NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Fantasi / Bertani / Slice of Life
Popularitas:37k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

⚠️ PERHATIAN PEMBACA! ⚠️ Ini adalah Part 2 (Season 2) dari novel Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi. Sangat disarankan untuk membaca Part 1 terlebih dahulu guna memahami alur cerita, intrik karakter, dan sepak terjang sang Petani Sultan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyelesaikan Masalah

Hari itu adalah akhir pekan, Rendi memutuskan untuk bersantai. Setelah makan malam di Restoran Cak Imin, ia langsung meluncur ke Klub Hiburan Grand Royale untuk mandi sauna. Setelah memesan terapis pijat baru untuk "mencoba layanannya", ia mengemudikan mobilnya pulang dengan perasaan sangat puas, meskipun kakinya terasa sedikit lemas.

Sepanjang perjalanan, senyum penuh kemenangan tak lepas dari sudut bibir Rendi. "Keahlian" terapis baru itu sungguh luar biasa, wajahnya sangat seksi dan menggoda, apalagi bentuk tubuhnya, benar-benar tanpa cela. Rendi sangat puas dengannya dan sedang mempertimbangkan apakah ia harus membeli sebuah apartemen untuk menyimpannya sebagai wanita simpanan, setidaknya untuk dinikmati beberapa tahun ke depan.

Memang benar, membeli apartemen dan memelihara wanita simpanan membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Namun, Rendi sama sekali tidak memusingkan hal itu. Ia tahu bahwa dalam waktu dekat, ia akan menjadi sangat kaya raya! Uang dalam jumlah masif akan segera jatuh ke pelukannya! Rendi sangat yakin, asalkan ia berhasil merebut hak asuh putrinya, hal itu akan mendatangkan keuntungan yang tak terbatas baginya. Jangankan memelihara satu wanita, memelihara sepuluh wanita pun tidak akan jadi masalah!

Beberapa hari terakhir ini, Rendi rutin berkonsultasi dengan pengacaranya untuk mencari tahu seberapa besar peluangnya merebut hak asuh Melati. Jawaban sang pengacara membuatnya sangat puas. Ia sudah memutuskan untuk memasukkan gugatan ke pengadilan minggu depan. Rencana Rendi adalah merebut hak asuh putrinya terlebih dahulu, lalu menggunakannya sebagai senjata pamungkas untuk memeras Siska habis-habisan.

Meskipun harta kekayaan Siska tidak bisa dibilang sedikit, Rendi tidak akan puas semudah itu. Target utamanya adalah kekuasaan dan pengaruh milik Pak Wijaya; itulah tambang emas sesungguhnya yang bisa mendatangkan keuntungan raksasa. Kabarnya, pria tua bangka itu sangat menyayangi Melati. Jika ia melihat cucu kesayangannya menderita di bawah asuhan Rendi, pria tua itu pasti akan bertekuk lutut dan menuruti apa pun permintaannya.

Semakin memikirkannya, Rendi semakin merasa di atas angin, seolah-olah rencana busuknya telah berhasil seratus persen. Ia menggumam pada dirinya sendiri, "Hmph, berani-beraninya mencari masalah denganku? Aku pastikan hidup kalian hancur berantakan!"

Terkait upaya apa pun yang mungkin Siska lakukan untuk mempertahankan hak asuh, Rendi sama sekali tidak peduli. Ia sangat mengenal watak mantan istrinya itu. Siska adalah wanita arogan yang gengsinya terlalu tinggi untuk memanfaatkan kekuasaan ayahnya. Lagipula, Pak Wijaya dikenal sebagai pejabat bersih yang menjunjung tinggi integritas; mustahil ia berani mengintervensi ranah hukum demi urusan pribadi.

Rendi juga berencana untuk memviralkan kasus ini di media sosial. Ia akan merekayasa cerita dan memosisikan dirinya sebagai ayah malang yang ditindas oleh pejabat tinggi, terpaksa berpisah dengan darah dagingnya sendiri. Dengan begitu, Rendi akan mengantongi simpati dan dukungan publik. Hak asuh anak pasti akan jatuh ke tangannya!

Rendi mengemudikan mobilnya pulang dengan kepala dipenuhi rencana-rencana licik. Ia sama sekali tidak menyadari keberadaan sebuah mobil sedan Volkswagen (VW) reyot yang terus membuntutinya sejak tadi. Tentu saja, pengemudi mobil VW itu adalah Banyu! Karena sudah merencanakan aksinya hari ini, Banyu tidak sebodoh itu menggunakan pikap kesayangannya. Mobil VW butut itu ia beli seharga puluhan juta Rupiah secara tunai dari seorang sopir taksi gelap. Saat ini, si sopir pasti sedang duduk santai di rumah sambil menghitung uang dengan gembira.

