NovelToon NovelToon
Love Unscripted

Love Unscripted

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Teen
Popularitas:856
Nilai: 5
Nama Author: CieMey

Zhevanya Maharani Karasya (Vanya) selalu menjadi anak yang dapat dibanggakan oleh kedua orangtua nya, siapa sangka sifat nya yang ceria periang dan selalu berfikir positif itu ternyata menyembunyikan rasa sakit yang sangat menyiksa. Vanya yang selalu ingin menyerah oleh penyakit nya itu tak pernah menduga masa remaja nya akan terasa sangat berwarna.

Pertemuan nya dengan Nana, Farida, dan Irgi benar benar membuat masa remaja nya begitu berwarna, indah dan membuat banyak kenangan yang tak terlupakan, sampai pada akhirnya Semua terasa begitu sia sia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CieMey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lara

"permisi dok, saya keluarga pasian Raka Putra"

"Oh iya silahkan masuk mba"

Vanya duduk dengan sedikit ber gemetar ia takut, takut tak kuat mendengar keadaan abang nya yang selalu menjadi garda terdepan untuk nya, ia takut dengan kenyataan bahwa abang nya cukup menderita dan selama ini menutupi itu sendirian, ia takut kehilangan abang nya, abang nya yang selalu menemani nya yang selalu bisa memberikan nya canda tawa dan membuat hari nya selalu berwarna.

"Sebelum nya, apakah pasien pernah mengeluh sakit atau mungkin terlihat kelelahan akhir akhir ini mba?"

"nggak dok abang saya baik baik aja kok, tadi pagi juga masih sehat dok"

"mba ga pernah liat pasien sakit?" dokter menanya kepada Vanya dengan keheranan, dengan kondisi yang sedang di derita Raka tidak mungkin ia tak pernah merasakan sakit.

"iya abang saya ga pernah sakit dok, dia sehat sehat aja kok dia tuh rajin olahraga makan juga teratur tidur nya juga ga pernah telat"

Dokter terdiam sejenak, mencerna kata demi kata yang Vanya ucap kan dan melihat kearah Raka, satu kata yang terlintas di otaknya adalah Kuat. ia menahan nya sendirian menutupi sakit nya dengan baik, ia benar benar bertahan sendirian tanpa ada yang menyadarinya.

"Baik saya paham mba, kalau boleh saya ingin berbicara dengan orang tua mba apakah boleh?"

"orang tua saya sedang dinas di bandung dok, saya sudah hubungi mungkin sekitar 1 sampai 2 jam lagi sampai"

"baik mba untuk saat ini saya minta tolong ke mba untuk menebus beberapa obat dulu ya, saat ini kondisi pasien masih belum bisa di jenguk ya mba. Nanti setelah orang tua mba tiba tolong segera menemui saya kembali ya mba"

Vanya keluar dengan resep obat uang harus segera ia tebus. Nana dan Irgi langsung berlari menghampiri Vanya.

"Gimana Van bang Raka"

"belum bisa di jenguk Gi"

"ini apa?" tanya Nana yang langsung meraih kertas yang Vanya genggam"

"obat harus di cari di apotek soalnya di sini lagi kosong"

"oh yaudah gue sama Nana aja yang cari, lo tunggu sini siapa tau nanti orang tua lo sampe biar bisa langsung ketemu dokter lagi"

"iya makasih ya Gi, Na" Vanya duduk ia hanya menunduk dan menangis, baru kali ini ia melihat abang nya sakit dan ternyata melihat orang yang sehat seketika sakit rada lebih menakutkan, pikiran nya terus berputar di kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

...☘️☘️☘️...

Ternyata obat yang di cari sangat langka mereka harus memasuki beberapa apotek dari yang apotek besar sampai ke apotek apotek kecil. Nana dan Irgi hampir saja menyerah, tapi lagi lagi mereka ingat kalau Raka adalah orang yang sangat baik bagi mereka tak hanya berperan menjadi abang yang baik tapi juga sahabat yang selalu ada di kala meraka susah.

