NovelToon NovelToon
Jebakan Hati Gadis Cupu

Jebakan Hati Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Bad Boy
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: who i am?

Bagi Arlan, harga diri adalah segalanya. Namun, ketika sebuah kekalahan memaksanya memacari gadis paling "tak kasatmata" di sekolah, ia memulai permainan manipulasi yang paling berbahaya—tanpa sadar bahwa kepolosan adalah senjata yang paling mematikan bagi egonya.

Arlan tidak pernah kalah. Dengan wajah rupawan dan kekuasaan di tangannya, dia adalah "Tuhan" di SMA Nusantara. Hingga satu malam, sebuah taruhan konyol di meja biliar mengubah segalanya. Taruhannya sederhana: Taklukkan Lulu, si gadis kutu buku yang kuper, polos, dan selalu menunduk, lalu campakkan dia di malam perpisahan.
Bagi Arlan, ini hanyalah tugas mudah. Dia akan menggunakan pesonanya, melakukan love bombing, dan membuat Lulu bertekuk lutut. Namun, Lulu bukanlah lawan yang biasa. Kepolosan Lulu yang keterlaluan membuat semua taktik manipulasi Arlan mental. Saat Arlan mencoba menyakitinya, Lulu justru membalas dengan ketulusan yang menampar ego narsistiknya.
Siapakah yang akan hancur lebih dulu? Arlan dengan egonya, ata

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon who i am?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Kekhawatiran yang memuncak membuat Ayah dan Ibu Lulu tidak bisa tidur dengan tenang. Keesokan paginya, tanpa memberi tahu Lulu, Ayah memutuskan untuk mengambil cuti setengah hari dari pekerjaannya. Ia ingin melihat dengan mata kepala sendiri siapa sosok Arlan ini dan bagaimana pengaruhnya di sekolah.

Pukul sepuluh pagi, Ayah Lulu sudah berdiri di depan gerbang SMA Nusantara. Ia sengaja memarkir motor tuanya agak jauh agar tidak menarik perhatian. Tak lama kemudian, ia melihat pemandangan yang membuat hatinya mencelos.

Di area parkir siswa, Arlan tampak baru saja keluar dari mobil BMW-nya. Ia terlihat sangat berkuasa, dikelilingi oleh Reno dan Gani yang tertawa-tawa. Di sampingnya, Lulu berdiri dengan kepala menunduk, memegang tas kecil pemberian Arlan—tas yang sama sekali tidak terlihat seperti tas sekolah. Ayah Lulu melihat Arlan mengacak rambut Lulu dengan cara yang lebih terlihat seperti meremehkan daripada menyayangi, namun Lulu justru tersenyum malu-malu.

Ayah Lulu memberanikan diri masuk ke lingkungan sekolah dan menuju ruang guru. Ia bertemu dengan wali kelas Lulu, Bu Sarah.

"Bagaimana perkembangan Lulu belakangan ini, Bu?" tanya Ayah dengan nada cemas.

Bu Sarah menghela napas panjang, wajahnya penuh kekecewaan. "Jujur saja, Pak, saya sangat bingung. Lulu yang biasanya paling pertama mengumpulkan tugas, sekarang sering terlambat. Nilai kuis hariannya anjlok drastis. Dan yang paling mengkhawatirkan, dia sering terlihat bersama geng Arlan Wiraguna. Bapak tahu sendiri, Arlan itu... sulit dikendalikan. Dia dari keluarga yang sangat berpengaruh, tapi reputasi akademiknya sangat buruk."

Ayah Lulu mengepalkan tangannya. "Apakah Arlan sering mengganggu Lulu, Bu?"

"Kami tidak melihat adanya paksaan secara fisik, Pak. Tapi secara mental, Lulu seolah sudah kehilangan minat pada dunianya sendiri. Dia seperti hanya hidup untuk mengikuti ke mana pun Arlan pergi," jawab Bu Sarah sedih.

Sementara itu, di belakang kantin, Arlan menyadari kehadiran Ayah Lulu. Gani yang tadi melihatnya di depan gerbang segera memberi tahu Arlan.

"Lan, liat deh. Bokap si Cupu ada di ruang guru," bisik Gani sambil menunjuk ke arah gedung utama.

Arlan menyeringai. Ini adalah kesempatan emas. Ia tidak menghindar, ia justru menarik Lulu mendekat.

