NovelToon NovelToon
Dosa Di Balik Gaun Sutra

Dosa Di Balik Gaun Sutra

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:71.2k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Salsa sangat mencintai Arkan, tapi Arkan tidak sama sekali. Dia sudah punya kakasih sebelum menikahi Salsa karena perjodohan.

Ditambah, Salsa adalah wanita yang sombong, jahat, serakah, manja, namun cintanya sangat besar pada Arlan. Selama satu tahun pernikahan, Arlan tidak pernah menyentuh Salsa sama sekali, hingga Salsa menggunakan cara licik agar bisa tidur dengan Arkan.

Arkan semakin murka, dia semakin membenci Salsa karena menjebaknya dan membuat hubungannya dengan kekasihnya semakin berantakan. Hingga Arkan mengusir Salsa dari rumah.

Beberapa tahun berlalu, Arkan bertemu kembali dengan Salsa di jalanan dalam keadaan GILA, namum Salsa bersama dengan seorang gadis kecil yang begitu mirip dengannya.

Ternyata dulu saat dia mengusir Salsa, Salsa sedang hamil. Timbullah penyesalan yang tiada tara dari Arkan dan dalam keadaan gila, Salsa selalu mengatakan....

"Apa salahku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puing penyesalan

Jalanan kota metropolitan tidak pernah jauh dari kata macet. Enam tahun telah berlalu, namun hiruk-pikuk aspal ibu kota justru terasa jauh lebih menyesakkan dan padat dibandingkan memori enam tahun yang lalu.

Zaman telah berubah dengan sangat pesat, gedung-gedung pencakar langit baru tumbuh menjulang membelah langit Jakarta, dan teknologi berkembang sedemikian rupa hingga mengubah hampir seluruh tatanan hidup manusia.

Banyak hal yang telah bergeser dan berganti rupa. Namun, di dalam kabin mobil mewah yang senyap itu, waktu seolah berhenti berputar bagi seorang pria bernama Arkan.

Hanya tinggal dirinya sendiri yang terjebak di masa lalu, larut dan tenggelam dalam kubangan penyesalan yang teramat dalam, yang kian hari kian menggerogoti jiwanya hingga mati rasa.

Ingatan Arkan mendadak ditarik paksa kembali pada peristiwa kelam enam tahun silam. Sebuah hari yang menjadi titik balik kehancuran hidupnya.

Kala itu, tepat satu hari sebelum hari pernikahan yang dinanti-nantikannya bersama Nabila, wanita yang selalu ia puja, wanita yang ia perjuangkan mati-matian hingga tega menendang istri sahnya sendiri, kenyataan pahit menghantamnya tanpa ampun. Nabila, sosok yang ia kira sebagai malaikat berhati suci dan rapuh, memilih untuk meninggalkannya begitu saja demi bersanding dengan pria lain.

Arkan masih ingat betul bagaimana seluruh sendi tubuhnya mendadak lemas tak bertulang saat itu. Ia sempat tertawa, tidak memercayai untaian kata dingin yang keluar dari bibir manis Nabila.

Namun, tawa itu lenyap seketika berganti dengan hantaman godam tak kasat mata ketika Nabila dengan tenangnya mengeluarkan dan menunjukkan sebuah buku nikah resmi antara dirinya dengan pria asing tersebut. Pernikahan yang ternyata sudah dilangsungkan secara diam-diam di belakang Arkan.

Dunia Arkan hancur lebur seketika pada hari itu. Dengan sisa-sisa harga diri yang remuk, Arkan menuntut penjelasan. Ia mempertanyakan apa alasan di balik semua sandiwara ini.

Kenapa Nabila terus bertahan di sisinya selama satu tahun penuh? Kenapa wanita itu diam saja, bahkan tampak mendukung dan tersenyum manis saat Arkan mengurus proses perceraian kilatnya dengan Salsa?

