NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Inti Bintang Petir dan Keserakahan Tetua Agung

​Malam telah larut menyelimuti Paviliun Daun Hijau. Di dalam kamarnya yang tenang, Lin Chen duduk bersila dengan mata terpejam. Kemejanya dilepas, memperlihatkan otot-ototnya yang proporsional namun sekeras baja kosmis.

​Di area pusarnya, sebuah cahaya perak kelam berdenyut seirama dengan detak jantungnya.

​Itu adalah Inti Bintang—Dantian palsu yang ia bentuk dari energi kabut darah dan ratusan monster di Ranah Rahasia. Kini, inti itu tidak hanya memancarkan cahaya perak, tapi juga dililit oleh kilatan petir ungu yang buas.

​"Luar biasa," puji Guru Lin Tian yang melayang di depan Lin Chen. "Akar Roh Guntur itu telah berevolusi setelah menyatu dengan energi Kekosongan Bintang. Sekarang, energi petirmu sepuluh kali lipat lebih merusak daripada saat masih berada di tubuh si bodoh Ye Feng."

​Lin Chen membuka matanya. Sekilas, ada percikan petir ungu yang menyambar di dalam pupilnya sebelum kembali normal.

​Ia mengangkat tangan kanannya dan menjentikkan jari pelan.

​Zrrtt... Tak!

​Sebuah busur petir kecil menyambar dari ujung jarinya ke arah meja kayu berjarak dua meter. Dalam kedipan mata, meja sekeras kayu besi itu langsung berubah menjadi tumpukan abu abu halus tanpa mengeluarkan asap apalagi api! Daya hancurnya murni melenyapkan partikel benda tersebut.

​"Kuat," gumam Lin Chen puas. "Dengan kekuatan fisikku yang setara tahap Jiwa Baru Lahir, ditambah energi Inti Bintang Petir ini... bahkan kultivator Inti Emas tahap puncak sekalipun hanya akan menjadi debu jika berani menerima pukulanku secara langsung."

​"Benar. Tapi ingat, jangan terlalu sering memamerkan petir ungumu di sekte ini, atau Tetua Agung Klan Ye akan langsung tahu siapa yang membunuh cucunya," kekeh Lin Tian.

​"Aku tahu, Guru," Lin Chen tersenyum dingin. "Biarkan anjing tua itu menggonggong kebingungan untuk sementara waktu."

​Tiga hari berlalu dengan damai.

​Su Yue telah berhasil meracik Pil Penembus Batas menggunakan Rumput Jiwa Darah. Pil itu diberikan kepada Pemimpin Sekte untuk menerobos kemacetan kultivasinya. Sebagai imbalannya, Pemimpin Sekte secara resmi memberikan kendali penuh atas Paviliun Alkimia kepada Su Yue. Di usianya yang masih sangat muda, ia kini menjadi orang nomor dua paling berkuasa di puncak alkimia setelah guru utamanya.

​Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama.

​Siang itu, saat Lin Chen sedang santai menyirami tanaman di kebun spiritual, suara gerbang paviliun didobrak dengan sangat kasar terdengar hingga ke halaman belakang.

​BRAAAK!

​Pintu kayu jati tebal itu hancur berkeping-keping. Belasan murid elit Klan Ye menerobos masuk dengan wajah garang, dipimpin langsung oleh Tetua Agung Klan Ye—kakek dari Ye Feng!

​Wajah pria tua itu sangat suram. Lingkaran hitam di bawah matanya menunjukkan bahwa ia belum tidur sejak kematian cucunya. Aura Inti Emas memancar liar dari tubuhnya, membuat pelayan-pelayan paviliun jatuh berlutut ketakutan.

​"Su Yue! Keluar kau sekarang juga!" raung Tetua Agung, suaranya mengguncang atap paviliun.

​Su Yue bergegas keluar dari ruang peracikan, wajahnya mengerut tidak senang melihat keributan di tempatnya.

​"Tetua Agung Ye, apa maksudnya semua ini? Ini adalah area Paviliun Alkimia, bukan halaman belakang klanmu!" tegur Su Yue dengan nada tegas. Posisinya sekarang sudah kuat, ia tidak perlu terlalu tunduk pada pria tua itu.

​"Jangan banyak bicara!" Tetua Agung menunjuk Su Yue dengan tongkatnya. "Klan Ye kami baru saja kehilangan jenius terbesar. Sekte telah mengizinkan kami mengambil sumber daya ekstra untuk membina generasi baru. Mulai bulan ini, Klan Ye menuntut delapan puluh persen dari seluruh kuota pil tingkat dua dan tingkat tiga yang dihasilkan oleh Paviliun Alkimia!"

​Mendengar tuntutan gila itu, Su Yue langsung tertawa sinis.

​"Delapan puluh persen? Anda pasti sudah gila karena sedih, Tetua Agung. Jika saya berikan semua itu pada klan Anda, bagaimana nasib murid-murid sekte yang lain? Pemimpin Sekte tidak akan pernah menyetujui ini!"

​"Pemimpin Sekte sedang berlatih tertutup! Akulah yang memiliki wewenang tertinggi di luar sekarang!" Tetua Agung mengertakkan gigi.

​Kehilangan Ye Feng membuat klan mereka terancam diturunkan statusnya. Mereka sangat putus asa dan ingin memonopoli pil alkimia untuk memaksakan munculnya jenius baru. Tetua Agung tahu Su Yue yang meracik pil terbanyak saat ini, karena itu ia datang untuk menindas gadis itu secara langsung.

​"Serahkan kunci gudang obat, atau aku sendiri yang akan mengambilnya secara paksa!" ancam Tetua Agung.

​WUSSS!

