Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
Pagi di mansion keluarga Vane dimulai dengan damai. Dan itu justru membuat Freya curiga.
Freya duduk di sofa ruang tengah sambil meminum teh hangat perlahan. Sinar matahari pagi masuk melalui jendela besar mansion, menerangi ruangan elegan bernuansa putih-keemasan itu dengan lembut.
Di luar sana, para pelayan terlihat sibuk bekerja seperti biasa. Namun entah kenapa...
"...Aku punya firasat buruk."
Crimson Valkyrie yang melayang malas di dekat jendela langsung berkomentar datar, "Insting bertahan hidupmu akhirnya berkembang."
"Aku serius."
"Itu sungguh mengejutkan."
Freya menyipitkan mata kesal. "Kau makin lama makin kurang ajar."
"Dan kau makin lama makin dramatis."
Freya hendak membalas ketika suara ribut tiba-tiba terdengar dari luar mansion.
DUARRR.
Freya langsung membeku.
"..."
"..."
Lalu suara seseorang menggema dari luar halaman depan mansion.
"OPHELIAAA... KAU BENAR-BENAR KABUR KE SINI TANPA MEMBERI TAHU AKU?"
Freya perlahan menoleh ke arah jendela.
Ares yang baru masuk ke ruangan langsung memejamkan mata pasrah. "...Ayah datang."
DEG.
Freya langsung duduk tegak. "HAH?"
Beberapa detik kemudian...
BRAK.
Pintu utama mansion terbuka dramatis.
Dan seorang pria tinggi berambut hitam kecokelatan melangkah masuk dengan aura yang terlalu besar untuk manusia normal. Mantel hitam panjang dengan simbol keluarga Blackwood berkibar di belakangnya, sementara tekanan mana samar memenuhi udara.
Namun yang paling mencolok adalah wajahnya. Sangat tampan. Tipe pria bangsawan dewasa yang terlihat seperti karakter utama novel politik kerajaan. Dan sekarang pria itu terlihat sangat lelah secara spiritual.
"Duke Silas Blackwood," gumam Felix kecil dari tangga.
Freya langsung melirik Ares. Lalu melirik Silas. Lalu melirik Ares lagi. "...Oh tidak."
Ares menghela napas panjang. "Ya. Aku memang versi diskon ayahku."
"HEI." Silas langsung menoleh tajam. "Ayah dengar itu."
"Bagus."
Freya langsung memegangi dadanya sendiri. 'ASTAGA. Bahkan cara bicara mereka sama.'
Silas berjalan masuk sambil memijat pelipisnya. Tatapan emas gelapnya langsung jatuh pada Ophelia yang sedang duduk santai di ruang tengah sambil memakan dessert.
Hening.
Ophelia melambaikan tangan kecil. "Halo, suamiku tercinta."
"..."
"..."
Freya bisa MERASAKAN kelelahan hidup Duke Blackwood dari sini.
"Kau pergi membawa setengah pengawal mansion," kata Silas datar.
"Aku butuh dukungan emosional."
"Kau pergi hanya karena Ares menginap."
"Itu juga dukungan emosional."
"Itu obsesi."
"Itu cinta keluarga."
Silas memejamkan mata beberapa detik seolah meminta kekuatan pada dewa.
Freya langsung berbisik kecil pada Ares, "Ayahmu terlihat satu langkah dari kehancuran mental."
Ares menggigit apel santai. "Beliau sudah bertahan menikahi ibu selama lebih dari dua puluh tahun."
"Itu pencapaian legendaris."
"Itu memang benar."
Sementara itu Cassius baru saja turun dari lantai atas. Dan begitu melihat Silas... Hening aneh langsung muncul.
Dua duke paling berpengaruh kerajaan sekarang saling menatap dengan aura menyeramkan bangsawan tingkat tinggi.
Freya langsung panik dalam hati. 'KENAPA SUASANANYA KAYAK DUA MAFIA MAU RAPAT?'
Crimson Valkyrie langsung menjawab tenang, "Karena memang begitu."
Silas akhirnya membuka mulut. "...Cassius."
"...Silas."
Hening lagi.
Lalu Silas menghela napas kecil. "Istriku merepotkanmu lagi."
Ophelia langsung tersinggung. "HEI."
Cassius duduk santai di sofa seberangnya. "Aku sudah terbiasa."
