NovelToon NovelToon
Keturunan Raja Alkemis

Keturunan Raja Alkemis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.

Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27: MENARA LANGIT DAN UJIAN SERIBU TINGKAT

Keesokan harinya, matahari terbit dengan cahaya keemasan yang menyelimuti seluruh Ibu Kota. Di alun-alun luas tepat di dasar Menara Langit, sudah berkumpul ribuan tokoh penting, tetua, pemimpin sekte, dan penyaksian dari seluruh penjuru Langit Pertama. Suasana begitu hening dan penuh harap, seolah seluruh dunia menahan napas menanti momen bersejarah ini.

Di depan gerbang raksasa menara yang terbuat dari batu hitam berukir naga dan dewa-dewa kuno, Chen Si berdiri tegak sendirian. Ia mengenakan jubah sederhana berwarna emas polos, tangannya santai di samping badan, dan wajahnya tenang tanpa beban sedikitpun. Di belakangnya, Kaisar Yuan, Yue Yao, Leng Tian, dan yang lain menatap dengan tatapan penuh keyakinan namun juga kekhawatiran.

Di sisi lain, berdirilah rombongan utusan Gereja Cahaya. Dipimpin oleh seorang Pendeta Agung berwajah dingin bernama Guang Ming, yang kekuatannya setara Penguasa Langit Puncak. Ia menatap Chen Si dengan senyum miring penuh niat jahat.

"Anak muda, ingatlah," ucap Guang Ming dengan suara lantang terdengar semua orang. "Menara ini diciptakan untuk menyaring mereka yang layak dan yang tidak. Jangan hanya karena punya kekuatan fisik, kau berani masuk. Di dalam sana, kekuatan bukanlah segalanya. Banyak pahlawan hebat yang gila atau mati mengenaskan karena tidak sanggup menghadapi apa yang ada di dalamnya."

Chen Si menoleh sedikit, menatap pria tua itu dengan tatapan datar.

"Terima kasih peringatannya. Tapi sayang... apa yang kau sebut 'mengerikan', bagiku cuma hiburan semata."

Ucapan itu membuat banyak orang menahan tawa, tapi juga membuat Guang Ming semakin merah padam menahan amarah.

Chen Si tidak peduli lagi. Ia melangkah maju perlahan, mendekati gerbang setinggi seratus meter itu. Saat ia berdiri tepat di bawahnya, gerbang raksasa itu bergetar hebat, lalu perlahan terbuka sendiri mengeluarkan suara berat yang bergema ke seluruh penjuru.

KRAK... BRUK...

Dari dalam gerbang, menyembur keluar angin kencang yang membawa aroma zaman purba, bercampur energi yang sangat murni dan tajam. Di dalam sana, hanya terlihat kegelapan pekat seolah mulut naga yang siap menelan siapa saja yang masuk.

"Sampai jumpa di puncak," gumam Chen Si pelan, lalu melangkah masuk menghilang di balik bayang-bayang gerbang itu.

Begitu ia masuk, gerbang itu kembali tertutup rapat seolah tak pernah terbuka sama sekali.

 

TINGKAT 1: UJI KEKUATAN MURNI

Begitu melewati ambang pintu, pandangan Chen Si berubah drastis. Ia tidak lagi berada di lorong sempit, melainkan di sebuah ruangan luas seluas lapangan sepak bola dengan langit-langit yang tak terlihat ujungnya. Dinding-dindingnya berkilauan seperti kristal, dan di tengah ruangan itu, berdiri sebuah patung raksasa terbuat dari baja hitam yang dingin dan kokoh.

Tiba-tiba, suara berat bergema dari segala arah, seolah suara bumi sendiri yang berbicara.

"PENYUSUP... UNTUK MENDAKI MENARA INI, KAU HARUS BUKTIKAN DIRIMU LAYAK. TINGKAT PERTAMA: UJI KEKUATAN. HANCURKAN PATUNG BAJA HITAM INI DALAM TIGA PULUH DETIK. GAGAL \= MATI."

WUSH!

Patung baja itu bergerak tiba-tiba! Matanya menyala merah, dan tanpa peringatan ia langsung menyerang dengan kepalan tangan seberat gunung! Kecepatannya luar biasa, kekuatannya setara Kaisar Surgawi Tengah!

