Nama adalah hal yang sakral di dunia Haochun, Nama adalah berkah Dewa, nama adalah kekuatan. Manusia tanpa nama bukanlah siapa-siapa, semua manusia yang tak bernama hanyalah orang-orang buangan dan kriminal.
Karena hak pada Berkah dan Nama mereka dicabut.
Mereka akan dipanggil dengan sebutan apapun yang orang inginkan. Meskipun mereka bisa membuat nama sendiri, tetap saja itu tak memiliki makna apapun.
Nama lahir adalah kehormatan mutlak di dunia ini. Dan inilah kisah tentang anak Klan Bangsawan kelas satu. Dia memiliki Inti Spritual yang sangat buruk. Saking buruknya, bahkan tidak seorang pun sebelum dia di dunia Kultivasi yang memiliki Inti spritual seperti itu.
Sehingga dia dianggap sebagai aib keluarga. Berkah namanya miliknya dicabut layaknya hukuman bagi
penjahat keji.
Dimulailah kisah anak buangan yang membawa nasib baik dan buruk bersamaan.
Berjuang tanpa kekuatan Berkah Nama seperti yang dimiliki orang lain. Huang Kai yang berganti nama menjadi Feng Yan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leon Messi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 20
Bocah Jenius Alkimia
Keesokan harinya datang kabar kalau ternyata Liu Bai Shan tidak berkenan datang untuk mengajari Feng Yan cara membuat pil.
Menurut pengantar pesan, ia tidak ingin mengajari seseorang hanya untuk jangka waktu tertentu. Membuat pil tidaklah mudah, tidak mungkin bisa membuat pil hanya belajar dalam waktu satu bulan saja.
"Adik Feng, sekarang bagaimana?
Apa kau akan tinggal dan berlatih membuat pil saja disini ?" YunZhi duduk di pinggir lapangan sambil melihat Feng Yan berlatih teknik-teknik tombak.
"Kakak, aku tidak terlalu berminat membuat pil. Aku ingin fokus berlatih teknik pertarungan" Feng Yan berbicara sambil terus mengayun dan menusukkan tombaknya.
"Apa gunanya berlatih sendirian tanpa didampingi seorang guru, tanpa guru dan inti pecah lima akan sulit bagimu untuk meningkatkan pemahaman dalam kultivasi."
"Memangnya saat ini kakak memiliki guru yang mendampingi?" Feng Yan bertanya balik dan berhenti mengayunkan tombaknya.
"Kau kenapa sangat sulit diberi nasihat." YunZhi menggeleng karena sudah lelah menasihati Feng Yan.
"Kakak Zhao tenang saja, semalam aku sudah membaca Kitab Pemurnian Pil. Kitab itu benar-benar luar biasa, di dalam kitab itu tidak hanya berisi banyak resep pil tapi juga dasar-dasar dan tahapan pembuatan pil."
"Bahkan di bagian akhir kitab berisi resep dan cara pembuatan pil tingkat lima premium".
"Pil tingkat lima katamu? Bukankah pil hanya sampai tingkatan ke empat?"
YunZhi mengernyitkan matanya mendengar penjelasan Feng Yan.
"Hanya saja masalahnya aku belum bisa dengan bebas mengeluarkan esensi dari akar elemen api sesukaku." Feng Yan menghela napas dan menggaruk kepalanya.
"Begitu saja kau tidak bisa, tapi sangat sok ingin belajar sendiri" YunZhi menepuk pundak Feng Yan.
"Aku tidak bisa membantumu kalau untuk itu" mendadak YunZhi mendapat sebuah ide dan menjentikkan jari kanannya.
"Nah! Mintalah bantuan pada Nyonya Liu untuk mencarikan pelayan yang memiliki inti pecah tiga untuk membantumu. Aku yakin dia tidak akan keberatan." YunZhi tersenyum dan mengepalkan tangannya memberi semangat.
Sedang asik bicara seorang pelayan datang dengan membawa sebuah tungku
Pot untuk pembuatan pil.
"Tuan muda dan Nona Zhao, selamat pagi" ucapnya memberi salam.
"Ada perlu apa paman? Apa ada yang bisa kami bantu? Tanya YunZhi sambil melirik tungku pil yang dibawa pelayan itu.
"Nyonya besar menyuruh untuk mengantarkan tungku pil pada tuan muda Feng, walau tuan Liu Bai Shan tidak jadi datang. Tapi sebelumnya Tuan Raja Kota sudah memerintahkan untuk membeli tungku pil ke kamar dagang yang ada di kota untuk diberikan pada tuan muda" pelayan itu menyerahkan tungku pada Feng Yan.
"Terima kasih paman, aku sungguh tidak enak hati sudah merepotkan keluarga ini." walau sungkan Feng Yan tetap menerima tungku itu dengan bahagia.
"Hanya itu tungku terbaik yang tersedia di kota ini, tapi sudah cukup
Untuk membuat pil kelas dua premium" senyuman kebanggan tersungging dari bibir pelayan itu.
