NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26

Setelah perjalanan yang melelahkan dan memakan waktu akhirnya mereka sampai juga di penthouse Aksa. Begitu pintu terbuka, Jasmine langsung bergerak menuju koper milik Aksa. Ia berniat untuk membongkar isinya.

Namun, baru saja tangannya menyentuh pegangan koper, sebuah tangan besar menahan pergerakannya. Jasmine mendongak dan mendapati Aksa sudah berdiri di dekatnya.

"Tuan? Saya ingin merapikan baju-baju Anda," ucap Jasmine pelan.

Aksa menggelengkan kepala. Ia mengambil alih koper itu dari tangan Jasmine dan menjauhkannya.

"Tidak perlu, Jasmine. Biarkan saja dulu," ujar Aksa.

Jasmine tampak ragu. "Tapi ini sudah tugas saya...."

"Berhenti memikirkan tugas," potong Aksa. Ia menatap lekat mata Jasmine, lalu menghela napas pendek.

"Pergilah istirahat dulu. Aku tahu kamu sangat lelah setelah perjalanan tadi."

Jasmine terdiam, merasa tersentuh dengan perhatian kecil itu.

"Masuk ke kamar, mandi, dan tidurlah. Soal koper ini, urusan belakangan," tambah Aksa lagi tanpa ingin dibantah.

Jasmine akhirnya mengangguk patuh. "Baik, Tuan. Terima kasih."

Aksa memperhatikan Jasmine berjalan menuju kamarnya. Setelah pintu kamar itu tertutup, barulah Aksa membawa kopernya sendiri masuk ke dalam ruangannya dengan senyum tipis di bibirnya.

Jasmine segera masuk ke kamar dan membersihkan diri di bawah kucuran air hangat. Sambil menyabuni tubuhnya, ia tidak bisa menahan diri untuk terus menggerutu pelan.

"Dasar Aksa... seenaknya saja cium-cium ," gumamnya kesal.

"Untung saja aku masih punya hati dan tidak langsung menamparnya."

"Kirain sampai disini dia mau nyuruh-nyuruh aku lagi. Tapi ya... mau bagaimana lagi, aku kan kerja di sini."

Jasmine terdiam sejenak, mematikan kran air lalu meraih handuk. Tiba-tiba sebuah pikiran terlintas di kepalanya yang membuat matanya membelalak.

"Tunggu dulu," ia menghitung tanggal di dalam kepalanya.

"Ini sudah lewat tanggalnya. Gajiku bulan ini bahkan belum dia bayar!"

Rasa kesalnya semakin bertambah. Bisa-bisanya pria itu bersikap romantis dan sok perhatian, padahal kewajibannya sebagai bos malah terlupakan.

"Tadi saja sok manis menyuruh istirahat. Ternyata gajiku masih ditahan," gerutunya lagi sambil memakai pakaian santai.

Sore harinya, Aksa terbangun dari tidur siangnya. Ia melangkah keluar kamar dengan nyawa yang belum terkumpul sepenuhnya. Namun, begitu sampai di ruang tengah, ia mengernyitkan dahi.

Ruangan itu tampak sepi dan sedikit berantakan. Ada beberapa barang yang belum sempat dirapikan sejak mereka datang tadi. Aksa celingukan mencari keberadaan Jasmine, tapi tidak ada tanda-tanda wanita itu di dapur maupun di ruang tamu.

Karena penasaran, ia berjalan menuju kamar Jasmine. Dengan gerakan sangat pelan, ia memutar kenop pintu dan mengintip ke dalam. Di sana, Jasmine tampak tidur sangat pulas.

Aksa mendengus pelan sambil menyandarkan bahunya di pintu.

"Dasar kebo," ucap Aksa lirih dengan senyum tipis di bibirnya.

Ia sempat ingin membangunkan Jasmine untuk membantunya merapikan ruangan, tapi melihat gurat kelelahan di wajah wanita itu, niatnya urung. Aksa perlahan menutup kembali pintu kamar itu tanpa suara.

Ia mulai memunguti beberapa barang yang berserakan, merapikan bantal sofa, dan menata meja yang sedikit berantakan.

Meski tidak terbiasa melakukan pekerjaan rumah tangga sendiri, ia tetap mengerjakannya dengan teliti. Ia ingin saat Jasmine bangun nanti, wanita itu bisa langsung bersantai tanpa harus pusing melihat pekerjaan yang menumpuk.

Setelah selesai merapikan ruangan, Aksa mengelap keringat tipis di dahi dan kembali menuju kamar Jasmine. Ia membuka pintu dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan suara.

Melihat Jasmine yang masih terlelap, Aksa tidak bisa menahan diri. Ia perlahan naik ke atas ranjang dan ikut berbaring di samping wanita itu. Tanpa menunggu lama, ia menarik tubuh Jasmine ke dalam pelukannya, menikmati aroma tubuh Jasmine yang selalu membuatnya tenang.

"Masih saja belum bangun," bisik Aksa pelan.

Gemash melihat wajah damai itu, Aksa mulai mendaratkan ciuman-ciuman kecil di seluruh wajah Jasmine. Ia mencium keningnya, lalu turun ke kedua pipinya, dan beralih ke hidung Jasmine.

