NovelToon NovelToon
Siksa Kontrak Sang CEO: Air Mata Di Atas Ranjang Madu

Siksa Kontrak Sang CEO: Air Mata Di Atas Ranjang Madu

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Selingkuh / Konflik etika
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: EsKobok

Asha mengira pernikahan kontrak dengan Arlan, sang Titan industri, adalah jalan keluar dari kemiskinan. Namun, ia salah. Di balik kemewahan Kota Neovault, Asha hanyalah "piala" yang dipamerkan di antara deretan wanita simpanan Arlan. Puncaknya, Arlan membiarkan Asha disiksa oleh selingkuhannya sendiri demi menutupi skandal bisnis. Saat tubuhnya hancur dan janinnya terancam, Asha menyadari bahwa ia tidak sedang menikah, melainkan sedang dikuliti hidup-hidup oleh pria yang ia cintai. Ketika cinta berubah menjadi dendam yang dingin, apakah air mata cukup untuk membayar pengkhianatan yang berdarah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EsKobok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Skandal Limbah

​Bau busuk yang menyengat dari pinggiran sungai Rust terangkat oleh angin sore, membawa aroma kematian dan bahan kimia yang tajam. Di sebuah gudang penyimpanan data yang tersembunyi, V menatap layar monitor yang menampilkan ribuan halaman dokumen digital berkode rahasia. Lembaran itu berisi catatan pembuangan limbah beracun Neovault yang dilakukan secara ilegal selama lima tahun terakhir.

​V menekan satu tombol terakhir dengan jemari yang stabil, mengirimkan seluruh dokumen tersebut ke meja redaksi media massa terbesar dan aktivis lingkungan. Ia bisa merasakan detak jantungnya yang dingin berdegup kencang, menanti guncangan yang akan menghantam Arlan. Ini bukan sekadar masalah uang, ini adalah serangan terhadap integritas moral yang selama ini dipalsukan pria itu.

​"Arlan selalu bangga dengan citra perusahaannya sebagai pionir teknologi ramah lingkungan," bisik V di tengah kesunyian ruangan.

​Nelayan tua di belakangnya menatap layar yang kini dipenuhi pemberitahuan pengunggahan data yang sukses. "Kau baru saja melepaskan bom nuklir ke dalam reputasi Arlan, V. Kota ini tidak akan tinggal diam melihat sungai mereka diracuni."

​"Itu tujuannya, Paman. Arlan telah meracuni hidupku, sekarang biarkan rakyat Neovault melihat bagaimana dia meracuni masa depan mereka," sahut V tajam.

​Kurang dari satu jam, layar berita nasional mulai meledak dengan berita utama yang menggemparkan seluruh penjuru metropolis. Dokumen-dokumen yang dibocorkan V menunjukkan angka-angka merkuri dan timbal yang jauh di atas ambang batas normal di sungai Rust. Visualisasi data tersebut sangat mengerikan, menunjukkan efek jangka panjang bagi pemukiman di sekitar distrik Rust yang miskin.

​"Lihat ini, V. Rakyat mulai turun ke jalan," ujar nelayan tua sambil menunjuk siaran langsung dari depan Menara Neovault.

​Ratusan, kemudian ribuan orang mulai memadati alun-alun pusat kota dengan membawa spanduk-spanduk yang mengecam Arlan Valeska. Suara teriakan massa yang menuntut keadilan terdengar lamat-lamat bahkan hingga ke persembunyian V, menciptakan suasana pemberontakan. Aroma kemarahan rakyat seolah menembus dinding-dinding beton yang mengelilingi mereka.

​Di lantai teratas Menara Neovault, Arlan berdiri terpaku di depan televisi besar yang menampilkan kekacauan di luar gerbangnya. Wajahnya yang biasanya angkuh kini tampak pucat pasi, matanya membelalak melihat dokumen pribadinya tersebar luas secara publik. Keringat dingin mengucur dari pelipisnya, membasahi kerah kemeja mahalnya yang mulai terasa mencekik leher.