Jawaban yang keluar dari bibir Nabila detik itu juga membuat Arkan syok luar biasa, sebuah kebenaran berdarah dingin yang tidak pernah terlintas sedikit pun di dalam benaknya.

Nabila menatapnya dengan seulas senyum sinis, senyuman yang belum pernah Arkan lihat sebelumnya.

Wanita itu mengaku bahwa sejak awal, ia sama sekali tidak pernah mencintai Arkan. Jiwanya telah digerakkan oleh api dendam masa lalu yang membara terhadap keluarga Salsa, terutama kepada Brahmantyo.

Ayah Salsa adalah dalang utama yang menyebabkan bisnis orang tua Nabila hancur total hingga membuat ayah dan ibunya depresi berat dan berakhir meninggal dunia dalam kemiskinan.

Nabila ingin menghancurkan Brahmantyo dan Salsa berkeping-keping. Namun, ia terlalu cerdas untuk mengotori tangannya sendiri. Ia dengan licik memanfaatkan Arkan sebagai pion utama di papan caturnya.

Nabila tahu betul bahwa Arkan memegang posisi strategis di perusahaan untuk merilis dokumen yang bisa membangkrutkan Brahmantyo.

Dan yang paling kejam, Nabila tahu bahwa Arkan adalah pusat semesta dari cinta mati seorang Salsa.

Dengan membuat Arkan membenci Salsa, memperlakukan Salsa dengan keji, dan akhirnya menceraikannya demi dirinya, Nabila telah berhasil menghancurkan Salsa dari dalam, meremukkan mental wanita angkuh itu dengan cara menunjukkan bahwa ia tidak akan pernah bisa memiliki cinta suaminya.

Nabila menggunakan tangan Arkan untuk menyiksa Salsa secara psikologis hingga tak bersisa. Setelah misinya selesai dan keluarga Brahmantyo hancur lebur menjadi debu, Nabila melenggang pergi begitu saja tanpa beban, meninggalkan Arkan yang terjebak dalam kebodohannya sendiri.

Hari itu, setelah Nabila pergi, Arkan jatuh tertunduk di atas lantai. Ia menangis histeris, meratapi kebodohannya yang teramat sangat.

Air mata darah seolah tumpah menumpahi kesalahannya yang tak termaafkan. Ia menangisi Salsa. Ia merindukan wanita yang selama ini ia panggil dengan sebutan monster egois, tanpa menyadari bahwa dirinyalah monster yang sebenarnya.

Salsa telah pergi entah ke mana malam itu, hilang ditelan kegelapan badai setelah diusir olehnya dari rumah.

Sejak hari pembongkaran kedok Nabila, Arkan mengerahkan seluruh kekuasaan, uang, dan detektif terbaik yang bisa ia sewa untuk mencari keberadaan Salsa.

Ia ingin bersujud di kaki mantan istrinya, memohon ampunan meski harus menukar seluruh sisa hidupnya. Namun, takdir berkata lain. Setelah berbulan-bulan mencari, pencarian itu justru berujung pada sebaris kabar duka yang mematikan seluruh harapan hidupnya.

Salsa dilaporkan telah meninggal dunia akibat kecelakaan tragis di sebuah wilayah terpencil tak lama setelah malam pengusiran itu.

Arkan dibawa oleh informannya menuju ke sebuah pemakaman umum yang sunyi. Di sana, berdiri sebuah nisan beton sederhana tanpa nama. Sebagai bukti pemungkas yang menghancurkan jiwanya, sang informan menyerahkan secarik kain sutra dari gaun tidur sutra yang robek dan kotor, gaun tidur yang dipakai Salsa di malam terakhir saat Arkan menyeretnya keluar rumah.

Pakaian itu ditemukan di dekat lokasi kejadian. Bukti-bukti itu terlalu nyata, memaksa Arkan untuk memercayai bahwa wanita yang tulus mencintainya telah mengembuskan napas terakhir dalam kesendirian dan penderitaan.