"Itu terdengar menghina."
"Itu memang menghina," jawab Cassius datar.
Freya yang awalnya masih terkejut langsung hampir tertawa. Dan untuk pertama kalinya ia sadar sesuatu yang mengerikan. Para ayah mereka ternyata sama lelahnya.
Seraphina akhirnya masuk ke ruang tengah sambil membawa teh baru. Senyum lembut langsung muncul di wajahnya saat melihat Silas.
"Sudah lama tidak bertemu, Silas."
Silas yang tadi terlihat seperti pria kehilangan harapan hidup langsung sedikit melunak. "Lady Seraphina."
Freya langsung menyipitkan mata kecil. 'Oh?'
Crimson Valkyrie langsung mendengus. "Jangan mulai membuat teori aneh."
'AKU CUMA OBSERVASI.'
Ophelia langsung menunjuk suaminya. "Lihat? Bahkan Seraphina lebih senang melihatku dibanding kau."
"Itu karena Lady Seraphina masih waras."
"Aku juga waras."
Seluruh ruangan diam.
Ares akhirnya membuka mulut pelan, "Tidak ada seorang pun di ruangan ini yang percaya itu."
"Pengkhianat."
Freya tertawa kecil tanpa sadar. Dan suasana mansion langsung berubah jauh lebih hidup.
Satu jam kemudian, kekacauan meningkat.
Karena sekarang seluruh penghuni mansion berkumpul di ruang makan pagi.
Dan Freya mulai sadar meja makan bangsawan ternyata bisa terasa seperti arena perang sosial.
Ophelia sibuk berdebat dengan Silas soal makanan.
Ares makan dengan santai seperti tidak ada kekacauan.
Cassius membaca laporan sambil mengabaikan dunia.
Seraphina tetap menjadi satu-satunya sumber kewarasan di ruangan.
Felix, "...Kenapa aku merasa umurku berkurang setiap detik." sedang mengalami kelelahan mental.
Freya menepuk pundak kakaknya penuh simpati. "Semangat."
"Aku ingin pindah kerja."
"Itu semangat yang buruk."
Aria yang duduk di dekat Freya menahan tawa kecil lagi. Dan Freya langsung sadar sesuatu.
DEG.
Aria sekarang jauh lebih sering tertawa dibanding sebelumnya. Dadanya langsung terasa hangat sendiri.
'YES. HEALING ARC BERHASIL.'
Crimson Valkyrie mendesah panjang.
"Kau terdengar seperti ibu rumah tangga."
'ITU PUJIAN.'
Sementara itu di ujung meja, Silas akhirnya memperhatikan Aria.
"Hm."
Aria langsung sedikit tegang.
Silas menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya berkata tenang, "Kau putri Tom Elowen?"
Aria berkedip kecil. "Iya, Duke Blackwood."
"Ayahmu masih berdagang mana crystal dari wilayah utara?"
"Iya."
Silas mengangguk kecil. "Pria pintar."
Freya langsung tertarik.
"Oh? Duke Blackwood juga kenal keluarga Elowen?"
"Pedagang besar kerajaan tidak mungkin tidak dikenal," jawab Cassius pendek.
Ophelia ikut menyender santai.
"Keluarga Elowen cukup terkenal di kalangan bangsawan."
Freya langsung melirik Aria.
Dan untuk pertama kalinya ia benar-benar melihat bagaimana Aria terlihat lebih percaya diri sekarang. Tidak minder dan tidak canggung. Karena keluarganya memang memiliki tempat sendiri di kerajaan. Dan Freya menyukai itu. Sangat menyukai itu.
Namun ketenangan itu tidak bertahan lama. Karena beberapa menit kemudian. .
"Lady Freya."
Freya menoleh.
Seorang pelayan membungkuk hormat. "Ada surat untuk Anda."
Freya berkedip bingung. "Untukku?"
"Ya."
Pelayan itu menyerahkan sebuah amplop putih dengan segel kerajaan.
DEG.
Seluruh meja langsung hening.
Freya perlahan membeku. "...Kenapa surat kerajaan dikirim ke aku?"
Ares perlahan mulai tersenyum seperti iblis sosial.
Felix langsung menyipitkan mata curiga.
Ophelia terlihat sangat tertarik secara spiritual.
Sedangkan Cassius, tatapannya langsung jatuh pada segel surat itu.