​"Bagaimana dokumen itu bisa bocor? Aku sudah memerintahkan untuk menghapus semua log pembuangan tahun lalu!" teriak Arlan dengan suara serak.

​Elena masuk ke ruangan dengan wajah panik, memegang tablet yang menampilkan penurunan nilai saham Neovault yang terjun bebas. "Arlan! Telepon dari kementerian lingkungan hidup tidak berhenti berdering! Mereka menuntut akses penuh ke fasilitas pengolahan limbah kita!"

​"Diamlah, Elena! Aku sedang berpikir!" Arlan membentak, membuat wanita itu tersentak mundur karena ketakutan yang belum pernah dilihat sebelumnya.

​"Berpikir? Di luar sana orang-orang ingin membakar gedung ini! Reputasi kita hancur dalam hitungan menit!" Elena balas berteriak dengan nada histeris.

​Arlan mencengkeram pinggiran meja kerjanya hingga urat-urat di tangannya menonjol, ia merasa seolah dunia sedang runtuh di atas kepalanya. Bau asap dari ban yang dibakar demonstran di bawah sana mulai masuk melalui sistem ventilasi gedung yang canggih. Kehancuran ini terasa jauh lebih nyata dan mengerikan daripada ancaman dewan direksi sebelumnya.

​"V ... ini pasti ulah peretas misterius itu lagi. Dia tidak hanya ingin uangku, dia ingin aku mati secara sosial," gumam Arlan pelan.

​Di jalanan distrik Rust, gelombang demonstrasi terasa jauh lebih liar dan penuh emosi karena mereka adalah korban langsung dari polusi tersebut. Orang-orang yang selama ini diam di bawah penindasan kini memiliki alasan kuat untuk meledakkan amarah mereka terhadap Neovault. Suara sirine polisi yang mencoba menghalau massa justru menambah ketegangan yang ada.

​"Keadilan untuk Rust! Tangkap Arlan Valeska!" teriak seorang orator di atas truk terbuka yang diikuti oleh sorakan massa.

​V menyaksikan semua itu dari monitor dengan tatapan yang nyaris kosong, ia telah membuang empati namun hatinya tetap bergetar. Ia teringat bagaimana Asha dulu pernah mengusulkan proyek pembersihan sungai namun ditertawakan oleh Arlan sebagai tindakan yang tidak menguntungkan. Sekarang, sungai itu sendiri yang menjadi algojo bagi kekuasaan Arlan yang angkuh.

​"Apakah kau akan turun ke sana untuk melihat hasilnya secara langsung, V?" tanya nelayan tua itu dengan nada hati-hati.

​V menggelengkan kepala, ia merapatkan jubah hitamnya seolah ingin menyembunyikan diri dari gejolak emosi yang mulai merayap. "Belum waktunya, Paman. Aku ingin Arlan merasakan bagaimana rasanya menjadi orang paling dibenci di dunia ini tanpa bisa membela diri."

​"Berita ini akan memaksa pemerintah untuk membekukan seluruh operasional pabrik utama mereka dalam waktu dekat," tambah nelayan itu.

​"Itulah yang aku tunggu. Saat pabrik itu berhenti beroperasi, krisis likuiditas Arlan akan berubah menjadi kebangkrutan yang tak terelakkan," jawab V.

​Di layar televisi, terlihat pihak kepolisian mulai memasang garis polisi di gerbang masuk fasilitas pengolahan limbah Neovault yang megah. Para jurnalis berebut untuk mendapatkan pernyataan resmi, namun pihak manajemen Neovault hanya bisa memberikan janji-janji kosong. Arlan Valeska yang biasanya gemar tampil di depan kamera, kini bersembunyi di balik keamanan ketat kantornya.

​"Kirimkan pesan singkat ke ponsel Arlan sekarang. Gunakan saluran yang sama dengan pertemuan virtual kemarin," perintah V pada sistem otomatnya.

