NovelToon NovelToon
Milik Sang Kapten

Milik Sang Kapten

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Menyembunyikan Identitas / Romansa
Popularitas:57.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

​"Dulu ia bersembunyi di balik masker karena dihina, kini ia berdiri di puncak dunia karena luka."

​Karline Dharmawijaya memulai segalanya sebagai gadis SMA yang pemalu dan selalu menyembunyikan wajah di balik masker. Ia menjadi sasaran empuk keangkuhan Dean, cowok populer yang menghinanya sebagai "kasta terendah" sebelum akhirnya terobsesi saat melihat kecantikan asli Karline.
​Namun, cinta masa SMA itu hanyalah racun yang berujung pengkhianatan pahit.
​Kini, Karline bukan lagi gadis lemah itu. Ia melarikan diri ke Paris, bertransformasi menjadi calon chef profesional yang dingin dan tak tersentuh. Di Le Cordon Bleu, ia harus bertarung melawan sabotase rekan kampus dan ujian mematikan dari koki legendaris untuk membersihkan nama besar ayahnya. Di saat ia hampir mencapai mimpinya, Dean kembali muncul dengan sejuta penyesalan di tengah hidupnya yang mulai hancur.

​Akankah Karline kembali pada luka lamanya, atau terus melangkah menuju masa depan yang jauh lebih bersinar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 Panggung Persaingan dan Jari Tengah

SMA Garuda Kencana sedang bersolek. Umbul-umbul warna-warni menghiasi setiap sudut koridor dalam rangka merayakan ulang tahun sekolah yang ke-40. Suasana yang seharusnya penuh tawa itu justru terasa mencekam di barisan kelas XI-IPA 2. Teman-teman sekelas Karline kompak menjaga rahasia tentang kejadian malam itu dari pihak sekolah agar Karline tidak perlu terus-menerus berurusan dengan ruang BK, namun mereka menunjukkan solidaritas dengan cara lain, boikot total terhadap senioritas kelas dua belas.

​Pagi itu, acara dibuka dengan pertandingan persahabatan bola voli. Saat nama Deandra dan gengnya dipanggil untuk masuk ke lapangan, sorak-sorai penonton pecah. Gadis-gadis dari kelas lain menjerit histeris memanggil nama Dean.

​"Kak Dean! Semangat!"

​"Aduh, aura kaptennya nggak ada lawan!"

​Dean melangkah masuk ke lapangan dengan gaya angkuhnya yang biasa. Namun, saat matanya menyapu tribun, ia menemukan satu blok penonton yang duduk dalam diam yang memekakkan telinga. Seluruh siswa kelas XI-IPA 2 menatap Dean, Raka, dan Rio dengan tatapan memusuhi yang sangat tajam. Dean sempat menatap mereka balik, namun segera membuang muka dengan gusar saat merasakan tekanan dari arah sana.

​Raka dan Rio tampak tidak senyaman Dean. Rio yang hidungnya masih diperban berkali-kali membetulkan letak pelindung wajahnya, sementara Raka tampak gemetar saat melihat ke arah tengah tribun. Di sana, duduk Karline Dharmajaya.

​Karline hari ini tidak memakai jaket. Ia mengenakan kaos olahraga sekolah yang pas di tubuh, memperlihatkan kecantikan yang membuat banyak orang gagal fokus. Saat matanya bertemu dengan mata Raka dan Rio, Karline menyunggingkan senyum miring senyum mengejek yang membuat nyali dua senior itu menciut.

​Terakhir, mata Karline bertemu dengan mata Dean. Dean berhenti melakukan pemanasan. Ia menatap Karline cukup lama. Namun, kali ini tatapan Dean tidak sedingin biasanya. Ada binar hangat, mungkin rasa bersalah atau kekaguman yang terlambat, yang tersirat di sana.

​Karline menyadari perubahan tatapan itu, tapi ia tidak sudi menerimanya. Dari kejauhan, di tengah riuhnya penonton, Karline menggerakkan mulutnya perlahan agar Dean bisa membaca gerak bibirnya.

