NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. dewa Hades dan siluman serigala bersaing

Dia seperti nya perhatian sekali denganmu? Pake tanya kamu kemana aja?" Sifat cemburu Arka kambuh lagi, ucapan juteknya itu membuat Nayyara terkekeh geli, ini senangnya kalo punya pacar posesif.

"Dia hanya kakak sepupunya sahabatku aja mas, tadi kan aku sudah bilang, kamu aja curigaan terus" Arkanendra hanya memajukan bibirnya lalu masuk ke pintu mobil setelah membukakan juga pintu untuk Nayyara.

"Halah hanya kakak sepupunya sahabatku, Tapi kamu memanggilnya bang Adimas dengan mesra?" Arka menyalakan mesin kendaraan itu dan membawa mobilnya pergi dari parkiran taman kota, di sebelahnya Nayyara hanya mendekap lengan tersenyum tipis, lalu memajukan wajahnya ke dekat wajah tampan pria itu.

"Berhenti terus mengomel pak Arka.....aku kenal dengan bang Adimas itu sudah lama, dia sudah seperti kakakku sendiri, jangan cemburuan......" Nayyara mencium pipi Arka yang masih dongkol dan mengedipkan matanya genit. "Ih kamu menggemaskan sekali jika cemburu....uh~ pacarku imut sekali seperti anak kelinci, bikin aku makin cinta aja nih" Goda Nayyara dengan terus tersenyum dan menjawili wajah tampan kekasihnya.

"Aish diam aku masih kesal!" Arka menyahut malas, namun akhirnya dia meraih tangan Nayyara dan menggenggamnya hangat. 

"Mulai sekarang kamu harus lebih hati-hati sayang, di sekitarmu belum tentu semuanya orang baik apalagi bukan hanya bangsa Vampir yang mengincar kamu Nay, mulai sekarang kamu hanya boleh mempercayai aku"

"Iya aku paham..... Pak jaksa Arka"

"Yak jangan memanggilku seperti itu, geli dengarnya !" Arka kesal lagi meski Nayyara terbahak-bahak melihat tampang Arka yang bete.

*

*

Pagi ini Arka akan berangkat ke kantor kejaksaan, karena misinya bersama Marcus dan beberapa anggota reserse kepolisian akan di mulai nanti malam, tentu saja dia berangkat dari apartemen yang dia tinggali dengan Nayyara sejak beberapa hari lalu, hubungan mereka kian dekat dan mesra, kadang Arka mengantar Nayyara ke rumah gadis itu untuk mengambil barang, dan beberes di rumah sana berdua.

Meskipun Arka masih melarang Nayyara balik tinggal lagi ke rumahnya sendiri, Arka takut teror dari vampir bisa datang lagi, tiba-tiba dia sampai berpikir akan menikahi Nayyara saja dalam waktu dekat, dia akan membawa Nayyara ke Mommy dan Daddy nya, daripada orang tuanya nanti masih sibuk mencarikan dia jodoh terus.

Ini keputusan Arka yang paling besar, lagipula mereka harus tidur bersama juga sebelum batas umur Arka berakhir 10 hari lagi, tak terasa 10 hari lagi dia harus bermain dengan takdirnya, jika Arka tak mau bertanggung jawab atas Nayyara setelah menghisap madu, itu berarti dia cuma mengambil keuntungan saja dari gadis itu, Arka tak mau menjadi pria pengecut seperti itu.

Pak Denis yang biasa menemuinya tumben tak pernah kelihatan lagi, namun Arka malah senang karena tak direcoki orang aneh itu.

Tadi Arka juga sudah memberi belati hitamnya itu pada Nayyara, dia mewanti-wanti Nayyara agar menggosok benda itu jika dia dalam bahaya agar Arka bisa langsung datang, kebetulan hari ini Nayyara bilang jika akan ke galeri untuk pertemuan pameran lukisan, jadi tadi Arka sudah meminta Denny yang biasa mengawal keluarganya, untuk mengantar gadis itu nanti siang. 

Pria itu menghentikan mobil Porsche sport putihnya setelah merasa ada yang mengikuti mobilnya saat dia dia hampir sampai di gedung kejaksaan, dengan bibir menyeringai Arka turun dari mobil Porsche putihnya dan bertulak pinggang menunggu pengemudi mobil Toyota Veloz merah itu juga turun.

"Kamu lagi?" Wajah Arka terlihat tak bersahabat begitu melihat Adimas yang ternyata tadi mengikuti mobilnya.

"Apa maumu hah? Kamu ternyata hobi sekali menguntit ya pak Adimas!?" Ketus Arka masih bertulak pinggang dengan tak ramah.

"Aku tak ada urusan sama kamu kasus kamu sudah kalah!" Bentak Arka jutek.

