Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24 Marah-marah mulu
" Jawab pertanyaan ku " tegas Alex akan memegang Lala namun pintu lift sudah terbuka .
" Cepat ikut aku " kata Alex berjalan dengan langkah lebarnya sampai Lala ketinggalan jauh .
" Permisi , ruangan kepala divisi keuangan sebelah mana ya " tanya seorang pria pada Lala .
" Kakak lurus aja terus belok kanan jalan lurus lagi beberapa meter dan belok kiri , ruangan nya ada di disana " kata Lala menunjukkan.
" Mmmm, baik terimakasih " kata pria itu tersenyum menatap Lala , tidak langsung pergi .
" Aku memintamu datang keruangan ku, malah mengobrol disini " omel Alex yang sudah sampai diruangan nya kembali mencari Lala .
" Kakak itu bertanya jalan keruangan kepala divisi keuangan" jelas Lala .
" Kakak, kamu memanggil pria setua itu kakak sementara panggil aku Om, apa wajahku lebih tua dari dia " ketus Alex yang jadi bad mood .
" Baiklah mulai hari ini aku bakalan panggil Kak Alex , jika memang Om pengen seperti itu " patuh Lala .
" Kamu benar-benar nyebelin ya " kesal Alex langsung pergi .
" Apa sih, seperti wanita pms marah-marah aja kerja nya " heran Lala melihat Alex yang selalu naik emosian setiap hari .
Lala berjalan pelan menuju ruangan Alex sambil cari beberapa tips di ponselnya untuk meredakan emosi suami .
" Hahhhh, jadi pria yang sering bercinta itu emosinya lebih stabil ya " kaget Lala melihat Artikel yang dibaca nya .
" Ohhhh, rupanya dia emosional karena tidak pernah dibelai " pendapat Lala yang begitu masuk ruangan Alex langsung mengunci pintu.
Lala jadi merasa berdosa juga sebagai istri tidak pernah membelai Alex yang padahal beban hidup dan tanggung jawab nya banyak sekali .
" Kamu itu dari ma, mmmh" Lala langsung membungkam mulut Alex dengan ciuman nya .
Lala berjinjit mencium Alex beberapa kali " Muachh" Lala mengecupi pipi kanan dan kiri Alex bergantian .
" Duduk dulu " kata Lala membawa Alex duduk di kursi nya .
Lala berdiri di antara kaki Alex dan memeluk kepala Alex yang duduk dikursi itu , secara perlahan Lala mengelus-elus kepala Alex yang bersandar ke dada nya .
" Jangan marah-marah lagi " kata Lala ketika Alex melingkarkan kedua tangannya di pinggang Lala .
" Lah kamu yang bikin marah " Alex yang baru diam sebentar menikmati perlakuan Lala langsung marah lagi .
Muachhh
" Udah ya " kata Lala mengecup kening Alex yang mendongak menatapnya.
" Om mau ini nggak ?" pertanyaan Lala melepas beberapa kancing bagian atas bajunya .
" Lala , ta," Alex meneguk salivanya dan langsung memegang begitu Lala mengeluarkan nya .
" Udah jangan marah lagi , ayo minum " kata Lala langsung menutup begitu Alex akan Mencobanya.
" Lala , biar aku melihatnya" kata Alex yang menjadi sangat tidak sabar ketika Lala yang tadinya memberikan kebahagiaan seolah merusak nya .
" Minum air putih Om , biar emosinya, "
" Diam kamu " kata Alex yang masih terpaku melihat nya .
" Om ada cctv" teringat Lala kembali menutup nya .
Alex menekan tombol kontrol hingga Cctv itu mati dan meraih pinggang Lala agar duduk diatas pangkuan nya .
" Aaaaaa, ini sangat geli " tegang Lala ketika merasakan mulut hangat Alex mengenai kulitnya.
Lala meremas kemeja Alex yang sangat brutal sampai beberapa kali Lala menjerit dibuatnya.
10 menit kemudian.
" Udah ya Om , sekarang kerja jangan marah-marah lagi " kata Lala dengan senyum bahagia nya mengecup pipi Alex sampai beberapa kali .
" Udah ya Om , Lala kerja dulu " kata Lala keluar ruangan Alex setelah merapikan bajunya .
Alex masih melek dan terdiam setelah apa yang di berikan Lala padanya , tidak hanya di peluk tapi juga di kasih nafkah batin .