Banyu membuntuti mobil Rendi dengan menjaga jarak aman. Saat melihat mobil Rendi berbelok masuk ke area perumahan mewah, Banyu segera memarkir VW-nya di tepi jalan, sedikit menjauh dari gerbang. Banyu turun dan berjalan menuju tembok pembatas perumahan tersebut. Setelah memastikan situasi di sekitarnya sepi dari pejalan kaki maupun kendaraan lewat, ia mundur beberapa langkah, lalu berlari dan melompat. Hanya dengan satu tolakan tangan yang ringan di atas tembok, tubuhnya melesat mulus melewati rintangan itu.

Begitu mendarat di dalam area perumahan, Banyu tidak membuang waktu. Ia berlari kencang menuju salah satu gedung apartemen mewah. Berkat pengintaiannya beberapa hari terakhir, Banyu sudah hafal betul letak kediaman Rendi. Bahkan dalam kegelapan malam, ia tak akan mungkin salah sasaran.

Berlari secepat kilat bak bayangan hantu, Banyu tiba di pintu masuk area parkir bawah tanah gedung tersebut. Tepat pada saat itu, mobil Rendi baru saja tiba dan melaju pelan, sorot lampu depannya menerangi pintu masuk basement. Namun, sosok Banyu sudah menghilang ditelan kegelapan. Ia telah menyelinap masuk lebih dulu dan bersembunyi dengan sangat tenang di samping slot parkir milik Rendi.

Tak lama kemudian, mobil Rendi merayap masuk. Dengan santai pria itu memarkir mobilnya di slot khususnya, lalu keluar sambil bersiul riang. Membayangkan kemewahan dan kekuasaan yang akan segera jatuh ke pelukannya membuat mood Rendi luar biasa bagus. Ia bahkan sedang menimbang-nimbang untuk mem- booking terapis baru itu lagi besok dan langsung membawanya pulang ke rumah. Otaknya terlalu sibuk merangkai fantasi kotor, sampai-sampai ia sama sekali tak menyadari bahwa malaikat maut sudah berdiri di belakangnya.

Banyu kini telah mengenakan topeng ski berwarna hitam yang hanya menyisakan celah untuk mata dan hidungnya. Tanpa suara, ia berjalan menguntit tepat di belakang Rendi. Saat Rendi nyaris tiba di depan pintu lift, Banyu sengaja mengubah suaranya menjadi serak dan membentak pelan, "Hei, Hartono!"

Banyu sengaja meneriakkan nama acak semata-mata untuk mengecoh Rendi, membuatnya berpikir bahwa ini murni salah sasaran atau korban salah pukul. Bagaimanapun juga, yang Banyu lakukan saat ini adalah tindak pidana murni. Sekalipun ia memiliki Kendi Penyuling Jiwa yang magis, ia tidak berniat mencari masalah dengan aparat kepolisian atau hukum negara.

Taktik licik Banyu berhasil sempurna! Mendengar nama "Hartono", Rendi refleks menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Mulutnya baru saja terbuka, berniat menjelaskan bahwa ia bukan orang yang dicari, tetapi Banyu sudah menerjang maju layaknya banteng. Sebuah pukulan sekeras baja mendarat telak di ulu hati Rendi!

Hantaman Banyu tak main-main. Rendi langsung meringkuk memegangi perutnya, menelan kembali kalimat "Kau salah orang" ke dalam tenggorokannya. Karena sudah mulai beraksi, tentu saja Banyu tidak akan berhenti sampai di situ. Tinju dan tendangan menghujani Rendi bertubi-tubi bagai badai. Wajah tampan bajingan itu seketika hancur lebur membengkak persis seperti kepala babi. Tak butuh waktu lama, Rendi kehilangan kemampuan untuk berbicara dan hanya bisa merintih kesakitan sambil terkapar tak berdaya di lantai basement.

Tapi... tujuan utama Banyu malam ini jelas bukan sekadar memberi pelajaran fisik. Pukulan-pukulan tadi tak lebih dari sekadar 'pemanasan'. Karena tidak ingin terlalu lama berada di TKP, Banyu mendadak mengubah telapak tangannya menjadi sekeras pisau, lalu menebas tengkuk belakang Rendi dengan sangat keras. Mengingat tenaga mutan yang Banyu miliki, efeknya bisa ditebak! Mata Rendi langsung terbelalak putih, dan ia jatuh pingsan seketika. Efektivitas tebasan Banyu bahkan mengalahkan bius total di ruang operasi rumah sakit!

"Habiskan sisa hidupmu... sebagai orang cacat!" Banyu bergumam dingin di dalam hatinya. Ia mengangkat kakinya tinggi-tinggi, lalu menginjak tempurung lutut Rendi dengan sekuat tenaga.

Dengan kekuatan fisik Banyu saat ini, injakan itu jauh lebih mengerikan dibandingkan hantaman kuda yang sedang berlari kencang.