"Lu, kamu liat itu?" Arlan menunjuk ke arah Ayah Lulu yang baru saja keluar dari ruang guru dengan wajah lesu.

Lulu terbelalak. "Ayah? Ngapain Ayah ke sini?"

"Kamu liat kan? Mereka nggak percaya sama kamu, Lu," hasut Arlan dengan suara yang dibuat seolah-olah dia sangat prihatin. "Mereka ke sini buat memata-matai kamu. Mereka mau lapor ke guru biar aku dijauhin dari kamu. Mereka mau kontrol hidup kamu lagi, mau maksa kamu jadi 'mesin nilai' mereka."

Lulu merasakan dadanya sesak. Ia merasa dikhianati oleh ayahnya sendiri. "Tapi... Ayah bilang cuma mau aku sekolah yang bener..."

"Itu bahasa halus dari 'aku mau kamu jadi boneka pinterku', Lu," Arlan memegang kedua bahu Lulu, menatap matanya dalam-dalam. "Aku satu-satunya yang ngebiarin kamu jadi diri sendiri. Kalau kamu nggak tegas sekarang, mereka bakal pisahin kita. Kamu mau itu terjadi?"

"Enggak, Arlan! Aku nggak mau!" Lulu mulai menangis.

"Kalau gitu, temuin Ayah kamu sekarang. Bilang kalau kamu benci dimata-matai. Tunjukin kalau kamu sudah dewasa dan punya pilihan sendiri," perintah Arlan.

Lulu, dengan pikiran yang sudah teracuni, berjalan menghampiri Ayahnya yang sedang berjalan menuju gerbang.

"Ayah!" teriak Lulu.

Ayahnya menoleh, wajahnya sempat berbinar melihat putrinya. "Lulu? Ayah cuma—"

"Ngapain Ayah ke ruang guru? Ayah nggak percaya sama Lulu? Ayah mau bikin Arlan malu di depan temen-temennya?" bentak Lulu dengan suara yang bergetar.

"Lu, Ayah cuma khawatir. Nilai kamu turun, kamu keluar dari olimpiade—"

"Itu pilihan Lulu, Yah! Lulu capek jadi anak pinter cuma buat dibanggain Ayah ke tetangga! Lulu benci Ayah ke sini!"

Lulu berbalik lari kembali ke arah Arlan, meninggalkan Ayahnya yang berdiri mematung di tengah lapangan sekolah dengan hati yang hancur berkeping-keping. Dari kejauhan, Arlan memberikan tatapan dingin ke arah Ayah Lulu, sebuah tatapan yang penuh kemenangan. Ia kemudian merangkul Lulu yang sedang terisak, membawanya pergi seolah-olah dia adalah pelindung sejati.

Malam harinya, rumah Lulu terasa seperti medan perang yang membeku. Tidak ada suara, tidak ada makan malam bersama. Ayah Lulu hanya duduk di teras, menatap kegelapan dengan perasaan gagal. Di dalam kamar, Lulu terus mengirim pesan pada Arlan, mencari validasi atas kemarahannya pada Ayahnya tadi siang.

Arlan, di kamarnya yang mewah, tertawa melihat pesan-pesan Lulu.

"Satu langkah lagi," gumam Arlan sambil menatap kalender di mejanya. Tanggal 25 Juni kini tinggal beberapa minggu lagi. "Sekarang dia sudah resmi membuang keluarganya sendiri demi gue. Benar-benar pion yang sempurna."

Lulu tidak menyadari bahwa setiap bentakan yang ia tujukan pada Ayahnya adalah paku tambahan untuk peti mati masa depannya. Ia merasa bangga karena telah "berani" membela cintanya, tanpa tahu bahwa cintanya adalah sebuah algojo yang sedang menanti waktu untuk menjatuhkan kapaknya

1
lily
cerita yang menarik semoga sampai tamat
Valent Theashef
bgus,liat coba end ny apakh mreka brsma ???
Siska Dores
😍
Valent Theashef
penuh tantangan suka deh film novel kyk gni,
Dewi Yanti
ko ada cowo ky reno yg jahat bgt
Siska Dores
next kak
Siska Dores
lanjutt kak
Siska Dores
next kak
Siska Dores
greget bngt
Siska Dores
next kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!