NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 3

Acara pernikahan berlanjut dengan resepsi, semua tamu undangan tanpa menikmati makanan yang telah disiapkan dan sementara Shafiya sejak tadi berdiri tampak murung, hanya tersenyum ketika ada tamu yang mengucapkan selamat kepadanya.

Tidak ada gairah yang terlihat sama sekali dari ekspresi wajahnya, mungkin tidak menyangka karena dia telah menikah dengan laki-laki yang bukan seharusnya menjadi suaminya, tetapi kembali lagi semua adalah pilihannya.

Shafiya melihat jari di punggung tangannya yang sudah melingkar.

"Silahkan bertukar cincin," ucap penghulu memberi arahan kepada kedua pengantin tersebut.

Kanaya mendekati kedua pengantin itu untuk memberikan cincin pernikahan yang sudah disiapkan, tetapi Arash menahannya dengan mengangkat tangan menguatkan Kanaya mengerutkan dahi.

"Saya mempunyai cincin sendiri," ucap Arash mengeluarkan dari saku celananya berupa kotak cincin.

Kanaya menganggukan kepala dan kembali pada tempat duduknya. Arash memasangkan cincin di jari manis Shafiya dan begitu juga dengan sebaliknya.

"Kenapa dia memiliki cincin, apa kebetulan atau dipersiapkan?" batin Shafiya tiba-tiba menyadari sesuatu ada kebetulan yang seperti disengaja.

"Shafiya...." Shafiya kaget dengan Kanaya sudah berdiri di sampingnya menegur dirinya.

"Ada apa. Kak?" tanya Shafiya.

"Lihat itu...." Kanaya mengarahkan kepalanya pada pandangan sesuatu membuat Shafiya mengikuti dan siapa sangka orang yang baru saja memasuki area pernikahan itu membuatnya kaget.

"Mas Zidan...." ucap Shafiya dengan menutup mulutnya menggunakan kedua tangan.

Zidan mencuri perhatian tamu undangan, terlihat melangkah sempoyongan dengan pakaian tampak kucel yang sangat berantakan dengan kemeja putih yang ia gunakan untuk proses ijab kabul dipenuhi dengan noda darah.

Wajahnya terlihat babak telur dan langkahnya sejak tadi tampak tidak seimbang membuat semua orang bertanya-tanya siapa pria itu.

Amelia sejak tadi berdiri di samping Arash mengarahkan matanya yang diikuti oleh Arash.

Mereka terlihat begitu kaget dengan kehadiran Zidan, orang tua Zidan juga tidak percaya dengan apa yang terjadi.

"Mas Zidan....." Shafiya refleks melangkah dengan cepat menghampiri pria yang tampak lemah itu, tetapi ketika melewati Arash tiba-tiba saja tangannya tertahan membuat Shafiya menoleh ke arah tangan tersebut dan perlahan kepalanya terangkat.

Shafiya tidak mengerti mengapa Arash menahan dirinya seolah-olah tidak ingin melanjutkan langkah itu.

"Shafiya.." lirih Zidan ternyata sudah sampai di hadapan Shafiya meski langkahnya terlihat tertatih dan bahkan langsung berlutut di hadapan Shafiya.

"Maafkan aku, aku terlambat datang di hari pernikahan kita," lirih Zidan dengan nafas naik turun.

"Kak Zidan!" Rania bersama dengan keluarganya langsung menghampiri Zidan dan benar-benar schok melihat kondisi Zidan yang penuh dengan luka.

"Apa yang terjadi pada kamu Zidan?" tanya Wira.

"Aku tidak apa-apa. Pa, aku tidak bisa menjelaskan semua ini, nanti aku akan jelaskan, sebaiknya kita lanjutkan proses pernikahan ini karena kasihan tamu-tanggung dengan sedang menunggu saat ini," jawab Zidan.

"Tidak ada pernikahan lagi," sahut Arash terdengar begitu tenang berbicara membuat Zidan melihat ke arah sepupunya itu dan baru menyadari sejak tadi tangan calon istrinya masih ditahan oleh Arash.

"Apa maksud kamu?" tanya Zidan.

"Proses pernikahan sudah selesai," jawab Arash.

"Bagaimana mungkin proses pernikahan sudah selesai dan saya baru saja tiba di tempat ini," jawab Zidan.

"Karena kami berdua sudah melangsungkan proses ijab kabul dan Shafiya sudah sah menjadi istri saya," jawab Arash.

Mata Zidan melotot mendengar pernyataan itu dengan lebaran jantungnya begitu kencang, sungguh tidak percaya dengan apa yang dikatakan sepupunya dan ingin memastikan dengan menoleh ke arah Shafiya tanpa berekspresi apapun.

****

Ketegangan terjadi di ruang tamu ketika semua tamu undangan sudah pulang dan hanya tinggal keluarga besar yang ada di ruang tamu tersebut termasuk Shafiya saat ini duduk tanpa berkomentar apapun dengan kebingungan terlihat di wajahnya.

"Apa-apaan semua ini? Kenapa kalian tiba-tiba melanjutkan pernikahan ini tanpa ada saya!" tegas Zidan dengan suara mengeras walau kondisi tubuhnya tampak tidak baik-baik saja.

