NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Terlahir Kembali Menjadi Miliader

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: cloudia

[cp akan terlambat]
negara : Indonesia

sinopsis:
Mati setelah seumur hidup bekerja sendirian itu melelahkan. Ketika Olyvia Arabella membuka mata, ia kembali ke usia 20 tahun—tepat saat calon ibu mertua menyodorkan amplop "uang perpisahan" yang ternyata hanya berisi seratus ribu. Dunia sudah gila: nilai uang menurun 10.000 kali lipat, dan hanya Olyvia yang sadar karena rekening bank masa depannya ikut terbawa. Sekarang ia menjadi satu-satunya konglomerat di dunia yang mendadak miskin. Tapi kekayaan tak membuat hidupnya lebih mudah, terutama saat para pria dari masa lalunya kembali—kali ini dalam keadaan jauh lebih melarat. Balas dendam tak cukup dengan uang. Tapi setidaknya, Olyvia bisa membeli waktu untuk memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cloudia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

cowok tampan modal mulut manis? ogah

Sesampainya di gerbang kampus, Olyvia melihat dua sosok yang sangat ia kenal sedang duduk di bangku taman dekat fakultas. Dua perempuan dengan gaya berpakaian nyentrik. Yang satu berkacamata bulat dengan rambut dipotong pendek sebahu, mengenakan kaos band metal. Yang satu lagi bertubuh mungil dengan rambut dikuncir dua, memakai hoodie kebesaran.

Mereka adalah Karina dan Sela. Dua sahabat Olyvia yang terkenal dengan mulut pedasnya. Di kehidupan pertama, Olyvia terlalu sibuk dengan Arjuna sampai mengabaikan peringatan mereka. Dan benar saja, setelah Arjuna mencampakkannya, hanya Karina dan Sela yang setia menemani, meski sambil nyinyir tiada henti.

Begitu melihat Olyvia berjalan mendekat, Karina langsung menurunkan kacamatanya. “Eh, liat. Manusia langka yang biasanya jalan sama pangeran berkuda putih. Tumben sendirian?”

Sela menimpali sambil nyengir. “Jangan-jangan kudanya lagi diservis. Atau pangerannya lagi ngurusin kerajaan mamanya.”

Olyvia tidak tersinggung. Justru ia tersenyum lebar dan duduk di sebelah mereka. “Pangerannya gue putusin semalam.”

Suasana hening sejenak. Karina dan Sela saling pandang. Lalu keduanya serempak berteriak.

“HAH?!”

“Serius lo, Vy?” Karina mencondongkan tubuhnya. “Lo yang biasanya bilang ‘Arjuna itu cinta matiku, dia berbeda dari yang lain’ itu sekarang PUTUS?”

“Lo sadar kan dia itu cowok paling populer di fakultas teknik? Lo yakin gak bakal nyesel?” Sela menambahkan dengan nada skeptis.

Olyvia mengangguk mantap. “Seratus persen yakin. Malah gue ngerasa bebas. Kayak habis lepasin bra setelah seharian kuliah.”

Karina dan Sela tertawa keras. Beberapa mahasiswa yang lewat menoleh heran.

“Gila, akhirnya lo tobat juga.” Karina mengusap air mata di sudut matanya. “Kita berdua dari dulu udah curiga sama si Arjuna. Masa cowok setampan itu mau sama lo yang… ya gitu deh. Pasti ada udang di balik batagor.”

Sela mengangguk setuju. “Dan ternyata bener. Nyokapnya ngasih lo uang buat pergi, kan? Gue denger gosip dari anak sekretaris fakultas. Katanya nyokapnya Arjuna itu ratu drama. Selalu pake amplop cokelat buat ‘menyelesaikan masalah’. Udah kayak mafia aja.”

Olyvia nyengir. “Amplopnya gue terima kok. Lumayan buat jajan.”

Kedua sahabatnya kembali terbahak. Namun tawa mereka mereda saat Karina menunjuk ke arah gerbang fakultas. “Eh, Vy. Itu mantan lo. Kayaknya nyariin lo deh.”

