NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Serangan racun mematikan

Arka menyelesaikan pendidikan hukum magisternya di Universitas Indonesia, setelah sebelumnya mengantongi gelar sarjana hukum di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Ia bergabung menjadi pegawai pemerintahan di Kejaksaan Agung tak lama setelah meraih gelar magisternya. Saat itu usianya masih sangat muda, baru menginjak 27 tahun. Namun, jangan remehkan kemampuannya, Arka memiliki keahlian bela diri Taekwondo tingkat tinggi, berkat rutin mengikuti berbagai kejuaraan sejak muda.

Kepolisian Polda metro j*ya lalu merekrut nya bergabung di berbagai penyergapan dan penangkapan penjahat yang tergolong licin dari kejaran polisi. Dan karena Arka sering berhasil menyelesaikan banyak kasus besar, lalu berhasil menyeret si penjahat kelas kakap hingga masuk bui, nama nya menjadi populer di kalangan kepolisian, bahkan di kalangan para penjahat.

"Cih pak Arkanendra~ ckck kamu cukup berani merusak kegiatan ku dan membuat banyak anak buahku kalah" Arka memicingkan matanya. Lantai ketiga itu kini berubah menjadi lautan korban. Arka menghitung dalam hati, banyak sekali petugas polisi yang tergeletak di sana, ada yang pingsan dan ada yang sudah tak bernyawa lagi

"Menyerah lah jika kamu masih ingin hidup, kejahatan mu sangat berat tuan Suhendra, saya takut hukuman mu juga akan sangat berat"

"Sebelum masuk penjara aku ingin membunuhmu dulu Pak jaksa" Arka terkekeh sinis, dia mengusap ujung bibir tipis merah nya yang sedikit lecet dan bersiap dengan pistol yang dia sembunyikan di pinggangnya.

Dor....

Dor....

Dua kali tembakan, terdengar cukup keras namun menyisakan teriakan takut pada Jesylyn yang masih bersembunyi di gudang tangga tadi dan gadis itu merosot lemas. Arkanendra tersenyum smirk, asap masih keluar dari ujung revolvernya dan si lawan jatuh berlutut karena kedua kakinya, yang terkena peluru jaksa tampan itu. "Kamu takkan bisa mendahului tembakan ku tuan Suhendra" Lelaki tua itu meringis kesal, dia belum sempat menarik pelatuknya untuk melubangi jantung jaksa itu, namun insting tajam dan ketepatan Arka dalam menembak duluan sasaran nya, membuat pria tua itu tersenyum sinis.

"Pantas jika putriku tergila gila padamu, cih kamu memang hebat Pak jaksa"

Bruk...

Penjahat itu rubuh, dan pingsan setelah berujar tadi hingga mendadak hati Arka sedikit sesak. Putri, Putri, Memang siapa putri dari si buronan ini.

"Bang!! ya ampun kamu baik-baik saja kan?!" Marcus yang baru naik ke lantai tiga dengan beberapa petugas polisi mendelik saat melihat keadaan di lantai tiga itu.

"Ya tuhan di sini banyak petugas yang jadi korban?" Rupanya baku hantam di sini lebih mencekam, banyak petugas polisi yang di tolong oleh rekan-rekan nya dan beberapa petugas medis mula berdatangan juga ke tempat itu.

"Pak Arka, kami akan membawa DPO ke rumah sakit dengan pengawalan ketat"

"Oke, hati hati Rian, bilang sama Amir tingkatkan penjagaan" Adrian mengangguk memerintahkan bawahan nya membawa si penjahat tokoh utama itu.

"Loe..baik baik saja kan? Tadi aku mendengar tembakan keras sekali saat berusaha naik ke lantai tiga, Ya ampun bang kupikir loe yang tertembak?"

"Tidak, tenang saja luka ku hanya disini, dan tubuh ku pegal hanya butuh dipijit"

Arka yang malah menunjuk sedikit lecet di ujung bibir merahnya, dan menjawab dengan santai pertanyaan Marcus tadi membuat rekan kerja nya itu geleng-geleng.