"Zidan kamu yang membatalkan pernikahan ini dan saat semua orang mengambil tindakan untuk menjaga nama baik keluarganya dan kamu sekarang marah-marah," sahut Kanaya.

"Apa maksud kamu dengan mengatakan bahwa aku membatalkan pernikahan ini?" tanya Zidan.

"Kak Zidan...." Rania menghampiri Zidan dan memperlihatkan pesan yang baru saja Diki Zidan kepadaku.

Pesan cukup panjang dengan kesimpulan bahwa dia tidak bisa menikah Shafiya dan daripada tidak terjalinnya rumah tangga yang bahagia membuat Zidan memilih untuk membatalkan pernikahan itu.

"Tidak, aku tidak pernah mengirim pesan itu sama sekali. Aku tidak pernah berniat untuk membatalkan pernikahan ini!" tegas Zidan penuh dengan penekanan.

"Apa maksud kamu?" tanya Saras.

"Ma, aku berani bersumpah demi Allah tidak pernah membatalkan pernikahan ini. Aku bukan anak-anak yang menerima pernikahan menjalankan proses taaruf dan ujung-ujungnya membatalkan pernikahan di tengah-tengah proses pernikahan. Ini bukan pesan yang aku kirim!" tegas Zidan memberi penjelasan.

"Maksud Kakak...."

"Aku mengalami insiden buruk di saat menuju perjalanan ke tempat ini. Ada beberapa pria ingin merampok ku, mereka membawa senjata dan aku harus melawan mereka dengan tangan kosong, aku dilumpuhkan dan sampai akhirnya aku sadarkan diri. Kalian bisa lihat bagaimana kondisiku saat ini, aku terluka parah dan tidak pernah pergi ke Bandara. Di saat aku kembali terbangun aku mencari ponselku dan tidak menemukannya untuk menghubungi Shafiya,"

"Alhamdulillah ada orang perbaiki hati yang lewat dan mengantarkan ku ke tempat pernikahan ini!" Zidan menjelaskan kronologi yang terjadi sebenarnya kepadanya.

Jelas semua orang tanpa kaget mendengar semua pernyataan itu, siapa sangka mereka ternyata mendapatkan pesan palsu.

"Shafiya aku tidak mungkin menghianati kamu dengan mengakhiri pernikahan kita begitu saja, kamu sangat mengenalku, aku mengalami musibah dan bukan pergi untuk meninggalkan pernikahan kita!" tegas Zidan dengan merendahkan suaranya saat berbicara dengan Shafiya.

Shafiya meneteskan air mata, sungguh dia tidak percaya dengan semua yang terjadi.

"Sekarang kalian semua sudah tahu kebenaran yang sesungguhnya, jadi sekarang akhiri semua ini. Mungkin keputusan yang kalian ambil terlalu cepat untuk menggantikanku di hari pernikahanku membuatku sangat marah, tetapi baiklah aku menerima semua yang kalian lakukan mungkin kalian panik pada saat itu dan sehingga mengambil keputusan itu,"

"Tetapi sekarang kalian sudah tahu apa yang terjadi sebenarnya dan aku sudah ada di sini. Arash kamu batalkan pernikahan kamu dengan Shafiya, jatuhkan talak kepadanya saat ini juga dan maka pernikahan itu akan batal karena pernikahan kalian belum didaftarkan ke pengadilan agama!" tegas Zidan melihat ke arah Arash.

"Zidan tidak mungkin pernikahan dibatalkan begitu saja, mereka sudah menikah secara sah," sahut Amelia ikut memberikan komentarnya.

"Mereka hanya menikah secara agama dan mengucapkan satu talak saja maka pernikahan itu sudah batal. Aku akan bertanggung jawabkan semua ini dan akan kembali menikah dengan Shafiya!" tegas Zidan.

Arash berdiri dari tempat duduknya, sejak tadi dia hanya diam saja dan tampak begitu tenang. Arash membuang nafas perlahan ke depan ketika berdiri di hadapan Zidan.

"Saya turut prihatin atas apa yang terjadi kepada kamu? Siapa sangka terjadi musibah buruk tetapi Alhamdulillah kamu saat ini sudah selamat," ucap Arash tempat tersenyum memegang bahu Zidan.

"Kamu akhiri pernikahan ini!" pinta Zidan.

Arash dengan santai menggelengkan kepala membuat Zidan mengerutkan dahi dengan ekspresi kaget dan begitu juga orang-orang yang ada di ruang tamu itu.

Arash terlalu dari hadapan Zidan kemudian menghampiri Shafiya dengan menggenggam tangan Shafiya sehingga Shafiya sudah berdiri di hadapannya dan membuat Zidan melihat bagaimana tangan itu bergenggaman begitu erat dan jujur saja terlihat jelas kecemburuan di wajahnya.

"Sudah selesaikan semuanya, penjelasan dan kebenaran sudah didengarkan, tetapi pernikahan juga sudah sah, yang saya lakukan saat ini bukan menjatuhkan talak, tetapi mendaftarkan pernikahan ke pengadilan, jadi pernikahannya sah secara agama dan juga sah di mata hukum. Ini bukan hanya pernikahan sirih saja!" tegas Arash dengan keputusannya membuat semua orang kaget.

Bersambung....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!