Olyvia menoleh. Dari kejauhan, ia melihat Arjuna Wicaksono berjalan cepat dengan wajah cemas. Rambutnya yang hitam legam sedikit berantakan. Kemeja putihnya yang biasanya rapi kini terlihat sedikit kusut. Pria itu sedang menoleh ke kiri dan kanan, jelas sedang mencari seseorang.

Nah, ini dia. Drama pagi.

Arjuna akhirnya melihat Olyvia duduk di bangku taman bersama kedua temannya. Ia langsung menghampiri dengan langkah lebar. Wajahnya menunjukkan ekspresi campuran antara marah dan sedih. Kombinasi sempurna untuk membuat cewek luluh. Sayangnya, Olyvia yang sekarang sudah kebal.

“Vy! Akhirnya aku nemuin kamu.” Arjuna berdiri tepat di depan Olyvia. “Kenapa kamu kemarin terima uang dari Mama? Kenapa kamu gak bilang apa-apa ke aku? Terus kenapa kamu tolak teleponku?”

Olyvia mendongak, menatap Arjuna dengan wajah datar. “Karena aku udah gak ada urusan sama kamu, Arjuna. Aku udah putusin kamu.”

Arjuna menggeleng tidak percaya. “Putus? Gini aja? Tanpa penjelasan? Vy, kamu kenapa sih? Biasanya kita selalu ngobrolin semuanya baik-baik. Kamu kenapa jadi dingin begini?”

Gue dingin? Lo yang bikin gue beku selama empat puluh tahun, Bang. Lo lupa ya? Oh iya, lo belum ngelakuinnya di timeline ini. Tapi tetep aja.

Olyvia menghela napas. “Arjuna, denger ya. Aku capek. Capek jadi pacar yang cuma dianggep kerikil sama keluarga kamu. Capek denger kamu selalu bilang ‘sabar, nanti juga Mama luluh’. Capek nungguin kepastian yang gak pernah datang. Kemarin nyokap kamu kasih aku uang. Aku terima. Itu artinya aku setuju buat menjauh. Udah. Titik.”

Beberapa mahasiswa mulai memperhatikan. Mereka terbiasa melihat Olyvia dan Arjuna sebagai pasangan harmonis yang selalu bergandengan tangan. Kini melihat keduanya dalam situasi tegang seperti ini tentu menjadi tontonan menarik.

Arjuna mengepalkan tangannya. “Tapi aku gak setuju. Aku masih sayang sama kamu. Aku bakal ngomong ke Mama. Aku bakal perbaiki semuanya. Kamu gak bisa ninggalin aku kayak gini, Vy.”

Karina yang sejak tadi diam akhirnya bersuara. “Eh, maaf ya, Jun. Temen gue ini udah bilang capek. Lo tuh cowok, tau diri dikit kek. Kalo emang lo sayang, dari dulu lo belain dia di depan nyokap lo. Bukan malah nyuruh dia sabar terus. Emang dia bumper mobil?”

Sela menimpali dengan nada lebih santai tapi menusuk. “Iya, Jun. Lo ganteng sih. Tapi ganteng doang gak bisa bayar tagihan listrik. Eh, kecuali lo jualan foto kaki di internet. Itu laku juga.”

Arjuna tersentak mendengar komentar pedas dua sahabat Olyvia. Ia memandang Olyvia dengan tatapan memohon. “Vy, please. Kita ngomong berdua aja. Jangan di sini.”

Olyvia berdiri perlahan. Ia menatap Arjuna lekat lekat. Pria yang dulu ia cintai mati matian. Pria yang membuatnya menyerahkan seluruh hasil kerja kerasnya. Pria yang akhirnya menikah dengan wanita lain sambil membawa semua piala penghargaan atas nama dirinya.

Lo gak tau apa yang lo lakuin ke gue di masa depan, Jun. Dan gue gak akan kasih tau. Karena balas dendam itu lebih nikmat kalo korbannya gak sadar sampe akhir.

