NovelToon NovelToon
Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:51.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

"Papa tidak setuju!"

Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.

"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.

"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"

***

Ingat, jangan nabung bab!

Follow IG : ichageul9563

Facebook : Khairunnisa (Ichageul)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mau Sama Mau

“Sandi Putra,” gumam Alvin pelan.

Dia yakin kalau Sandi Putra adalah pria yang sama dengan yang dikenalkan Anyelir tempo hari. Kecurigaannya pada pria itu semakin besar saja. Dia yakin kalau ada sesuatu antara istrinya dengan Sandi.

“Oh ya, apa karyawan di sini sering lembur?” tanya Alvin lagi. Secara tidak langsung dia ingin mengkonfirmasi pengakuan istrinya yang sering meminta ijin pulang terlambat karena lembur.

“Paling hanya karyawan di bagian operasional, terutama karyawan retailnya. Kamu kan punya mini market, jadi pasti tahu gimana karyawan di bagian operasional. Kalau lembur sudah pasti.”

“Kalau manajemen?”

“Tidak pernah. Kamu tahu kalau karyawan lembur, berarti ada uang lebih yang harus dibayarkan ke karyawan.

Sekarang perusahaan sedang memperketat anggaran karena sedang berencana membangun cabang baru. Jadi kita menekankan pegawai harus menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.”

Kepala Alvin mengangguk-angguk. Satu kebohongan Anyelir terungkap.

Pertanyaan selanjutnya, kemana dia saat mengaku lembur?

“Kenapa? Apa Anye sering mengaku lembur?” tanya Davin setengah bercanda.

“Ngga. Dia selalu pulang tepat waktu.”

Alvin memilih berbohong menutupi kelakuan istrinya. Bagaimana pun dia tidak mau aib rumah tangganya diketahui oleh orang lain. Apalagi rekan kerja sang istri. Biar saja ini menjadi urusan internalnya saja.

“Oh ya, rencananya mau buka cabang di mana?” Alvin mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Bali.”

“Hem … memang sudah waktunya membuka cabang di Bali. Pasar di sana sepertinya menjanjikan.”

“Ya. Pasar kita bukan hanya penduduk lokal, tapi juga pendarang dan turis.”

Keduanya meneruskan perbincangan. Selebihnya mereka hanya membicarakan tentang bisnis saja. Tidak menyinggung ranah pribadi atau mencari tahu orang-orang di divisi keuangan.

Satu jam kemudian Alvin berpamitan. Sudah cukup informasi yang didapatnya tentang Anyelir. Sambil berjalan keluar dari gedung Blue Mart, Alvin menghubungi Joshua, pengacaranya.

“Halo,” terdengar suara Joshua dari seberang ketika Alvin baru saja mendudukkan diri di belakang setir.

“Aku baru saja dari kantor Anye. Ternyata selama ini dia bohong. Kantor tidak pernah memberi lembur. Dan selama tugas keluar kota, ada satu nama rekan kerja yang sama yang selalu mendampinginya. Sandi Putra namanya. Aku curiga kalau dia menghabiskan waktu bersama Sandi saat lembur.”

“Ini baru dugaan. Kalau kita angkat ini di pengadilan, tanpa bukti, tuduhan menjadi lemah. Anye bisa mengelak.”

“Jadi bagaimana?”

“Kumpulkan bukti dulu. Bukti yang kuat, seperti video yang membuktikan mereka selingkuh, dan kalau ada saksinya, akan lebih bagus.”

Alvin terdiam sebentar. Ternyata mengurus perceraian itu tidak semudah yang dibayangkan. Tapi dia sadar, kalau apa yang dikatakan pengacaranya harus dilakukan untuk memperkuat gugatannya.

Anyelir bukan tipe wanita yang akan menyerah begitu saja jika digugat cerai.

“Saya sarankan Pak Alvin lebih sabar. Cari bukti yang banyak supaya tergugat nanti tidak bisa mengelak.”

“Baiklah. Saya akan hubungi lagi kalau sudah dapat bukti kongkrit.”

“Saya bisa rekomendasikan detektif swasta untuk membantu penyelidikan Pak Alvin kalau mau.”

“Untuk saat ini, saya akan melakukannya sendiri. Tapi kalau butuh, saya pasti akan menghubungi Bapak.”

“Baiklah.”

Panggilan pun berakhir. Alvin memasukkan kembali ponsel ke saku celananya. Setelahnya dia melajukan kendaraan meninggalkan pelataran parkir Blue Mart.