"Tak usah basa-basi aku tahu siapa kamu sebenarnya pak jaksa?" Adimas juga menjawab tak kalah juteknya, wajah Arkanendra yang tadinya marah berubah kaget, lalu kedua mata Adimas tiba-tiba bersinar putih dengan terang, membuat Arka tersenyum miring

"Sudah kuduga? Aku mencium bau siluman di tubuhmu, rupanya kamu siluman serigala putih? Apa kamu mengincar pacarku hah?"

Adimas menyeringai sinis, lalu tiba-tiba posisi mereka berpindah di tempat gelap yang menyerupai sebuah hutan dengan banyak pohon besar yang sangat lebat dan tinggi.

"Kamu bisa tahu siapa aku? Kamu pasti bukan dari bangsa manusia?" Adimas yang yakin pria di depannya ini bukan makhluk sembarangan, sepertinya Arkanendra terlihat cuma seorang Jaksa di Kejaksaan Agung, namun dia memiliki sisi gelap lain yang semua orang tak tahu.

Adimas makin penasaran, karena dia tak mencium bau Vampir atau siluman, apalagi bau monster pada tubuh pria itu, malah tercium bau tanah yang pekat bercampur dengan air, siapa sebenarnya Jaksa Arka ini.

Arka menyeringai lalu mengeluarkan busur perak dari kukunya yang berubah hitam, Adimas yang kaget juga langsung menghindar dari lemparan senjata tajam itu, dia melompat ke belakang dengan gesit.

"Dasar siluman?" Sengit Arka dengan meremehkan, wajah Adimas kesal dan memerah hingga telinga, seketika dia mengeluarkan pedang panjang yang tajam, siap menyerang Arka yang tadi mengejeknya.

Trang!!"

Dua pria itu terlihat baku hantam, saling menyerang dengan senjatanya hingga suara benturan dua senjata itu terdengar nyaring. 

Trang!!

"Apa maumu mendekati Nayyara?! Kamu pasti tak bermaksud baik? Jangan harap bisa mengincar energi murni nya!" Kesal Adimas.

"Jangan sok tau dengan urusan orang!! Rupanya kamu tau soal Nayyara, tapi maaf Nayyara dan aku itu pasangan yang serasi tau!" Arkanendra menjawab sembari terus menangkis serangan pedang Adimas, busur di tangannya terjatuh karena sabetan pedang Adimas.

Kemudian dari wujud normal tadi Adimas berubah wujud memakai jubah putih dan terus mengayunkan pedangnya.

"Siapa kamu hah? Kenapa kamu pindah busur ku?!" Arka tertawa sinis, wujudnya kini juga berubah dari tadinya manusia normal, menjadi makhluk menakutkan dengan jubah hitam panjang dengan banyak sulur dan sayap besar hitam di punggungnya, kelopak mata Arka yang menghitam juga bola matanya yang merah menyala, saat ini dia telah kerasukan wujud dewa Hades hingga berubah wujud, di sekeliling tubuh Arka terlihat kabut hitam sangat pekat menyelimuti tubuhnya, hingga membuat mata Adimas melotot lebar.

"Kamu! ka...kamu ~~~!?" Pria siluman white wolf itu terpengarah dengan sekujur tubuh gemetar. Arka berjalan mendekati pria itu, mengetukkan kakinya di tanah keras dan seketika potongan tulang belulang dari binatang serigala keluar dari tanah tepat di bawah kakinya.

"Aum!!!" Raungan mahluk zombie tulang itu terdengar.

"Bunuh dia! Jangan Berhenti sebelum dia mati!" Perintah Arka pada potongan tulang binatang buas itu.

"Kamu dewa Hades? Kamu dewa kematian?" Adimas mundur dengan kaget, dia tahu hanya dewa kematian yang bisa membangkitkan tulang belulang yang terkubur di dalam tanah dan memerintahkan sesukanya pada tulang zombie itu, Arka tersenyum miring, untung saja semalam dia mendapatkan banyak energi murni dari Nayyara, meskipun mereka cuma berpelukan dan berciuman panas saja.

Trang!!

Potongan tulang itu menyerang Adimas dengan membabi buta, setelah Arka menunjuk musuh di depannya, jadilah Adimas sekarang sibuk bertarung dengan potongan tulang dari serigala itu.

"Kamu benar pak Adimas....aku memang keturunan dari dewa Hades, tepatnya kepingan jiwa murninya ada di dalam tubuh ku, jadi jangan mencari masalah denganku lagi bangsa siluman, aku takkan segan menghabisi kamu......." 

"Shit sialan!! Dewa Hades brengsek!!!"

Adimas masih sibuk bertarung dengan potongan tulang itu yang seperti monster ganas, dia makin tak percaya jika dewa kematian itu memiliki keturunan lagi selain Denis Park.

1
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!