NovelToon NovelToon
Kiara Love & Money

Kiara Love & Money

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Momy ji ji

Kiara adalah definisi dari wanita modern yang ambisius. Cantik, cerdas, dan gila kerja. Baginya, satu-satunya hal yang lebih seksi daripada pria tampan adalah saldo rekening yang terus bertambah.

Hingga dia bertemu mengenal Kenan Xequel.
​Kenan adalah seorang CEO yang sombong menyebalkan dan sialnya sangat tampan. Dia mewarisi kerajaan bisnis Xequel Group dan terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya dengan jentikan jari.

Kiara memutuskan untuk menaklukkan hati pria sialan itu berstatus bosnya, bukan karena cinta saja tapi karena dia menginginkan segalanya.. Love and Money.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momy ji ji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 26.

Kiara menyelesaikan laporan setebal bantal. jemarinya menari lincah di atas keyboard cuman butuh 2 jam. selincah itu sebenarnya kalau di divisinya beda lagi kalau dengan kenan. tumpukan berkas kerjanya memang jauh lebih gila.

Kiara itu paket lengkap. cantik iya baik juga iya. jadi pusat perhatian satu Divisi dan di idolakan hugo serta Noah.

Yara mendengus kasar saat Kiara bilang sudah selesai. ​dia mendekat ke belakang kursi Kiara, matanya menatap sinis melihat hasil kerja Kiara yang sebenarnya sudah cukup rapi.

"Perbaiki. tulisan kamu masih asal-asalan. kok bisa berantakan begini isinya? pantas saja diberhentikan jadi sekretaris Pak Kenan hari ini." Yara tertawa sambil mengecek hasil kerja Kiara. sengaja mengeraskan suara supaya satu ruangan dengar.

​Kiara menghela napas panjang. dia sudah tidak mau sabar, Yara melihatnya berdiri, Kiara mendekat lalu meraba rambut Yara. dengan ekspresi geli Kiara membersihkan jari seolah ada debu yang lengket di sana.

"Sok tahu banget sih. memangnya kamu berhak ikut campur soal penilaian Pak Kenan terhadap kinerjaku?"

Hanya ucapan itu Yara sudah mulai terpancing emosi.

​"Aku manajer di sini, jadi aku berhak ikut campur soal kerjaanmu." teriak Yara.

Memangnya kalau kamu manager kamu sudah merasa spesial? dia berfikir dia bos perusahaan. Kiara mengulum senyum, sengaja memancing Yara untuk menyentuhnya duluan. ruangan ini ada CCTV, kalau dia yang memulai maka dia juga yang salah.

Tanpa aba-aba Yara mendorong bahu Kiara hingga Ia hampir terjatuh ke meja kerjanya.

​Kiara bersorak dalam hati. dia tahu dia sudah menang, orang sirik seperti Yara memang butuh panggung tapi kalau berlebihan jangan dikasih makan egonya.

Dia meledak seketika.

"Kalau kamu manajer! aku nenek moyangmu!" Teriak Kiara sambil melayangkan tamparan keras tepat di pipi Yara.

PLAK!

Suara itu menggema di seluruh ruangan. Yara dengan tangan gemetar meraba pipinya yang panas dan perih.

​"Kamu berani nampar aku?!" Yara histeris.

​"Apa?! mau lagi? sini maju kalau berani!" tantang Kiara sama sekali tidak merasa takut meski jabatannya di bawah Yara.

​Yara menerjang Kiara. keduanya saling dorong dan tarik-menarik. Tasya yang dari tadi sudah gatal tangannya melihat kelakuan Yara tidak tinggal diam. Tasya menghitung 1 2 3 lalu melompat dari samping dan langsung menjambak rambut Yara yang disanggul rapi itu sampai sanggulnya lepas berantakan.

​"Heh Nenek sihir! jangan berani-berani sentuh Kiara!" teriak Tasya sambil menarik rambut Yara ke belakang dengan beringas.

​"Aduh! sakit! Lepasin Tasya!" jerit Yara bergantian ketika jari-jari Kiara menarik kulit perutnya kuat-kuat.

​Hugo dan Noah yang awalnya panik melihat wanita berkelahi. akhirnya ikut turun tangan. Divisi lain yang mendengar adanya ribut-ribut ikut menonton perkelahian besar itu.

Bukannya melerai pertengkaran. mereka justru menghalangi jalan staf lain yang ingin membela Yara. Hugo dan Noah memberi ruang bagi Kiara untuk membalas perlakuan Yara, entah kenapa mereka berdua tertawa seiring Yara yang terus merintih kesakitan.

Dalam kekacauan itu, Kiara yang terlalu menikmati perkelahiannya tanpa sadar dia menarik rok span milik Yara hingga terdengar suara robekan yang cukup panjang.

SREEETT!

Yara menjerit malu saat menyadari roknya sudah tidak berbentuk lagi.

Namun, kesenangan itu berakhir saat pintu kaca terbuka lebar dan sosok tinggi dengan aura dingin berdiri di sana. Kenan menangkap sosok Kiara yang sedang menindih perut Yara sementara Tasya menarik kedua telinga Yara dengan posisi berada di atas kepala wanita itu.

Satu divisi Tim Analis langsung dipanggil ke ruangan Kenan. suasana di koridor menuju ruangan CEO terasa seperti lorong menuju eksekusi mati.

Hugo, Noah, Lea, Tasya dan Grace sudah ketar-ketir karena ini pertama kalinya mereka menginjakkan kaki di ruangan mewah itu dan situasinya sama sekali tidak menyenangkan.

​Kenan duduk dengan pandangan sangat datar dan menusuk. seolah mau menelan beberapa anak itu hidup-hidup. Robi berdiri di sampingnya dengan ekspresi yang sulit ditebak.

