NovelToon NovelToon
Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Perjalanan Dewa Jahat Menentang Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Epik Petualangan
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Yun Zhu hanyalah seorang murid rendahan dari Sekte Qingyun. Tanpa orang tua, tanpa latar belakang yang berarti—ia hanya bisa masuk sekte itu secara kebetulan setelah sebuah bencana menghancurkan hidupnya.

Akar spiritualnya lemah, bakatnya pun nyaris tak terlihat. Di mata orang lain, ia tak lebih dari sampah yang tak layak diperhitungkan. Tatapan meremehkan dan hinaan telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Namun takdir mulai berbalik arah ketika Yun Zhu secara tak terduga memperoleh sebuah kekuatan misterius—kekuatan yang perlahan akan mengubah nasibnya… dan mengguncang dunia yang selama ini merendahkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Aku akan membawamu, untuk membunuh orang

Malam itu menjadi saksi bisu saat Yun Zhu dan Yan Chu melesat membelah angin dingin menuju Kediaman Keluarga Yan.

Kekhawatiran terpancar jelas dari raut wajah Yan Chu, tubuhnya condong ke depan seolah ingin memacu kecepatannya melampaui batas demi memastikan keselamatan keluarganya.

​Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di lokasi.

​Begitu kaki mereka menyentuh tanah yang kini terasa dingin dan lembap, pandangan keduanya langsung terpaku ke depan. Pemandangan yang tersaji sangat mengerikan.

Kediaman keluarga Yan yang megah kini rusak parah, pilar-pilarnya tumbang dan gerbangnya hancur berkeping-keping.

​Orang-orang dari keluarga Yan terbaring berserakan di atas tanah yang kini berubah warna menjadi merah pekat. Bau anyir darah menusuk hidung, memenuhi udara malam yang menyesakkan.

Tepat di dekat reruntuhan gerbang, sosok tuan muda Yan Huan tampak tersandar dengan tubuh yang dipenuhi luka robek yang sangat dalam.

​Yan Chu langsung berlari mendekat, lututnya menghantam tanah tanpa peduli rasa sakit.

​"Tuan Muda!" panggilnya dengan suara bergetar, tangannya yang halus mencoba mengguncang bahu kakaknya, berusaha membangunkan sang tuan muda dari tidur abadi.

​Namun, tidak ada reaksi sedikit pun. Yan Chu perlahan mendekatkan jemarinya ke hidung Yan Huan, memeriksa napas yang sudah lama menghilang. Air matanya mulai menetes satu per satu, jatuh membasahi pipi pucat kakaknya.

​"Tuan Muda... dia..."

​Yun Zhu hanya berdiri mematung di belakangnya. Dari kondisi luka-lukanya saja, sudah sangat jelas bahwa Yan Huan tidak lagi bernyawa.

Luka-luka di sekujur tubuhnya membuktikan bahwa pemuda itu telah bertarung habis-habisan hingga tetes darah terakhir untuk melindungi kehormatan keluarga.

​Perlahan, Yun Zhu melangkah maju dan menarik bahu Yan Chu, menjauhkannya dari jasad Yan Huan yang sudah mendingin.

​"Coba lihat ke dalam. Mungkin masih ada yang hidup..." ucap Yun Zhu dengan nada rendah, mencoba memberikan secercah harapan di tengah kegelapan ini.

​Yan Chu mengangguk lemah, ia mengusap air matanya dengan punggung tangan yang gemetar.

​Mereka melangkah masuk lebih dalam ke area kediaman. Pemandangan di dalam jauh lebih buruk, mayat-mayat berserakan di mana-mana, memenuhi lorong dan halaman tengah.

Yan Chu refleks menutup mulut dengan telapak tangannya, menahan mual dan jeritan yang hendak meledak dari tenggorokannya.

​'Berlebihan. Siapapun yang melakukan ini, pasti sangat membenci keluarga Yan.'

​Yun Zhu memejamkan matanya sejenak, merasakan kemarahan yang mulai membara di dadanya.