Jasmine yang merasa tidurnya terganggu mulai melenguh dan menggerakkan badannya. Namun, bukannya berhenti, Aksa justru semakin mengeratkan pelukan dan terus menghujani wajah Jasmine dengan ciuman lembut.

Aksa tersenyum puas saat melihat bulu mata Jasmine mulai bergerak-gerak, tanda bahwa wanita itu akan segera terbangun karena ulahnya.

"Bangun," bisik Aksa tepat di telinga Jasmine.

Mata Jasmine terbuka pelan, perlahan menyesuaikan diri dengan cahaya lampu kamar yang temaram. Kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya, namun ia bisa merasakan napas hangat Aksa di ceruk lehernya.

"Hahh..." Jasmine mendesah pelan, masih merasa sangat mengantuk.

Aksa tersenyum kecil melihat wajah bingung Jasmine yang baru bangun tidur. Ia mengelus pipi Jasmine dengan ibu jarinya, memberikan kecupan singkat lagi di hidung wanita itu.

"Bangun, Sayang. Sudah petang," ucap Aksa.

Jasmine yang baru menyadari posisi mereka langsung membelalakkan mata. Ia tersentak saat melihat wajah Aksa yang begitu dekat dan tangannya yang melingkar erat di pinggangnya.

"Tuan? Kenapa Anda di sini?" tanya Jasmine gugup sambil berusaha duduk, meski terhalang oleh pelukan Aksa.

"Menunggumu bangun," jawab Aksa santai, seolah tindakannya masuk ke kamar orang dan memeluknya adalah hal yang sangat wajar.

"Ayo cuci muka dulu , setelah itu kita cari makan malam."

Aksa melepaskan pelukannya dan membiarkan Jasmine bangun. Ia kemudian berjalan keluar lebih dulu dan menunggu di ruang tamu sambil memainkan ponselnya.

Tak lama kemudian, pintu kamar terbuka. Jasmine muncul dengan wajah yang masih sedikit sembab karena baru bangun tidur. Ia berjalan menghampiri Aksa dengan perasaan tidak enak.

"Maaf, Tuan... saya kebablasan tidur," ucap Jasmine sambil menunduk. Ia merasa bersalah karena seharusnya dialah yang menyiapkan keperluan Aksa, bukan malah asyik bermimpi.

Aksa mendongak, lalu meletakkan ponselnya di meja. Ia menatap Jasmine dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan ekspresi datar yang sulit ditebak.

"Iya, aku tahu. Tidurmu nyenyak sekali sampai tidak sadar aku masuk ke kamar tadi," jawab Aksa santai.

"Apa Anda sudah lapar? Saya akan segera siapkan makan malam," tanya Jasmine cepat-cepat.

Aksa berdiri dari sofa dan mengambil kunci mobilnya. Melihat Jasmine yang masih tampak merasa bersalah, ia hanya menggeleng pelan.

"Sudahlah, tidak usah masak. Ayo kita cari makan di luar saja," ajak Aksa.

Mereka pun turun ke parkiran. Saat sampai di depan mobil, Jasmine hendak membuka pintu belakang, namun Aksa langsung menahannya.

"Duduk di depan, Jasmine. Aku bukan sopirmu," ucap Aksa tegas.

Jasmine akhirnya menurut dan duduk di kursi samping kemudi. Suasana di dalam mobil awalnya hening, hanya terdengar suara mesin yang halus saat mereka membelah jalanan kota yang mulai gelap. Aksa fokus menyetir, namun pikirannya tampak sedang melayang ke tempat lain.

Setelah beberapa saat, Aksa memecah keheningan dengan suara yang lebih serius.

"Jasmine," panggilnya tanpa menoleh. "Kenapa kamu tidak mau rujuk denganku?"

Pertanyaan itu membuat Jasmine terdiam kaku. Ia tidak menyangka Aksa akan menanyakan hal itu dengan begitu langsung. Jasmine meremas jemarinya di atas pangkuan, bingung harus menjawab apa karena luka lama itu masih terasa nyata di ingatannya.

Aksa melirik sekilas, menunggu jawaban dari wanita di sampingnya itu dengan tatapan yang menuntut penjelasan.

"Karena saya tidak mau saja, Tuan. Saya juga memiliki kekasih," jawab Jasmine singkat sambil menatap lurus ke arah jalanan.

Ciiiittt!

Aksa menginjak rem secara mendadak hingga tubuh mereka terdorong ke depan. Beruntung jalanan sedang sepi. Aksa mencengkeram kemudi dengan sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih.

"Apa?" tanya Aksa.

"Ulangi lagi, Jasmine. Kamu punya apa?" tanya Aksa sekali lagi, memastikan telinganya tidak salah dengar.

Jasmine menelan ludah dengan susah payah. Jantungnya berdegup kencang melihat perubahan drastis pada wajah Aksa. Namun, ia berusaha tetap terlihat tenang meski tangannya sedikit gemetar.

"Saya... saya punya kekasih, Tuan. Jadi tolong berhenti bersikap seperti ini," ucap Jasmine dengan suara yang diusahakan tetap stabil.

Aksa tertawa sinis, tawa yang sama sekali tidak terdengar bahagia. Ia mendekatkan wajahnya ke arah Jasmine, membuat wanita itu refleks memundurkan punggungnya hingga menempel ke pintu mobil.

"Siapa pria itu? Berani-beraninya dia menyentuh milikku," desis Aksa penuh penekanan.

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!