NovelToon NovelToon
Dilema Cinta Kedua

Dilema Cinta Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Single Mom / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:454
Nilai: 5
Nama Author: Larasa

Nayra Lovarisa, 32 tahun, seorang influencer sukses dengan kehidupan yang sudah sempurna, karier mapan, bisnis berkembang, dan memiliki putra yang menjadi dunianya.
Selama empat tahun, hanya mereka berdua. Tanpa kekurangan, sampai sosok Om Rara muncul menjadi penolong baik hingga tanpa sadar membuat anaknya menyukainya.
Awalnya Nayra tidak terganggu malah terbantu dengan sang tetangga sampai kemudian anaknya punya harapan lebih, ingin menjadikan pria itu sebagai ayah sambungnya.

Bagaimana kisah ini selanjutnya? Nayra yang punya banyak pertimbangan, Rayyan yang tidak menyerah menjodohkan sang Mama dan Om Rara yang menyadari perasaannya apa mampu meluluhkan hati janda satu anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Larasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Tindakan pertama

Jam sembilan malam di malam kamis sahabat-sahabatnya sedang tidak bisa di ajak bertemu. Baik itu Dirga, Felix atau Halim mereka sibuk dengan keluarga masing-masing. Gatra sebenernya sadar hal itu, tapi ia ingin mencoba untuk memastikan sesuatu nekat mengirimkan mereka pesan.

Pria itu mengambil kotak yang berisi tembakau di atas meja kamar lalu keluar menuju balkon. Ia menyalakan pemetik api lalu mengarahkan ke gulungan tembakau yang sudah ada di depan bibirnya.

"Makin lama hidup kayak gini membosankan juga," kata Gatra setelah menghisap gulungan lalu menghembuskan asapnya. "Gila aja saya ngga pengen punya keluarga, punya anak istri, tapi masalahnya ngga mungkin deketin mereka dengan kondisi kayak gini."

Gatra kembali mengisap tembakau sambil menatap pemandangan kota yang indah di malam hari. Ia bisa saja menyampaikan rasa penasarannya lewat grup chat karna sekarang ketiga sahabatnya dekat dengan tetangganya di mana dulu mereka sering mengejek gaya pacaran mereka, Yudha dan Nayra.

Ia juga bisa mendatangi rumah salah satu dari mereka, tapi ia tak ingin menganggu waktu sahabat-sahabatnya dengan anak istri mereka. Jikapun Gatra nekat menemui salah satu dari mereka maka ia yakin mereka akan mengatakan cari pendamping hidup, bicara trauma bisa di sembuhkan sekalian sama cari pasangan.

Tapi masalahnya siapa yang mau bersama dengan pria yang sangat terganggu dengan anak kecil? Lebih parah lagi ia tak ragu berprilaku kasar pada keponakannya sendiri lalu bagaimana ke anak lain? Gatra tak yakin ada seseorang wanita yang sabar menjalani semua proses kesembuhannya.

Selama sebulan ini Gatra sering ke psikolog yang menyatakan dirinya perlahan membaik. Beruntungnya ia cepat menyadari dan tak menganggap prilaku itu normal hingga tak di biarkan berlarut-larut lebih lama lagi.

Selain itu Gatra susah serta ragu dengan kesetiaan pasangannya karna pekerjaannya yang mengharuskan mereka berpisah salama berbulan-bulan.

"Bau rokok lagi," kata suara yang masuk ke dalam telinga Gatra. "Mas Gatra ya?"

"Nayra?"

"Iya, ngga nyangka malam-malam di sini lagi." Terdengar tawa dari sebelah sana membuat Gatra yakin suasana hati ibu dari Rayyan sedang sangat baik. "Tadi saya pikir dari tetangga lain, tapi ingat tetangga saya yang lain cewek terus sudah ngga tinggal di situ lagi."

"Jadi gitu... tapi kayaknya dari suaranya kamu lagi bahagia banget."

"Seneng banget, soalnya malam ini penjualan saya naik sepuluh kali dari malam sebelumnya. Terus..." Nayra bercerita seperti pada teman lama yang di batasi oleh tembok pembatas apartemen.

Gatra mendengar sesekali menanggapi dengan positif karna senang atas pencapaian yang sudah wanita itu lakukan. Jika mengingat Nayara yang dulu dan Nayra sekarang tentu sangat berbeda yang membuatnya kian penasaran.

Andai saja jarak mereka dekat serta bisa mengobrol dengah leluasa maka Gatra tak akan sungkan bertanya tentang kehidupan wanita itu lebih banyak lagi sebab Nayra juga sudah tahu masalahnya.

Ia bukan ingin cari kelemahan Nayra, tapi murni karna rasa penasarannya karna dulu pernah melihat si wanita dengan kondisi yang kurang baik.

"Maaf, saya ngga sadar malah pamer pencapaian."

"Ngga papa, saya senang dengar adik kelas yang pernah satu sekolah dengan saya sukses." Ungkapnya apa adanya.

"Gitu ya... kalau ngga masalah saya jadi lega dengarnya."

Gatra tidak membalas karna sedang menghisap tembakaunya sampai habis lalu memadamkan apinya di atas piring kaca tebal yang selalu ada sudut dinding balkon. Nanti saat penuh ia akan membuangnya ke tong sampah lalu kembali meletakkan piring di tempat semula.

"Sebenarnya saya penasaran dengan banyak hal," ungkap Gatra setelah diam untuk mempertimbangkan keputusannya. "Tapi saya rasa ngga sopan main tanya aja."

"Kok jadi ngga sopan? Kalau penasaran ya tanya aja, Mas."

Gatra mengeluarkan ponsel dari saku celana pendeknya lalu mengangkat benda itu sambil menatap Nayra. "Saya ngga bisa main tanya aja soalnya enggak mau di denger yang lain terus jadi gosip ngga jelas. Buka pesan saya, Nay."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!