Andai tidak ada pekerjaan penting hari ini, dia pasti sudah menunggu sampai istrinya pulang kerja. Sepertinya dia harus mempertimbangkan detektif swasta yang direkomendasikan pengacaranya.

***

Sisil menggerakkan tubuhnya ke kanan dan kiri. Seharian berada di depan laptop, tak ayal membuat punggungnya pegal juga.

Dia beranjak dari tempatnya lalu membaringkan tubuhnya di kasur. Punggungnya yang pegal terasa lebih rileks setelah bersentuhan dengan kasur.

Mata gadis itu menatap langit-langit kamar. Ingatannya melayang pada percakapannya dengan sang mama tadi pagi. Gadis itu menceritakan tentang ajakan Alvin untuk menjalin hubungan serius pasca dirinya membereskan rumah tangganya dengan Anyelir.

“Ma … aku harus bagaimana?” tanya Sisil dengan suara merajuk. Sejak awal berada di Jakarta dan tinggal bersama Alvin, gadis itu sudah banyak bercerita pada mamanya. Termasuk maneuver yang dilakukannya untuk memanasi Anyelir.

“Kamu yang memulai, jadi kamu juga harus bertanggung jawab.”

“Maksudnya apa, Ma?”

“Sekarang Mama tanya, kamu bersikap seperti itu sama Om Alvin, karena kamu ingin membantu rumah tangga mereka harmonis, atau memang kamu punya perasaan pada Alvin.”

“Aku ….”

Sisil tidak bisa melanjutkan perkataannya. Sesungguhnya gadis itu bingung harus menjawab apa.

Di seberang sana, Kirana hanya tersenyum tipis. Sejak dulu dia memang mengetahui kedekatan Alvin dan Sisil. Bahkan pria itu beberapa kali mengatakan akan menunggu Sisil besar setiap ditanya kapan akan menikah.

Tapi kemudian Alvin menikah setelah dijodohkan oleh kakek dan neneknya. Kirana tahu kalau Alvin menerima pernikahan itu karena tidak enak pada orang yang sudah mengurus dan merawatnya sejak kecil.

Ketika itu, Sisil sendiri baru berusia lima belas tahun. Anak itu terlihat sedih saat tahu Alvin menikah. Sepertinya saat itu Alvin sudah menjadi cinta pertamanya, hanya saja gadis itu belum menyadarinya.

“Kalau kamu tidak ada perasaan pada Alvin, tolak. Kalau memang dia mau berpisah dengan Anye, biarkan saja. Setidaknya dia bisa terlepas dari pernikahan toxic. Dan dia bisa menemukan perempuan lain yang layak mendampinginya.”

Ada perasaan tak rela mendengar ucapan Kirana. Harus Sisil akui, dia sudah bermain hati dengan suami orang itu.

“Tapi kalau kamu mencintainya, tunggu sampai Alvin menyelesaikan pernikahannya dengan Anye. Setelah itu, barulah kalian bisa bersama. Jangan sampai kamu dicap sebagai pelakor.”

“Tapi kalau Papa ngga setuju gimana?”

“Mama yang akan jadi garda terdepan kamu, Mama akan mendukungmu dan membujuk Papamu.”

Tanpa sadar Sisil menyunggingkan senyuman. Dukungan sang Mama membuatnya semakin yakin untuk menunggu Alvin menyelesaikan pernikahannya dengan Anyelir.

Lamunan Sisil pecah ketika mendengar suara getaran ponselnya. Sebuah pesan dari Alvin masuk.

[Lagi apa? Sudah makan?]

Dengan cepat Sisil menjawab pesan Alvin.

[Belum. lagi istirahat dulu. Pinggang pegel kebanyakan duduk.]

[Aku kirim makanan buat kamu.]

[Oke.]

Selain menjawab pesan, Sisil juga mengirimkan foto imutnya pada Alvin.

Membuat pria itu semakin gemas saja pada gadis pujaannya.

***

Anyelir menghempaskan bokongnya di sofa. Pertengkaran kemarin dengan Alvin, tak menyurutkan niatnya untuk terus berduaan dengan Sandi sepulang kerja. Wanita itu bisa pulang malam dengan tenang karena tahu Alvin seharian ini akan sibuk di luar.

“Kamu kenapa?” tanya Sandi sambil mendudukkan diri di samping Anyelir. Pria itu langsung memeluk wanita di sebelahnya seraya menciumi tengkuknya.

“Aku kesal sama Sisil.”

