NovelToon NovelToon
Di Balik Seragam Yang Sama

Di Balik Seragam Yang Sama

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tazaya

Sebuah kisah 2 orang anak SMA, dibalik seragam yang sama ternyata kehidupan mereka sangat bertolak belakang

dengan kisah anak gadis bernama Naira dengan kehidupan nya yang sunyi dan dingin
dan kisah anak lelaki yang berkerja keras sambil bersekolah tapi dikelilingi keluarga yang hangat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tazaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tembok Es dan Senyum yang Sia-Sia

Suasana kelas XI-A pagi itu cukup bising. Namun, begitu Naira Alisha Danendra melangkah masuk melewati pintu kelas, atmosfer seolah berpusat pada dirinya. Gadis itu berjalan dengan langkah ringan, rambut panjangnya yang berkilau bergerak beriringan dengan ayunan langkahnya. Di tangannya, ada sebuah paper bag kecil dari toko obat terkenal isinya beberapa salep kompres impor yang sengaja dia beli tadi subuh untuk Rama.

Sepanjang koridor tadi, Naira tidak bisa berhenti memikirkan kejadian kemarin sore di dekat ruko. Detak jantungnya bahkan masih berulah setiap kali dia mengingat kehangatan genggaman tangan Rama di warteg.

Mata Naira langsung menyapu seisi kelas, dan senyumnya merekah saat menemukan cowok berwajah lempeng itu sudah duduk di bangku pojok belakang, sedang menatap lurus ke papan tulis yang masih kosong. Tas sekolahnya tergeletak di meja, dan sudut bibirnya masih dilapisi plester kecil.

Tanpa memedulikan tatapan heran dari teman-teman sekelasnya yang menganggap si "Putri Danendra" tidak level bergaul dengan anak ruko, Naira melangkah mantap menuju meja Rama.

BRAK.

Naira menaruh paper bag itu di atas meja Rama dengan gerakan ceria, lalu duduk di kursi kosong tepat di sebelah cowok itu.

"Pagi, Rama!" sapa Naira riang, matanya berbinar cerah. "Gimana luka kamu? Masih perih gak? Ini aku bawain salep bagus banget dari Singapura, punya Mamaku sih sebenarnya, tapi katanya cepat banget buat ngilangin lebam."

Rama tidak langsung menjawab. Dia perlahan memalingkan wajahnya, menatap Naira. Namun, tatapan mata hitam pekat yang biasanya terasa tenang dan melindungi itu, kini berubah menjadi sangat asing. Dingin, datar, dan benar-benar kosong. Seperti ada tembok es raksasa yang mendadak dibangun di antara mereka.

"Bawa pulang aja, Ra. Aku gak butuh," ucap Rama lempeng, suaranya terdengar sangat bariton dan menjaga jarak.

Senyum di wajah Naira seketika membeku. Dia berkedip beberapa kali, mengira dia salah dengar. "Eh? Tapi kan luka kamu—"

"Aku bilang gak butuh, Naira," potong Rama, kali ini dengan penekanan yang membuat Naira tersentak. Rama bahkan menyebut nama panjangnya, bukan lagi panggilan 'Ra' yang terdengar hangat semalam.

Naira merasakan dadanya mendadak sesak. Perubahan sikap Rama yang drastis ini seperti tamparan keras baginya. "Ram... kamu kenapa sih? Kok tiba-tiba ketus banget? Kemarin sore di warteg kan kita gak apa-apa. Apa lukanya makin sakit? Atau gara-gara Arga lagi?"

Naira yang merasa sudah cukup dekat dan peduli pada Rama,Refleks mengulurkan tangannya, berniat menyentuh kening Rama untuk memastikan cowok itu tidak sedang sakit. Namun, belum sempat jarinya menyentuh kulit Rama, cowok itu dengan cepat mepepis tangan Naira di udara.

TEPAK.

Suara tepisan itu tidak keras, tapi sanggup membuat beberapa anak di barisan belakang langsung menoleh ke arah mereka.

