NovelToon NovelToon
Love Scandal

Love Scandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Kehidupan Tentara
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Trauma sang Letnan akan masa lalunya bersama seorang wanita untuk kesekian kalinya, membuatnya tidak ingin lagi berurusan dengan makhluk berjenis wanita.

Rasa sakit di hatinya membuatnya betah 'melajang', bahkan sampai rekan letting dan juniornya banyak yang memiliki momongan.

Namun, cara Tuhan mempertemukan manusia dengan jodohnya memang sangatlah adil. Ia sangat tidak menyukai gadis ini tapi.............

KONFLIK TINGKAT TINGGI. SKIP bagi yang tidak bisa membaca alur cerita berkonflik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Tersimpan rapat.

Bang Rinto mengalihkan tangannya saat jemarinya tidak sengaja bersentuhan dengan Mauria.

"Jangan dengarkan apa kata orang. Mereka tidak pernah melihat dunia luar selain hutan ini. Tapi aku sudah pernah melihat indahnya. Jika kamu memilih wanitamu, itu adalah hakmu. Aku juga tidak memaksa kau akan bersama denganku. Setelah kau sembuh, temui dia. Kita hanya pernah saling bertemu, tanpa ada cerita." Ucap Mauria di hadapan Bang Rinto. "Sekarang minum obatnya, biar cepat sehat."

Mendengar jawaban Mauria, ia menghabiskan obat yang selalu di siapkan Mauria pada mangkok tempurung kelapa.

***

Pagi ini Bang Ali bersemangat mengantar Anye mengikuti senam bumil. Para peserta lain disana sampai heboh karena Bang Ali turut memeriahkan suasana dan membantu Anye.

"Cieee.. Bu Ali di temani suami terus nih. Goda salah seorang pelatih yoga.

Anye sempat salah tingkah tapi Bang Ali selalu bisa mencairkan suasana.

"Jelas, donk. Masa istri di biarkan sendiri. Kalau sampai di samber biawak, saya juga yang repot."

Peserta senam yoga dan pelatih pun sampai tertawa mendengarnya. Anye terus memandang wajah Bang Ali yang terus tersenyum tanpa canggung di hadapan ibu-ibu.

Sungguh sebenarnya tak ada hati untuk pria tersebut namun kebaikannya membuatnya tak sampai hati.

"Ya sudah, ayo kita mulai sesion hari ini..!!" Ajak pelatih.

...

"Hmm.. Bang.. Soal pertanyaan Abang waktu itu.."

Bang Ali yang hendak mengangsurkan kopi hitam di bibirnya langsung mengurungkan niatnya. Wajahnya serius menatap paras cantik Anyelir.

"Nggak apa-apa."

Bang Ali pun tersenyum, ia pahami perasaan Anye. Ia melanjutkan menyeruput kopi hitamnya.

"Tidak usah di paksakan. Sampai kapanpun Abang akan sabar menunggu."

Anye menunduk, ada banyak hal yang tidak sepenuhnya bisa ia utarakan, hal yang tersimpan rapat dan jauh di dasar lubuk hatinya.

"Bang Rinto akan selamanya menjadi milikmu, pemenang di dalam hatimu. Ayah terbaik buah hatimu. Jika di ijinkan, Abang hanya ingin menjagamu dan mendampingimu." Ucap Bang Ali di hadapan Anye.

"Sungguh hanya itu??"

Kedua bola mata Anye terus memastikan ekspresi wajah Bang Ali.

"Bolehkah kamu memaafkan dua kesalahanku?" Tanya Bang Ali.

Deg..

Jantung Anye serasa berhenti berdetak. Dulu.. Kata itulah permintaan Bang Rinto padanya. Tiba-tiba saja air matanya mengalir membasahi pipi.

Anye pun mengangguk di balik tangisnya. "Asal masih bisa di toleransi, Anye maafkan."

"Jadi bagaimana nih?? Abang lamar sekarang??" Bang Ali merogoh saku kecil di tasnya lalu meletakan kotak kecil di hadapan Anye.

Meskipun air matanya masih mengalir, semua bagai tak ada alasan bagi Anye untuk menolak segala kebaikan Bang Ali.

"Iya."

//

Bang Rinto tersentak dari tidurnya, kakinya semakin lemah. Ia pun meraih gelas batok berisi ramuan pemberian Mauria tapi tanpa sengaja tangannya menyenggol gelas tersebut hingga tumpah.

Tak ingin mengecewakan Mauria yang sudah selalu bersusah payah untuknya, ia pun menutupinya dengan debu dari lantai tanah di kamarnya.

"Ada suara apa? Obatnya sudah di minum??" Tanya Mauria.

Mauria hanya tersenyum kemudian meninggalkan kamar Bang Rinto.

***

Pagi hari tak seperti biasanya tubuh Bang Rinto terasa lebih bertenaga. Ia duduk dan mencoba untuk menapakan kakinya ke tanah. Ajaibnya semua terasa lebih mudah.

