NovelToon NovelToon
Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Langit Tersegel: Rise Of Fengxuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dan budidaya abadi / Epik Petualangan
Popularitas:8.2k
Nilai: 5
Nama Author: LEVIATHAN_M.S

“Ayam kecil, berhenti berlari dan kembalikan buah persikku!”

Ladang herbal memenuhi lereng gunung sementara asap putih mengepul dari dapur-dapur besar di berbagai area. Aroma daging panggang memenuhi udara dan di kejauhan ratusan hewan spiritual terlihat berkeliaran bebas di padang rumput pegunungan.

“Mulai hari ini kandang ayam spiritual bagian timur menjadi tanggung jawabmu.”

Di sisi lain, Suara pisau, dentuman panci, dan teriakan para murid dapur bercampur menjadi satu seperti pasar pagi yang kacau. Aroma makanan memenuhi seluruh udara pegunungan.

“Adik kecil! Cepat potong sayuran itu!”

“Siapa yang membakar daging bagian utara?!”

“Tambahkan garam spiritual ke sup nomor tiga!”

Ini adalah kehidupan yang tenang dan penuh kejadian dramatis tak terlupakan dari Sekte Forgotten Blade. Kehidupan beternak ayam Bai Fengxuan sebelum ia tahu kebenaran pahit dari dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LEVIATHAN_M.S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 3 - Hantu di Puncak Awan Pengembara

Kabut pagi perlahan turun menyelimuti Puncak Awan Pengembara ketika suara kokok ayam spiritual mulai menggema dari seluruh lembah pegunungan. Cahaya matahari pagi menembus sela-sela awan dan menyinari kandang-kandang kayu besar yang berdiri berjajar di lereng gunung. Dari kejauhan terdengar suara murid luar yang sedang menimba air, suara kapak membelah kayu bakar, dan aroma daging spiritual panggang mulai memenuhi udara dingin pegunungan.

Sudah dua minggu sejak Bai Fengxuan resmi menjadi murid luar Sekte Forgotten Blade.

Dan selama dua minggu itu, kehidupan kultivasinya jauh berbeda dari bayangan seorang “genius legendaris” yang selama ini dibicarakan para tetua akademi. Setiap pagi sebelum matahari terbit, ia harus bangun dan berjalan menuruni gunung menuju gudang logistik untuk mengambil pakan ayam spiritual. Setelah itu ia harus memberi makan ribuan ayam di kandang timur sebelum membersihkan seluruh area kandang yang dipenuhi bulu dan kotoran ayam.

Setelah semuanya selesai, Bai Fengxuan masih harus mengangkut karung-karung besar berisi pupuk spiritual menuju ladang herbal milik sekte. Kotoran ayam spiritual ternyata merupakan pupuk terbaik untuk tanaman herbal tingkat rendah dan menjadi salah satu sumber utama penghasilan Puncak Awan Pengembara.

Hari-harinya dipenuhi bau kandang, lumpur, dan suara ayam yang terus berkotek tanpa henti.

Sangat jauh dari bayangan kultivator perkasa yang mengendalikan pedang terbang sambil menebas iblis di langit.

Namun anehnya, setelah dua minggu hidup di tempat itu, Bai Fengxuan mulai perlahan terbiasa dengan suasana Puncak Awan Pengembara. Dibanding puncak lain yang penuh tekanan dan aura persaingan, tempat ini terasa jauh lebih hidup.

Para murid luar di sana jarang memedulikan status ataupun bakat seseorang. Mereka lebih sibuk memikirkan cara memanggang daging spiritual agar tidak gosong dibanding membicarakan dao pedang atau teknik kultivasi tingkat tinggi.

Kadang saat malam tiba, para kakak senior bahkan berkumpul di dekat sungai pegunungan sambil memanggang daging hasil buruan mereka. Cahaya api unggun memantul di wajah-wajah mereka sementara suara tawa dan bau arak memenuhi udara malam.