Sampai detik ini, enam tahun kemudian setelah kejadian itu, Arkan hidup layaknya mayat berjalan. Tubuhnya bernapas, jantungnya berdetak, namun jiwanya telah mati dan terkubur bersama nisan Salsa.

Setiap hari, ia didera oleh rasa bersalah yang mencekik lehernya, sebuah hukuman tak kasat mata yang harus ia tanggung seumur hidup.

Ciiit...

Mobil sedan mewah yang ditumpangi Arkan menuju kantor mendadak berhenti dengan sentakan halus saat roda-rodanya mencapai garis marka jalan. Di depan sana, lampu lalu lintas di salah satu perempatan tersibuk di Jakarta baru saja berubah warna menjadi merah menyala.

Lamunan panjang Arkan tentang masa lalu seketika buyar. Perhatiannya teralih secara tidak sengaja oleh sebuah pergerakan dari arah luar jendela kaca mobilnya yang dilapisi kaca film tebal.

Dari sela-sela deretan kendaraan yang berhenti, tampak seorang gadis kecil berusia sekitar lima atau enam tahun sedang berlari tergesa-gesa menyeberangi jalanan aspal yang lebar.

Arkan mengerutkan keningnya, menatap lurus ke arah anak kecil itu. Pemandangan itu sungguh mengiris hati nurani siapa pun yang melihatnya.

Gadis kecil itu mengenakan baju kaus oblong terusan berwarna merah pudar yang ukurannya terlalu besar untuk tubuh ringkihnya, warnanya sudah kusam dan dipenuhi beberapa tambalan kain kasar.

Rambut hitamnya yang agak bergelombang diikat asal-asalan ke belakang, menyisakan anak rambut yang berantakan menutupi pelipisnya yang berkeringat.

Alas kaki yang digunakannya hanyalah sepasang sandal jepit tipis yang permukaannya sudah hampir habis terkikis, tampaknya sama sekali tidak bisa menahan sengatan panasnya aspal jalanan kota Jakarta di bawah terik matahari siang yang membakar. Sebuah tas selempang kecil berbahan kain lusuh menggantung di bahunya yang kurus.

Meskipun penampilannya sangat memprihatinkan, gadis kecil itu berlari membawa sebuah kantong plastik bening ke seberang jalan dengan seulas senyuman yang teramat riang di wajahnya yang kusam oleh debu jalanan.

Namun, bukan senyuman itu yang membuat dada Arkan mendadak berdegup dengan kencang secara abnormal. Melainkan sepasang matanya.

Saat gadis kecil itu menoleh sekilas ke arah deretan mobil, Arkan bisa melihat dengan sangat jelas sepasang mata bulat yang indah dengan binar yang begitu spesifik, sebuah binar mata yang terasa sangat familiar di dalam ingatan terdalam Arkan.

Kening pria itu semakin mengkerut dalam, mencoba mengingat di mana ia pernah melihat bentuk dan binar mata seindah itu.

"Ibuuu!!! Lihat, aku dapat makanan sisa dari warung di ujung jalan itu!!" Teriak gadis kecil itu dengan suara melengking yang renyah, melambaikan kantong plastiknya dengan penuh kebanggaan ke arah area trotoar di bawah jembatan layang.

Suara teriakan anak itu menembus kekedapan kaca mobil Arkan, menyentuh sudut hatinya yang paling dingin dengan rasa ngilu yang mendalam. Makanan sisa dari warung.

Sungguh sebuah makanan yang tidak layak dan tidak higienis untuk dikonsumsi oleh anak sekecil itu. Namun, gadis kecil itu meneriakkan fakta tersebut dengan nada yang begitu riang, seolah-olah ia baru saja memenangkan sebuah hadiah lotre yang sangat besar.

Mata tajam Arkan terus bergerak mengikuti ke mana arah larian kaki kecil gadis itu. Amarah mendadak bangkit di dalam dadanya. Ia ingin melihat dengan mata kepalanya sendiri, siapa sosok ibu dari gadis kecil itu yang bertindak begitu tegap dan tega membiarkan anak sekecil dan selembut itu berlarian sendirian membelah kemacetan jalan raya yang berbahaya, bahkan membiarkannya memungut makanan sisa untuk menyambung hidup.

