Perjalanan kultivasi dan bela diri adalah jalan yang sepi dan sunyi yang begitu panjang. Di setiap kesempatan selalu ada kesulitan yang datang untuk menghampiri. Untuk mencapai puncak tertinggi, Yun Fei merangkak dari bawah untuk berdiri di puncak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RiZESheall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 3. Tendangan Penghancur Garis Keturunan
Penduduk desa termasuk juga Yun Fei, mereka semua adalah orang biasa yang tidak memiliki bakat dalam berlatih untuk menjadi kultivator.
Karena tidak ada satupun dari orang-orang di desa yang bisa, ketika orang dari sekte darah jahat memberikan perintah, desa tidak berani untuk tidak melakukannya.
Mereka sudah pernah kehilangan seseorang, dan sekte darah jahat pernah membunuh tepat di depan semua penduduk desa.
Semua penduduk desa memiliki adegan pembunuhan sepihak dari sekte darah jahat itu dan terpatri dalam ingatan semua orang.
Karena sekte darah jahat telah memerintahkan, tidak ada satupun lagi yang mencoba menentang dan hanya bisa pasrah dengan nasib mereka.
Namun kali ini ketika Yun Fei pergi jauh kedalam hutan karena tersesat, ketika kembali ke desa, yang bisa dilihat Yun Fei, hanya sisa-sisa dari desa, dan tidak ada orang lain lagi yang ada.
Bibi Wang tubuhnya tiba-tiba meregang hebat dan seketika itu tubuh kejang, lalu berhenti dan menjadi sangat lemas.
"!!!" Yun Fei terkejut.
Dia dengan panik mulai memeriksa bibi Wang, dan memperhatikan dirinya.
Namun ketika Yun Fei melihat bibi Wang, dia tiba-tiba menjadi lemah dan lemas.
Bibi Wang yang ada di depannya, tepat didepan matanya, dia melihat bibi Wang meninggal dunia.
Tubuh Yun Fei menjadi lemah, dan tidak bisa memikirkan apapun ataupun berbicara.
Bibi Wang adalah orang terakhir yang masih hidup di desa, karena semua orang telah mati karena sekte darah jahat telah membunuh semua penduduk desa.
Bibi Wang selamat dari pembantaian desa, sebenarnya dia berada di dalam rumahnya, dan tidak keluar ketika terjadi hal itu.
Namun meski begitu, bibi Wang tidak bisa menghindari ketika rumah miliknya dihancurkan oleh orang sekte darah jahat.
Mata Yun Fei memerah, dia menjadi marah. Kebenaran yang seperti itu sungguh membuatnya sangat marah dan ingin membalas dendam pada orang-orang sekte darah jahat.
Baginya, bibi Wang dan juga penduduk desa adalah keluarganya, setelah kedua orang tuanya tiada.
Tangan bibi Wang tiba-tiba lemah dan jatuh kesamping, matanya langsung tertutup dan nafas lemah yang terdengar sekarang sudah hilang.
Yun Fei menyadari ada yang salah, dia melihat bibi Wang yang ada ditangannya, sekarang telah meninggal didepannya.
"... Bibi... Bibi Wang..." Yun Fei mencoba memanggilnya dan terus memanggil.
Kesediaan langsung menyergap Yun Fei, bibi Wang yang selalu merawatnya setelah kedua orang tuanya meninggal, sekarang meninggal tepat didepannya.
Uhh...
Mata Yun Fei berkaca-kaca, dia tidak bisa menahan dirinya dan berteriak keras ketika itu.
Malam itu sunyi, teriakan keras Yun Fei ditelan oleh gelapnya malam.
Dengan tangannya yang masih bergetar, Yun Fei meletakkan tubuh bibi Wang di tanah.
Dia mencoba bangkit dan mulai berkeliling di desa, dia ingin melihat seberapa kerusakan yang terjadi pada desa.
Waktu telah berlalu, Yun Fei melihat kalau semua penduduk desa memiliki hal yang sama kehilangan jantung. Dan hanya bibi Wang saja yang menghindari hal itu, namun dia tetap saja masih meregang nyawa.
Malam itu hujan, sunyi, namun Yun Fei tidak diam dan berteduh, dia menggali lubang untuk mengubur semua penduduk desa yang telah meninggal.
Butuh waktu yang begitu lama untuk Yun Fei menggali lubang untuk membuat semua penduduk desa, dia membutuhkan waktu semalaman sampai waktu menjelang pagi, di saat cahaya oranye tersorot dari arah timur.
Berdiri di depan semua kuburan semua orang, Yun Fei menyatukan kedua telapak tangannya dan sedikit menunduk.
"... Semuanya,... Aku Yun Fei, bersumpah akan membalaskan dendam kalian semua, dan menghancurkan sekte darah jahat!" Yun Fei bersumpah dengan tekadnya bersungguh-sungguh untuk membalaskan dendam mereka semua pada sekte darah jahat.
Yun Fei bersumpah dengan tekadnya, untuk membalas dendam.
Dia tau, dia sadar apa yang dia katakan itu, sungguh tidak mungkin bisa dilakukan oleh dirinya.
Dia hanyalah orang biasa yang tidak bisa menjadi seorang kultivator. Yun Fei sadar dengan dirinya, dia tidak mungkin bisa membalaskan dendam kematian semua orang.
Namun meski begitu, dia tetap bertekad dan bersungguh-sungguh, kalau dia pasti akan membalas dendam pada sekte darah jahat, meski tau itu hal yang mustahil.
