NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:341
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 Musuh dari masalalu (EPILOGI)

Malam itu hujan turun deras.

Petir sesekali menyambar langit gelap di atas Penjara Khusus Nusa Kencana, sebuah fasilitas berkeamanan tinggi yang menampung para kriminal paling berbahaya di negeri ini.

Di sebuah sel isolasi yang berada jauh di bawah tanah, seorang pria tua duduk tenang di atas ranjang besi.

Rambutnya sudah memutih.

Wajahnya dipenuhi kerutan.

Namun sorot matanya masih tajam seperti pisau.

Pria itu adalah mantan anggota pendiri Black Lotus yang identitasnya selama ini dirahasiakan dari publik.

Namanya...

Aditya Pranegara.

Bahkan Rian dan Kakek tidak pernah mengetahui bahwa pria ini masih hidup.

Selama puluhan tahun, dunia percaya Aditya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan kapal.

Padahal kenyataannya tidak.

Ia sengaja menghilang.

Membangun jaringan bayangan yang bahkan lebih rahasia daripada Black Lotus.

Dan malam itu...

Seorang sipir menghampiri selnya.

"Bapak mendapat kunjungan."

Aditya tersenyum tipis.

"Sudah datang akhirnya."

Di ruang kunjungan khusus.

Seorang pria bertubuh tinggi berdiri membelakangi pintu.

Setelan hitam mahal membungkus tubuhnya dengan sempurna.

Usianya sekitar tiga puluh lima tahun.

Saat mendengar langkah kaki Aditya, pria itu perlahan berbalik.

Tatapan mereka bertemu.

Aditya tersenyum.

"Aku mulai mengira kau tidak akan datang."

Pria itu duduk santai.

"Aku hanya memastikan semuanya berjalan sesuai rencana."

"Lalu?"

"Black Lotus sudah runtuh."

Aditya mengangguk puas.

"Itu memang tujuan kita."

Pria itu mengambil sebuah map dari tasnya.

Di dalamnya terdapat puluhan foto.

Foto Arkan.

Foto Kiara.

Foto keluarga Narendra.

Foto perusahaan Narendra Cosmetics.

"Sekarang tinggal mereka."

Senyum Aditya perlahan menghilang.

Tatapannya berubah dingin.

"Darah keluarga Narendra harus membayar dosa masa lalu."

Sementara itu...

Di mansion keluarga Narendra.

Suasana hangat memenuhi ruang makan.

Kiara terlihat semakin bahagia sejak mengetahui dirinya hamil.

Arkan bahkan menjadi suami yang jauh lebih protektif dari biasanya.

Terlalu protektif.

"Jangan berdiri terlalu lama."

"Aku cuma mau ambil air minum."

"Aku ambilkan."

"Arkan."

"Jangan naik tangga cepat-cepat."

"Arkan."

"Jangan begadang."

"ARKAN!"

Pria itu langsung diam.

Pak Narendra tertawa terbahak-bahak.

"Kau bahkan lebih panik daripada calon ibunya."

Arkan mendesah.

"Aku hanya khawatir."

Kiara menggenggam tangan suaminya.

Dan seketika ekspresi Arkan melunak.

"Aku tahu."

Tatapan mereka penuh kasih sayang.

Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama.

Karena tiba-tiba ponsel Arkan berdering.

Nomor tidak dikenal.

Arkan mengangkatnya.

"Halo?"

Tidak ada jawaban.

Hanya suara napas.

Lalu sebuah suara pria terdengar pelan.

"Selamat atas calon anakmu."

Tubuh Arkan langsung menegang.

"Siapa ini?"

"Ternyata kau benar-benar bahagia sekarang."

"Siapa kau?!"

Suara itu tertawa kecil.

Kemudian sambungan terputus.

Arkan segera mencoba menelepon kembali.

Nomor tidak aktif.

Kiara mulai cemas.

"Ada apa?"

Arkan tidak langsung menjawab.

Nalurinya mengatakan sesuatu yang buruk sedang mendekat.

Sangat buruk.

Malam harinya.

Arkan menghubungi Rio.

Mantan kepala keamanan khusus yang selama ini membantunya membongkar Black Lotus.

Satu jam kemudian Rio tiba di mansion.

"Ada masalah?"

Arkan menyerahkan ponselnya.

Rio mendengarkan rekaman panggilan yang berhasil tersimpan.

Ekspresinya langsung berubah serius.

"Aku pernah mendengar suara ini."

Arkan mengangkat kepala.

"Apa?"

Rio memutar ulang rekaman itu.

Lalu menunjuk layar.

"Pria ini bukan anggota Black Lotus."

"Kalau begitu siapa?"

Rio terdiam beberapa saat.

Seolah ragu untuk menjawab.

Kemudian ia menarik napas panjang.

"Kalau tebakanku benar..."

Suasana ruangan mendadak menjadi tegang.

"...maka kita sedang berhadapan dengan organisasi yang jauh lebih berbahaya."

Arkan mengepalkan tangannya.

"Apa namanya?"

Rio menatapnya serius.

"Wings of Hades."

Hening.

Bahkan Pak Narendra yang duduk di dekat mereka tampak pucat.

Kiara memperhatikan perubahan wajah semua orang.

"Apa itu?"

Rio menjawab perlahan.

"Organisasi yang dulu menjadi mentor Black Lotus."

Mata Arkan membelalak.

"Mustahil."

"Itu yang selama ini dipercaya."

Rio menatap semua orang satu per satu.

"Tapi menurut data rahasia pemerintah... Wings of Hades tidak pernah benar-benar hancur."

"Dan jika mereka mulai bergerak..."

Rio menggenggam pistol di pinggangnya.

"...maka perang yang sesungguhnya baru akan dimulai."

Di luar mansion...

Seseorang berdiri di balik kegelapan sambil mengamati rumah keluarga Narendra dari kejauhan.

Tatapannya tertuju pada jendela kamar Kiara.

Lalu perlahan ia tersenyum.

"Target telah ditemukan."

Ia menekan tombol di alat komunikasi kecil di telinganya.

"Operasi Phoenix dimulai."

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!