"Begini caranya main ya..." Chen Si tersenyum miring. Ia tidak menghindar.

"TEKNIK NAGA: TINJU GUNUNG RUNTUH!"

Chen Si mengepalkan tangan kanannya, dibalut cahaya emas pekat, lalu menyambut serangan patung itu dengan serangan balasan yang lebih dahsyat!

DANGGGGGGG!!!

Suara benturan logam berdentang nyaring sampai ke luar menara! Patung baja raksasa itu terhentak mundur, retakan besar langsung menyebar dari titik benturan hingga ke seluruh tubuhnya!

Tanpa memberi kesempatan bergerak lagi, Chen Si melompat naik, memutar tubuhnya, dan melepaskan tendangan kapak ke leher patung itu!

"HANCUR!"

KRAK! BRUK!

Patung baja setebal sepuluh meter itu hancur berantakan menjadi tumpukan besi bekas dalam sekejap!

"LUAR BIASA... WAKTU PENYELESAIAN: 3 DETIK. MELEBIHI STANDAR MAKSIMAL. LANJUT KE TINGKAT KEDUA."

Sebuah pintu baru terbuka di dinding belakang. Chen Si berjalan santai melewati tumpukan besi itu sambil menggeleng pelan.

"Terlalu lemah. Apakah ini ujian buat anak-anak TK?"

TINGKAT 50: UJI KETAHANAN DAN SAKIT

Waktu berlalu cepat. Chen Si sudah menaklukkan 49 tingkat berturut-turut tanpa hambatan sedikitpun. Mulai dari ujian kecepatan, ujian elemen api dan es, ujian pertempuran jarak dekat maupun jauh, semuanya ia lewati dengan mudah, bahkan ia masih sempat mengeluh karena terlalu membosankan.

Namun, saat melangkah ke tingkat ke-50, suasana berubah total.

Ruangan ini gelap gulita, dingin, dan bau darah sangat pekat tercium di udara. Di tengah ruangan, terdapat sebuah meja besi penuh paku, dan di sekelilingnya berputar ribuan bilah pedang tak kasat mata yang sangat tajam.

"SELAMAT MENEMPUH TINGKAT TENGAH. UJIAN KALI INI: KETAHANAN DAN SAKIT. KAU HARUS BERJALAN MELEWATI JALAN BERDURI INI SAMPAI KE PINTU KELUAR. JANGAN GUNAKAN ENERGI PELINDUNG. JIKA GAGAL, TUBUHMU AKAN TERKIRSIK HANCUR."

Chen Si mengangkat alis. "Menarik. Akhirnya ada yang agak menantang."

Ia mematikan seluruh energi pelindung di kulitnya, membiarkan tubuhnya lemah dan rentan seperti manusia biasa. Lalu ia mulai melangkah masuk ke jalan sempit itu.

SRAT! SRAT! SRAT!

Pedang-pedang tak kasat mata itu langsung menyayat kulit, memotong daging, dan melukai tulang di setiap langkah yang ia ambil. Darah segar langsung membasahi lantai batu. Rasa sakit yang luar biasa, rasa sakit yang bisa membuat orang biasa langsung pingsan atau gila, menyerang saraf-sarafnya.

Namun, wajah Chen Si tetap datar tanpa ekspresi sedikitpun. Ia terus berjalan perlahan, napasnya tetap teratur.

Rasa sakit? Ia sudah merasakan sakit ribuan kali lipat lebih parah saat darah naganya bangkit dulu. Ia sudah terbiasa dengan rasa sakit saat bertahan hidup di dunia keras, dan saat melihat klannya dibantai habis-habisan. Rasa sakit fisik ini... hanyalah sensasi geli saja baginya.

Setiap tetes darah yang jatuh ke lantai, justru membuat aura Chen Si semakin tajam dan dingin.

"HEBAT... KETAHANAN JIWANYA DI LUAR NALAR. DARAHNYA... BERGEMA KEKUATAN HIDUP YANG DAHSYAT... LANJUT KE TINGKAT BERIKUTNYA."

Di luar menara, para penyaksian yang bisa melihat gambaran samar di dalam melalui bola kristal raksasa, ternganga tak percaya.

"Dia berjalan santai begitu meski tubuhnya penuh luka?!"

"Setan apa dia?! Bahkan Penguasa Langit pun pasti sudah berteriak-teriak kesakitan!"

