NovelToon NovelToon
Yang Hilang Bukan Kamu, Tapi Aku

Yang Hilang Bukan Kamu, Tapi Aku

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: nita.mamitha

Aku pikir bertahan adalah bentuk paling tulus dari cinta.
Sampai aku sadar…
aku tidak sedang memperjuangkan hubungan,
aku hanya sedang menahan luka yang terus berulang.
Ini bukan cerita tentang kehilangan seseorang.
Ini cerita tentang
bagaimana aku perlahan kehilangan diriku sendiri
di hubungan yang tidak pernah benar-benar memilihku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita.mamitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24

Tidak semua yang terasa nyaman

membuat kita berani tinggal.

Kadang… justru itu yang paling kita takuti.

Beberapa hari setelah pertemuan kedua di kafe itu, hidup Nara kembali berjalan seperti biasa.

Atau setidaknya… terlihat biasa dari luar.

Ia tetap bangun pagi, berangkat kerja, menyelesaikan tugasnya, lalu pulang tanpa banyak bicara. Semua berjalan seperti sebelumnya.

Tapi ada satu hal kecil yang tidak bisa ia abaikan.

Ia mulai menunggu.

Bukan menunggu seseorang seperti dulu yang penuh harapan dan kecemasan.

Tapi menunggu dengan cara yang lebih diam.

Lebih hati-hati.

Seperti seseorang yang tidak ingin mengakui apa yang sebenarnya ia rasakan.

Setiap sore, tanpa sadar, pikirannya akan kembali ke tempat itu.

Kafe kecil di sudut jalan.

Tempat yang sebelumnya tidak pernah berarti apa-apa.

Tapi sekarang… terasa berbeda.

Nara tidak selalu datang ke sana.

Justru sebaliknya ia mencoba untuk tidak datang.

Seolah dengan tidak kembali, ia bisa menjaga sesuatu tetap sederhana.

Tetap aman.

Tapi justru itu yang membuatnya semakin sadar…

bahwa ada sesuatu yang sedang tumbuh.

Dan itu yang membuatnya takut.

Suatu sore, Dina kembali duduk di sampingnya saat jam istirahat.

“Kamu akhir-akhir ini sering senyum sendiri,” katanya santai.

Nara langsung menoleh.

“Serius?”

Dina mengangguk sambil tertawa kecil.

“Iya. Walaupun kamu coba sembunyiin.”

Nara terdiam sejenak.

Ia ingin menyangkal.

Tapi entah kenapa, ia tidak punya alasan yang cukup kuat.

“Cuma lagi… ngerasa lebih ringan aja,” jawabnya akhirnya.

Dina memperhatikan wajahnya beberapa detik, lalu tersenyum.

“Bagus, sih. Tapi hati-hati juga.”

Kalimat itu sederhana.

Tapi cukup untuk membuat Nara terdiam.

Hati-hati.

Seolah Dina tahu… tanpa perlu dijelaskan.

Malam itu, Nara duduk di kamarnya dengan lampu yang redup.

Ponselnya ada di tangan, tapi tidak ada yang ia buka.

Pikirannya sibuk.

Bukan tentang masa lalu.

Tapi tentang kemungkinan.

Tentang seseorang yang bahkan belum benar-benar ia kenal.

Tentang perasaan yang belum ia beri nama.

“Aku harusnya nggak kayak gini,” gumamnya pelan.

Ia menarik napas panjang, lalu meletakkan ponselnya di samping.

Baginya, semuanya terasa terlalu cepat.

Bukan karena Arga memaksanya.

Justru karena semuanya berjalan terlalu… mudah.

Dan itu yang membuatnya tidak percaya.

Beberapa hari kemudian, tanpa sengaja, Nara kembali melewati kafe itu.

Langkahnya melambat.

Ia berhenti beberapa detik di depan pintu.

Seperti sebelumnya.

Ragu.

Ingin masuk.

Tapi juga ingin pergi.

Akhirnya, ia memilih untuk berjalan lagi.

Melewati tempat itu tanpa masuk.

Tanpa melihat ke dalam.

Seolah dengan begitu, ia bisa menjaga jarak.

Hari itu, ia pulang lebih cepat dari biasanya.

Dan untuk pertama kalinya, ia merasa sedikit kosong.

Bukan karena kehilangan sesuatu.

Tapi karena ia menahan dirinya sendiri.

Keesokan harinya, saat pulang kerja, Nara kembali mengambil jalan yang sama.

Dan kali ini… ia melihat sesuatu.

Dari luar, melalui kaca kafe itu, ia melihat Arga duduk di tempat yang sama.

Sendiri.

Seperti seseorang yang sedang menunggu.

Langkah Nara terhenti.

Jantungnya berdetak sedikit lebih cepat.

Ia tidak tahu kenapa.

Ia tidak tahu apakah Arga benar-benar menunggu.

Atau hanya kebetulan.

Tapi satu hal yang pasti

ia tidak masuk.

Ia hanya berdiri beberapa detik.

Lalu memilih untuk pergi.

Langkahnya terasa lebih berat dari biasanya.

Dan sepanjang perjalanan pulang, pikirannya tidak berhenti berputar.

Tentang kenapa ia tidak masuk.

Tentang kenapa ia memilih menjauh.

Dan tentang satu hal yang mulai ia sadari

ia takut.

Bukan takut pada Arga.

Tapi takut pada dirinya sendiri.

Takut kalau ia mulai merasa lagi.

Takut kalau ia kembali berharap.

Dan yang paling ia takutkan

takut kalau semuanya akan berakhir sama.

Malam itu, Nara duduk diam lebih lama dari biasanya.

Tidak ada musik.

Tidak ada distraksi.

Hanya dirinya… dan pikirannya sendiri.

“Aku cuma nggak mau sakit lagi,” bisiknya pelan.

Kalimat itu keluar begitu saja.

Jujur.

Tanpa ditahan.

Ia menutup matanya sejenak.

Mencoba menenangkan dirinya.

Mencoba meyakinkan bahwa menjauh adalah pilihan yang benar.

Bahwa menjaga jarak adalah bentuk perlindungan.

Tapi di dalam hatinya, ia tahu

tidak semuanya sesederhana itu.

Karena di balik semua alasan itu,

ada satu hal yang tidak bisa ia tolak.

Ia nyaman.

Dan kenyamanan itu… mulai berarti.

Beberapa hari setelah itu, Nara benar-benar tidak kembali ke kafe tersebut.

Ia menghindari jalan itu.

Menghindari kemungkinan bertemu.

Menghindari semua yang bisa membuatnya goyah.

Dari luar, semuanya terlihat baik-baik saja.

Ia tetap bekerja.

Tetap tersenyum.

Tetap menjalani hari-harinya seperti biasa.

Tapi di dalam dirinya, ada sesuatu yang terasa menggantung.

Seperti cerita yang belum selesai.

Seperti kalimat yang terpotong di tengah.

Dan setiap kali ia mengingat itu,

ia selalu memilih satu hal yang sama

diam.

Karena baginya,

menjauh sekarang

jauh lebih mudah

daripada harus menghadapi kemungkinan

yang belum tentu berakhir baik.

Tapi tanpa ia sadari,

semakin ia menjauh,

semakin jelas satu hal

bahwa yang ia hindari…

bukan hanya Arga.

Tapi juga perasaan

yang mulai tumbuh tanpa izin.

1
Hariyanti
kisah yg TDK biasa menurutku🤔 berat dan butuh renungan. mungkin ini ttg perjalanan orang yang introvert dlm berinteraksi dan menjalin hubungan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!