NovelToon NovelToon
Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Pembalasan Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:34.5k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Demi cinta, Hanum menanggalkan kemewahan sebagai pewaris tunggal Sanjaya Group. Ia memilih hidup sederhana dan menyembunyikan identitas aslinya untuk mendampingi Johan, pria yang sangat membenci wanita kaya. Lima belas tahun lamanya Hanum berjuang dari nol, membangun bisnis otomotif hingga Johan mencapai puncak kesuksesan.

Namun, di tengah gelimang harta, Johan lupa daratan. Ia terjebak dalam perselingkuhan dengan sekretarisnya sendiri. Luka Hanum kian mendalam saat pengabdiannya merawat ibu mertua yang lumpuh justru dibalas pengkhianatan, sang ibu mertua malah mendukung perselingkuhan putranya.

Kini, demi masa depan si kembar Aliya dan Adiba, Hanum harus memilih,tetap bertahan dalam rumah tangga yang beracun, atau bangkit mengambil kembali tahta dan identitasnya sebagai "Sanjaya" yang sesungguhnya untuk menghancurkan mereka yang telah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi ke Lembang Bandung part 2

Perjalanan menuju Lembang diiringi dengan gelak tawa Aliya dan Adiba yang tak henti-hentinya membahas rencana mereka. Udara yang semakin sejuk saat mobil mulai menanjak membuat suasana di dalam kendaraan terasa lebih rileks.

"Pokoknya kita harus ke Farmhouse, Bun! Aku ingin sekali foto memakai baju tradisional Belanda dan memberi makan domba-domba lucu itu," seru Adiba sembari menunjukkan foto-foto di ponselnya.

Aliya mengangguk setuju. "Iya, Bunda. Dulu kita hanya bisa melihat dari media sosial teman-teman. Sekarang kan mumpung kita semua lengkap!"

Hanum melirik ke arah Alvaro yang sedang fokus menyetir. "Gimana, Kak? Apa tidak apa-apa kalau ke Farmhouse? Pasti di sana sangat ramai karena ini akhir pekan."

Alvaro menoleh sekilas dan memberikan senyum tipis yang menenangkan.

"Tidak masalah, Num. Selama Aliya dan Adiba senang, aku akan ikuti. Lagipula, aku sudah lama tidak melihat pemandangan hijau. Sesekali melihat domba lebih baik daripada melihat angka-angka di berkas kantor, kan?"

Hanum tertawa kecil mendengar candaan Alvaro. "Ya sudah, kita ke Farmhouse ya."

Setibanya di Farmhouse, aroma susu murni dan udara pegunungan menyambut mereka. Aliya dan Adiba langsung berlari kecil menuju gerbang masuk yang ikonik. Area yang tertata rapi seperti pedesaan di Eropa itu benar-benar memanjakan mata.

"Wah! Lihat, Kak! Rumah Hobbit nya persis seperti di film!" teriak Adiba penuh antusias.

"Bunda! Om Al! Ayo kita foto di sini!" panggil Aliya sembari melambaikan tangannya.

Alvaro dengan sigap mengeluarkan kamera profesional nya yang sengaja ia bawa. Ia mengarahkan lensa kameranya ke arah Hanum yang sedang berdiri di antara kedua putrinya dengan latar belakang taman bunga yang cantik.

Klik!

"Bagus sekali, Num. Kau terlihat sangat natural di sini," puji Alvaro saat menunjukkan hasil fotonya di layar kamera.

Wajah Hanum merona karena pujian itu. "Ah, itu karena kameranya saja yang bagus, Kak."

"Bukan kameranya, tapi objeknya yang memang indah," bisik Alvaro pelan, cukup dekat di telinganya Hanum sehingga membuat detak jantung wanita itu kembali berpacu tak beraturan.

Setelah puas memberi makan hewan, mereka berjalan menuju area jembatan gembok cinta. Aliya dan Adiba tampak sibuk memilih gembok warna-warni untuk mereka pasang sebagai simbol kekompakan keluarga mereka yang baru.

"Bunda sama Om Al tidak mau pasang gembok juga? Katanya kalau pasang di sini, hubungannya bisa abadi loh!" goda Adiba sembari mengunci gembok miliknya.

Hanum buru-buru menggeleng. "Ish, kalian ini ada-ada saja. Itu kan hanya mitos."

Namun, tanpa disadari Hanum, Alvaro diam-diam menatap jajaran gembok itu dengan pandangan yang dalam. Ia tidak butuh gembok besi untuk mengunci hatinya, karena sejak lama, hatinya sudah terkunci rapat hanya untuk satu nama, yakni Hanum.