Bai Fengxuan sendiri sering diam-diam duduk di dekat sana sambil mendengarkan cerita para kakak senior mengenai dunia luar.

Ada yang pernah melihat naga banjir di Laut Utara.

Ada yang mengaku hampir dimakan harimau spiritual di Pegunungan Seratus Tulang.

Dan ada juga yang mabuk lalu menangis karena ditolak murid perempuan dari Puncak Sungai Hijau.

Suasana seperti itu terasa sangat asing bagi Bai Fengxuan. Selama tinggal di akademi, hidupnya selalu dipenuhi tekanan karena statusnya sebagai genius sekte. Namun di Puncak Awan Pengembara, tidak ada seorang pun yang benar-benar peduli apakah ia memiliki akar spiritual bintang lima atau tidak.

Bagi mereka selama seseorang bisa membantu menangkap ayam spiritual yang kabur, maka ia sudah dianggap teman. Meskipun mulai terbiasa dengan kehidupan di gunung itu, tetap ada satu hal yang membuat Bai Fengxuan ingin mengubur wajahnya ke dalam tanah setiap kali mengingatnya.

Gadis berpakaian hijau yang dulu melihat dirinya mengejar ayam spiritual ternyata cukup sering muncul di sekitar Puncak Awan Pengembara. Dan setiap kali melihat gadis itu, Bai Fengxuan langsung merasa seluruh harga dirinya runtuh.

Pagi itu, Bai Fengxuan sedang mendorong gerobak kayu berisi pupuk spiritual melewati jalan setapak pegunungan ketika ia melihat sosok gadis itu kembali muncul di kejauhan. Gadis tersebut sedang memetik beberapa tanaman herbal liar di dekat sungai kecil sambil membawa keranjang bambu di tangannya.

Refleks, Bai Fengxuan langsung menarik topi jeraminya lebih rendah hingga hampir menutupi seluruh wajah. Namun sebelum ia sempat pergi lebih jauh, suara lembut gadis itu sudah terdengar dari belakang.

“Bai Fengxuan?”

Tubuh Bai Fengxuan langsung menegang.

Ia menoleh perlahan dan mendapati gadis itu berdiri sambil menatapnya dengan ekspresi bingung. Angin pegunungan meniup rambut hitam panjangnya perlahan sementara mata jernihnya memantulkan cahaya matahari pagi.

“Kau sedang menghindariku?” tanyanya polos.

“Tidak.”

Jawaban Bai Fengxuan terlalu cepat hingga bahkan dirinya sendiri merasa aneh.

Gadis itu berkedip beberapa kali sebelum akhirnya terkekeh kecil ketika melihat wajah Bai Fengxuan yang hampir tertutup seluruhnya oleh topi jerami.

Wajah Bai Fengxuan langsung menghitam.

“Kalau begitu aku pergi dulu.”

Ia segera mendorong gerobaknya pergi dengan langkah cepat sebelum gadis itu sempat berbicara lagi. Dari belakang, suara tawa kecil gadis itu kembali terdengar dan entah kenapa hal itu terasa jauh lebih memalukan dibanding dikejar ayam spiritual keliling gunung.

Gudang logistik Puncak Awan Pengembara berada di bagian bawah lembah utama. Tempat itu selalu ramai sejak pagi karena hampir seluruh kebutuhan murid luar berasal dari sana.

Karung gandum spiritual ditumpuk setinggi bukit kecil sementara aroma herbal dan daging kering memenuhi udara. Beberapa murid terlihat sibuk mencatat distribusi bahan makanan, sedangkan sebagian lain mengangkut peti kayu menggunakan kereta kecil yang ditarik kambing spiritual.

“Oi, bocah ayam datang lagi!”

Seorang pemuda bertubuh kurus melambaikan tangan sambil tertawa dari balik tumpukan karung.

Namanya Xu Liang, salah satu murid luar baru yang ditugaskan menjaga gudang logistik bersama beberapa murid lain. Usianya sekitar empat belas tahun dan wajahnya selalu terlihat ceria meskipun harus bekerja mengangkat karung setiap hari.

