NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Ancaman komplotan vampir

"Argh!!!!"

Suara teriakan yang berasal dari sebuah kamar yang cukup luas dari rumah besar yang berada di pinggiran ibukota, rumah menyerupai villa itu berdiri dilahan hampir seperempat hektar dengan harga yang cukup mahal.

"Pak tua Denis sialan!!!" Makian demi makian terus meluncur dari bibir pria yang sejak tadi kesakitan, dia membalut lengannya yang berdarah dengan kain putih sobekan kemeja, setelah menyiram luka itu dengan cairan alkohol, dan dia makin merintih keras.

"Ssh~ Argh ini sakit sekali, ini pasti bukan pedang sembarangan, padahal tak ada senjata apapun bisa menembus kulitku" Nathan Voyard meremas patahan pedang yang menancap di kulitnya tadi, dia yakin Denis itu sudah memiliki sekutu kuat, jika ada seseorang yang bisa memiliki pedang stygian dari dewa Hades.

Bahkan Nathan tadi hampir mati jika dia tak segera kabur dan memilih mengalah sementara dari tugas memburu si gadis kepingan jiwa Dewi Athena, yang dia inginkan.

"Yak, kamu kenapa bang?" Pintu kamar itu terbuka, seseorang masuk dan melihat kaget pria yang tengah duduk di sofa dan masih meringis kesakitan. "Ada yang melukaiku tadi Ros, argh sial~ ini sakit sekali, cepat ambilkan obatku di laci meja!"

"Astaga? Baiklah...." Rossiana yang kaget dan tak percaya tergopoh berlari ke meja di sebelah sofa, mengambil botol bening dengan cairan hitam, yang selama ini menjadi obat mereka.

"Sebenarnya siapa yang berani melakukan ini padamu bang?"

"Pak tua Denis, si brengsek itu" Jawab Nathan sambil mengobati luka-lukanya.

"Bang, dia itu hanya kepingan dari dewa Hades, apalagi kekuatannya sudah lemah karena dia sudah tua, mana mungkin dia bisa melukaimu begini?" Rossiana tentu saja tak percaya karena selama ini mana ada senjata mahkluk siluman atau monster yang bisa melukai kakaknya ini.

Senjata andalan dari pak tua Denis berupa trisula emas saja, tak bisa melukai kakaknya yang vampir origin dan susah di musnahkan.

"Sekutunya yang sudah melukaiku, si brengsek itu sudah memiliki sekutu baru"

"Kamu serius bang? Kok bisa?" Rossiana kaget sekali.

"Sekutunya sangat kuat, argh aku bisa terluka dengan pedangnya tadi, Untung saja kekuatannya belum sempurna, jika tidak tadi aku pasti sudah mati"

"Ini benar-benar berita buruk, siapa sebenarnya sekutu dari anak dewa Hades itu?"

"Dia juga kepingan jiwa Hades, dia memiliki jiwa murni dewa kematian itu banyak sekali di tubuhnya, wujudnya sama seperti si Denis itu tapi dia memiliki kelereng hitam juga, argh~ aku takut dia juga punya senjata andalan lain selain ini, coba kamu lihat patahan pedang ini" Nathan menunjukkan patahan itu, dengan wajah bingung adiknya mengamati benda tajam yang berkilauan itu. 

"Patahan pedang stygian ini memiliki kekuatan luar biasa bang, dia bisa membunuh bangsa kita jika menancap di jantung, bahkan si Ceberius anjing penjaga alam bawah tanah takut dengan pedang ini" Nathan Voyard makin kaget, sambil mengamati patahan itu, dia makin menggeleng cemas karena ini bukan berita baik.

"Aku sudah menghabisi si Ridwan, kenapa sekarang ada lagi musuh kuat yang mengancam kita? Ini benar-benar menakutkan" Nathan berdiri tertatih dengan kesal, dia menatap lukisan ayah dan ibunya, mendiang kedua orang tuanya yang merupakan vampir origin, lukisan besar itu tergantung di dinding ruangan tamu ini, dan dalam lukisan itu mereka berdua tengah tersenyum.