"Aish dasar teri sialan" Maki Marcus sebal.

"Hei, jangan memaki orang, selesaikan tugas loe mengangkut si Suhendra itu ke hotel prodeo nya, aku pulang dulu ini sudah larut malam" Marcus mengangguk, tugas kepolisian malam ini sukses besar, dengan tertangkapnya gembong narkoba kelas kakap Suhendra, dan untung saja banyak pengunjung cafe dan petugas dari kepolisian, juga kejaksaan yang selamat dari gas air mata itu.

Mobil Porsche sport putih itu melaju kencang di jalanan tol menuju kawasan BSD Tangerang dengan dua penumpangnya yang saling terdiam sejak tadi, Arka yang tengah menyetir mobilnya melirik penumpang di sisi kanan nya, yang lebih suka melihat ke arah jendela.

"Untung saja kata bibik, Daddy dan mommy sudah tidur, saat aku menelpon bibik tadi dia juga berkata mengira loe juga sudah tidur di kamar?" Jesylyn mengigit bibirnya resah, dia memang kabur diam-diam tadi dari rumahnya.

"Kamu kabur dari rumah nggak pamit kan?"

"Maaf bang aku janji takkan kabur dari rumah lagi, itu tadi karena mas Kevin memaksa ku, dia ulang tahun hari ini"

"Apa peduli mu jika bocah itu ulang tahun hah?! Memang nya kamu siapanya....?!"

Cittt....brrum....

"Kyaaa hiks hiks~ bang Arka jahat tauk...."

"Diam!! Jangan nangis! Punya adek satu bandel banget!" Bentak Arka.

Jesylyn beringsut takut dan menunduk meremas roknya, jantungnya hampir copot saat Abang nya mengerem mendadak tadi.

"Mulai saat ini aku melarang loe bergaul dengan bocah sialan itu, apa loe paham Jes!!"

Jesylyn mengangguk pelan dan mengerjapkan matanya ketika wajah mereka berdua saling berdekatan. Dia melihat luka yang mengering di sudut bibir Abang nya.

"Bibir loe luka ya bang? ya ampun ini harus di obati"

"Nggak usah!" Arkanendra meraba bibirnya, matanya menatap adiknya dengan seduktif dan menggeleng pelan.

"Kenakan dengan baik sabuk pengaman mu, aku harus cepat anterin loe pulang karena ini sudah larut malam" Kedua mata Jesylyn mengerjap, dalam jarak sedekat ini dia baru sadar Abangnya ini memang ganteng, pantas saja Evelyn Rose teman kerja nya itu bisa tergila gila dengan Abang nya, selalu berkata ingin meminta nomer ponsel kakaknya dan memanggil -Jaksa Arka sayangku-.

"Kita sudah sampe, turun sana!" Perintah Arka pada adik bungsunya. Jesylyn membuka pintu mobil Porsche GT 10 itu dengan wajah masih di tekuk. "Cepet masuk ke kamar loe dan tidur, jangan sampai mommy dan Daddy pergoki loe"

"Iya bang makasih, loe gak pulang ke sini?" Arka menggeleng. "Malam ini aku mau pulang ke apartemen, males nanti aku pasti diomelin mommy perkara di suruh nikah" Jesylyn Widjaya terkekeh geli lalu membuka pintu mobil dan melambai pada Abang nya.

Arka mengendarai mobil sport nya seorang diri, tujuan nya kali ini tentu saja pulang ke apartemen nya di daerah Sudirman dan menikmati berendam dalam air hangat di dalam bath up, bibirnya bersiul senang sembari menyetir karena dia cukup senang malam ini, dia yakin akan bisa tidur nyenyak.

Hari ini Arka mendapat banyak keberuntungan, dia berhasil menangkap gembong narkoba Kelas kakap yang sudah lama menjadi DPO kepolisian, apalagi kali ini misi nya sukses.

