NovelToon NovelToon
Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Si Manis Kesayangan Sang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Vampir / Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi Wanita
Popularitas:55.8k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Xavier benci dua hal di dunia ini, kekacauan dan bulu kucing. Sebagai seorang mafia yang disegani hidupnya harus selalu steril dan terkendali.

Namun, semua itu hancur saat seekor kucing liar yang ia temui tiba-tiba berubah menjadi gadis cantik nan polos bernama Luna.

​Luna tidak tahu cara menjadi manusia. Dia berisik, manja, dan hobi mengacaukan ruang kerja Xavier yang rapi.

Xavier ingin mengusirnya, tapi setiap kali melihat mata bulat Luna, hatinya goyah.

Bagaimana bisa sang pemangsa justru tak berdaya di tangan mahluk manis seperti Luna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

“Aku tanya sekali lagi, kau siapa?! Kenapa kau bisa ada di dalam ruangan pribadi Xavier dengan keadaan tanpa busana seperti ini!” seru Catherine.

Luna mendongak dari lantai, mengerjapkan matanya yang besar dengan polos. Alih-alih takut, ia malah tersenyum lebar hingga deretan giginya yang putih terlihat. “Perkenalkan, namaku Luna! Salam kenal, Manusia Berisik!” ucap Luna sembari cengengesan.

Mata Catherine hampir keluar dari tempatnya saat melihat jas hitam Xavier tersampir longgar di bahu Luna, menutupi tubuh gadis itu yang tampaknya tak memakai apa-apa lagi di baliknya. Amarahnya meledak seketika.

“Kenapa kau memakai jas milik Xavier?! Itu jas mahal, dasar gembel! Lepaskan sekarang juga!” Catherine melangkah maju, tangannya terjulur hendak merenggut paksa jas itu.

Namun, Luna jauh lebih lincah. Dengan gerakan refleks layaknya seekor kucing yang menghindari sergapan, ia melompat ke belakang meja kerja Xavier. “Jangan sentuh! Ini punya Sapir! Sapir sendiri yang memakaikannya ke Luna kok!”

“Sapir? Siapa itu Sapir?! Berhenti memanggil calon suamiku dengan sebutan aneh!” Catherine mengernyit, wajahnya yang penuh riasan tebal tampak semakin menyeramkan.

“Iya, Sapir! Manusia paling tampan yang baunya enak! Dia milik Luna sekarang!” jawab Luna mantap, menepuk dadanya sendiri dengan bangga.

Catherine tertawa sinis, meski hatinya terasa seperti terbakar. “Tidak mungkin! Xavier yang dingin dan anti-sosial itu tidak mungkin punya hubungan dengan gadis kampungan ini, kan? Mana dekil, kotor, dan bau! Murahan mirip ja-lang!” gumamnya kesal, meski suaranya masih terdengar jelas oleh indra pendengaran Luna yang tajam.

“Kau bicara apa sih? Luna tidak mengerti. Kenapa kau suka bicara sendiri seperti orang gila?” sahut Luna, memiringkan kepalanya dengan tatapan kasihan.

“Apa kau wanita panggilan Xavier?! Kau pasti dikirim oleh musuh untuk merayunya, kan?!” tanya Catherine dengan nada menuduh.

“Wanita panggilan itu apa? Apa maksudnya kalau Sapir panggil Luna, baru Luna jadi wanita?” tanya Luna benar-benar bingung.

“Berhenti berpura-pura bodoh! Aktingmu menjijikkan!” Catherine kehilangan kesabaran. Ia mencengkeram pergelangan tangan Luna dengan kuku-kukunya yang panjang. “Keluar dari sini! Sekarang!”

“Sakit! Lepaskan tangan Luna! Sapir bilang Luna harus tunggu di sini!” Luna meronta, berusaha melepaskan diri dari cengkeraman Catherine yang mulai menyeretnya menuju pintu.

“Aku tidak peduli! Keluar, gadis miskin pembawa sial! Kau mengotori udara di kantor ini!” bentak Catherine sembari menarik Luna sekuat tenaga.

Mendengar kata ‘pembawa sial’, ingatan buruk Luna tentang hutan kembali muncul. Kilat amarah muncul di matanya. Tak terima dihina, Luna menunduk dan menggigit tangan Catherine dengan taringnya yang tajam.

“Argh! Gadis gila! Berani sekali kau menggigitku!” Catherine menjerit kesakitan, melepaskan pegangannya dan melihat bekas gigi di tangannya yang kini memerah.

Plak!

Tanpa peringatan, Catherine melayangkan tamparan keras ke wajah Luna. Tenaganya cukup kuat hingga Luna oleng dan kepalanya membentur sudut meja yang tajam.

“Sakit...” lirih Luna. Ia memegangi dahinya yang mulai membiru dan terasa berdenyut. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

“Jangan macam-macam padaku! Kau tidak sebanding denganku di mata Xavier! Kau hanya sampah!” maki Catherine.

Luna menyeka air matanya. Kesedihannya berubah menjadi keberanian liar. “Kamu jahat! Sapir tidak akan suka manusia jahat sepertimu!”

“Aku tidak peduli!” Catherine kembali maju, hendak menjambak rambut Luna untuk meluapkan kekesalannya yang tak beralasan. Ia kesal karena selama bertahun-tahun Xavier tak pernah menoleh padanya, namun gadis asing ini bisa memakai jas pribadi sang mafia.