"Dia pasti memiliki senjata lain yang lebih menakutkan selain busur ini" Ujar Rossiana yakin.

"Kekuatannya belum sempurna, dia tak bisa membunuhku tadi, tapi aku sudah terluka karena bocah itu, jika kekuatannya sudah sempurna dia bukan tandinganku lagi, pasti aku akan kalah"  Nathan Voyard menggeleng ngeri, sekutu baru Denis ini lebih berbahaya.

Sejak adik dari Denis dulu beberapa tahun lalu bisa Nathan bunuh, pria itu selalu sendirian dan jarang menampakkan dirinya, karena mungkin luka hati kehilangan adiknya belum sembuh.

Tapi saat ini Nathan kaget karena tiba-tiba Denis bisa Memiliki sekutu lagi yang bisa melukainya. "Bang, lalu bagaimana? kamu tak berhasil membunuh gadis itu dan membawakan darahnya Untuk ku?" Nathan menggeleng kesal, dia menatap Rossiana dengan rasa bersalah.

"Maafkan aku Ros, maaf kali ini aku tak berhasil"

"Argh~ lalu sampai kapan aku kesakitan begini? Racun ini menyiksaku dan bisa membunuhku"

"Tak ada jalan lain, kita harus berusaha mencari obat lain untukmu"

"Apa mungkin kita minta bantuan om Casey saja?" Usul Rossiana.

"Ah jangan dulu merepotkan beliau, kalo saja aku bisa menghisap darah gadis itu dan membawakan juga untukmu, lukamu pasti sembuh dan kita berdua takkan terkalahkan oleh siapapun" Nathan terlihat hampir putus asa, bahkan dia kesulitan mencari jejak si gadis itu karena tanda putih di dahi Nayyara hampir menghilang, entah apa yang di lakukan Pak tua Denis itu hingga Nayyara bisa kehilangan tanda penting itu. 

Rossiana juga kesakitan lagi, sejak dia terluka karena bertarung dengan siluman serigala putih, dia hanya bisa bersembunyi di bangunan besar rumah ini, lukanya cukup serius karena luka dari belati siluman white wolf itu mengandung racun untuk bangsa vampir. 

"Ini gara gara siluman serigala putih brengsek itu? Argh~ aku benci sekali dan Ingin mencabik-cabik tubuhnya lalu memakan dagingnya, dan aku berikan pada vampir anak buah kita" Nathan tersenyum miring, dia menjentikkan jarinya, lalu berbisik pada sang adik. "Dia yang memiliki racun itu, jadi pasti dia juga memiliki penawarnya" Usul Nathan pada adiknya.

"Hm kamu benar juga bang?" Rossiana manggut-manggut setuju, jadi karena mereka gagal mendapat darah dari kepingan jiwa Dewi Athena, dia harus mencari siluman serigala putih itu, dan meminta penawar racun.

"Kamu manfaat kan saja si Talita, dia cukup baik untuk jadi tumbal kita"  

Rossiana tersenyum setuju, selama ini memang hanya Talita si gadis bodoh yang bisa dia pakai untuk menjalankan semua kegilaan dan kejahatannya. Talita seorang chindo, anak tunggal dari keluarga kaya yang selama ini menjadi vampir slave, dan pengabdi setia dari bangsa vampir yang sering meminta persembahan padanya.

Talita pasti bisa melakukan tugas ini dengan baik, Hanya saja Rossiana harus hati-hati pada kelicikan gadis bodoh itu yang kadang juga merepotkan.

*

*

Satu Minggu kemudian.

Gedung Mahkamah Agung Jakarta pusat.

Setelah pertemuan dengan pihak kepolisian kemarin dengan kasus yang baru dan siang ini Arkanendra terpaksa pergi ke mahkamah agung karena kasus banding Suhendra yang berujung perdebatan panas, sudah lewat seminggu terakhir dia bersama Nayyara malam itu, akhirnya Arka memutuskan menyediakan kamar tidur untuk Nayyara di apartemennya, malam itu memang tak terjadi apapun selain kegiatan berciuman dan tidur dalam satu ranjang, tanpa melakukan lainnya.