Olyvia tersenyum manis. Senyum yang sama seperti yang ia berikan kepada Tante Ratna kemarin malam. “Arjuna, dengerin baik-baik ya. Aku gak benci kamu. Tapi aku juga gak sayang kamu lagi. Sekarang aku cuma mau fokus kuliah. Fokus sama keluargaku. Fokus sama diriku sendiri. Kamu… silakan lanjutin hidup kamu. Cari pacar baru. Nikah sama cewek pilihan Mama kamu. Aku gak akan ganggu.”

Arjuna terpaku. Senyum di wajah Olyvia terasa begitu asing. Biasanya Olyvia selalu menatapnya dengan mata penuh kekaguman. Sekarang tatapan itu datar. Seperti menatap orang asing di halte bus.

Tanpa menunggu jawaban, Olyvia meraih tangan Karina dan Sela. “Ayo, kita masuk. Nanti telat.”

Ketiga perempuan itu berjalan meninggalkan Arjuna yang masih berdiri mematung di taman. Begitu masuk ke dalam gedung fakultas, Sela langsung berbisik. “Gila, Vy. Lo keren banget. Biasanya lo meleleh kalo si Arjuna udah pasang muka melas.”

Karina menambahkan. “Serius. Gue merinding. Lo kayak orang lain. Tapi versi lebih baik.”

Olyvia hanya tersenyum tipis. Di dalam hatinya, ia sedang menyusun rencana. Arjuna masih akan mengejarnya. Ia tahu itu. Pria itu tidak akan tinggal diam sampai ia mendapatkan apa yang ia inginkan. Dan di kehidupan pertama, yang ia inginkan adalah karya-karya Olyvia. Kecerdasan buatan yang bisa membuat namanya bersinar.

Kali ini, lo gak akan dapet apa-apa dari gue, Jun. Bahkan teguran pagi pun gak akan gue kasih. Tapi gue akan kasih sesuatu yang lebih menyakitkan. Gue akan sukses. Sendirian. Dan lo cuma bisa nonton.

Mata kuliah Advanced Machine Learning berlangsung seperti biasa. Dosen menerangkan tentang arsitektur neural network yang kompleks. Olyvia mendengarkan dengan setengah hati. Bukan karena ia sombong, melainkan karena ia sudah menguasai materi ini puluhan tahun lalu. Di kehidupannya sebagai peneliti senior, ia bahkan pernah menjadi pembicara tamu di universitas ini.

Saat dosen memberikan pertanyaan sulit yang tidak bisa dijawab oleh mahasiswa lain, Olyvia mengangkat tangan dan memberikan jawaban sempurna dengan penjelasan yang bahkan lebih rinci dari slide dosen. Seluruh kelas terdiam. Dosen itu mengangguk kagum.

“Bagus sekali, Olyvia. Kamu memang selalu jadi andalan.”

Olyvia tersenyum sopan. Andalan? Dulu gue andalan buat ngerjain skripsi pacar. Sekarang gue andalan buat diri gue sendiri.

Jam kuliah selesai pukul dua belas siang. Olyvia keluar kelas dan langsung disambut oleh pemandangan yang sudah ia duga. Arjuna berdiri di ujung koridor dengan membawa sekotak cokelat dan setangkai mawar merah. Beberapa mahasiswi yang lewat berbisik-bisik iri.

Gak kreatif banget jadi cowok. Cokelat sama mawar. Udah kayak sinetron Indosiar aja.

Olyvia berjalan melewati Arjuna begitu saja, seolah pria itu tidak ada. Arjuna terkejut dan buru-buru mengejar. “Vy, tunggu! Aku cuma mau ngomong. Aku minta maaf. Mama aku salah. Aku bakal belain kamu kali ini. Aku janji.”

Olyvia berhenti. Ia menoleh dan menatap Arjuna dengan tatapan bosan. “Janji? Kamu tau gak, Jun? Janji itu kayak kentut. Kedengerannya keras, tapi begitu keluar, hilang begitu aja. Aku udah muak sama janji-janji kamu.”

Arjuna membuka mulut hendak membalas, tapi Olyvia sudah berbalik dan berjalan pergi. Kali ini ia tidak digandeng Karina atau Sela. Ia berjalan sendirian. Tegak. Penuh keyakinan.