Feng Yan menganggukkan kepala lalu bertanya pada pelayan itu “paman, kalau boleh tahu apa tingkatan kultivasimu? Dan inti apa yang paman punya?" Feng Yan terlihat tidak sabar untuk berlatih dasar-dasar pembuatan pil.
"Eh, anu tuan muda. Aku hanya pemurnian tubuh tahap menengah dan inti pecah tiga" balas pelayan itu malu-malu.
Namun ia terkejut saat melihat reaksi Feng Yan dan Zhao YunZhi. Mereka justru terlihat sangat senang.
YunZhi menyadari kalau pelayan itu terlihat tidak senang dari reaksinya.
"Emm"
"Begini paman, sebenarnya adik Feng ini juga memiliki inti pecah tiga sepertimu. Tapi ia belum bisa
Mengontrol akar elemen yang dikeluarkan dari inti spiritual. Mungkin paman bisa membantu memberi petunjuk padanya" YunZhi menatap Feng Yan memberi isyarat untuk mengatakan sesuatu.
"Hehehe, tepat seperti yang dikatakan kakak Zhao paman. Kebetulan kita memiliki nasib yang sama, mungkin kita bisa saling membantu" Feng Yan mengeluarkan sebuah guci pil dari cincinya.
"Tentu saja paman tidak akan membantu dengan percuma" Feng Yan menyodorkan guci itu pada pelayan.
Ragu-ragu pelayan itu menerima dan melihat isi guci itu.
"ini! Ini pil penguat pondasi!" iya berseru kegirangan. Tentu saja bagi pelayan sepertinya untuk membeli pil pondasi butuh menabung dalam waktu lama.
Pil adalah sumber daya yang jauh
Lebih mahal daripada rumput dan tumbuhan spiritual.
"Tuan muda, aku tentu saja tidak keberatan membantumu. Tapi kita membutuhkan persetujuan dari nyonya besar untuk itu." Pelayan itu dengan enggan menyerahkan kembali guci pil pada Feng Yan.
"Paman simpan saja pil itu, anggap saja sebagai ucapan terima kasih sudah mencarikan Tungku pil untukku" Feng Yan menyodorkan pil itu kembali pada Pelayan.
"Paman simpan saja pil itu, nanti kami yang akan bicara dengan nyonya Liu" YunZhi menimpali.
"Terima kasih Tuan muda dan Nona Zhao, dengan ini aku pasti bisa naik ke ranah akhir pemurnian tubuh" pelayan itu benar-benar merasa sangat bahagia.
Memberi salam kepalan iya terus mengucapkan terima kasih beberapa kali kemudian pamit dari sana.
"Kau murah hati sekali ya, memberi pil mahal itu." YunZhi sedikit iri pada pelayan itu.
"Kakak kalau mau aku bisa berikan satu untukmu" Feng Yan menyodorkan satu guci padanya.
Namun YunZhi justru menjitak kepalanya.
"Ibumu mewariskan untuk kau gunakan, bukan kau sia-siakan pada orang lain, asal kau tahu dalam gelang ku juga banyak sumber daya dan kitab pelatihan. Yaa, walau aku curi diam-diam saat kabur dari rumah" YunZhi mengatakan itu tanpa merasa bersalah.
"Sudahlah, ayo kita tanyakan pada Nyonya Liu tentang pelayan tadi" YunZhi menarik tangan Feng Yan pergi.
Feng Yan duduk bersila di depan Tungku pil. Dari tangan kanannya mengalir energi spiritual elemen api.
Sementara itu tangan kirinya terlihat menggenggam beberapa batang rumput spiritual berwarna kuning.
"Ini Sumber daya terakhir yang harus ku-murnikan, setelah ini tinggal mengolah semua sumber daya yang sudah cair menjadi pil" Feng Yan melemparkan rumput itu ke dalam tungku.
Kemudian membakar tungku pot dengan kedua tangannya.
"Kumohon berhasillah kali ini, ini sudah percobaan ke lima puluh. Aku sudah bosan dimarahi oleh kakak cerewet itu." Bulir-bulir keringat mengalir di dahi Feng Yan yang terus berusaha mengalirkan api dengan stabil ke ke dalam tungku.
"Aku mulai berhasil membentuk pil nya, harus bertahan sebentar lagi."
Ada tiga bahan sebelumnya yang telah dimurnikan oleh Feng Yan, kali ini cairan pil di dalam tungku mulai
Membeku dan membentuk sebuah pil bulat sebesar kelereng.
"Tahap terakhir adalah menurunkan panas dan mengalirkan sedikit api ke dalam tungku" Feng Yan mulai menahan api yang keluar dari tangannya.
Lalu menghentakkan kedua tangan Feng Yan lalu menahan api itu keluar dan menepuk kedua telapak tangan bersamaan. Tutup tungku pot dan pil terangkat ke atas dan sebuah fluktuasi ringan keluar dari tungku dan pil itu.
Seorang pelayan yang berada di dekat ruangan Feng Yan merasakan Fluktuasi itu segera berlari ke arah ruangan utama. Disana sedang duduk Nyonya Liu dan kepala pelayan serta beberapa penasihat kota.
"Tuan muda, tuan muda Feng berhasil membuat pil!" ia dengan semangat memberitahukan pada semua
Orang disana tentang keberhasilan Feng Yan.