Setelah hari itu mulai terlihat matahari yang mulai terbit, Yun Fei tengah berada di luar pintu masuk desa, dia sudah mengumpulkan semua barang yang bisa dia dapatkan dari puing-puing rumah desa yang hancur.
Setelah desa di bantai oleh orang dari sekte darah jahat, tempat itu sudah bukan lagi sebuah desa, hanya kuburan dari semua orang di desa itu.
Yun Fei sudah mendatangi rumah miliknya, dan mengambil beberapa potong pakaian, dan semua simpanan uang keping perak.
Dia juga mengais keping perak dari desa, itu hanya memenuhi kantung kain miliknya saja.
Yun Fei sudah bersiap untuk pergi dari desa yang hancur itu, untuk pergi ke suatu tempat yang bisa di tempati dan mencari cara bertahan hidup.
Di arah kanan dari pintu masuk desa, berjarak sekitar seratus meter, ada seorang pria tua yang berjalan dengan perlahan dan tenang, dia terlihat tua berumur enam puluh sampai tujuh puluh tahun.
Wajahnya terlihat seperti pria tua yang baik dengan rambut penuh putih beruban, namun matanya terlihat cerah dan dalam.
Jubah putih yang sederhana namun terlihat baik. Pria tua itu sedikit menyipitkan matanya ketika melihat ke arah desa kecil yang ada didepannya.
Berhenti sebentar, dan mengangkat tangannya kedepan.
"... Aura sisa-sisa yang ada di udara ini, ini aura yang dimiliki oleh anggota sekte darah jahat!" Mata pria tua itu terangkat dan bereaksi.
"... Sekte darah jahat ini, sepertinya mereka sudah mulai membuat onar lagi..."
"Mereka hanya sekte kecil, tapi teknik jahat mereka itu,..."
Pria tua itu seolah mengetahui seperti apa sebenarnya sekte darah jahat, dan menyebut sekte itu sebagai sekte kecil. Ketika merasakan sisa-sisa aura yang ada di udara, mata pria tua itu tampak turun dan terlihat jejak penyesalan di wajahnya.
Ketika dia berjalan lagi menuju ke desa itu, dia mengangkat kepalanya.
"... Ada seseorang yang masih hidup... Dia hanya orang biasa..."
Pria tua itu menggunakan indra spiritualnya untuk memeriksa area di desa itu, dan terkejut mendapati aura milik seseorang, aura milik orang biasa.
Merasakan seseorang di arah desa itu, pria tua itu lalu berjalan mengarah pada orang itu perlahan.
Yun Fei berdiri beberapa meter didepan pintu masuk desa, dengan kain yang membungkus beberapa pakaiannya di belakang, dan kantung kain menggantung di pinggangnya.
Yun Fei bersiap untuk pergi dan meninggalkan desa.
Sesaat Yun Fei ingin berjalan, dia mendengar suara langkah kaki yang terdengar dekat beberapa meter dibelakangnya.
"Hey anak muda,..." Suara seorang pria tua terdengar, dan perlahan mendekat.
Wajah Yun Fei langsung tegang, sorot matanya berubah.
Yun Fei menjadi sangat waspada ketika mendengar suara itu, dia menjatuhkan kantung pakaiannya. Dia memegang tongkat kayu, lalu langsung berbalik.
Yun Fei dengan wajah tegang, dia langsung melompat sambil menarik tongkatnya kebelakang untuk bersiap menyerang.
"Hahhhh! Beraninya kau datang kembali, penjahat biadab!" Teriak Yun Fei yang langsung menyerang dengan tongkatnya.
Pada saat itu raut wajah pria tua itu berubah, dia terkejut melihat pemuda didepannya tiba-tiba menyerangnya. Dia mengangkat tangannya, menahan dan menangkap tongkat kayu.
"Penjahat biadab???" Pria tua itu bingung karena Yun Fei menyebutnya sebagai penjahat.
Yun Fei panik tongkat kayunya di tangkap oleh pria tua itu. Dia langsung melepaskan tongkatnya, dan melompat kesamping dan langsung menerjang kembali dengan mengayunkan tinjunya.
Pria tua itu membuka tangannya dan menahan tinju Yun Fei.
Pria tua itu sedikit mengerutkan keningnya. "Anak muda, sepertinya kau salah pah..."
Sebelum pria tua itu menyelesaikan kata-katanya, Yun Fei membentak keras dan menghentikan kata-kata pria tua itu.
"Diam!" Teriak Yun Fei.
"Penjahat mana yang akan mengakui dirinya jahat!"
Yun Fei menarik dirinya mundur, dia langsung berlari kesamping dan berada di belakang pria tua itu.
Yun Fei langsung maju dan menerjang menyerang.
Pria tua itu berbalik, dia melihat dengan wajah yang sedikit turun, dia bereaksi karena kata-kata Yun Fei.
Yun Fei menarik dan meninju ke arah wajah pria tua itu.
Pria tua itu mengangkat tangannya dan ingin menahan lagi tinju Yun Fei. "Anak muda, aku bukan orang sekte darah jahat. Aku orang yang ingin menghentikan mereka..."
Yun Fei tidak mendengar perkataan itu. Saat tinjunya hampir di tahan oleh pria tua itu, Yun Fei menariknya dan mengayunkan kakinya dengan kuatnya tepat di arah selangkangan.
Tendangan keras masuk dan tepat di selangkangan pria tua itu.
Seperti suara telur yang pecah.
!!! Mata pria tua itu melotot terangkat, menggigit bibir bawahnya menahan teriakannya.
Yun Fei tiba-tiba berhenti dan sadar. "Ehh??? Bukan???"