Bai Fengxuan mendengus pelan. “Jangan panggil aku bocah ayam.”

Xu Liang malah tertawa semakin keras.

“Kalau begitu berhenti dikejar ayam setiap pagi.”

Wajah Bai Fengxuan sedikit berkedut mendengar itu. Entah sejak kapan kejadian memalukan hari pertama tersebut menyebar ke seluruh Puncak Awan Pengembara. Sekarang hampir semua murid luar mengenalnya sebagai “bocah ayam”.

Namun meskipun sering mengejeknya, Xu Liang sebenarnya cukup baik. Setiap kali Bai Fengxuan datang mengambil pakan, pemuda itu selalu diam-diam memberinya buah spiritual atau daging panggang sisa dapur utama.

Hari itu Xu Liang melemparkan sepotong daging rusa spiritual panggang ke arah Bai Fengxuan.

“Ini untukmu.”

Bai Fengxuan langsung menggigit daging itu tanpa ragu dan matanya sedikit berbinar.

“Enak.”

“Tentu saja enak.” Xu Liang menyeringai bangga. “Itu daging rusa spiritual tingkat dua. Kakak Senior Zhou menangkapnya kemarin di Hutan Kabut Selatan.”

Xu Liang kemudian duduk di atas karung gandum sambil memperhatikan Bai Fengxuan yang sedang memasukkan pakan ayam ke dalam gerobaknya.

“Ngomong-ngomong…” suaranya sedikit mengecil, “kau sudah dengar rumor akhir-akhir ini?”

Bai Fengxuan mengangkat alis. “Rumor apa?”

Xu Liang menoleh ke sekitar lebih dulu sebelum mendekat perlahan. “Katanya ada hantu ayam di Puncak Awan Pengembara.”

Hening sesaat.

Bai Fengxuan menatapnya dengan ekspresi datar. “Apa?”

Xu Liang langsung terlihat serius.

“Aku tidak bercanda. Sudah hampir seminggu ayam spiritual dari beberapa kandang hilang setiap malam.”

Tatapan Bai Fengxuan sedikit berubah.

“Dicuri?”

“Itulah anehnya.” Xu Liang menggeleng pelan. “Tidak ada jejak sama sekali. Bahkan array penjaga kandang tidak bereaksi.”

Angin dingin perlahan bertiup melewati gudang logistik sementara kabut pagi bergerak di luar lembah.

Xu Liang tanpa sadar merinding sendiri sebelum kembali melanjutkan, “Beberapa Kakak Senior bilang mereka mendengar suara kokok aneh di malam hari. Suaranya seperti ayam… tapi bukan ayam biasa.”

Bai Fengxuan tetap terlihat tenang meskipun dalam hatinya ia mulai merasa sedikit penasaran.

Bagaimanapun array penjaga di Puncak Awan Pengembara bukanlah sesuatu yang mudah dilewati. Bahkan hewan spiritual biasa akan langsung terdeteksi begitu mendekati kandang.

“Dasar penakut.” Bai Fengxuan mendengus sambil mengangkat karung pakan ke pundaknya. “Pasti cuma murid luar yang diam-diam mencuri ayam buat dipanggang.”

“Kalau begitu kenapa tidak ada jejak?”

“Karena pencurinya pintar.”

Xu Liang masih terlihat tidak yakin, namun Bai Fengxuan sudah pergi sambil mendorong gerobak kayunya keluar gudang.

Selain bekerja di kandang ayam spiritual, Bai Fengxuan juga rutin menghadiri kelas umum kultivasi dua kali seminggu bersama murid luar baru lainnya.

Kelas itu diadakan di aula batu besar dekat kaki gunung utama dan dipenuhi ratusan murid dari berbagai puncak.

Seorang tetua tua berjubah abu-abu duduk di depan aula sambil menjelaskan dasar-dasar kultivasi dengan suara tenang.