"Apa! Apa kau yakin pelayan Yue?
Bagaimana mungkin seseorang tanpa pelatihan bisa melakukan hal itu?"
kepala pelayan merasa tidak percaya dengan yang dikatakan pelayan wanita yang datang.
"Nyonya, saya sangat yakin telah merasakan Fluktuasi dari pil yang dibuat tuan muda" pelayan Yue memberitahukan pada Nyonya Liu.
Tanpa mengatakan apapun nyonya Liu berdiri dan berjalan tergopoh-gopoh menuju ruangan Feng Yan dengan diikuti oleh semua orang yang berada di ruangan utama.
"Demi surga! Bila memang benar ini sebuah keajaiban seorang jenius sejati". Tetua penasihat berbicara di belakang nyonya Liu.
"Padahal ia belajar sendiri, tapi hanya dalam waktu tiga minggu sudah
Berhasil membuat pil. Saya tidak tahu bagaimana hasilnya jika Tuan Liu Bai Shan bersedia mengajarinya." Kepala pelayan menimpali.
Di depan ruangannya Feng Yan terlihat berjingkat-jingkat mengitari Zhao Yun yang sudah lebih dulu sampai disana.
"Hahaha"
"Kaka Zhi lihatlah pil pertama yang ku olah" ia mengacungkan pil itu ke wajah Zhao YunZhi"
"Hahaha"
"Cih, kau jangan sombong hanya karena berhasil sekali. Lihatlah di permukaan pil-mu masih ada sisa kerak yang gosong, pil itu masih jauh dari sempurna." YunZhi berbicara sambil tangan terlipat di dada. Ia terlihat kesal dengan tingkah Feng Yan, dan tentu saja ada rasa iri melihat bakat alami Feng Yan.
"Feng Yan, jadi benar kau sudah
Berhasil membuat pil?" tanya nyonya Liu dengan senyum bangga.
"Bibi, Ini semua berkat bantuan bibi dan keluarga hingga aku bisa membuat pil ini" Feng Yan menyodorkan pil buatannya pada nyonya Liu.
Nyonya Liu mengamati pil di tangannya " ini pil dasar yang cukup baik, walau masih belum sempurna. Paman Liu Bai Shan akan menyesal telah menolak mengajarimu." ia tersenyum dan memperlihatkan pil itu pada yang lain.
"Nyonya jangan terlalu memujinya, nanti ia besar kepala dan tambah tidak mau mencari guru"
"Ditambah lagi dia sudah menghabiskan lebih dari seribu keping emas untuk membeli bahan-bahan untuk percobaan". Zhao YunZhi menjelaskan pada nyonya Liu.
"Kakak, apa yang kau katakan. Setiap keberhasilan pastilah dibayar
Dengan harga yang mahal." Feng Yan membela diri dari ucapan Zhao YunZhi.
"Huh, kau tidak hanya pintar berlatih tapi juga sangat pintar bicara".
YunZhi kesal dan kembali ke ruangannya.
66 Sial, aku harus lebih rajin berlatih atau bocah maniak latihan itu akan melampauiku nanti" walaupun dianggap gadis berbakat YunZhi merasa kalau bakatnya tidak ada apa-apanya dibandingkan Feng Yan yang jauh lebih muda.
Kembali ke Feng Yan yang masih berbicara dengan nyonya Liu.
"Yan'er beristirahatlah dahulu, kami tidak ingin mengganggumu. Pasti sangat lelah bagimu setelah berlatih membuat pil." Nyonya Liu tentu saja melihat raut kelelahan dari wajah Feng Yan.
"Bibi Liu, membuat pil memang lebih melelahkan daripada latihan jurus dan teknik. Tapi aku masih ingin
Mengisi energiku dengan menyerap esensi alam untuk berlatih." Feng Yan seperti terlihat enggan untuk tidur.
"Tuan muda, kau siang hari melakukan latihan fisik sedangkan di malam hari berlatih mengolah pil. Sesekali tidak mengapa untuk istirahat sejenak. Tuan masih sangat muda, tidak baik terlalu memaksakan fisik dan mentalmu." Tetua penasihat menasihati Feng Yan yang terlalu berlebihan dalam berlatih.
"Benar yang dikatakan tetua Hai Yan'er, bagaimana bila esok siang kau melonggarkan waktu untuk berjalan-jalan di kota bersama Nona Zhao dan Liu Mei-mei. Bukankah semenjak disini kalian tidak pernah keluar.”
Mendengar ucapan Nyonya Liu Feng Yan hanya bisa terdiam.
"Bibi benar, selama ini aku terbiasa latihan setiap hari sedari sangat kecil. Besok aku akan mengajak Kakak Zhi dan
Mei-mei untuk jalan-jalan".
"Baguslah kalau begitu, kami akan kembali keruangan depan. Kau istirahatlah dan jangan terlalu memaksakan diri."
Feng Yan merasa terharu dengan perlakuan baik Nyonya Liu selama disana. Ia yang tidak pernah merasakan kasih sayang ibu, ia tahu kalau nyonya Liu sangat tulus padanya.