Arkanendra memberikan tumpangan pada Nayyara juga dengan alasan kuat, rumah gadis itu sudah tak aman, sewaktu-waktu vampir atau monster bisa saja datang memburu Nayyara, dia tak mau kekasihnya dalam bahaya lagi.

Karena pertimbangan itulah Arkanendra meminta Nayyara tinggal di apartemennya, toh gadis itu tidur di kamar tamu dan mereka masih bisa menjaga batasan, hanya saja Nayyara masih cemas soal umur Arka yang makin berkurang, jika boleh memilih dia rela memberikan tubuhnya pada Arka tanpa syarat, namun Arka menolak, dia tak mau menodai cintanya dengan hal di luar batas.

Hal ini membuat Nayyara terharu sekaligus makin cemas, apa dia tak bisa menolong Arka dengan cara lain.

Menjelang sore Arka keluar gedung pengadilan mahkamah agung dengan wajah dingin dan lelah. Seharian ini sampai dia belum sempat ketemu Nayyara karena pagi sekali Arka sudah berangkat kerja, padahal dia rindu sekali dengan pacar cantiknya itu.

Ya memang sejak malam insiden bertemu vampir kejam bernama Nathan, dan juga pertempuran Arka yang tak terduga dengan vampir Casey sebelumnya, lalu tiba-tiba Nayyara mau menerima cintanya begitu saja, dan malam di apartemen itu ikatan cinta mereka makin kuat.

Arka yang saking senangnya sampai meninggalkan belati hitamnya pada Nayyara agar senjata itu bisa menjaga gadis yang dia cintai. Ada manfaatnya juga senjata itu, padahal Arka belum tahu pasti, apa saja kegunaan belati hitam yang di berikan oleh dewa Hades.

Di depan pintu keluar gedung Mahkamah Agung, Adimas sudah menunggu sambil tersenyum miring, memegang koper kulitnya dan jasnya.

"Anda lawan saya yang hebat hari ini, Pak Jaksa Arka," Ujar Adimas ramah, tapi matanya berkilat tajam. Dia mendekat, berbisik pelan hanya didengar Arka. "Tapi ingat... di luar sana, ada aturan lain. Dan ingat satu hal... apa yang kamu perjuangkan belum tentu jadi milikmu selamanya. Aku juga punya hak atas buruannya."

"Apa maksud kamu huh?" Arka mengerutkan kening merasa kuatir tiba-tiba soal Nayyara kenapa pengacara bicara hal aneh, dia merasakan hawa dingin yang aneh keluar dari tubuh Adimas, hawa yang bukan milik manusia biasa, Arka menaikkan alisnya makin curiga pada sesuatu.

"Jangan ikut campur urusan yang bukan ranahmu, pak Pengacara," Jawab Arka tegas melotot dingin dan langsung akan pergi.

Adimas tertawa kecil, lalu berjalan melewati Arka. Saat bahu mereka bersentuhan, Arka merasakan dingin yang menusuk sampai ke tulang, persis seperti rasa dingin udara yang berhembus di makam kuno, dia menoleh dengan tertegun memperhatikan Adimas yang berjalan keluar pintu. "Siapa dia sebenarnya?" Lirih Arka. "Kenapa aku merasa ada energi besar yang menyelubungi pria itu?" Batin Arka bingung.

"Kita lihat saja nanti... Siapa yang lebih pantas menang dalam kasus ini," Bisik Adimas menyeringai miring sebelum benar-benar pergi dari hadapan Arka.

"Anda atau saya? Ah atau mungkin keberuntungan masih berpihak pada saya hingga saya mendapatkan sesuatu yang berharga" Arka terdiam menatap nanar Adimas yang berjalan makin menjauh keluar dari pintu kaca gedung ini.

1
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!