NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 : Ke Mini Market

Daniel langsung mengangguk pelan mendengar pertanyaan Rosline tadi. Namun Bara tidak langsung menjawab.

Tatapan pria itu justru kembali lurus ke jalanan depan dengan wajah dingin seperti biasa. Beberapa detik kemudian...

Bara akhirnya bersandar pelan sambil berkata rendah, “sejak aku kecil… keluarga Alexander memang sudah hidup seperti ini.”

Rosline langsung diam mendengarkan.

“Kalau kami lengah sedikit saja…” lanjut Bara tenang. “Orang lain akan menghancurkan kami lebih dulu.”

Kalimat itu terdengar begitu datar. Namun entah kenapa justru membuat dada Rosline terasa aneh. Hidup seperti apa yang dijalani pria ini sampai bisa berbicara soal ancaman dan kematian setenang itu?

Namun sebelum Rosline sempat bertanya lagi…

“Daniel.” suara Bara kembali berubah tegas.

“Ya, Tuan?”

“Percepat.” ucapnya dingin. “Kita sudah cukup jauh dari mobil mereka.”

“Baik, Tuan.”

Brummm!

Daniel langsung menambah kecepatan mobil. Jalanan mulai terasa lebih lengang sekarang setelah mereka keluar dari area pusat kota.

Rosline refleks kembali memegang sisi kursi karena sedikit takut. Namun kali ini mobil memang sudah tidak dikejar terlalu dekat seperti sebelumnya.

Dan tepat saat suasana mulai sedikit tenang…

Drrttt.

Ponsel Bara kembali bergetar.

Tatapan pria itu langsung turun ke layar. Nomor tidak dikenal.

Daniel langsung melirik lewat kaca spion.

Sedangkan Bara tanpa ragu mengangkat panggilan itu. “Siapa kau?”

Beberapa detik hanya terdengar suara napas samar dari seberang sana. Lalu…

“Kalau kau masih ikut campur di wilayah kekuasaanku…” suara pria asing itu terdengar berat dan dingin. “Aku akan menghabisi keluargamu.”

Tatapan Bara langsung berubah sangat gelap.

Rosline yang duduk dekat di sampingnya ikut menegang mendengar suara itu samar-samar.

“Paham?”

Namun sebelum Bara sempat menjawab...

Tut.

Sambungan telepon langsung terputus.

Tatapan Bara langsung menyipit tajam penuh amarah. Ia segera menelepon balik nomor itu.

Namun…

“Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif.”

Bara langsung mendecak kasar penuh emosi. “Brengsek.” gumamnya dingin. “Dia berani mengancamku.”

Aura pria itu berubah jauh lebih menyeramkan sekarang. Bahkan Rosline sampai menahan napas melihat perubahan ekspresi Bara.

Daniel langsung bertanya serius dari depan. “Apa itu orang Black Viper, Tuan?”

“Kemungkinan besar.”

Bara menggenggam ponselnya kuat-kuat sampai urat di tangannya terlihat jelas. “Mereka mulai bermain kotor.”

Rosline langsung menelan ludah pelan. Untuk pertama kalinya ia benar-benar melihat emosi marah Bara secara langsung. Dan jujur saja… itu menakutkan.

Namun beberapa detik kemudian Bara tiba-tiba menoleh ke arah Rosline. “Kau.”

Rosline langsung tersentak kecil. “I-iya?”

“Mulai sekarang jangan keluar mansion sendirian.” suaranya rendah penuh tekanan. “Ke mana pun harus ada pengawal.”

Rosline langsung membeku.

“Ta-tapi saya hanya perawat…”

“Sekarang kau tinggal di mansion Alexander.” potong Bara dingin. “Dan mereka sudah melihat wajahmu bersama kami.”

Jantung Rosline langsung terasa jatuh.

“Ja-jadi…” suaranya mengecil takut. “Saya juga dalam bahaya?”

Tatapan Bara tidak bergeser sedikit pun darinya. “Iya.”

Jawaban singkat itu justru membuat Rosline semakin pucat.

Astaga, ia benar-benar terseret ke dalam dunia berbahaya keluarga Alexander sekarang. Suasana di dalam mobil mendadak terasa jauh lebih sunyi setelah ucapan Bara tadi.

Rosline hanya bisa duduk diam sambil menggenggam tas kecilnya erat. Kepalanya terasa penuh sekarang. Penyusup. Mafia. Black Viper. Ancaman pembunuhan. Dan sekarang… dirinya juga ikut berada dalam bahaya.

Rosline diam-diam melirik Bara sebentar. Pria itu masih menatap lurus ke depan dengan wajah dingin. Rahangnya terlihat menegang sejak telepon ancaman tadi.

Kini Rosline benar-benar sadar kalau Bara bukan sekadar pria galak dan menyeramkan. Pria itu hidup di dunia yang benar-benar berbahaya.

Namun di tengah suasana tegang itu. Perut Rosline tiba-tiba berbunyi kecil.

Krruukk...

Suasana mobil langsung hening aneh.

Daniel sampai melirik kaca spion sebentar. Sedangkan Bara perlahan menoleh ke arah Rosline.