​"Fuck u," ucap Karline tanpa suara.

​Tak cukup sampai di situ, dengan gerakan yang sangat berani namun tertutup oleh badannya sendiri dari pandangan guru, Karline menunjukkan jari tengahnya tepat ke arah Dean.

​Dean tersentak. Ia mengepalkan tangannya di samping paha, dadanya bergemuruh. Bukan karena marah, tapi karena ia sadar bahwa gadis itu benar-benar sudah menutup pintu maaf untuknya.

​"Selanjutnya, pengumuman untuk perwakilan lomba akademik tingkat provinsi!" Suara pembawa acara melalui pengeras suara memecah ketegangan di lapangan.

​Dean masih berdiri di tengah lapangan, namun fokusnya terpecah. Ia terus menatap ke arah tribun, memperhatikan Karline yang kini tampak asyik mengobrol dengan teman-teman sekelasnya. Karline sekarang adalah primadona kelas, semua teman cowoknya tampak sangat protektif menjaganya.

​"Untuk kategori Fisika dan Kimia, perwakilan sekolah kita adalah... Karline Dharmajaya dari kelas XI-IPA 2!"

​Seluruh lapangan mendadak hening sejenak, lalu riuh rendah. Nama itu sudah menjadi legenda dalam semalam.

​"Karline? Karline!" Bimo, teman sekelasnya yang duduk di sebelah, menyenggol lengan Karline dengan keras. "Woi, nama lo dipanggil! Maju!"

​Karline tersentak dari lamunannya. Ia baru saja asyik beradu tatap penuh kebencian dengan Dean sampai tidak mendengar pengumuman tersebut. "Hah? Apa? Nggak mau, ah!" bisik Karline panik. Ia tidak suka menjadi pusat perhatian seperti ini.

​"Maju, Karline!Ayo Jangan malu-malu demi kita, IPA 2!" seru teman-temannya yang lain.

​Karline melihat ke arah panggung utama. Di sana, Wali Kelasnya menatapnya dengan pandangan intimidasi, seolah berkata, Kalau kamu tidak maju, nilai kimiamu taruhannya.

​Mau tidak mau, Karline berdiri. Saat ia melangkah turun dari tribun menuju panggung, suara siulan dan godaan dari siswa laki-laki lintas angkatan memenuhi udara.

​"Gila, itu beneran gadis berjaket kemarin?"

​"Cantik banget, sumpah! Kayak artis Korea!"

​"Pinter Kimia lagi, idaman banget!"

​Karline berjalan melewati lapangan voli, tepat beberapa meter di depan Dean. Ia tidak menoleh sedikit pun, kepalanya tegak dengan raut wajah yang kembali dingin. Dean memperhatikan setiap langkah Karline. Ia melihat bagaimana cahaya matahari pagi memantul di kulit putih Karline, membuat rona merah di pipinya terlihat semakin jelas.

​Saat Karline sampai di atas panggung dan menerima piagam penghargaan sementara, seluruh mata terpaku padanya. Clarissa yang berada di barisan OSIS pinggir panggung hanya bisa menggigit bibir bawahnya karena iri, posisi primadona sekolah yang selama ini ia pegang telah direbut secara paksa oleh adik kelas yang kemarin ia siram dengan air keruh.

​Karline menerima mikrofon untuk memberikan sepatah kata sambutan singkat sebagai perwakilan siswa berprestasi. Ia menarik napas panjang, matanya menyapu seluruh lapangan, dan kembali berhenti tepat pada sosok Dean yang masih berdiri diam di tengah lapangan voli.

​"Terima kasih atas kepercayaannya," ucap Karline dengan suara yang jernih dan tegas. "Saya hanya ingin membuktikan satu hal, bahwa kecerdasan dan harga diri tidak bisa diukur dari apa yang seseorang kenakan, tapi dari bagaimana mereka menghargai orang lain."