Terjadilah adegan kacau. Luna tak tinggal diam, ia menerjang Catherine hingga keduanya berguling di lantai. Luna mencakar, sementara Catherine menarik rambut. Vas bunga pecah, dokumen penting beterbangan, dan kursi kerja Xavier terguling. Ruangan mewah itu kini lebih mirip medan perang.

“Oh my god! Apa yang terjadi di sini?!”

Pintu terbuka lebar. Gerry masuk dengan wajah ceria setelah selesai meeting, namun senyumnya langsung lenyap.

“Astaga! Nona Luna! Nona Catherine! Hentikan! Kalian bisa menghancurkan ruangan ini!”

Gerry mencoba melerai dengan masuk ke tengah-tengah perkelahian, namun sial baginya. Sebuah sepatu high heels milik Catherine mendarat di hidungnya, sementara cakar Luna tak sengaja menyayat pipinya.

“Aduh! Aduh! Wajah tampanku! Nona-nona, tolong berhenti!” teriak Gerry dramatis sembari memegangi hidungnya yang mulai mimisan.

“Gerry, siapkan mobil. Kita pulang sekarang. Meeting ini membuatku muak.” suara dingin Xavier terdengar dari ambang pintu.

Seketika langkah Xavier terhenti. Matanya menatap datar ke arah ruangannya yang sudah hancur total. Majalah de-wasa terbuka di lantai, vas bunga hancur, dan dua wanita sedang saling jambak dengan asistennya yang merangkak di bawah meja.

“Apa-apaan ini?!” seru Xavier dengan wajah murka.

Catherine langsung melepaskan jambakannya dan berakting lemas. “Xavier! Gadis gila ini menyerangku!”

Berbeda dengan Catherine, Luna berlari ke arah Xavier dengan dahi memar dan air mata yang mengalir. Ia memeluk pinggang Xavier erat-erat.

“Sapir... Manusia Berisik ini pukul Luna... sakit...” rengek Luna dengan terisak.

Xavier merasakan kemejanya basah oleh air mata Luna. Matanya yang tajam beralih ke dahi Luna yang memar, lalu ke arah Catherine dengan tatapan maut.

“Siapa yang memberimu izin menyentuh milikku, hah?!” teriak Xavier. Wajahnya memerah padam menahan amarah yang sudah di ubun-ubun.

1
Dew666
🪻🪻🪻
🇧🇬
dipercepat 😭 plok2nya 🌚🌚🌚
angel
thor bakal up lagi gak malam ini?
Senja: Ga tahu kak, tergantung ide ini
total 1 replies
Keysha Aurelie
Vier sudah bersama kesayangan kembali dan bonus dua anak yang lucu

sekarang giliran Xander yang berbahagia
Eva Karmita
akhirnya bahagia selalu Sapir dan Luna bangun keluarga Cemara ya 🥰🥰🥰🥰
Eva Karmita
kau salah faham juga Sapir Luna tidak pernah menikah dengan Jidat... Jidat cuma jadi paman untuk anak"mu 🥰🥰
partini
lovely doply ❤️❤️, bikin cerita kaya gini lagi Thor,seru pernahh maca komik manga jepang yg berjudul fruits basket ga thor
Senja: Blm mak,, sekarang lagi suka donghua
total 1 replies
angel
lanjut thorrrr💪
Al Fatih
Syukurlah...,, salah faham sudah d luruskan....,, tapi apa ini artinya kisah Luna Xavier akan berakhir...,, jangan dulu yaa kaka
MamDeyh
Luna udah deh dgrin si Sapir. 😒
Mita Paramita
akhirnya bertemu lagi Luna & Xavier 😘 apa kabar nih Xander gak diceritain nih Thor 🤨🤨😁
Hesty
iya kaka semngt up nya kalau bisa bnyk aku kepo😍😍
Al Fatih
Syukurlah akhirnya Xavier bisa bertemu sama Luna dan anak anaknya,, tinggal gimana caranya Xavier menjelaskan dan melunakkan hatinya luna
Lilik24
tinggal nurut aja sama sapir luna
angel
semangattt up nya thorrrrr💪
Keysha Aurelie
lanjut kak tetap semangat dan terimakasih up nya🙏

Luna sekarang sudah bisa memanggil Xavier , tapi ada yang kurang Luna yaitu panggilan sayang 🤭
Vier yakin banget sama dua bocah itu, langsung mengakui anak nya

Mama Bella terkejut dan senang nih
omg baby Vier 🤣
Senja: cMa2 zeyeng
total 1 replies
im'yuseec
rajin" up Thor
Senja: aku usahakan kak
total 1 replies
Eva Karmita
tetiba udah enam tahun aja dan Luna udah punya bocil twins dan baiknya lagi anaknya mewarisi sikap emak bapaknya satu lembut satu mode pemburu persis bapaknya...jadi penasaran selama enam tahun Luna hidup dalam pelarian siap yg menemani ,, apa si Jidat...?? dan apa kabar Elise sama Xander apa mereka menikah atau Mereka berpisah..??
Al Fatih
koq Luna bisa ketemu si jidat...,, trus kira2 si jidat cuci otaknya Luna ga yaaa...
Dan tau2 sudah 6 taon saja yaa😅
Mita Paramita
Luna cepet ketemu Xavier 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!