Bagi Arkan yang kini hidup bergelimang harta namun hampa, wanita itu sungguh tidak pantas dan tidak layak menyandang status sebagai seorang orang tua.

Namun, kalimat makian yang sudah tertahan di tenggorokan Arkan seketika terkunci mati. Seluruh sistem saraf di tubuhnya seolah mengalami kelumpuhan instan saat melihat ke mana gadis kecil itu menghentikan langkah kakinya.

Gadis kecil itu dengan riang langsung bersimpuh di atas lantai semen yang kotor, tepat di hadapan seorang wanita berpakaian compang-camping yang sedang duduk bersandar pada sebuah pilar beton penyangga jembatan layang.

Wanita gelandangan itu mengenakan potongan kain-kain bekas yang dijahit tak beraturan menjadi sebuah gaun yang kotor penuh noda. Rambutnya gimbal, kusut, dan penuh dengan debu yang mengeras. Kulit tubuh dan wajahnya tampak kusam, dan gelap karena terbakar matahari.

Di dalam dekapan kedua lengannya yang kurus, wanita itu tampak memeluk dengan sangat erat sebuah benda, sebuah boneka plastik kumal tanpa rambut yang dibungkus dengan selembar kain jarik lusuh yang sudah sobek di beberapa sudut, mendekapnya dengan penuh kasih sayang layaknya seorang ibu yang sedang menidurkan bayi kandungnya.

Wanita itu tampak asyik mengayun-ayunkan boneka plastik tersebut sembari menggumamkan sebuah senandung tanpa nada yang terdengar sumbang dan kosong.

Arkan memajukan tubuhnya, mencoba menatap lebih dekat ke arah pilar beton seberang jalan itu melalui celah spion.

Meskipun wajah wanita itu kini tampak jauh lebih kurus, pipinya kempot, dan warna kulitnya telah berubah drastis akibat bertahun-tahun hidup menggelandang di jalanan kota yang kejam, Arkan tidak bisa membohongi insting dan memorinya sendiri.

Struktur tulang pipi itu, garis rahang yang tersembunyi di balik kotoran, dan cara wanita itu memiringkan kepalanya saat menatap boneka plastik di pelukannya...

Arkan mengenali struktur wajah itu. Sangat mengenalnya melebihi siapa pun di dunia ini.

Itu adalah wajah dari wanita yang setiap malam hadir di dalam mimpi buruknya selama enam tahun terakhir. Wanita yang nisannya pernah ia tangisi di atas tanah makam yang sunyi. Wanita yang selalu ia pikir telah mati akibat kesalahannya.

"Tidak mungkin..." Bisik Arkan dengan suara yang tercekik di tenggorokan, napasnya seketika memburu cepat dengan ritme yang tidak beraturan.

Seluruh dunianya serasa berputar berbalik arah dengan sangat brutal. Jantungnya berdegup begitu kencang hingga menimbulkan rasa sakit yang nyata di dalam rongga dadanya.

Matanya mendelik lebar penuh keterkejutan, menolak untuk mempercayai apa yang sedang disajikan oleh indra penglihatannya di seberang jalan yang bising itu.

1
Nita arsela
tuh kan papa Arkan juga salah sejak awal GK mau jujur sama Arkan,, coba kalau papa Arkan itu jujur dr awal GK bakalan kayak gini critanyaa,,
mamayasna
/Cry//Sob//Whimper/
mmh nengmuti
nah kan BPK Lo sendiri yg salah
Agunk Setyawan
mampus mu kpn arkan🤣🤣🤣
Jumi🍉
Makin menjadi rasa bersalahmu Arkan, duh kayak luka segar habis itu dibasuh sama air garam🤣/Joyful//Joyful//Joyful/
Linda Gunawan
sekarang apa mau dikata. semua terlambat. cari nabila hukum dia, rayu ayu agar mau menganggap kalian keluarga nya. rawat salsa walaupun kemungkinan sembuh nyaris tak ada
natali
kan benar...semua rahasia di pegang oleh ayahnya arkan.... meski gak sesuai dgn prediksi awal...tapi tetap ayah arkan yg jadi saksi kuncinya....