Rasanya dendamku ingin kubalas sekarang juga. Tapi aku akan sabar. Aku akan bangun kerajaanku dulu. Dan saat kerajaan itu berdiri kokoh, aku akan lihat kau dan ibumu merangkak minta ampun.

Saat melangkah keluar gerbang kampus, ponsel Olyvia bergetar. Sebuah notifikasi dari aplikasi mobile banking.

Transaksi Masuk: +Rp12.500.000,-

Keterangan: Gaji Pensiun Bulanan

Olyvia nyengir lebar. Gaji pensiun bulanannya tetap masuk seperti biasa. Di dunia di mana harga barang rontok sepuluh ribu kali lipat, dua belas juta setara dengan seratus dua puluh miliar dalam standar normal.

Hari ini beli apa ya? Mungkin seratus apartemen itu terlalu sedikit. Dua ratus kayaknya lebih pas. Atau seribu, duh jadi bingung.

Ia memasukkan ponsel ke saku dan berjalan menuju minimarket terdekat. Di sana, ia membeli sebotol air mineral seharga nol koma lima rupiah menggunakan uang kembalian dari kemarin. Kasir minimarket tersenyum ramah.

“Mbak Olyvia, kok tumben sendirian? Biasanya sama Mas Arjuna.”

Olyvia membalas senyum itu. “Sudah nggak, Mbak. Mulai sekarang, saya sendiri.”

Kasir itu mengangguk maklum. “Wah, semoga dapat yang lebih baik ya, Mbak.”

“Pasti, Mbak. Jauh lebih baik.”

Olyvia melangkah keluar minimarket dengan perasaan ringan. Dendam itu masih ada. Tapi ia tidak akan membiarkannya menguasai diri. Ia akan menyalurkannya menjadi bahan bakar untuk membangun imperium kecil yang akan membuat keluarga Arjuna menyesal pernah meremehkannya.

Sabar, Oly. Nikmati prosesnya. Balas dendam itu paling enak disajikan dingin. Kayak es krim.

1
Fauziah Daud
seru bangat... trusemangattt
Fauziah Daud
seru.. trusemangattt
Fauziah Daud
trusemangattt
Kirina
hmmm tadinya bingung mau komentar apa, tapi e... nama agen nya kok sama semua ya sama nama ibu nya arjuna yaitu 'Ratna', apa jangan2 mereka kemabar lagi🤣🤣🤣🤣
Kirina: bagaimana dengan mia, reva, melinda, silviana, cecil, siska, moli, fani, novi, fitri, atau yang lainnya gitu....
total 2 replies
Andira Rahmawati
pindah apart aja ..yg tingkat keamanannya lebih tinggi..👍
Andira Rahmawati
hadirr...thorr💪💪💪
Kirina
ini kapan beli properti buat ibunya thor kok di undur mulu heran atau author lupa lagi
Kirina: gak papa 😇 tetep ya kak🤗 stay strong💪
total 5 replies
Yusna Wati
semangat ya thor up nya💪🤗
Ahmad Fauzi
bagus seru
Ellasama
salfok SM PP mu kak,,,/Chuckle/
Cloudia: kenapa dengan PP ku, bagus ya🤭
total 1 replies
Ellasama
puas banget,, nah kan gini baru bener si fl harus strong anti badai
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Ellasama
kok si olyv gak cepet nindak si Juna sih, seenggaknya kan jangan dibiarin gitu aja nanti dia nya makin ngelunjak lagi
Cloudia: pakai kapak aja gak sih?🤭
total 1 replies
Ellasama
tenang aja mbak mu itu supper super kaya tujuh turunan tujuh tanjakan /Hey/
Ellasama
monyet 🐒 gak tuh/Facepalm//Curse/
Ellasama
waduhhh, ni dunia cocok bgt buat isi kantong aku/Hey/
Ellasama
wihh satu dunia kek nya nak dibeli sama si olyv deh
Ellasama
beli yang banyak lyv sekalian bangun istana buat Mak Lo biar seneng gituu/Proud/
Ellasama
enak banget JD olyvia, kalau gitu mah gua juga bisa jadi orang kaya modal uang beberapa ratus dah dapet mobil tu/Hey/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!