“Sisil?” kening Sandi nampak berkerut. Dia sampai menghentikan apa yang dilakukannya barusan.

“Itu, anak yang tinggal di rumahku. Yang kecentilan sama suamiku.”

“ooh … dia. Dia siapa sih?”

“Aku kasih tahu ya, dia itu cucu dari pemilik Blue Mart.”

“Hah? Serius? Kok bisa tinggal sama kamu?”

Tentu saja Sandi dibuat terkejut. Pasalnya dia baru mendengar latar belakang Sisil. Selama ini dia hanya mendengar keluh kesah Anyelir tentang gadis itu.

“Jadi … suamiku itu masih saudara angkat Mas Dika. Dan Mas Dika itu adik angkatnya Mas Dion, anak pemilik Blue Mart.”

Sandi dibuat bingung dengan silsilah yang disebutkan Anyelir.

“Aku kesal sama dia. Gimana ya kasih dia pelajaran, supaya ngga dekat-dekat sama Mas Alvin.”

“Kamu cemburu Alvin dekat-dekat dia. Terus bagaimana dengan kita? Kamu pikir aku ngga cemburu kamu ngomongin Alvin terus.”

“Hubungan kita kan hanya sebatas MSM,” jawab Anyelir sambil mengulum senyum.

“Apa itu?”

“Mau Sama Mau,” Anyelir tertawa kecil setelahnya. Dia nampak kegelian ketika Sandi menciumi tengkuknya.

“Aku punya ide buat kamu balas Sisil,” celetuk Sandi.

“Apa?”

Sandi mendekatkan mulutnya ke telinga Anyelir, kemudian membisikkan sesuatu. Kepala Anyelir mengangguk-angguk tanda mengerti. Sebuah senyuman licik tercetak di wajahnya.

***

Bisik² apa tuh?

Mohon maaf Kadus Arya agak delay ya tayangnya🙏🏻

1
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ish ko gitu sih Rian 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
surprise 🤣
Lila
karepmu lah Nye..atur2 aja gmna baiknya menurut kamu..
yg penting nti di Ending om Alvin ttp sma sisil🤭
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Untunglah Sisil sdh laporan ama Kirana. Jd sebenarnya usaha tuh sia-sia aja 🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq masih positif mak 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: positif thinking loh mak😎😎
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
jgn2 mau taruh kamera nih si rian. aq msh positif thinking loh amamu. jangan mengecewakan ya
Kusii Yaati
tuh kan bener Rian berkhianat.... dasar penghianat, walau pun kamu mencintai Sisil tapi cinta kan nggak bisa di paksa...males ah😤
Hasnawati Hasna
ternyata memang benar bahwa tidak ada pertemanan antara laki-laki dan perempuan, ujung ujungnya ada hati c i n t a 😄😄😄
Hasnawati Hasna
aduhhh Rian mah TTM teman tapi musuh, dalam selimut pula 🤣🤣🤣
Humaira
ternyata rian seorang pengkhianat, musang berbulu domba 😤😤
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
dikira Rian anak kemarin sore yang lugu gitu.pasti Rian punya cara sendiri menghadapi Anye yang suka berkelit dan manipulatif
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kalau Anye bisa menekan dan mengancam Rian, Rian juga pasti punya cara yang lebih cerdik menghadapi Anye.
Safitri Agus
Rian apa sih mau mu😏
Rahma Habibi
berharap rian narokamera atau cctv di apart nya sandi dan masih berharap rian baik tapi semuanyadi tentukan oleh author...
Eka Burjo
Rian, kukira kamu cerdas, ternyata 🙄
Eka Burjo
ku kira Rian cerdas
ana17
pembaca kecewa
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
huumm Rian kamu jahara /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
◌ᷟ⑅⃝ͩ●🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤️
kata kuncinya CIN-TA.... Rian melakukan keculasan karena dia ada hati sama Sisil...makanya dia bekerja sama dgn Anye untuk bisa mendapatkan Sisil dan memisahkan dgn Alvin
kamu mah gk gentleman Yan.....
dgn cara curang apakah kamu akan mendapatkan Sisil ?
cinta gk bisa di paksakan Man /Smug/
kamu akan merasakan akibatnya suatu saat nanti ....tunggu aja waktu yg tepat Yan ....pasti kamu akan menyesal melakukan culas pada Sisil /Curse/
yumna
ryan kirain km berada d pihal.ssil....mau naro alat pelacak dan rekaman d apartmb sandi eh ga taunya mau hapus vdionya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!