"Gantian Gi bawa motor gw capet banget nih"

"Yaudah berenti depan sekalian tuh ada warkop istirahat dulu"

Nana dan Irgi memutuskan untuk beristirahat di sebuah Warkop hanya untuk meminum minuman dingin dan menenangkan kepala nya yang terasa terbakar oleh matahari.

Hanya sepuluh menit mereka beristirahat, perjalanan di lanjutkan dengan Irgi yang mengendarai motor. tak jauh dari warkop mereka melihat plang Apotek dan sepertinya itu apotek yang cukup besar, mereka memutuskan untuk mencoba Peruntungan sekali lagi dan meraka benar benar beruntung kali ini mereka berhasil mendapat kan obat itu, dan bergegas kembali kerumah sakit.

Setiba nya di rumah sakit Nana dan Irgi terdiam melihat Vanya yang menangis sesenggukan disamping nya Ratih menangis sangat dalam hingga tak ada suaranya sedangkan Danu hanya diam, diam yang tak perlu lagi di jelaskan. mungkin saat ini ia ingin sekali menangis tapi tertahan ia tak bisa ikut menangis disaat anak dan istri nya menangis sesenggukan ia harus menjadi yang paling kuat saat ini mencoba menenangkan dua wanita kesayangan nya.

"om ini obat bang Raka" Irgi menyodorkan obat untuk Raka dengan tangan yang gemetar, ia takut mendengar kabar terburuk yang selalu ia hindari selama ini.

"makasih ya, maaf ya bikin kalian kecapean, kalian udah makan?"

"iya om ntar kita makan"

"yaudah om kasih obat ke suster dulu, kalian tolong bujuk Vanya dan tante ya ajak mereka makan meraka belum makan dari tadi"

"iya om"

Nana terdiam melihat Vanya yang menangis sesenggukan, ia mencoba berbicara dengan Vanya dengan sangat pelan.

"Van makan dulu yuk jangan sampe kamu ikutan sakit, kamu kan juga harus kuat kan yuk makan dulu nanti kita kesini lagi"

Hanya gelengan kepala yang di dapat. bahkan berbicara pun Vanya tak sanggup berbicara saat ini.

Tak jauh berbeda dari Vanya, ratih pun menolak meninggalkan tempat ini, ia malah menyuruh Nana dan Irgi untuk pergi makan dulu.

"Kalian makan dulu ya kalian kan abis keluar pasti capek"

"kita ga makan kalo tante sama Vanya ga ikut makan" Irgi mencoba membujuk lagi walaupun ia tau pasti ia akan gagal lagi.

"oh atau gini aja, kita beliin makan buat tante sama Vanya ya, tante sama Vanya juga harus makan jangan sampe ikutan sakit"

"nah betul tuh kata Nana"

"pliss tan makan ya jangan sampe sakit"

Vanya sedikit demi sedikit tangis nya mulai mereda, ia mencoba menenangkan diri nya dan berpikir lebih logis. yang di katakan Irgi dan Nana memang benar ia juga harus tetap makan dan sehat bagaimana pun ia harus bisa menjaga Raka, jika ia juga ikut sakit pasti orang tua nya akan sangat kesusahan dan ia tak mau itu terjadi. akhirnya Vanya ikut Irgi dan Nana pergi Makan di kantin rumah sakit, ia juga sudah membujuk ibu nya untuk ikut tapi apa daya orang tua yang sedang melihat anak nya berjuang untuk hidup memang tak bisa di ajak kompromi ia pasti tak mau meninggalkan anak nya walaupun hanya sedetik. akhirnya Vanya tetap membelikan makanan ringan untuk orang tua nya, setidaknya makanan itu mampu mengganjal perut mereka.

1
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
gempi
b
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!