'Aneh sekali, ada apa dengan badanku??? Apa karena tidak minum obat??'

Saat masih terpaku dengan pikirannya, Mauria masuk membawa obat untuk Bang Rinto.

"Ini obatmu, di habiskan ya..!!" Katanya.

Bang Rinto mengangguk, ia mengangkat senyumnya. "Tinggalkan saja di situ, nanti saya minum."

\=\=\=

Satu minggu lamanya Bang Rinto tidak meminum obat dari Mauria, ia selalu membuatnya. Dan terasa nyata tubuhnya semakin segar, otot kakinya juga mudah di gerakan.

Dari jauh ia memperhatikan setiap pergerakan Mauria. Sebenarnya gadis itu memang mengusahakan segala yang terbaik untuknya, tapi ia tak paham alasan Mauria membuatnya tetap lumpuh.

'Apa tujuanmu??? Aku sudah pernah bilang, aku harus segera kembali ke Markas. Aku punya istri yang sedang menunggu. Apa kau sengaja menahanku disini??'

//

Syukuran kecil mewarnai kebahagiaan Bang Ali dan mungkin juga, Anye. Senyum tak lupa dari wajah pria tersebut.

Hanya Bang Ronald dan Bang Rico yang saling pandang seolah memahami syukuran apa yang sedang terjadi saat ini.

Saat Bang Ali mendekati keduanya, Bang Ronald pun tak dapat menahan rasa penasarannya.

"Apa setelah ini akan ada pengajuan nikah atas namamu??"

"Ya mau bagaimana lagi, Bang. Selama ini Anye juga selalu bersama saya. Masa saya biarkan ada rumor tidak enak. Lagipula... Sejak kehamilan itu ada, saya tidak pernah jauh darinya." Jawab Bang Ali.

"Itu juga menjadi tanda tanya, Al. Hanya kita-kita saja yang meredam kehamilan Anye. Rinto dan Anye seakan tidak pernah akur, Anye sampai tidak mau proses pengajuan nikah. Kamu dan Anye memang baru bertemu saat kamu dapat perintah sikap tobat itu, kan??"

Bang Ali melihat raut wajah penuh tanda tanya dari kedua seniornya. Ia pun menghela nafas panjang lalu membuangnya perlahan. Setidaknya ia baru tau jika Bang Rinto dan Anye pernah tidak sejalan.

"Yang ada di dalam perut Anye, memang putra Letnan Rinto tapi juga putra Letnan Aliogo."

Tatap mata tajam terus mengarah pada Letnan Ali, tak terkecuali Bang Ronald yang merasakan ada yang tidak beres dari juniornya.

.

.

.

.

1
Bunda Idza
maaf othor, sedikit meragukan asal usul Al Huda karena kehadirannya yang sesingkat-singkatnya itu...
Bojone_Batman: Hehehe.. Iya kak. Masih ada bab selanjutnya 🥰
total 1 replies
Maysuri
🤦🤦🤦
Maysuri
loh "".....bang ali ternyata pencuri jg....🤔🤔
Alika Subono
seru bgt
Maysuri
aduh thor .....aq yg deg" kan....
Bunda Idza
seperti flashback "untuk kamu"


memang rumit, percayakan kisah sesuai alur yang diinginkan othornya


semangat Thor.....sukses selalu
Maysuri
thor aq yg pusing ini,emang boleh y sebelum melahirkan menikah ....
Bojone_Batman: Situasinya.

Pernikahan Rinto dan Anye masih abu-abu. Saksi kunci adalah Pak Herliz ( dan Pak Harra ). Menikahi wanita hamil boleh saja. Asal tidak 'bersama' sampai anak itu lahir.

Ada beberapa keterangan mengenai hal ini. Silakan di baca hukumnya dan Nara juga mempelajarinya sebelum mengunggahnya menjadi cerita. Sebelum dan sesudahnya, Terima kasih banyak kakak🥰🙏
total 1 replies
Maysuri
pa adek dah lahir....
Maysuri
kok jd penasaran am mauriya dan bang ali y,🤔🤔🤔 mungkin ad apa" nya y mereka ber 2....
natali.suryani.julian
curiga nih bang Ali ada apa apa nya. penasaran bgt.
Ika Sunarti
cepat kasih titik terang nya kak
Maysuri
semangkin membingungkan....🤦🤦
dyah EkaPratiwi
semoga bang Ali nggak menyembunyikan bang rinto
Maysuri
loh.,..loohhhhh apa" an ini...🤔🤔
Maysuri
🤔🤔
dyah EkaPratiwi
mending minum racun ya bang
Bunda Idza
😂😂😂....kan black mamba to Nye...
Maysuri
🤦🤦🤦 pusing aq nyek,km mau am blek mama tp kok engk mau am bang rinio,iki piye toh.....😁😁
Maysuri
anye salut aq dngan keberanianmu....
💪💪
Bunda Idza
semangat kak othor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!