Guang Ming, Pendeta Agung Gereja Cahaya, mengepalkan tangannya erat sampai kuku menancap ke daging telapak tangannya. Wajahnya semakin gelap dan tidak tenang.

"Belum apa-apa sudah sehebat ini... Kalau dia sampai ke tingkat seribu... Bahaya besar!" geramnya dalam hati. "Rencana harus diubah... Kita harus campur tangan di tingkat terakhir."

 

TINGKAT 100: PENGGAMBARAN MASA LALU

Semakin naik ke atas, ujian semakin sulit dan mengerikan. Di tingkat ke-100, ujian berubah sepenuhnya dari fisik menjadi mental dan jiwa.

Begitu masuk, Chen Si mendapati dirinya kembali ke masa ribuan tahun lalu. Ia berdiri di gerbang istana megah yang terbakar hebat. Langit berwarna merah darah, dan di sekelilingnya terdengar teriakan, benturan senjata, dan bau daging hangus.

Di depannya, terlihat pemandangan yang paling membekas di ingatannya: Pembantaian Klan Naga!

Ia melihat leluhurnya berdarah-darah bertahan melawan ribuan musuh berseragam putih Gereja Cahaya. Ia melihat ayah dan ibunya berkorban nyawa untuk menyelamatkan dirinya yang masih bayi. Ia melihat sosok pengkhianat yang menjadi dalang di balik semua ini, sosok yang wajahnya tertutup kabut tapi aura familiar itu membuat darah Chen Si mendidih!

"LIHATLAH... SEMUA INI KARENA KAU LEMAH..." suara bisikan jahat bergema di telinganya. "KAU YANG PENYEBAB KEMATIAN MEREKA... KAU YANG MEMBUAT KLAN NAGA RUNTUH... KAU ADALAH PEMBAWA KEMALANGAN..."

Gambaran itu begitu nyata, rasa sakit hati itu begitu menusuk sampai ke ulu hati, rasa bersalah yang menumpuk ribuan tahun itu seolah ingin menenggelamkan akal sehatnya.

Di luar sana, Kaisar Yuan menghela napas berat. "Ini ujian terberat. Banyak jenius hebat yang hancur jiwanya di sini karena terperangkap dalam rasa bersalah dan masa lalu."

Namun...

Di dalam sana, Chen Si perlahan mengangkat kepalanya. Matanya yang tadinya berkabut sedih, kini berubah menjadi tajam dan berkilat oleh api dendam yang membara.

Ia tidak menangis. Ia tidak patah semangat.

Ia justru tertawa. Tawa yang dingin, berat, dan penuh tekad baja.

"Kau pikir dengan menampakkan ini, kau bisa membuatku menyerah?" kata Chen Si lantang menghadapi bayangan masa lalu itu. "Rasa sakit ini... rasa dendam ini... Bukan beban! Tapi bahan bakarku!"

Chen Si mengepalkan tangannya sampai buku jarinya memutih.

"Karena mereka mati, aku harus hidup lebih kuat! Karena klanku hancur, aku harus membangun kembali kejayaannya ribuan kali lipat lebih hebat! Dosa ini... akan kubayar lunas dengan darah musuhku sendiri!"

WUSHHHH!

Cahaya emas menyembur keluar dari tubuh Chen Si, menghanguskan semua bayangan masa lalu itu! Kekuatan jiwanya melonjak tajam, menembus batas sebelumnya!

"JIWA YANG TAK KENAL KALAH... KETEGUHAN YANG TAK TERGUNCANGKAN... KAU LULUS DENGAN NILAI SEMPURNA."

 

TINGKAT 999: HADANGAN TERAKHIR

Berbulan-bulan berlalu di dalam menara (meski di luar hanya berhari-hari). Chen Si sudah mendaki sampai ke tingkat ke-999, hanya tersisa satu tingkat lagi untuk sampai ke puncak dan gerbang Langit Kedua.

Namun, di sini, rintangan menjadi tidak masuk akal.

Di ruangan ini, berdiri sosok yang sama persis dengan Chen Si. Wajahnya, tingkahnya, auranya, kekuatannya... semuanya sama persis, bahkan lebih kuat sedikit dari aslinya. Itu adalah Bayangan Diri Sendiri, musuh terberat dan paling sulit dikalahkan.