Freya menelan ludah pelan. Lalu perlahan membuka surat tersebut. Dan semakin ia membaca, semakin wajahnya panas.
"..."
"..."
"...Freya?" panggil Aria hati-hati.
Freya perlahan mengangkat kepala. "Putra Mahkota akan datang hari ini."
HENING TOTAL. Lalu...
"OH?"
Ophelia langsung bersinar seperti baru menemukan hiburan hidup.
Ares menutup mulut menahan tawa.
Felix memijat pelipis.
Sedangkan Seraphina tersenyum lembut.
Dan itu jauh lebih menyeramkan dibanding semua reaksi lain.
Freya langsung panik. "Tunggu, kenapa CEPAT sekali? Bukankah harusnya masih beberapa hari lagi?"
"Karena Yang Mulia tampaknya sangat rajin," komentar Ares santai.
"Itu bukan rajin. Itu mencurigakan."
"Setuju," jawab Felix cepat.
Freya langsung stres. 'KENAPA SEMUA ORANG MELIHATKU BEGITU?'
Crimson Valkyrie menjawab tenang, "Karena mereka punya mata."
'AKU AKAN MELEMPARMU KE DANAU.'
"Kau tidak bisa."
Namun sebelum Freya sempat mengalami krisis sosial lebih lanjut, Cassius akhirnya membuka mulut.
"Felix."
"Hm?"
"Sambut pengawal kerajaan nanti."
Felix mengangguk kecil.
"Freya."
Freya langsung tegak refleks.
"...Ya?"
Cassius diam beberapa detik sebelum berkata pendek, "Bersikaplah yang sopan."
Freya langsung tersinggung. "AYAH, AKU SELALU SOPAN."
Seluruh meja kembali diam. Lalu...
"Bahkan monster abyss mungkin tertawa mendengar itu," komentar Ares.
"DIAM."
Beberapa jam kemudian, Mansion Vane berubah sibuk.
Para pelayan mondar-mandir mempersiapkan penyambutan putra mahkota.
Dan Freya, "...Kenapa aku gugup?" sedang mengalami krisis eksistensi di kamarnya sendiri.
Ia berdiri di depan cermin sambil menatap dirinya serius.
Dress biru muda yang dikenakannya terlihat elegan namun sederhana. Rambut panjangnya sudah dirapikan pelayan mansion. Dan untuk pertama kalinya setelah datang ke dunia ini, Freya merasa dirinya benar-benar terlihat seperti bangsawan.
Namun justru itu yang membuatnya makin gugup.
Crimson Valkyrie bersandar malas di dekat jendela. "Kau hanya akan bertemu manusia biasa."
"Itu PUTRA MAHKOTA."
"Dan?"
"Dan dia tampan."
"..."
"..."
Artefak itu langsung diam beberapa detik sebelum akhirnya berkata datar, "Kau memang tidak tertolong."
Freya memegangi wajahnya sendiri. 'KENAPA JANTUNGKU DEG-DEGAN BEGINI SIH?'
TOK TOK.
Ketukan pintu terdengar pelan.
Freya langsung menoleh. "Masuk."
Pintu terbuka perlahan. Dan Aria masuk ke dalam kamar sambil tersenyum kecil.
"Freya..."
Freya langsung lemas emosional.
'Dia terlalu manis.'
Aria berjalan mendekat pelan. "Kau gugup?"
"...Kelihatan ya?"
"Sedikit."
Freya menjatuhkan diri ke sofa kecil dekat jendela. "Aku merasa semua orang aneh akhir-akhir ini."
Aria duduk di sampingnya pelan. "Mungkin karena mereka peduli padamu."
DEG.
Freya langsung diam. Jawaban itu terlalu tulus. Dan entah kenapa membuat dadanya terasa hangat lagi.
"...Aria."
"Hm?"
"Kau terlalu baik."
Aria tertawa kecil. Dan tepat saat itu...
BANG!
Suara gerbang mansion terbuka terdengar dari luar.
Hening.
Freya langsung duduk tegak.
DEG.
Crimson Valkyrie mendengus kecil. "Putra Mahkotamu datang."
'ITU BUKAN PUTRA MAHKOTAKU.'
"...Kalau begitu kenapa wajahmu merah?"
Freya langsung membeku.
"..."
"..."
'...DIAM.'