Apa yang menimpa keluarga Yan benar-benar sebuah pembantaian yang tak berprikemanusiaan.

​Lalu, tepat di tengah aula kediaman yang telah porak-poranda, mereka menemukan Yan Qingchen. Sang kepala keluarga itu terbaring kaku dengan sebuah pedang yang masih tertancap menembus dadanya. Wajah dan tubuhnya dipenuhi luka parah yang mengerikan, menyisakan jejak perlawanan yang sia-sia.

​Huh. Huh. Huh.

​Napas Yan Chu menjadi pendek dan tidak terkendali. Dadanya naik-turun dengan cepat, seolah oksigen di sekitarnya telah habis menguap.

​Ia berlari kencang menerjang ke arah jasad ayahnya, lalu langsung memeluk tubuh yang sudah tidak bernyawa itu dengan erat. Kepalanya dibenamkan ke dada ayahnya yang kini sudah tak berdetak lagi.

​Air matanya kembali tumpah dengan lebih deras. Seluruh dunianya serasa runtuh seketika, meninggalkan lubang hitam yang menghisap seluruh kebahagiaannya.

​"Kenapa... kenapa bisa seperti ini!" suaranya pecah, bercampur dengan tangisan pilu yang menyayat hati siapa pun yang mendengarnya.

Suasana di dalam aula kediaman yang hancur itu terasa begitu menyayat hati. Suara isak tangis Yan Chu yang pilu bergema di antara pilar-pilar yang retak, mengisi setiap sudut ruangan yang kini berbau kematian.

Jemari lentiknya mengepal sangat erat hingga kuku-kukunya memutih, menyalurkan rasa dendam yang membara di dalam dadanya. Ia tidak sudi melihat kejayaan keluarganya berakhir menjadi tumpukan jasad seperti ini.

​Yun Zhu berdiri tak jauh di belakangnya. Ia sempat mengangkat tangan, hendak menyentuh bahu Yan Chu yang bergetar hebat, namun ia mengurungkan niatnya.

Dengan langkah tanpa suara, ia berbalik dan berjalan keluar ke halaman kediaman tanpa disadari oleh Yan Chu yang masih tenggelam dalam duka.

​Di halaman yang luas itu, pemandangan mayat yang berserakan menyambutnya. Yun Zhu memperhatikan jasad-jasad itu dengan wajah datar, seolah emosinya telah membeku.

Sebuah cahaya samar berkedip dari cincin penyimpanannya, dan sedetik kemudian, sebuah gulungan kuno kecil muncul di genggamannya.

​'Ini saat yang tepat untuk mencobanya.'

​Ia membuka gulungan itu perlahan, matanya bergerak cepat membaca setiap baris instruksi rahasia di dalamnya dengan sangat teliti.

Setelah memastikan setiap langkahnya benar, ia menutup kembali gulungan itu dan menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan.

​Yun Zhu mengangkat tangan kanannya lurus ke depan, telapak tangannya terbuka lebar menghadap ke arah hamparan mayat.

​"Pengangkat Jiwa."

​Seketika, dari jasad-jasad yang masih hangat itu, muncul bola-bola cahaya kecil berwarna biru pucat yang dikenal sebagai inti jiwa.

Cahaya-cahaya redup itu melayang keluar dari tubuh mereka, berkumpul dan meluncur mendekat ke arah Yun Zhu seperti kunang-kunang di malam hari.

Dengan satu lambaian tangan, Yun Zhu menyerap dan menyimpan semua inti jiwa itu ke dalam cincin penyimpanannya.

​"Sisanya tinggal memurnikan."

​Ia segera mengambil posisi duduk bersila di tengah halaman yang sunyi. Satu demi satu, inti jiwa itu dikeluarkan kembali secara perlahan.

​"Pelahap Inti Jiwa."