“Qi Gathering adalah fondasi seluruh jalan kultivasi. Tubuh manusia ibarat wadah kosong. Jika fondasi kalian tidak stabil sejak awal, maka semakin tinggi kultivasi kalian semakin besar kemungkinan dao kalian runtuh.”

Bai Fengxuan duduk di bagian belakang sambil menopang dagunya, namun matanya tetap memperhatikan penjelasan tetua itu dengan serius.

Selama dua minggu terakhir ia mulai memahami bagaimana cara menyerap energi spiritual dari langit dan bumi ke dalam meridian tubuh. Kadang saat bermeditasi, ia bahkan dapat merasakan aliran energi tipis bergerak perlahan di bawah kulitnya. Namun sampai sekarang ia masih belum berhasil memasuki tahap Qi Gathering tingkat pertama.

Di sisi lain, beberapa murid lama sudah mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan.

Tetua itu tiba-tiba memanggil namanya.

“Bai Fengxuan.”

Ia langsung mengangkat kepala.

“Coba jelaskan perbedaan energi spiritual dan qi kehidupan.”

Seluruh aula langsung menoleh ke arahnya.

Bai Fengxuan terdiam beberapa saat sebelum menjawab pelan, “Energi spiritual berasal dari langit dan bumi sedangkan qi kehidupan berasal dari tubuh makhluk hidup. Energi spiritual dapat diserap, tetapi qi kehidupan adalah fondasi eksistensi seseorang.”

Tetua itu mengangguk puas.

“Bagus.”

Beberapa murid langsung memandang Bai Fengxuan dengan tatapan iri.

Bagaimanapun, bocah itu tetap monster akademi yang selalu mendapat pujian para tetua. Namun saat kelas selesai dan Bai Fengxuan kembali ke kandang ayam spiritual, suasana di sana terasa aneh.

Beberapa murid luar berkumpul di depan kandang sambil membicarakan sesuatu dengan wajah pucat.

“Ada apa?” tanya Bai Fengxuan sambil mengernyit.

Salah satu murid menelan ludah sebelum menjawab pelan.

“Tiga ayam spiritual hilang lagi tadi malam…”

Tatapan Bai Fengxuan langsung berubah.

Ia berjalan masuk ke kandang dan melihat pintu array penjaga masih utuh tanpa kerusakan sedikit pun. Namun di salah satu sudut kandang, terdapat bulu hitam berserakan di atas tanah basah.

Angin dingin perlahan bertiup melewati lembah pegunungan dan membuat lentera gantung bergoyang pelan.

Untuk pertama kalinya—

Bai Fengxuan mulai merasa rumor tentang hantu ayam itu mungkin bukan sekadar omong kosong murid luar.

….

1
tariii
atau hpku yg error..?? 😂😂😂
tariii
ada notif up tapi ga ada.. 🤭🤭🤭
awan irwan
cukup bagus dan menarik
Marthen
tetap ketahuan sama zhso yuan apa lagi gadis pendiam Qing Rou...dan itu akan menjadi rahasia mereka masing-masing.. adik bai harus secepatx menenukan teknik menutupi aura yg sebenarx.....
ok Lanjut bagi hasiL Panen....dan unduj afik Bai sukses dgn teknik pedang tak terlihat yg akan menjadi senjata andaLan untuk jarak yg sangat dekat dgn Lawan....
tariii
masih menyembunyikan kekuatan yg sebenarnya.. 👍👍👍
awan irwan
hanya Han gu yang memahami adik bai😄
tariii
bocah 10 th udah punya jurus aja..😍👍
tariii
weehhh... bisa ketemu lagi...😂😂😂
tariii
kereeeenn.... sudah level 4...👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
Mujib
🤔🤔🤔🤔🤔
Mujib
🖕🖕🖕🖕🖕
Mujib
💪💪💪💪💪
Mujib
👍👍👍👍👍
Mujib
😅😅😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!