Kiara menunduk dalam, menatap sepatunya sendiri dengan rambut yang sudah sangat berantakan dan beberapa kancing blusnya yang lepas.

Di sebelahnya, Yara berdiri gemetar sambil menutupi robekan besar di roknya dengan tangan. wajahnya bengkak dan matanya sembab karena menangis.

​"Ada yang bisa jelaskan kenapa mereka bertengkar!" suara bariton Kenan membuat mereka kaget.

​"Pak... Kiara yang duluan menampar saya," Keluh Yara.

Dia menangis lagi, pasti mencari simpati kenan. Kiara menatapnya dari samping dengan sudut bibir terangkat sinis.

"Kiara, benarkah begitu?"

​Kiara mengangkat wajahnya. "Dia yang mendorong saya duluan Pak. dia menghina pekerjaan saya dan bilang Bapak memecat saya karena saya tidak becus bekerja. saya hanya membela harga diri saya."

​Kenan terdiam sejenak, lalu matanya beralih pada tumpukan dokumen yang dibawa Robi. itu berkas yang tadi diselesaikan Kiara sebelum perkelahian terjadi.

"Robi, periksa berkas itu. menurutmu bagaimana hasil kerja Kiara?" Kenan sudah sangat murka sebenarnya melihat kondisi Kiara yang berantakan.

Robi berdehem. "Dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. ini sudah jauh melampaui standar manajer di divisi manapun."

​Kenan menatap Yara dengan tatapan yang bikin wanita itu nyaris pingsan.

"Kamu bilang dia tidak becus padahal kinerjanya lebih baik darimu. dan soal memecat..." Kenan menjeda kalimatnya, membuat semua orang menahan napas.

"Aku tidak pernah memecat Kiara. Jadi, siapa yang memberikanmu hak untuk menghakiminya?" Kenan berdiri dan mendekati Yara.

Apa yang mau dia lakukan? Kiara panik karena Kenan tampak berbeda. seperti yang dia duga, Kenan mencengkram kuat kerah kemeja Yara membuat wanita itu menunduk gemetar.

Habislah kau Yara. kini Kiara malah kasian dengan wanita sialan itu.

"JAWAB!?"

Hugo dan Noah saling lirik. yang lain sama juga, merasa justru lega karena ternyata bos besar mereka berada di pihak yang benar. Kiara sendiri hanya bisa menggigit bibir bawahnya, merasa malu sekaligus terharu melihat bagaimana Kenan membelanya.

"Maaf Pak maaf. saya tidak bermaksud begitu." Lihat, wanita itu sudah menitikan air mata sungguhan bukan akting.

"Kamu tahu kenapa aku memperkerjakanmu?"

Yara mengangguk berkali-kali, keringat dingin membasahi dahinya.

"Berarti kamu harus paham mengapa kamu dipecat hari ini. kalian semua keluar kecuali Kiara!" Teriaknya kemudian.

Mereka semua berlari keluar. Robi pun ikut dan mengunci pintu itu supaya tidak ada yang masuk tanpa seizinnya.

​"Gadis bodoh. kenapa kamu sampai harus berkelahi seperti itu di depan semua orang?" Kenan menarik pipi Kiara membuat wanita itu meringis kesakitan.

​"Aw....aw! sakit Pak! lagian dia yang mulai duluan! kalau Bapak mau menghukum saya karena bikin keributan. silakan saja," Kiara berusaha melepaskan jari-jari kenan di pipinya.

"Menghukummu? tentu saja aku akan menghukummu." Balas kenan.

​Tanpa menunggu balasan Kiara, Kenan menunduk dan mencium bibir Kiara dengan dalam. ciuman itu terus menuntut, sebuah hukuman yang lebih mirip dengan keuntungan pribadi untuknya.

Kiara yang awalnya kaget kini perlahan membalas ciuman itu, melingkarkan tangannya di leher Kenan sambil memejamkan mata erat-erat.

​Setelah beberapa saat yang terasa sangat lama. Kenan melepaskan ciumannya dan menempelkan keningnya di kening Kiara.

"Itu untuk kesalahanmu hari ini. jangan pernah biarkan tangan orang lain menyentuhmu lagi dengan kasar atau kamu tidak akan melihatku setenang tadi." Ucap Kenan menghapus sisa **** di bibir Kiara.

Bersambung...

1
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
semangat kak 💪💪❤️❤️
paijo londo
persahabatan yang indah semoga langgeng Tasya Kiara kalo moga2 jadi saudara ipar kaaan keeereeen tuh💪💪
Momy Ji Ji: Ia kak🤍
total 1 replies
paijo londo
Tasya ma Kiara klop kyak botol Ama tutupnya cocok absurdnya🤣🤣🤣
paijo londo
dasar kiara absurd gara2 uang bibir dilelang🤦🤦🤭🤭
paijo londo
hebat Kiara libas manusia manusia sirik padamu💪' 💪
paijo londo
dasar kiara🤦🤦🤦muka tembok TPI lucu
paijo londo
Kiara jahil yah konyol juga bikin klepek-klepek tuh si bos🤭🤭🤭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
keren banget mom
tetap semangat berkarya 💪💪💪👍👍👍🥰🥰🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
asek.... maksudnya ,bukan adek🙏🙏🤭🤭
maafkan daku kak..salah ketik 🤣🤣😭
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
adek banget alurnya💪💪❤️❤️
Santi Lie
luarbiasa tidak sabar menunggu bab selanjutnya❤️
Santi Lie
cepat sambungannya😭 novel bagus, cerita menyenangkan, terbaik ❤️🫰
partini
novel baru semoga ga berhenti di tengah jalan
Momy Ji Ji: Ampun bun.
support teruss yah/Facepalm//Sob/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!