​Ponsel Arlan bergetar di atas meja kerja, ia segera menyambarnya dengan tangan yang gemetar hebat demi mencari harapan. Di layar ponselnya muncul pesan dari nomor anonim yang singkat namun sangat menyakitkan: "Air sungai Rust sangat dingin, bukan? Seharusnya kau ingat itu."

​Arlan menjatuhkan ponselnya ke lantai seolah benda itu baru saja berubah menjadi bara api yang membakar telapak tangannya. Ia terengah-engah, bayangan Asha yang tenggelam di sungai itu seolah muncul kembali di permukaan air keruh yang kini diberitakan semua orang. Ketakutan psikologis yang ditanamkan V mulai membuahkan hasil berupa paranoia yang akut.

​"Asha ... tidak mungkin dia masih hidup. Ini pasti ilusi," gumam Arlan sambil memegang kepalanya yang terasa sangat berat.

​"Arlan, ada apa? Siapa yang mengirimkan pesan itu?" tanya Elena yang mencoba mendekat namun diabaikan oleh pria tersebut.

​Arlan tidak menjawab, ia justru menatap ke arah jendela, melihat kabut hitam dari pembakaran di luar sana yang semakin menutupi pandangannya. Ia merasa seperti sedang dikepung oleh hantu-hantu dari masa lalu yang kini menuntut balas melalui amarah warga kota. Skandal limbah ini adalah noda yang tidak akan pernah bisa dihapus oleh kekayaan apa pun yang ia miliki.

​"Persiapkan konferensi pers besok pagi. Katakan bahwa ini adalah sabotase dari pihak ketiga yang ingin menjatuhkan kita," perintah Arlan pada asistennya.

​Namun, Arlan tahu di dalam hatinya bahwa kebohongan itu tidak akan mempan kali ini karena bukti-bukti yang disebarkan V terlalu detail. Setiap dokumen memiliki tanda tangan digital dan kode internal yang hanya diketahui oleh eksekutif tingkat atas perusahaan. Neovault sedang berada di ujung tanduk, dan V adalah orang yang memegang gunting untuk memutus tali itu.

​"Tugasmu hari ini selesai, V. Neovault akan mengalami malam terpanjang dalam sejarahnya," ujar nelayan tua sambil mematikan monitor utama.

​V berdiri, menatap bekas luka di bahunya melalui cermin kecil di dinding gudang penyimpanan data yang lembap itu. Ia bisa merasakan kepuasan yang dingin merasuk ke dalam jiwanya, melihat kehancuran pria yang pernah menjadi dunianya. Skandal ini hanyalah satu dari sekian banyak babak yang akan ia mainkan sebelum pertemuan langsung.

​"Dendam ini baru saja menemukan alirannya, seperti limbah yang mereka buang ke sungai Rust," batin V dengan penuh kepahitan.

​Di luar, demonstrasi semakin membesar saat malam tiba, obor-obor dinyalakan sebagai simbol perlawanan terhadap korporasi yang rakus. Arlan Valeska kini benar-benar terjepit di antara amarah publik, tuntutan hukum, dan teror misterius dari sosok berinisial V. Masa kejayaan Neovault sedang memudar, digantikan oleh kegelapan yang dibawa oleh wanita yang pernah mereka anggap sudah lenyap.

​"Biarkan mereka berteriak lebih keras. Biarkan Arlan mendengar suara kehancurannya sendiri di setiap sudut kota," bisik V pelan.

​Ia melangkah keluar dari gudang tersebut, menghilang ke dalam gang-gang gelap distrik Rust yang kini terasa sedikit lebih hidup karena harapan akan keadilan. Neovault Metropolis sedang membara, dan V adalah arsitek di balik api yang akan melalap habis keangkuhan Arlan Valeska. Langit malam itu tampak semerah api, mencerminkan amarah yang telah lama terpendam dan kini meledak dengan hebatnya.

1
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
EsKobok: siaaappp kakk 💪💪
total 1 replies
𝐀⃝🥀Weny
ingatlah Arlan, bahwa karma itu ada😁
𝐀⃝🥀Weny: nek kurma enak thor.. lha nek karma🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!