"Jangan lancang, Naira," desis Rama tajam, matanya mengunci mata Naira dengan tatapan yang menyiratkan penolakan mutlak. "Mulai sekarang, mending kamu balik ke bangku kamu. Dan tolong, jangan pernah samperin aku lagi. Anggap kita gak pernah kenal sebelumnya."

Air muka Naira langsung berubah drastis. Rasa peduli yang tulus yang dia bawa dari rumah seolah diempaskan begitu saja ke lantai. Sebagai seorang Danendra yang punya harga diri tinggi, Naira meremas rok seragamnya kuat-kuat. Matanya mulai memanas, berkaca-kaca karena kombinasi antara bingung, sedih, dan sakit hati yang luar biasa.

"Kenapa, Ram?" suara Naira mulai bergetar, menahan tangis yang siap pecah. "Aku salah apa sama kamu? Aku ke sini cuma mau bantu kamu... karena aku ngerasa... aku ngerasa kita udah mulai dekat. Kenapa kamu tiba-tiba kayak gini?!"

Rama mengepalkan tangannya di bawah meja hingga buku-buku jarinya memutih. Di dalam hatinya, Rama harus mati-matian menahan diri. Kilasan wajah ayahnya yang pucat dan gemetar saat menghadapi kesombongan Tuan Danendra tadi pagi terus berputar di otaknya. Rama harus sadar posisi. Dia tidak boleh egois. Kedekatan mereka hanya akan membawa luka yang lebih besar bagi keluarganya.

"Kita gak pernah dekat, Naira. Kamu anak Danendra, dan aku cuma pegawai Di Fotocopy," sahut Rama, suaranya sedatar es, menghujam langsung ke ulu hati Naira. "Sadar posisi kamu, dan sadar posisi aku. Tempat kita beda."

Naira menatap Rama dengan pandangan tidak percaya. Air mata pertamanya akhirnya lolos membasahi pipinya. Tanpa berkata-kata lagi, Naira langsung menyambar kembali paper bag obatnya di meja, berdiri dengan sentakan kasar, lalu berlari keluar dari kelas dengan menyembunyikan wajahnya yang menangis.

Begitu siluet Naira hilang di balik pintu kelas, Rama mengembuskan napasnya yang tertahan. Dia menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, memejamkan mata erat-erat demi menghalau rasa sesak yang mendadak menghimpit dadanya sendiri.

Dia berhasil membuat Naira menjauh, tapi kenapa hatinya justru terasa hancur berkeping-keping?

1
Wawan
Sepertinya ini sama persis degan bab di depan 💪✍️
Wawan
Nah kena Amor lu 😍😄✍️
tazayaa: hahaha🤭
total 1 replies
Wawan
Kok mirip ceritaku ya ... "Pada Suatu Masa" 💪✍️
Wawan: Panjang kalau di ceritaku 😄 ... But ide tulisamu menarik dan menyenangkan Thor 💪✍️
total 2 replies
Wawan
Satu ilklan plus mawara buat yang lagi klepek klepek 😄✍️
tazayaa: hihii terimakasih 💪😄
total 1 replies
Wawan
Suit suiiit 😍
tazayaa: hihiii🤣
total 1 replies
Wawan
Rama dan Naira 😍😍😍
tazayaa: jangan lupa baca kisah selanjutnya yaa😍😍😍
total 1 replies
Protocetus
Bibit2 timnas 💪
Protocetus
Gk sekolah mau kerja apa bossku 😂
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Remontada
tazayaa: siapp, sama-sama👍
total 3 replies
Dhatu Lukita
terus semangaattt 💪💪💪
tazayaa: terimakasih kak, semangat jugaa 💪
total 1 replies
Dhatu Lukita
haloo thor aku mampir nih, semangat terus berkarya ya 💪💪💪
tazayaa: siapp kak, makasihh yaa
total 1 replies
tazayaa
bantu follow ya supaya admin semangat update niii🤭🤭
cila_aa
aduhh ada yang mulai tumbuh tapi bukan pohon nihh 🤭
tazayaa: wkwkw
total 1 replies
tazayaa
BAGUSSS POLLL!!!🩷🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!