" Alex kau kenapa?" cemas Rey berlari masuk kedalam ruangan Alex yang pintunya terbuka lebar sementara Alex duduk melamun dengan tatapan kosong .
" Aku, aku tidak kenapa-kenapa" kata Alex dengan gelagapan.
" Ada apa bercerita padaku , jangan duduk melamun dengan tatapan kosong seperti itu " kata Rey yang benar-benar khawatir tadi .
" Apa Lala membuat masalah lagi? Atau dia menyinggung perasaan mu?" pertanyaan Rey .
" Tidak-tidak, dia tidak menyinggung perasaan ku " kata Alex malah tiba-tiba tersenyum ketika Rey menyebut nama Lala .
" Beneran?" heran Rey melihat Alex yang langsung tersenyum begitu mendengar nama Lala .
" Kita rapat jam berapa?" pertanyaan Alex merapikan dasi dan rambutnya.
" 10 menit lagi , aku sampai lupa padahal aku menjemputmu kesini " kata Rey yang jadi lupa tujuan nya disaat melihat Alex melamun .
" Ayo kita kesana" kata Alex dengan wajah segar dan mood baik nya .
" Sebenarnya dia kenapa?" pertanyaan Rey yang jadi heran dengan Alex .
Alex menghadiri rapat RUPS di dampingi Rey sebagai asisten nya namun belum rapat itu di mulai seseorang sudah mengalihkan perhatian Alex dan Rey .
" Bagaimana bisa dia memiliki saham perusahaan ku?" suara kecil Alex berbisik pada Rey .
" Sepertinya dia hanya perwakilan atau menggantikan seseorang dari keluarga nya " pendapat Rey .
" Kenapa? Kau masih ada rasa padanya " pertanyaan Rey .
" Perasaan apa?" ketus Alex menatap wanita itu dengan tatapan sebelah mata .
" Ehhhh, jangan di tatap lama-lama nanti mata mu di congkel Lala" bisik Rey menahan tawa .
" Kita mulai rapatnya " ucap Alex .
" Sebentar Pak Alex , teknisi sedang memperbaiki tampilan di layar monitor untuk tampilan layar tancap yang lebih jelas dan fokus" kata seorang staf menghampiri Alex .
" Aplikasi sistem terbaru?" pertanyaan Alex menatap tampilan yang menarik di layar monitor.
" Iya pak Alex , teknisi perusahaan kita telah melakukan pembaruan yang di gunakan perdana hari ini " jelasnya .
" Baiklah, pastikan tidak ada masalah " ucap Alex
Ting
"Ibu " Alex langsung tersenyum melihat pap yang dikirimkan oleh ibunya .
Ternyata tadi Lala pergi mengantarkan gelang untuk ibunya bahkan Ayah juga diberikan nya hadiah .
" Tuan Alex bolehkan aku bicara sebentar?" Dahlia menghampiri Alex .
" Iya, ada apa?" pertanyaan Alex ketika Dahlia berdiri di sebelahnya.
" Ini bagaimana ya ?" pertanyaan Dahlia yang menghampiri Alex untuk meminta penjelasan atas beberapa poin yang tidak dia pahami dalam berkas .
Alex menjelaskan dengan detail beberapa poin yang tidak Dahlia pahami namun dalam penjelasan nya ucapan Alex berhenti ketika seseorang juga wanita juga menghampiri nya .
...........
" Wahhhh, berani juga mereka menghampiri secara langsung" batin Lala yang melirik kedua wanita itu .
" Lala kerjakan dengan cepat , waktu kita tidak banyak " tegur rekan tim pada Lala yang malah melamun disituasi genting.
" Ehhhh , iya " kata Lala kembali bekerja setelah sebelumnya fokus teralihkan pada Alex .
" Ternyata wanita-wanita yang mengejar Om Alex lebih sempurna ya " batin Lala setelah pekerjaan nya selesai menatap kearah Alex dengan tatapan lirih .
" Ehhhh, apa kalian tau rumor-rumor nya wanita yang berdiri disamping Bu Dahlia tadi mantan pak Alex lo" kata Lolita begitu mereka keluar dari ruang rapat setelah pekerjaan selesai .
" Pak Alex pernah pacaran?" pertanyaan Lala.
" Ya tentu saja , Pria kalau sudah konglomerat seperti pak Alex siapa yang nggak bakalan mau sih La jadi pacarnya, lain cerita kalau miskin " pendapat Bara .
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