"Ayo, sebelum matahari terlalu terik, kita cari susu murni dan camilan dulu," ajak Alvaro sembari merangkul pundak Aliya dan Adiba, sementara tangan satunya dengan sopan memberi isyarat agar Hanum berjalan di sampingnya.

Hanum merasakan kehangatan yang luar biasa. Berada di tempat ini, bersama orang-orang yang mencintainya, membuatnya merasa bahwa luka dari Johan benar-benar mulai memudar, digantikan oleh harapan baru yang ia rasakan setiap kali Alvaro berada di dekatnya.

*

*

Suasana di kedai susu murni terasa begitu santai. Hanum sedang menyesap susu strawberry hangat sementara Alvaro sibuk membagikan camilan sosis bakar untuk Aliya dan Adiba. Namun, ketenangan itu terusik saat seorang wanita cantik dengan gaya elegan tiba-tiba berdiri di depan meja mereka.

Wanita itu melepas kacamata hitamnya, matanya membelalak menatap Hanum. "Hanum? Kamu Hanum Sanjaya, kan?" tanya wanita itu dengan nada yang sangat yakin.

Hanum mendongak, ia terpaku sejenak mengamati wajah familiar di hadapannya. "Deva? Deva Prameswari? Kamu... ini beneran kamu?"

"Ya ampun, Hanum!" seru Deva girang. Keduanya langsung berdiri dan berpelukan erat, melepas rindu setelah bertahun-tahun kehilangan kontak sejak Deva memutuskan kuliah di luar negeri.

Alvaro yang duduk di samping Hanum mulai mengingat-ingat.

'Ah, Deva. Sahabat Hanum yang paling cerewet itu ya.' batinnya.

Dulu, Deva memang sering sekali datang ke rumah Sanjaya untuk mengerjakan tugas atau sekedar bermain.

Setelah pelukan terlepas, mata Deva beralih ke arah pria di sampingnya Hanum. Matanya berbinar. "Ini Kak Al, ya? Wah... dari dulu sampai sekarang tidak ada yang berubah ya! Masih tampan, gagah, dan awet muda banget. Kak Al rahasianya apa sih?" goda Deva yang blak-blakan.

Alvaro tersenyum ramah. "Halo, Deva. Senang melihatmu lagi. Kamu juga makin sukses kelihatannya."

Deva tertawa renyah, lalu menoleh ke arah Hanum dengan tatapan jahil.

"Kak Al tahu tidak? Dulu waktu Kakak sering antar jemput Hanum di sekolah, Kakak itu jadi idola, loh! Teman-teman seangkatan kami banyak banget yang ngefans sama Kakak. Tapi Hanum yang galak ini selalu bilang kalau Kak Al cuma punya Hanum seorang. Hadeuh... Hanum itu sangat protektif sama Kakaknya sendiri!"

Hanum seketika merasa wajahnya panas. Ia ingin sekali membekap mulut sahabatnya yang ember itu. "Ish, Deva! Jangan suka mengada-ada!" tegur Hanum malu, melirik Alvaro yang ternyata malah tersenyum lebar mendengar pengakuan itu.

"Yaelah, Num, itu kan masa lalu!" bela Deva santai.

Suasana menjadi sedikit canggung saat Deva melihat Aliya dan Adiba. Hanum pun memperkenalkan kedua putrinya dengan bangga. Deva sempat menanyakan soal Suaminya Hanum, karena ia benar-benar tidak tahu apa yang telah terjadi selama mereka hilang kontak. Namun, Hanum belum siap menceritakan kehancuran rumah tangganya dengan Johan di tempat umum seperti ini.

"Nantilah Dev, lain waktu pasti akan aku ceritakan semuanya padamu," ujar Hanum menghindar halus.

"Oke, Num, aku mengerti. Oh iya, kalian rencana menginap kan di daerah sini? Kebetulan aku sekarang tinggal di Lembang lagi untuk meneruskan usaha orang tuaku yang sudah sepuh. Aku punya beberapa vila di sekitar sini. Sebagai hadiah pertemuan kita, kalian wajib menginap di villa ku malam ini. Bagaimana?" tawar Deva antusias.

Aliya dan Adiba yang mendengar kata Viila langsung bersorak senang. "Wah, kebetulan sekali Tante Deva! Kami memang sedang mencari penginapan karena rencananya besok siang baru pulang. Iya kan, Diba?" tanya Aliya sambil menyenggol adiknya.

Hanum mengernyitkan dahi, bingung. "Loh, memangnya kalian ingin menginap? Bunda kira nanti sore kita langsung kembali ke Jakarta."