KRAAK! Bunyi retakan tulang yang nyaring bergema di basement sepi itu. Tempurung lutut Rendi hancur berkeping-keping! Seakan merasa belum cukup, Banyu sengaja memutar tumit sepatunya dan menggerus lutut yang sudah remuk itu beberapa kali, memastikan saraf dan tulangnya benar-benar remuk tak bisa diselamatkan oleh dokter bedah mana pun. Selesai dengan kaki kanan, Banyu beralih ke lutut kiri Rendi dan mengulangi eksekusi brutal yang sama. Dalam hitungan detik, kedua kaki Rendi resmi dilumpuhkan secara permanen!

"Sekarang kau hanya orang cacat tak berguna yang bahkan tak sanggup mengurus dirimu sendiri. Mari kita lihat, hakim gila mana yang berani memberikan hak asuh anak kepadamu!" Banyu mendesis dingin menatap tubuh Rendi yang terkapar tak sadarkan diri, lalu memutar tubuhnya dan melangkah pergi tanpa menoleh ke belakang lagi.

Banyu memang bukan tipe pria bermoral suci yang terlalu kaku dengan aturan. Jika hukum dan cara-cara formal tidak bisa menyelesaikan masalah, ia sama sekali tidak ragu menggunakan cara 'bawah tanah' yang paling biadab sekalipun. Menghancurkan fisik Rendi adalah taktik cabut akar yang paling efektif. Dengan tubuh yang lumpuh seumur hidup, Rendi otomatis kehilangan seluruh kualifikasi hukumnya untuk bertarung di pengadilan melawan Siska.

Sebenarnya, Banyu bukanlah orang yang kejam atau sadis. Dalam situasi normal, ia tak akan pernah melumpuhkan seseorang hingga se-ekstrem ini. Tapi, Rendi adalah pengecualian. Pria iblis itu dengan sengaja memanfaatkan nyawa darah dagingnya sendiri sebagai alat pemerasan! Di mata Banyu, Rendi tak hanya kehilangan kualifikasi sebagai seorang ayah, tapi ia bahkan tak layak lagi menyandang status sebagai 'manusia'. Mengirimkan hukuman cacat permanen pada monster berwujud manusia seperti ini? Banyu melakukannya tanpa beban moral setetes pun.

1
Noor hidayati
kayaknya authornya ini memang menyukai free sex
Sri Murtini
Sesuai takdir Siska adalah isteri pertamamu banyu ...mslh dayang lainya ikuti mengalir saja tp dgn pertimbangan istri pertama ya !!
Yusup Surya
sialan plot twist dalam plot twist
Sri Murtini
Banyu segera nikahi Siska siapa tahu ada banyu yunior yg singgah dirahim siska sblm zina berlanjut💪😍😍
wan auw
ahhh kurang bnyak thorrr
isnaini naini
stlh beratus ratus episode...akhirnys....emang author satu ini pnuh kjutan
Memyr 67
𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎. 𝖽𝖺𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝗄𝖾𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗄𝖺, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝖺𝗇? 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗉𝗅𝖺𝗒𝖻𝗈𝗒 𝖼𝖺𝗉 𝗄𝖺𝗉𝖺𝗄.
Hardware Solution
akhirnyaaaa.....
Memyr 67
𝗉𝗎𝖺𝗌𝗒, 𝗒𝗎𝖽𝗈 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗅𝖺𝗌𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗍𝗂𝗆𝗉𝖺𝗅
Gege
akhirnya banyu pecah prewi...dan ular kadutnya pun berevolusi bukan buat kencing ajah...🤭🤣
Cui Lan Seng
hahaha emang benar novel terjemahan berarti emang indonesia bukan asia ya
Zamo: Anjirr, aku ampe mikir apa maksudnya ini? tapi bener juga ya, dikiranya Indonesia benua sendiri🤭
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
lalu crita ditangkep polisi gmn kelanjutannya ???
Riyanganz
seperti biasa dramanya 4 chapter ga selesai selesai😄
Was pray: biasa .... muter2 kayak gangsing, satu konflik gak kelar2.. .. 🤭
total 1 replies
Memyr 67
𝗉𝖾𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖺𝗌𝗂𝖺. 𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗌𝗂𝗌𝗂 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂 𝖺𝗌𝗂𝖺 𝗍𝗁𝗈𝗋.
asammanis
wkwk bosen hidup🤣🤣
BaksoEnak
hahahah kayaknya ini novel terjemahan Da Xia yaa ketahuan kamu🤭🤭🤭
Was pray
jadi tersangka penganiayaan itu Rendi biar banyu mikir dulu kalau mau bertindak, udah jelas menganiaya Rendi di tempat publik( rumah sakit)itu udah veruko tinggi
Gege
othor berusaha membuat konflik yang memicu emosi pembacanya, ..🤣
asammanis
wkwk kekuatan amplop emang paling top🤣
asammanis
wkwk susternya kena mental 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!