mampus kau arkan...rasain kan, ngaku pintar tapi oooooonnnnnnnnnnn, setelah tau rahasia sebenarnya makin dalamlah itu penyesalanmu, makanya jangan jadi orang bucin....bucin sich boleh tapi jangan 100 % ma manusia. rasain lah kau arkan....

pusing pusinglah kau sendiri bagaimana cara mencari cara menyembuhkan salsa...sekarang tugasmu lagi itu. mbake update lagi dong 🤣🤣
dyah EkaPratiwi
nah semakin menyesal kan kamu arkan
Agnezz
nah lo tambah ruwet, knapa Papa Dirgantara gak ngomong dari dulu. Arkan keburu jadi besar kepala, dikira Salsa ngemis cintanya. btw papa Dirgantara sudah sembuh dari sakit jantungnya?🤔🤔
Anna Anni
apa?apa? menyesal sampai dasar hati, jadi cowok kok bodoh gitu bisa ditipu ama cewek model Nabila gitu.
Nurminah
mampus
pecinta novel lealistis
bukan si salsa aja yang gila aku juga ikutan gila nungguin ini,
apakah aku aja, atau kalian juga gak? kalo udah suka sama suatu cerita aku pasti terus penasaran sampe kepikiran pengen terus lanjut sampai endnya
Agnezz: sambil nunggu up, baca koment2 kak
total 2 replies
pecinta novel lealistis
tumben belum up jam segini kk
santi.santi: otw nih, maaf yaaa tadi sibuk banget 🤭
total 1 replies
Jumi🍉
Terlalu sesumbar sih dulunya kamu Arkan.../Speechless/
Rina Wati.S
bawangnya kpn habisnya kak San.
🌿🌺WINA🌸🌿
Arkan itu karma buat kamu dulu tega sekali mengusir salsa tanpa belas kasian, katanya kuat arkan menerima kebencian dari salsa dan ayu menebus semua kesalahanmu...
wajar ayu sangat membencimu arkan, karena kamu penyebab ibunya sangat menderita sampai gangguan jiwa dan depresi, salsa dan ayu sangat menderita hidupnya...

Arkan sabar meluluhkan hatinya ayu, gercap arkan cari dokter yg terbaik menyembuhkan salsa, dan dibantu suster weni merawat dan menjaga salsa...

Kamu jangan samapai kelihatan lemah arkan didepan salsa dan ayu berusaha kuat, tunjukan ketulusanmu dan niat baik pasti salsa dan ayu akan luluh hatinya dan menerimamu kembali....
semua butuh proses arkan pelan-pelan dekat salsa dan ayu, ditolak terus
jangan sampai menyerah pasti salsa dan ayu memaafkanmu lama-lama arkan....

salsa sangat tulus mencintaimu arkan, mungkin caranya salah ingin memilikimu sampai menjebakmu pake obat perangsang sampai tidur bareng...
kamu sangat kasar tega sekali mengusir salsa, semua penderitaan salsa dimulai...

kamu lebih percaya wanita rubah itu arkan, penuh tipu daya nabila sok polos dan lugu....
Felycia Fernandez
😭😭😭😭😭😭😭😭
🌿🌺WINA🌸🌿: 😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Cahaya
lanjut
Cahaya
aduhh ayu 😭😭😭😭 ngga kuat tisu sampay habis ini 😭😭😭😭😭
🌿🌺WINA🌸🌿: nanti aku kasih tisu kak😀
total 1 replies
mb peppy
ketidak berdayaan salsa dan penolakan ayu adalah hal yg teramat menyakitan buatmu arkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!