​Yun Zhu mulai memproses energi tersebut. Seluruh inti jiwa itu dimurnikan olehnya dengan kecepatan yang luar biasa, mengubah sisa-sisa kehidupan menjadi energi murni yang mengalir deras ke dalam jalur meridiannya.

Ia sadar tindakan ini sangat kontroversial, namun ia tidak punya pilihan lain. Meski harus menggunakan inti jiwa dari anggota keluarga Yan sendiri, ia harus meningkatkan kekuatannya sesegera mungkin.

​Dalam beberapa jam berikutnya, sebuah pilar cahaya keemasan mulai melonjak naik dari tubuhnya menembus kegelapan langit malam.

​Tingkat kultivasi Yun Zhu melesat naik dengan sangat cepat, melompati batasan-batasan normal.

​Foundation Establishment tahap menengah!

​Foundation Establishment tahap akhir!

​Kedua tangannya menyatu di depan dada, dan cahaya yang menyelimuti tubuhnya perlahan memudar. Yun Zhu menghembuskan napas panjang, menstabilkan gejolak kekuatan baru yang kini mengalir kuat di dalam tubuhnya.

​"Maaf... aku malah menggunakan inti jiwa kalian untuk meningkatkan kultivasi. Tapi, aku pasti akan membalaskan dendam keluarga Yan," gumamnya dengan suara rendah yang penuh tekad.

​Tak lama kemudian, sosok Yan Chu muncul dari dalam bangunan.

Tidak ada lagi suara tangisan yang terdengar. Wajahnya kini tampak sangat serius, matanya yang emas berkilat dingin penuh kebencian. Tangannya mengepal di sisi tubuhnya yang gemetar karena amarah yang ditahan.

​"Yun Zhu... ikut aku."

​Yun Zhu menoleh, menatap sosok Yan Chu yang kini terlihat berbeda, jauh lebih berbahaya dari sebelumnya.

​"Mau kemana?" meski ia sudah bisa menebak arah tujuan wanita itu, ia tetap bertanya untuk memastikan ketetapan hatinya.

​Yan Chu menatap lurus ke arah gerbang kediaman yang hancur, suaranya terdengar tajam dan tanpa ampun.

​"Aku akan membawamu, untuk membunuh orang."​

1
Fajar Fathur rizky
di tunggu bantai tuan muda Qin dan klan Qin juga thor
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam thor terutama wangchen bikin sekte itu ketakutan
Chen Xi
nextt~/Determined//Determined/
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Cantik, pingin lihat versi mominya/Doge/
Cecilia: eithhh
total 1 replies
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Wah, saking cantiknya sampai deskripsinya sepanjang ini😌
Cecilia: beda bangun kalau deskripsiin cwo🗿
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang
Fajar Fathur rizky
thor cepat bantai klan wang dengan cara paling kejam termasuk wangchen
Cecilia: sip, sedang ditulis🔥🔥
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
thor istri mcnya berapa
Cecilia: dua yg paling disayangi, satu tianqiong, satunya udh muncul cuma blum interaksi. sisanya cuma tambahan aja
total 3 replies
Fajar Fathur rizky
habis klan wang bantai juga klan Qin thor ambil sumber daya mereka
Huo Ling'er
upp
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
kayak milih suami aja🤣
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Saatnya memerah sapi, eh, keuntungan maksudnya /Pray//Doge/
Cecilia: yep, tpi lama sih
total 5 replies
Nadia Annazwa
/Determined//Determined//Determined/
Nadia Annazwa
alamakkk bahaya nihh
Chen Xi
nextt~
Fajar Fathur rizky
thor cepat naikin ranah kultivasi mcnya habis itu bantai klan wang
Cecilia: udh kutulis kok, tinggal up aja, nunggu waktunya
total 1 replies
Chen Xi
nexttt/Determined//Determined/
Nadia Annazwa
yoshaa🔥
Huo Ling'er
yeyy cwk baruuu
☕︎⃝❥Mengare (Comeback)
Infokan cara bungkus istri kayak gini 🙃
Cecilia: aku jga mw
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!