"Kau tidak bisa mengalahkanmu sendiri," kata bayangan itu dengan suara yang sama persis. "Selama kau masih ada kekurangan, selama kau masih punya keraguan, aku akan selalu lebih kuat darimu."

Pertarungan itu berlangsung sengit dan seimbang. Setiap jurus yang dikeluarkan Chen Si, bayangan itu bisa menangkis dan membalasnya dengan lebih baik. Setiap celah yang ada, langsung dimanfaatkan.

Chen Si terluka, napasnya memburu, darah mengalir dari sudut bibirnya. Tapi semakin ia bertarung, semakin ia sadar akan kekurangannya sendiri. Ia belajar dari dirinya sendiri. Ia memperbaiki gerakan, menyempurnakan teknik, dan memadukan segala ilmu yang ia miliki menjadi satu kesatuan utuh.

Akhirnya, di momen kritis...

"Aku memang tidak bisa mengalahkan diriku yang sempurna," kata Chen Si sambil tersenyum lebar. "Tapi aku tidak perlu mengalahkanmu. Aku harus MELEBIHIMU!"

Chen Si melepaskan kunci kekuatan terakhirnya, menggabungkan seluruh energi, darah naga, api roh, dan pengetahuan alkemisnya menjadi satu ledakan dahsyat yang melampaui batas dirinya saat ini!

"TEKNIK PUNCAK: KESATUAN SEGALA SESUATU!"

BOOMMMMM!!!

Bayangan dirinya itu hancur lebur menjadi cahaya putih yang menyatu masuk ke dalam tubuh Chen Si. Batasan dirinya runtuh. Kekuatannya kini menembus ke alam baru!

"SELAMAT... KAU TELAH MENAKLUKKAN DIRIMU SENDIRI. SEKARANG... MENUJU TINGKAT TERAKHIR: PUNCAK MENARA."

 

TINGKAT 1000: PENGKHIANATAN DAN PERANGKAP

Chen Si melangkah masuk ke ruangan terakhir, ruangan paling luas dan megah, tepat di puncak menara. Di sini, langit-langitnya terbuka, membiarkan cahaya matahari alami masuk, dan di ujung sana terlihat gerbang besar berwarna perak yang berkilauan—Gerbang Menuju Langit Kedua!

Namun, Chen Si tidak senyum pun. Wajahnya langsung berubah dingin.

Di tengah ruangan itu, bukan jaga-jaga peninggalan kuno yang ada. Melainkan utusan Gereja Cahaya—Pendeta Agung Guang Ming—sedang menunggu di sana sambil tersenyum licik. Di sekelilingnya, ada formasi siar raksasa yang sudah disiapkan, dan puluhan tetua Gereja yang bersembunyi diam-diam di dalam menara ini.

"Selamat datang, Tuan Chen Si," sapa Guang Ming ramah tapi penuh racun. "Selamat ya sudah berhasil melewati 999 ujian. Sangat mengagumkan. Sayang sekali... ujian terakhirnya bukan dari menara ini, tapi dari kami."

Chen Si menghela napas panjang, lalu menggeleng pelan.

"Sudah kuduga. Kalian tidak akan membiarkanku lolos begitu saja. Kalian benar-benar tidak tahu malu ya? Menggunakan peninggalan leluhur untuk menjebak orang lain."

"Kemenangan adalah kebenaran," jawab Guang Ming dingin. "Hari ini, di sini, di puncak menara ini, riwayatmu berakhir. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang selamat. Klan Naga akan musnah selamanya."

Guang Ming mengangkat tangannya.

"AKTIFKAN FORMASI PENGKHIANATAN CAHAYA SUCI!"

Seluruh ruangan berubah menjadi lautan api putih yang membakar jiwa. Energi di sini dikunci rapat, membuat Chen Si tidak bisa melarikan diri atau meminta bantuan. Dan kekuatan gabungan ratusan orang Gereja Cahaya ini jauh melebihi apa pun yang pernah ia hadapi—setara Kaisar Dewa Tingkat Rendah!

"MATI DAN HILANGLAH

1
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Tamima II
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 bantai....
Tamima II
😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍
Tamima II
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍👍
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
mengejar cahaya
terimakasih saran nya nanti saya perbaiki.🙏🙏🙏
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waaahhh akan ada pembantaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!