Wajah Rosline langsung merah padam. “S-saya belum makan siang, Tuan,” gumamnya malu luar biasa sambil menutupi perutnya cepat.

Beberapa detik Bara hanya diam menatapnya. Lalu…

“Hm.”

Pria itu justru menghela napas kecil sambil memijat pelipisnya lagi.

Rosline langsung salah tingkah sendiri. Astaga… kenapa harus lapar di situasi seperti ini?!

Namun tak disangka, Bara tiba-tiba berkata datar pada Daniel, “nerhenti di minimarket depan.”

Rosline langsung menoleh cepat. “Eh?”

“Kau lapar, kan?”

Rosline langsung gugup. “Ti-tidak perlu repot-repot Tuan…”

“Wajahmu sudah pucat seperti orang mau pingsan.” potong Bara dingin. “Aku tidak ingin kau mati kelaparan di mobilku.”

Rosline langsung terdiam malu.

Beberapa menit kemudian mobil akhirnya berhenti di depan minimarket besar yang cukup sepi. Daniel langsung turun lebih dulu untuk memastikan keadaan aman di sekitar.

Sedangkan Bara tetap duduk beberapa detik sebelum akhirnya membuka pintu mobil. “Turun.”

Rosline buru-buru ikut turun sambil melihat sekitar dengan waspada sekarang. Jujur saja… setelah kejadian tadi, ia jadi takut melihat setiap mobil hitam yang lewat.

Daniel kembali mendekat. “Area aman untuk sementara, Tuan.”

“Hmm.”

Mereka bertiga akhirnya masuk ke minimarket.

Dan entah kenapa… pemandangan Bara Alexander berjalan di dalam minimarket sambil memakai kemeja hitam mahal terasa sangat tidak cocok.

Beberapa pengunjung bahkan diam-diam melirik pria itu karena auranya terlalu mencolok dan dingin.

Sedangkan Rosline berjalan kecil di belakang Bara sambil masih gugup. Namun tiba-tiba langkah gadis itu berhenti di depan rak camilan. Matanya langsung berbinar kecil melihat mi instan cup rasa pedas terbaru yang sedang diskon.

Bara yang sadar Rosline berhenti langsung menoleh. “Kenapa?”

Rosline buru-buru menunjuk pelan. “Itu…”

Tatapan Bara mengikuti arah jarinya. “Mi instan?”

Rosline langsung mengangguk kecil malu. “Yang itu enak…”

Beberapa detik Bara hanya diam melihat rak penuh mi instan itu sebelum akhirnya berkata datar, “ambil.”

Rosline langsung berkedip. “Hah?”

“Kau mau, kan?”

Rosline langsung panik kecil. “Ti-tidak perlu! Saya hanya melihat saja!”

Namun tanpa banyak bicara, Bara justru mengambil beberapa cup mi instan itu lalu meletakkannya ke keranjang belanja.

Rosline langsung bengong.

Daniel sampai memalingkan wajah sedikit menahan senyum melihat ekspresi shock Rosline.

Dan sebelum Rosline sempat bicara lagi…

Drrttt.

Ponsel Daniel tiba-tiba bergetar keras.

Pria itu langsung menjawab cepat sambil menjauh sedikit. Namun beberapa detik kemudian wajah Daniel berubah sangat serius.

“Tuan…”

Tatapan Bara langsung tajam. “Apa?”

Daniel menunduk sedikit sebelum berkata pelan, “Tuan Edwin meminta kita semua cepat kembali ke mansion segera."

Tatapan Bara langsung berubah dingin mendengar ucapan Daniel tadi. “Ada apa?” tanyanya rendah.

Daniel melirik sekitar minimarket sebentar sebelum mendekat sedikit. “Beberapa orang Black Viper terlihat di area sekitar pusat kota.” ucapnya pelan. “Tuan Edwin meminta kita tidak berhenti terlalu lama di luar.”

Rosline yang berdiri di dekat rak mi instan langsung menegang lagi. Wajahnya yang tadi mulai sedikit tenang kini kembali pucat.

“Ba-baiklah…” gumamnya kecil. “Saya sudah tidak lapar.”

Namun Bara justru melirik keranjang belanja di tangan Daniel. “Ambil!”

“Hah?”

“Kau belum makan sejak siang.” jawab Bara datar. “Jangan menyusahkan saat sampai di mansion nanti.”

Rosline langsung manyun kecil dalam hati. Cara pria itu perhatian benar-benar aneh.

Beberapa menit kemudian mereka segera menuju kasir. Daniel berdiri sedikit menjauh sambil tetap memperhatikan sekitar dengan waspada.

Sedangkan Rosline masih kikuk berdiri di samping Bara. Dan entah kenapa… suasana itu malah terlihat seperti pasangan yang sedang berbelanja bersama.

Rosline langsung menepuk pipinya sendiri pelan dalam hati. “Astaga Rosline, jangan berpikir yang aneh-aneh!”

1
Arditya
wiihh, jadi ini yang namanya victor. tangkap bara jangan kasih ampun😄
It's me Sky: terimakasih ka🙏
total 1 replies
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!