NovelToon NovelToon
Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Ke Terowongannya Bawah Tanah

Beberapa hari telah berlalu sejak peristiwa mengejutkan di ruang terlarang perpustakaan. Di dalam diri Kaelen kini membawa sesuatu yang tidak dimiliki penyihir lain yaitu percikan energi Gelap. Elemen yang dianggap tabu dan berbahaya, namun justru menjadi kunci baru bagi pemahamannya tentang alam semesta.

Meski hanya sepotong kecil, keberadaan energi itu telah mengubah persepsi Kaelen. Indranya menjadi lebih tajam. Dia bisa merasakan getaran energi dari jarak yang jauh lebih luas, dan pandangannya terhadap klasifikasi kekuatan yang selama ini diajarkan di akademi telah runtuh sepenuhnya. Dunia sihir yang dia kenal ternyata hanyalah permukaan dari samudra kekuatan yang jauh lebih dalam dan luas.

Pagi itu suara genta raksasa di menara pusat akademi berdentang sebanyak sembilan kali. Suara itu tanda bahwa pengumuman penting akan disampaikan. Seluruh siswa dari tingkatan paling dasar hingga lanjut bergegas bergerak menuju lapangan utama. Di atas panggung batu yang luas, Guru Besar Valerius berdiri tegak dikelilingi oleh para pengajar senior. Wajah mereka serius, namun ada kilatan antusiasme di mata mereka.

"Anak-anakku!" suara Valerius menggema. Tegas dan jelas, menembus keheningan ribuan siswa yang berkumpul. "Masa pendidikan teori dan latihan dasar sudah cukup. Saatnya kalian menguji kemampuan kalian di medan sesungguhnya. Hari ini, Akademi Sihir Kerajaan mengumumkan Misi Besar Penjelajahan Terowongan Bawah Tanah."

Bisikan-bisikan keheranan dan kegembiraan langsung menyebar di antara kerumunan. Terowongan Bawah Tanah adalah nama yang sangat dikenal dan sangat ditakuti. Tempat itu adalah jaringan labirin gua dan lorong kuno yang membentang jauh di bawah kaki bukit tempat akademi berada.

Konon gua-gua itu terbentuk ribuan tahun lalu akibat pergeseran kekuatan elemen Tanah yang dahsyat. Di dalamnya terdapat kekayaan alam yang melimpah seperti bijih logam langka, kristal energi hingga sumber murni berbagai elemen bumi.

Namun di situlah juga tinggal makhluk-makhluk Elemen Buas yang terbentuk dari energi pekat tanah dan bebatuan. Makhluk yang tidak memiliki akal pikiran. Hanya bertindak berdasarkan naluri dan insting mempertahankan wilayah.

Tempat itu adalah neraka bagi yang lemah, namun surga bagi mereka yang haus akan kekuatan dan pengalaman.

"Di bawah sana," lanjut Valerius. Matanya sengaja menatap tajam ke arah Kaelen yang berdiri di barisan tengah. "Hukum akademi tidak berlaku. Tidak ada nilai. Tidak ada bantuan langsung dari guru, dan tidak ada belas kasihan dari penghuninya. Aturannya hanya satu yaitu bertahan hidup dan bawa bukti kemampuan kalian. Misi ini wajib diikuti oleh semua siswa tingkat menengah dan lanjut. Kalian akan dibagi dalam kelompok beranggotakan lima hingga enam orang. Setiap kelompok akan dipandu dan diawasi oleh satu pengajar, namun campur tangan hanya akan dilakukan jika nyawa benar-benar terancam."

Valerius mengangkat tangannya, dan peta besar terpampang di udara, memancarkan cahaya biru samar.

"Wilayah dibagi menjadi tiga zona. Zona Luar, aman dan cocok untuk pemula. Zona Tengah, berbahaya dan penuh makhluk tingkat menengah. Dan Zona Dalam, wilayah yang belum sepenuhnya dipetakan. Di sana tinggal makhluk-makhluk Purba dan kekuatan alam yang liar. DILARANG masuk ke sana tanpa izin khusus. Ingat itu baik-baik."

Setelah pengarahan selesai. Pembagian kelompok dilakukan. Seperti yang diharapkan, Lira dan Dimas langsung mendekat ke arah Kaelen. Sejak kemenangan mutlaknya melawan Baron membuat posisi Kaelen di mata teman-temannya telah berubah. Bagi mereka, Kaelen bukan lagi sekadar teman yang perlu dilindungi, melainkan pelindung dan pemimpin yang andal.

"Kami satu kelompok, tentu saja!" seru Dimas sambil menepuk bahu Kaelen dengan senyum lebar dan penuh percaya diri.

"Dengan kau ada di sini. Aku yakin kita bisa menembus sampai ke zona tengah sekalipun," tambah Lira sambil tersenyum manis.