Arka melonggarkan kemeja birunya, dia juga melepas dua kancing kemeja nya, lalu memijit dahinya yang tiba tiba berputar pusing, ini aneh dia sampai mengerjapkan mata, kenapa tubuhnya tiba-tiba sakit begini dengan tulang nya terasa ngilu, dia seperti merasa kesakitan seakan nafasnya tercekik.

"Aish aku hanya minum sedikit tadi di klub kenapa pusing nya malah sekarang?" Arka mengerem kendaraan nya dengan meminggirkan mobil nya di trotoar jalan, dia keluar dari mobil nya ketika merasa tubuhnya makin kesakitan dan makin panas, pria itu duduk di rerumputan pinggir jalan yang lumayan gelap sembari memegangi kepalanya, karena jam sudah berada di angka dua malam tempat ini sangat sepi, kedua matanya makin berkunang kunang dan Arka merasa tubuhnya makin panas seperti sedang terbakar.

"Argh sakit sekali ada apa ini? Sial, apa aku keracunan?" Pria itu memeluk diri nya dan melepas dasi nya, tenggorokan nya sakit seperti di cekik oleh sesuatu, lalu dia meronta kesakitan menggelepar di atas rerumputan di pinggir jalan yang sepi.

"Ya tuhan, ahk~ apa aku akan mati...ini sakit sekali, ah mommy!" Arkanendra mengerang beberapa kali, memanggil ibu nya, matanya berair seperti menangis, seakan dia tengah merasakan maut makin dekat, dan nyawa nya tengah di cabut paksa, namun Arka tetap berharap ada yang melihat nya kesakitan begini lalu menolong dan membawa nya ke rumah sakit, meskipun itu termasuk mustahil karena jalan raya ini sangat sepi.

"Anak muda kamu kenapa?"

"Uhuk....pak to...long aku....uhuk~....tolong" Seorang pria dengan jubah dan pakaian serba hitam serta wajah pucat pasi seputih kapas, dan tubuhnya dingin berjongkok di dekatnya, wajah pucat nya yang seperti mayat menatap Arka yang tengah mengerang kesakitan.

"Darah mu telah terinfeksi racun, kamu akan mati dalam setengah jam lagi" Ujar si pria misterius.

"Ahk apa katamu?...kenapa aku bisa mati, Kenapa dengan ku~ ahk sakit sekali..." Arka masih berusaha bertahan, dia mengerang memohon pria asing itu untuk menolong nya.

"Sepertinya aku sudah mendapatkan penerus baru untuk rajaku di underworld hehehe~ kamu yang ku cari selama ini, penerus dewa Hades di dunia kegelapan, baiklah aku sungguh kasihan padamu, aku akan menolong kamu, asalkan kamu bisa menjadi sekutuku" Pria asing yang berpenampilan aneh dan menakutkan itu makin mendekat, mengusap kulit Arka perlahan yang panas, ajaib nya di sekeliling pria misterius itu selalu di kelilingi oleh kabut tebal berwarna hitam yang pekat.

"Arrghh sakit!! Argh aku tak tahan lagi......." Arka merintih, bergelung di rumput seperti tengah berperang dengan kematian, dia pak Jaksa pemberani yang tak takut dengan model penjahat apapun sekarang meronta-ronta ketika hawa panas dan dingin bertubrukan dalam tubuh nya, kabut hitam pekat juga mulai menyelubungi tubuh nya makin lama makin tebal, membuat dia merasa semua tulang nya seperti di preteli remuk redam.

"Kamu akan mendapatkan kekuatan dari alam kegelapan, ini satu satunya cara agar kamu bisa tetap hidup, jadilah sebagai kepingan jiwa Hades yang memiliki ikatan kuat dengan alam kematian" Pria tampan berwajah pucat itu tersenyum lebar, matanya menyala merah, bibirnya yang terbuka memperlihatkan dua taring kecil yang tampak menyeramkan dan dia mendekat pada Arka, di belakangnya terlihat jelas sayap besar hitam di punggung nya.

Apa Arka akan selamat, atau justru celaka?

Siapa yang berani meracuni jaksa tampan itu?

1
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!