​Kalimat itu telak menghantam Dean. Ia menundukkan kepalanya, menyadari bahwa acara pemilihan perlombaan volinya hari ini terasa sangat hambar dibandingkan dengan martabat yang dimiliki Karline di atas panggung itu.

1
brawijaya Viloid
jadi tertarik sm david 🤭
Anonymous
makin seru ni
Anonymous
mantap bgt ceritanya g bisa ditebak! 😍
Rita Rita
maka nya De jadi orang itu punya batasan, percaya diri itu penting tapi jangan ego dan gede rasa di gedein. kan nyungsep juga akhirnya diri mu De,,, karline juga butuh perhatian,,
Anonymous
kelanjutannya gimana 🥲
Anonymous
jadinya sama" melupakan diri 🥲
Anonymous
lanjut 😎
Qaisaa Nazarudin
Kompliknya terlalu Rumit dan Bertele-tele..
Penulis🇰🇷🇲🇨Chani: Halo kak, salam kenal. Aku penulis novel baru di NT berjudul "Chef Do". Kalau tertarik boleh mampir ya kak, kasih saran utk penulis novel nuansa Korsel baru seperti aku 👩🏻‍🍳makasih kak🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Alaahhh yang ada hujung2 nya pasti kamu akan LULUH lagi dengan DRAMA PENYESALAN DAN KATA MAAF..KAMU KAN EMANG OGEB BIN BODOH DARI DULU..
Qaisaa Nazarudin
Nah itu aku SETUJU..
Qaisaa Nazarudin
BUKAN CINTA DARI DULU ITU CUMAN RASA KEKAGUMAN SESAAT DAN OBSESI DOANG YA..INGAT CINTA DAN OBSESI ITU BEDA TIPIS..
Qaisaa Nazarudin
Dari awal juga aku gak suka Karline bisa CEPAT Luluh setelah perlakuan Dean,Rio dan Raka dulu ke Karline saat SMA,Karline aja yg Bego kebangetan,Rasain tuh..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,untung aja aku baca ya loncat2 ,Sesuai dugaan ku Karline bukan bukanlah cewek idola ku, peran MC Cewek nya yg gak sesuai harapan..
Qaisaa Nazarudin
Dasar Karline aja yang Ogeb,Sudah dihina2 jadi simpanan om om oleh Dean,dituduh macam2 oleh Dean, Rio dan Raka, Tapi hanya dengan kata MAAF dan PENYESALAN langsung aja Luluh,Ku pikir Alur nya akan putar arah dari novel2 yg lain yg udah pernah ku baca,Eh ternyata sama aja.. Setelah baca sinopsis ku fikir gak segitunya cacian dan hinaan dari Peran utama cowoknya makanya aku langsung tertarik untuk bacanya.. Tapi setelah baca aku langsung kecewa karena PERAN Cewek nya yg awal2 Tangguh dan bisa melawan dari segala arah,tiba2 langsung MELEMPEM dan seakan2 gak bisa apa2 kalau gak ada Dean.Kecewa deh gak sesuai Ekspektasi..🙏🙏
Ra H Fadillah: Terima kasih atas kritik dan masukannya, Kak 🙏
Ikuti terus ceritanya ya, karena perjalanan Karline masih panjang dan belum semuanya terungkap 😊
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Ckk di gombalin dikit aja udah luluh 🙄🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Apaan nih si nenek??
Qaisaa Nazarudin
Satu kata SKAKMATT buat si PECUNDANG..🫵🫵🫵👎👎👎👎
Qaisaa Nazarudin
Aelah gesit BANGET dari kemaren gak ada habis2 nya minta maaf,Karena apa?? Karena Karline itu CANTIK,PINTER, Coba kalau identintas nya belum kebuka,apa Dean akan segesit itu utk minta maaf?? 🙄🙄😏😏
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang ntar Ortu nya Dean punya pikiran buat JODOHIN mereka,Maka disitu Dean MENANG tanpa BERJUANG .
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku bilang juga apa?? Mulai deh bau2 sang. Outhor bikin mereka makin deket..😌😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!