Selain mereka bertiga, bergabung pula dua siswa lain yang memiliki kemampuan cukup baik dan dikenal tidak sombong yaitu Raka, pengguna Elemen Tanah yang tenang dan sangat paham tentang struktur bebatuan. Serta Sari, gadis pengguna Elemen Angin yang lincah dan memiliki indra pengamatan yang sangat tajam. Pemimpin kelompok mereka ditetapkan adalah Guru Hanes, seorang pengajar paruh baya yang pendiam namun memiliki pengalaman luas mengenai Elemen Bumi.

Saat persiapan berlangsung, Kaelen berdiri diam di sudut lapangan. Matanya menatap lurus ke arah bukit berbatu di kejauhan tempat pintu masuk terowongan berada. Di dalam benaknya, Sistem terus memindai, memberikan data yang membuatnya semakin bersemangat.

[ANALISIS LOKASI: TEROWONGAN BAWAH TANAH TERDETEKSI.]

[KEPADATAN ENERGI: SANGAT TINGGI. DOMINAN ELEMEN TANAH. TERDETEKSI VARIASI ENERGI: BATU PADAT, LOGAM MENTAH, KRISTAL MURNI, DAN SISA-SISA ENERGI PURBA.]

[REKOMENDASI: LOKASI SANGAT BAIK UNTUK PENGEMBANGAN KEMAMPUAN. POTENSI PENINGKATAN KEKUATAN: BESAR.]

[PERINGATAN: SELAIN ENERGI ALAM, TERDAPAT JEJAK ENERGI ASING SAMAR YANG TIDAK DIKENAL. MUNGKIN BERHUBUNGAN DENGAN ORGANISASI BAYANGAN.]

Mata Kaelen menyipit tajam. Organisasi Bayangan. Nama itu kini sudah tidak asing lagi baginya. Mereka adalah musuh yang diam-diam mengawasi. Musuh yang bertanggung jawab atas kehancuran keluarganya di masa lalu, dan musuh yang kini mulai melirik ke arahnya. Jika ada jejak mereka di bawah sana, maka terowongan itu bukan hanya tempat latihan, tapi juga medan konfrontasi pertama yang nyata.

"Kau siap, Kaelen?" tanya Dimas menyadari lamunan temannya.

Kaelen menoleh. Senyum tipis muncul di bibirnya. "Siap lebih dari yang kau bayangkan. Di bawah sana ada banyak hal yang menunggu untuk kita ambil."

Rombongan siswa bergerak beriringan menuju bagian utara kompleks akademi di mana sebuah gerbang batu besar yang tertutup dan dijaga ketat menjadi pintu gerbang menuju kedalaman bumi.

Saat gerbang itu terbuka lebar. Hawa dingin yang lembap dan bau tanah tua serta mineral menyembur keluar membuat beberapa siswa menggigil kedinginan.

Mereka mulai menuruni tangga batu yang curam dan panjang yang tampaknya sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Cahaya matahari perlahan menghilang. Digantikan oleh cahaya buatan dari lentera sihir dan bola cahaya yang diterbangkan para penyihir elemen Api dan Cahaya.

Suasana menjadi hening. Hanya terdengar suara langkah kaki berjatuhan di lantai keras dan suara tetesan air yang jatuh dari langit-langit gua yang tinggi.

Setelah berjalan hampir satu jam menembus lorong-lorong sempit dan berkelok. Kelompok Kaelen akhirnya sampai di area awal, Zona Luar. Di sini, lorong melebar menjadi ruangan gua yang sangat luas, setinggi gedung bertingkat dengan dinding-dinding yang dipenuhi retakan alami dan urat-urat mineral berkilauan.

"Perhatikan sekeliling!" suara Guru Hanes terdengar pelan namun tegas. "Di sini penghuninya mulai aktif. Tetap berkelompok. Penyihir pertahanan di barisan depan. Penyihir serangan di tengah. Pendukung di belakang."

Belum sempat Guru Hanes menyelesaikan kalimatnya. Terdengar suara gesekan kasar dan berat terdengar dari segala arah. Dari celah-celah dinding. Dari bawah tumpukan puing batu dan dari bayangan di sudut-sudut gelap. Makhluk-makhluk mulai bermunculan.

Tubuh mereka tingginya sekitar dua meter. Terbentuk sepenuhnya dari bongkahan-bongkahan batu kasar yang menyatu seolah memiliki nyawa. Kulit mereka berwarna abu-abu gelap, kasar dan bergerigi dengan mata yang menyala merah menyala menandakan Inti Energi di dalam dada mereka. Gerakan mereka berat, lambat, namun setiap langkah membuat tanah sedikit bergetar.

"Golem Batu Rendahan!" seru Raka dengan suara sedikit tegang. "Hati-hati, kulit mereka sangat keras. Senjata biasa atau serangan api biasa tidak akan mempan!"

Puluhan Golem Batu mulai mengerumuni mereka, mendekat dengan niat yang jelas yaitu mengusir atau menghancurkan penyusup yang masuk ke wilayah mereka.

Dimas yang selalu bersemangat bertempur, tidak menunggu lagi. Dia melompat maju, mengerahkan seluruh kekuatan elemen Apinya. Bola api sebesar kepalan tangan membesar drastis di tangannya, lalu dilemparkan dengan kuat ke arah Golem terdekat.

