pelan-pelan. Dengan caramu sendiri.

Dengan cinta,

Arka."

Dia melipat surat itu, menyimpannya di kotak kayu yang sama tempat dia menyimpan surat-surat lain—surat dari ibunya, catatan-catatan lama. Sebuah warisan, dari satu generasi ke generasi berikutnya, dari satu hati ke hati lainnya.

Di luar, malam tenang, bintang-bintang mulai terlihat di antara awan yang mulai menghilang setelah hujan sore. Arka berdiri di jendela, menatap langit, dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya—dalam dunia mana pun—dia merasa benar-benar di tempat yang seharusnya.

Tidak sebagai "anomali". Tidak sebagai "pengganti". Tapi sebagai Arka—hanya Arka—yang hidup, mencintai, dan dicintai, di dunia ini, sekarang.

1
Wawan
Salam kenal untuk Arka ✍️💪
HYOUKETSU NO NAMIE: Salam kenal juga kak🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!