Alvaro hanya menyimak sambil melipat tangan di dada, senyumnya menyiratkan bahwa ia setuju-setuju saja dengan rencana menginap itu.

"Sudahlah, Num! Pokoknya kalian harus menginap. Tidak puas tahu kalau jalan-jalan di Lembang tapi tidak merasakan udara malamnya!" paksa Deva.

Melihat binar bahagia di wajah kedua putrinya dan dukungan diam-diam dari Alvaro, Hanum akhirnya menghela napas dan mengangguk pasrah. "Baiklah, kita menginap."

"Asyik!" seru si kembar kompak, sementara Alvaro dalam hati berterima kasih pada Deva karena memberinya waktu lebih lama untuk bersama Hanum di luar urusan kantor.

Bersambung...

1
Nar Sih
komplit sdh hukuman untuk mu johan ,puass🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mantap 🤣
total 1 replies
Nar Sih
terkejutt kan kmu johan dan nyeseell pasti nya
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good/
total 1 replies
sunaryati jarum
Rasakan akibat kesombongan kalian,kau tidak ingat Johan Jika modal pertama usahamu dari Hanum.setelah sukses kamu lupa diri,asal keadaan kamu dulu.
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: biar tahu rasa si Johan, habis jatuh ketimpa tangga pula 🤣🤣🤣
total 1 replies
Teh Yen
rasain tuh c Monica keguguran ,,ibumu kena serangan jantung lagi karena kaget takut hidup miskin huuh 😤 bukan sadar diri malah nyalahin Hanum semua yg terjadi kan sebab ulah kamu sendiri knp nyalahin Hanum toh uang modal perusahaan go green itu dari istrimu johan kalau kamu lupa 😏 jd itu bukan perusahaaanmu tp punya istrimu
ktnya trauma sama ayahnya yg ninggalin. ibunya karena wanita kaya lalu kamu apa kamu jg ninggalin perempuan hebat demi wanita yg hanya bagus d permukaan saja huuh 😤 nyebelin
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: sabar kak, jgn esmosi 😁
total 1 replies
Teh Yen
haha Tidka berkutik kau Johan nyesel kan sekarang udh buang Hanum 😏 tp tenang permainan nya baru saja d mulai tunggu kejutan" selanjutnya yah 😁
Ariany Sudjana
Johan kamu masih menyalahkan Hanum untuk semua masalah kamu? kamu ini benar-benar laki-laki bodoh, yang percaya penuh dengan omongan si pelacur murahan itu. tapi memang cocok sih, pelacur murahan kesayangan kamu itu memang harusnya jadi pasangan laki-laki sampah seperti kamu 😂😂🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, pasangan yang sangat cocok 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Num kau Sebenarnya juga sudah mencintai Alvaro,mungkin masih gengsi atau belum yakin
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: dia belum yakin sepenuhnya dan minder kak
total 1 replies
Nyonya Gunawan
Klo hanum g' mau biar aq az y thor yg jdi istrinya alvaro..🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah, betul itu 😁😁
total 3 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
hanum aneh gengsi bgt 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: bukan gengsi kak, tapi dia minder
total 1 replies
🍾⃝ ͩSᷞɪͧᴠᷡɪ ͣ
ayolah hanum buka pintu hatimu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nanti pasti di buka 😁
total 1 replies
Ma Em
Hanum terima Alvaro jadi suami.u agar Hanum serta sikembar ada yg melindungi , apalagi si Johan perusahaan nya sdh jatuh takutnya nanti Johan akan berbuat jahat pada Hanum .
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 😁
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahaha kamu menyesal kan Johan? membuang batu permata demi pelacur murahan 😂😂🤣🤣
Nyonya Gunawan
Akhirnya johan tau siapa hanum yg sebenarnya..
Nar Sih
tunggu detik,,kehancuran mu johan 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
sbnr nya hanum juga suka tuh dgn alvaro ,cuma . rsa minder karena janda mungkin
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah seperti itu maksudnya kak
total 1 replies
Teh Yen
lanjut thor
Teh Yen
kmr kak Al Deket sama Deva kamu cemburu num sekarang kak Al nyatain perasaan nya ke kamu malah d tolak hadeuuh 🙈
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
neny
sabar ya al,,mendapatkan hati seorang wanita yg lg terluka itu amat susah,,biarlah nanti ketulusan cinta yg membuktikan nya,,hanum bukan menolak,,cuma dia masih ragu dng dirinya,,yg merasa tdk pantas di cintai pria sebaik al,,
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul sekali kak, Hanum itu malah jadi minder 🤭
total 1 replies
Ibu Yenih
tanggung bngt aaah.
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!