Seri Kedua dari Lahirnya Pendekar Naga!
___
Kemunculan Pendekar Naga telah mengguncang keseimbangan dunia—membangunkan makhluk kuno dan menarik perhatian kekuatan yang telah lama menunggu dalam bayang-bayang.
Dunia berubah.
Sekte-sekte hancur tanpa sisa. Jejak kehancuran menyebar tanpa arah… dan pelakunya adalah sosok yang tidak pernah dibayangkan oleh Wei Zhang Zihan.
Chu Kai.
Sebagai Pendekar Suci, Wei Zhang Zihan tidak punya pilihan selain menelusuri jejak itu—mengungkap kebenaran yang tersembunyi, dan menghadapi satu kenyataan yang tidak ingin ia percayai:
Mungkin, orang yang harus ia hentikan… adalah orang yang seharusnya menjadi pelindung dunia.
Pendekar Naga itu sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamtaro Dasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22 - Melawan Pendekar Naga
Wei Zhang Zihan terkejut, matanya menegang dan tanpa berpikir panjang—dia menarik pedang pusakanya.
TRAANG!
"Kai—berhenti!!"
Pedang Wei Zhang Zihan bertabrakan langsung dengan rantai spiritual yang melesat keluar dari cermin. Dalam sepersekian detik, tekanan yang luar biasa menghantam tubuhnya.
Otot-ototnya bergetar hebat. Gelombang kekuatan itu menjalar dari lengan Wei Zhang Zihan hingga ke seluruh tubuhnya. Darah langsung naik ke tenggorokannya.
"Kh—!"
Kaki Wei Zhang terdorong mundur di atas punggung rubah perak. Tubuhnya hampir kehilangan keseimbangan. Dia sama sekali tidak mampu menahan serangan yang datang—namun saat itu Wei Shezi bergerak dan memotong jalur rantai sebelum menembus tubuhnya.
Rubah perak di bawah mereka menggeram pelan, lalu tanpa aba-aba—meluncur turun. Angin berdesir keras saat makhluk itu menukik ke arah Chu Kai. Di udara, rahangnya terbuka dan api spiritual menyala di dalamnya.
!!
Semburan api rubah melesat lurus ke arah Chu Kai. Tubuh pemuda itu bergeser dalam sudut yang mustahil dan menghindari serangan tersebut dengan gerakan yang nyaris tidak manusiawi.
Di sisi lain, Wei Shezi tiba-tiba muncul di hadapan Chu Kai dengan selendang merah yang melesat seperti ular hidup—mengarah untuk membelit tubuh lawannya.
"Kai, sadarlah!" seru Wei Shezi di antara lesatan serangannya.
Chu Kai merespon lebih cepat. Pedang di tangannya melintas dengan kilatan merah dan memotong selendang Wei Shezi sebelum sempat menyentuh tubuhnya. Hanya saja di saat yang bersamaan—Wei Zhang Zihan sudah bergerak.
Angin berputar di sekitar pedang Pendekar Suci itu, memadat hingga menjadi bilah tidak kasat mata yang tajam.
Dengan satu ayunan—serangan angin tersebut menghantam Chu Kai dan mendorongnya mundur beberapa langkah. Tanah di bawah kakinya bahkan tergerus.
Chu Kai sendiri tidak berhenti. Aura gelap di tubuhnya berdenyut semakin kuat. Dalam sekejap—dia sudah berada di depan Wei Zhang Zihan dengan ayunan pedang yang penuh niat membunuh.
BLAAAR..!!
Dua pedang bertabrakan keras. Gelombang kejut meledak dari titik benturan, menyapu tanah di sekitar mereka hingga terkikis dan retak.
Wei Zhang Zihan menggertakkan giginya. Kedua tangannya bergetar saat menahan tekanan dari Chu Kai.
Terlalu berat.
Aura pekat yang menyelimuti tubuh Chu Kai terasa seperti menekan langsung ke tubuh Wei Zhang Zihan. Robekan mulai muncul pada pakaiannya hingga sebuah garis merah terbentuk di pipinya—dan darah segar mengalir turun.
!!
Tekanan itu terus meningkat, dan di saat itulah—rubah perak yang membantu Wei Zhang Zihan berubah dengan mengambil wujud manusianya.
Long Yang Wang tanpa ragu masuk dalam pertarungan tersebut. Dengan satu gerakan—dia menarik Wei Zhang Zihan mundur dengan paksa dan mengambil alih benturan dengan Chu Kai.
BAAAAM...!
Serangan Chu Kai kini ditahan oleh Long Yang Wang.
Wei Zhang Zihan terhuyung ke belakang, napasnya tidak stabil. Namun sebelum dia bisa kembali maju—Wei Shezi datang dan menahan lengannya.
"Jangan gegabah!"
Nada suara wanita itu tegas, matanya menatap lurus ke arah Wei Zhang Zihan. "Kau terlalu memaksakan dirimu. Dia sekarang... tidak mengenali siapa pun."
Wei Zhang Zihan terdiam. Tangannya masih menggenggam pedang dengan erat.
"...Tapi, Kai—"
"Kau lupa dengan yang dia lakukan di Kota Hou?" potong Wei Shezi. "Sebisa mungkin kau harus menghindari pertarungan satu lawan satu dengannya jika tidak ingin mati sia-sia."
Tatapan Wei Shezi kembali mengarah ke medan pertarungan. "Kita bantu Long Yang Wang. Biarkan dia yang menanganinya."
Wei Zhang Zihan menarik napas dalam-dalam, lalu mengangguk pelan. Tanpa membuang waktu, dia dan Wei Shezi pun bergerak bersamaan. Mereka melesat dan bergabung dengan Long Yang Wang yang sudah lebih dulu menahan Chu Kai.