​Aura tekanan dari Inti Emas tingkat menengah langsung menyapu ke arah Su Yue. Udara di sekitar mereka terasa seberat gunung batu. Su Yue yang hanya berada di tahap Pembangunan Fondasi langsung tersentak mundur, wajahnya memucat, dan darah segar menetes dari sudut bibirnya akibat tekanan tersebut.

​"Anda... Anda berani menyerang Tetua Kehormatan di dalam sekte?!" Su Yue menahan napas, kakinya gemetar mencoba berdiri tegak.

​"Di dunia kultivasi, kekuatan adalah kebenaran mutlak, Gadis Kecil! Kau tidak punya bukti aku menyerangmu, ini hanya sedikit 'nasihat' energi dariku," cibir Tetua Agung dengan angkuh. Ia melangkah maju, tangannya terulur berniat mencekik leher Su Yue untuk memaksanya menyerahkan kunci gudang.

​Namun, tepat sebelum tangan keriput itu menyentuh leher Su Yue...

​Srrkk.

​Sebuah sapu lidi yang terbuat dari bambu tiba-tiba menyodok perlahan dari arah samping, menepis tangan Tetua Agung itu dengan sangat kasual.

​Gerakannya pelan, tidak memancarkan aura Qi sama sekali, bahkan terkesan seperti sedang menyapu debu di meja. Tapi saat sapu lidi itu menyentuh punggung tangan Tetua Agung...

​BAM!

​Suara benturan tumpul terdengar.

​Mata Tetua Agung membelalak lebar. Tangannya seketika terpental ke belakang dengan kekuatan yang mengerikan. Tulang pergelangan tangannya berbunyi kretak keras, disusul oleh rasa sakit yang membuat pria tua itu melolong dan mundur tiga langkah!

​Semua murid Klan Ye ternganga. Apa yang baru saja terjadi?! Tetua Agung mereka yang berada di tahap Inti Emas baru saja ditepis... oleh sebuah sapu lidi?!

​Di samping Su Yue, berdiri seorang pemuda berpakaian pelayan abu-abu sederhana. Ia memegang sapu di tangan kanannya, sementara tangan kirinya memegang sebuah teko penyiram tanaman. Wajahnya datar, terlihat sangat polos dan tidak bersalah.

​"Permisi, Tetua," kata Lin Chen dengan nada santai dan ramah. "Kebun obat di belakang sedang disiram. Tanaman spiritual sangat sensitif terhadap suara keras. Tolong jangan berteriak-teriak di sini, nanti bunganya bisa stres dan mati."

​Keheningan yang mencekam menyelimuti halaman itu.

​Su Yue menatap Lin Chen dengan mata berbinar. Pemuda ini datang lagi!

​Sementara itu, wajah Tetua Agung berubah menjadi ungu karena marah dan menahan sakit di pergelangannya yang kini membengkak. Ia menatap pelayan di depannya dengan tatapan membunuh.

​"Kau... Pelayan cacat Ye Chen?! Apa yang kau gunakan untuk menangkis tanganku?! Apakah jalang Su Yue ini memberimu Artefak Pelindung tingkat tinggi?!" raung Tetua Agung. Di kepalanya yang sombong, mustahil manusia fana memiliki tenaga sekuat itu tanpa bantuan senjata gaib.

​"Artefak? Saya tidak tahu apa itu artefak. Ini cuma sapu bambu biasa yang saya beli di pasar loak kota dengan harga dua keping tembaga," jawab Lin Chen polos sambil mengayun-ayunkan sapunya.

​"Beraninya kau mempermainkanku, Sampah!" Tetua Agung benar-benar kehilangan akal sehatnya. Ia mengumpulkan seluruh Qi Inti Emas di tangan kirinya yang masih sehat, lalu melepaskan pukulan ke arah dada Lin Chen.

​Pukulan Penghancur Gunung!

​Angin bergemuruh. Tekanan dari pukulan itu membuat ubin batu di halaman retak berantakan. Ini adalah serangan mematikan yang tidak memberi ampun!

​"Lin Chen, awas!" Su Yue berteriak panik.

​Lin Chen tidak menghindar. Ia bahkan tidak mengangkat tangannya untuk menangkis. Ia hanya berdiri tegak dan membusungkan dadanya sedikit, membiarkan pukulan Inti Emas itu mendarat telak di tengah dadanya.

​BUMMM!

​Debu mengepul ke udara akibat ledakan energi Qi.

​Murid-murid Klan Ye langsung bersorak. "Hahaha! Mampus kau, cacat! Tubuhnya pasti sudah hancur jadi bubur daging!"

​Namun, saat debu perlahan menipis... tawa mereka tersangkut di tenggorokan.

​Lin Chen masih berdiri di posisi yang sama. Bajunya di bagian dada memang robek berantakan, tapi kulit di baliknya... tidak ada satu pun goresan luka, tidak ada memar, bahkan tidak ada setetes darah pun!

​Sebaliknya, Tetua Agung Klan Ye kini berdiri mematung. Matanya melotot menatap tangan kirinya sendiri.

​Tinju pria tua itu menempel di dada Lin Chen, tapi jari-jarinya telah patah dan membengkok ke arah yang tidak wajar. Tangannya terasa seperti baru saja meninju balok baja ilahi dari surga.

​Lin Chen menepuk-nepuk debu di bahunya dengan santai, lalu menatap pria tua yang gemetar di depannya sambil menghela napas prihatin.

​"Aduh... Tetua Agung," ucap Lin Chen dengan nada mengejek yang sangat halus. "Sepertinya Anda kurang minum. Tulang Anda sudah sangat keropos termakan usia. Masa memukul dada pelayan lemah sepertiku saja, tulang Anda sendiri yang patah?"

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!