BLARRR..

Ledakan api menyala terang. Membanjiri tubuh makhluk batu itu. Asap hitam mengepul, namun saat api mereda, pemandangan yang dilihat mereka membuat hati ciut. Tubuh Golem itu hanya berwarna agak hitam gosong sedikit. Tidak ada kerusakan berarti. Makhluk itu justru menjadi lebih marah, mengayunkan lengan batu besarnya ke arah Dimas.

"Mundur! Serangan apimu tidak cukup panas untuk melelehkan batu sekeras itu!" teriak Guru Hanes sambil melemparkan tembok tanah tebal untuk menahan hantaman lengan itu. Tembok tanah itu retak hebat hanya dalam satu pukulan.

Sari bergerak cepat. Dia memanfaatkan kelincahan elemen Angin. Dia menebas dengan bilah angin tajam ke kaki-kaki Golem itu.

Namun bilah itu hanya menimbulkan percikan kecil dan goresan dangkal di permukaan batu.

"Keras sekali! Pertahanan mereka luar biasa!" seru Sari sambil menghindar dari hantaman lain.

Lira berdiri di barisan belakang, terus mengalirkan energi penyembuh dan membentuk perisai air untuk menahan serangan-serangan yang lolos, namun jumlah Golem semakin banyak dan mereka mulai terdesak.

Di tengah kekacauan pertempuran itu, Kaelen berdiri tenang. Matanya tidak melihat sekadar makhluk buas. Di matanya, berkat bantuan Sistem, dia melihat aliran energi. Dia melihat Struktur Partikel yang membentuk tubuh Golem itu. Dia melihat bagaimana ikatan antar butiran batu itu tersusun dan menyatu menjadi bentuk padat.

"Keras, kokoh, ikatan molekul sangat kuat dan rapat. Tahan panas dan tahan tekanan, tapi sifat benda padat selalu punya satu kelemahan mendasar," batin Kaelen menganalisis dengan cepat. "Kekakuan. Semakin padat dan kaku suatu benda. Semakin rentan dia terhadap getaran resonansi. Jika frekuensi getaran internalnya diubah atau dipatahkan, seluruh strukturnya akan runtuh seketika."

Pemahaman itu muncul begitu saja, seolah sudah ada di benaknya sejak lama. Hanya menunggu waktu untuk diaplikasikan. Pengetahuan dasar elemen Tanah yang Kaelen serap dan pelajari selama ini, ditambah wawasan baru dari elemen Gelap yang membuat pandangannya lebih luas. Kini bersatu menjadi strategi pertempuran yang brilian.

"Semua minggir! Jangan hantam mereka dengan kekuatan kasar! Itu sia-sia!" teriak Kaelen lantang. Suaranya terdengar jelas di tengah suara gaduh pertempuran.

Kaelen melangkah maju. Kemudian menempati posisi paling depan, tepat di hadapan barisan Golem Batu yang sedang mendekat. Lira berusaha memanggilnya mundur, namun dia mengangkat tangan memberi isyarat tenang.

1
whiteblack✴️
Tekat yang bagus kae
whiteblack✴️
Rasakan tuw setan bayang ...enak tidak balasan Kae
whiteblack✴️
nah gitu dong kae...tekat harus kuat lebih dari baja😌...
whiteblack✴️
lanjutkan kae..
whiteblack✴️
Keren sekali " Mana" kae..
whiteblack✴️
Kae kuharap.. niat kamu baik awal & saat ini untuk Membawa Nama keluarga Vogs bangkit kembali
whiteblack✴️
hey setan bedeba mimpi loe terlalu tinggi😒...Kae akan membalas loe setan bedeba penghianat!!!
whiteblack✴️
hey setan bedeba..loe takut...ayo maju...sampai mana "" kekuatan Mana" mu melawan Kae😌
whiteblack✴️
Ray setan...Rasakan...tuw Kae lebih Unggul 😌...bisa mematahkan kesombonganmu.😌
whiteblack✴️
Hhooorreeew...Selamat ya Kae...💃💃💃🪊🪊🪊
whiteblack✴️
di rayakan dong keberhasilan kae...
whiteblack✴️
wow Kae Keren😌...apa masih membutuhkan yg lain kae
whiteblack✴️
benar sekali kae...tapi ingat...tiap berjuangan pasti ada pengorbanan
whiteblack✴️
good job kae....
whiteblack✴️
perjalanan kae masih berlanjut...tapi tiap moment.. ada kejutan ...eufhoria dag dig dug
whiteblack✴️
wow...keren kae...
whiteblack✴️
suasananya tegang...,Khawatir apa kae berhasil?? aap bisa bikin guru + kawan"nya terkejut??

seperti biasa kakak selalu putus tengah jalan😩...suasananya seru+ kepo tau..../Scream/
whiteblack✴️
wow..kae keren.. tingkat" mananya " tinggi stabil...
whiteblack✴️
itulah nama seorang legendaris di lupakan
whiteblack✴️
keren kae....lanjutkan ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!