Tiga arah serangan dengan tiga tekanan berbeda—langsung menutup ruang gerak Pendekar Naga itu.
Wei Zhang Zihan mengayunkan pedangnya dari kejauhan. Angin berputar dan memadat menjadi bilah tidak terlihat yang tajam sebelum melesat lurus ke depan.
Chu Kai melompat ringan. Tubuhnya melayang sejenak di udara, menghindari serangan itu dengan mudah.
BAAAM!!
Serangan angin itu sontak menghantam tanah dengan keras, meninggalkan jejak retakan yang menyebar ke segala arah.
Di sisi lain, Long Yang Wang sudah berada tepat di hadapan Chu Kai. Gerakannya gesit dan tubuhnya berputar sebelum sebuah tendangan meluncur cepat—menahan ayunan pedang Chu Kai yang nyaris mengenainya.
Benturan itu hanya berlangsung sepersekian detik, namun cukup bagi Long Yang Wang untuk melangkah masuk. Tangannya pun mengepal kuat dan api rubah biru menyelimuti tinjunya—menghantam bilah pedang yang kembali diayunkan.
BLAAAR..!!
Benturan serangan itu membawa gelombang panas yang menyapu udara di sekitarnya.
"Siapa kau?"
Suara Long Yang Wang terdengar di tengah pertukaran serangan mereka.
Chu Kai menatapnya dengan dingin, tidak menjawab.
"Kau bukan roh pedang." pupil mata Long Yang Wang menajam. "Kau juga bukan bagian dari ingatan yang tersimpan di pedang itu."
"Hmph." Chu Kai mendengus pelan. Di saat yang sama, sebuah lingkaran cermin muncul di sampingnya.
Permukaan cermin itu beriak saat menerima serangan dari Wei Shezi di sisi yang lain. Serangan selendang merah dari wanita tersebut terpantul dan tertahan oleh cermin-cermin itu sebelum sempat mencapai tubuh Chu Kai.
Tatapan Chu Kai tetap mengarah pada Long Yang Wang. Nada suaranya dingin, "Kenapa aku harus memberitahu bocah sepertimu."
Long Yang Wang tidak berhenti dan kembali menerjang.
"Tubuh yang kau ambil alih itu..." suaranya datar, tanpa emosi. "... adalah milik seorang Pendekar Naga."
BLAAAAR..!!
Pedang Chu Kai kembali bertabrakan langsung dengan pukulan Long Yang Wang. Api rubah biru meledak di antara mereka, menyembur liar dan menerangi area sekitar. Tanah di bawah kaki mereka bahkan retak hingga udara bergetar oleh benturan dua kekuatan itu.
Senyum tipis terukir di wajah Chu Kai. Matanya menatap lurus ke arah Long Yang Wang.
"Orang ini sendiri... yang menginginkannya." suaranya rendah, hampir seperti bisikan.
"Apa?" mata Long Yang Wang melebar.
Di detik yang sama—gerakan Chu Kai berubah menjadi lebih cepat dan tajam. Serangannya menjadi tidak terduga.
!!
Benturan demi benturan terjadi tanpa jeda. Long Yang Wang terpaksa mundur selangkah demi selangkah, beralih dari menyerang menjadi bertahan.
Di sisi lain, Wei Shezi berdecak pelan. "Astaga... ini sulit sekali..."
Serangannya berkali-kali dilepaskan, namun selalu tertahan oleh cermin-cermin yang muncul secara presisi di sekitar Chu Kai. Terlebih lagi, pertarungan antara pemuda itu dan Long Yang Wang justru semakin cepat.
Bahkan, setiap celah yang muncul langsung tertutup kembali dalam sekejap hingga membuat Wei Shezi hampir tidak memiliki ruang untuk ikut campur tanpa berisiko melukai rekannya sendiri.
"Bagaimana ini...?" Wei Shezi frustrasi.
Wei Zhang Zihan menyadari kerumitan situasi tersebut. Kakinya menapak di tanah dan tatapan matanya terpaku pada pertarungan di hadapannya.
Dia juga merasakan apa yang dialami oleh Wei Shezi. Semakin lama pertarungan ini... malah semakin terasa rumit. Hanya saja—entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal.
Pikiran Wei Zhang Zihan kembali pada kejadian di Kota Hou.
Saat itu, Chu Kai hanya berdiri diam—namun kepala orang-orang di sekitarnya meledak satu per satu tanpa peringatan.
Sama sekali tidak ada belas kasihan ataupun jeda. Yang ada... hanya pembantaian.
Namun sekarang...
Tatapan Wei Zhang Zihan menajam saat menatap lurus ke depan. Serangan dari cermin itu—yang seharusnya mematikan justru hanya digunakan untuk menahan serangan Wei Shezi.
Tidak ada tekanan penuh atau niat membunuh yang sama seperti sebelumnya. Seolah-olah Chu Kai saat ini... sedang menahan diri.
!
Napas Wei Zhang Zihan sedikit tertahan.
Kemungkinan itu muncul begitu saja—namun semakin ia memikirkannya, semakin masuk akal.
"Apa mungkin..." genggaman tangan Wei Zhang Zihan pada pedang pusakanya menguat. Dia menatap lurus ke depan dengan penuh tekad.
Jika masih ada kesadaran di dalam diri Chu Kai—maka ini adalah kesempatan baginya untuk menyadarkan pemuda itu.
Tanpa ragu lagi, Wei Zhang Zihan melesat maju. Langkahnya cepat, menembus celah di antara pertarungan Long Yang Wang dan Chu Kai.
!!!
Dia masuk langsung ke dalam pusaran pertempuran itu.
******